BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran

📖 BAB 5: Penyelamatan dan Benih Keingkaran

Suara langkah kaki dan geraman puluhan zombie kian bergemuruh di tangga utama. Kelompok Takashi Komuro mulai keteteran. Napas mereka memburu, keringat dingin membasahi seragam, dan napas panik meluncur dari mulut Saya Takagi yang terus berusaha menghitung jumlah musuh.

"Takashi! Dari kanan! Ada dua lagi!" teriak Rei Miyamoto seraya menancapkan tombak rakitannya ke rahang salah satu zombie.

Namun, matanya membelalak panik ketika gagang kayu tombak itu tersangkut pada tulang rahang sang mayat hidup. Sebelum ia sempat menariknya kembali, dua zombie lain merangkak cepat dari sisi butanya, siap mengoyak leher mulus gadis itu.

"Rei!" jerit Takashi, tetapi ia sendiri sedang tertahan oleh tiga zombie yang menekan tombak pelnya.

CRAAK! CRAAK!

Dua tebasan kilat yang teramat presisi membelah udara. Dalam sekejap mata, dua kepala zombie yang hendak menerkam Rei terpisah dari lehernya, jatuh membalas lantai marmer dengan dentuman berat.

Darah hitam menyembur, mengenai bagian bawah seragam sekolah Rei. Gadis itu terperanjat, mundur beberapa langkah hingga punggungnya menabrak dinding koridor.

Sesosok pria bertubuh kekar melangkah keluar dari asap bayang-bayang lorong. Ia mengenakan rompi taktis penuh perlengkapan, sepatu bot militer, dan masker yang menutupi separuh wajahnya. Matanya tajam bagaikan elang, dan di tangan kanannya tergegam sebuah machete baja perisai berwarna hitam pekat yang meneteskan darah busuk.

Itu adalah Thomas.

"Jangan berdiri melamun jika masih ingin bernapas," ujar Thomas datar. Suaranya terdengar berat dan dingin di balik masker.

"Si-siapa kau?!" seru Saya Takagi dengan nada kaget bercampur curiga. Matanya meneliti penampilan Thomas dari ujung kepala hingga ujung kaki. Di tengah kiamat yang baru berlangsung beberapa jam, melihat seseorang berpakaian taktis lengkap dengan persenjataan siap tempur adalah hal yang sangat tidak lazim.

Saeko Busujima, yang berdiri paling depan dengan bokken di tangannya, menatap Thomas dengan binar mata yang berbeda. Sebagai seorang ahli pedang, ia bisa menilai ketenangan, kerapian kuda-kuda, dan efisiensi gerakan Thomas dari dua tebasan tadi. Pria ini bukan orang sembarangan—dia adalah seorang pembunuh yang sangat berpengalaman.

"Fokus ke depan," potong Thomas tanpa mempedulikan pertanyaan Saya. Ia melangkah melewati Rei, berdiri di barisan paling depan di samping Saeko. "Jalur menuju area parkiran bus terkunci dari luar. Kalau kalian tidak segera bergerak, kita akan terkepung di tangga ini."

PFTT! PFTT!

Kohta Hirano menembakkan pistol pakunya, menancapkan paku tebal ke dahi zombie yang mendekat dari sisi kiri. "Dia benar, Takashi! Kita tidak punya waktu untuk menginterogasi orang ini! Jumlah mereka makin banyak!"

Tak jauh dari sana, seorang wanita berambut pirang dengan pakaian perawat yang ketat—Suster Shizuka Marikawa—berlari panik sambil membawa kunci bus sekolah di tangannya. "Anak-anak! Kunci busnya ada padaku! Tapi kita harus lekas ke pintu keluar!"

"Buka jalurnya!" teriak Takashi sambil mengerat genggaman tangannya.

Thomas tidak banyak bicara. Ia menerjang maju ke tengah kerumunan zombie di depan mereka bagaikan mesin pembantai yang tak kenal lelah. Setiap tebasan machete-nya tidak pernah meleset; membelah leher, memotong persendian, dan meremukkan tengkorak dengan kecepatan yang mengerikan.

Saeko bergerak mengimbangi di sisi kanan Thomas, memanfaatkan pukulan bokken-nya untuk memecahkan tempurung kepala zombie yang lengah, sementara Takashi dan Kohta menjaga garis belakang.

Di tengah pertarungan berdarah itu, mata Takashi berulang kali melirik ke arah Thomas dengan tatapan yang sangat rumit. Ada rasa kagum atas kemampuan tempur pria asing itu, namun ada juga rasa terancam yang sangat dalam.

Takashi melihat bagaimana Rei melirik Thomas dengan tatapan takjub saat diselamatkan tadi. Ia juga melihat bagaimana Saeko mengangguk penuh rasa hormat pada setiap pergerakan efisien Thomas. Sebagai seorang remaja yang merasa dirinya adalah pemimpin dan pelindung utama dari gadis-gadis cantik di kelompoknya, keberadaan Thomas yang jauh lebih dominan, lebih kuat, dan lebih dewasa membuat ego Takashi terbakar cemburu.

"Pria ini... berbahaya," batin Takashi seraya menatap punggung Thomas dengan rahang tertutup rapat. "Dia bukan siswa sekolah ini. Dia bersenjata lengkap dan menatap kita seperti kita ini beban. Aku tidak bisa membiarkan dia memegang kendali atas kelompok ini..."

Benih-benih keirian dan prasangka buruk itu mulai tertanam rapat di dalam dada sang 'karakter utama', tepat ketika mereka berhasil menembus barikade terakhir menuju pintu keluar parkiran.

Episodes
1 BAB 1: Uang Berdarah dan Rumah di Atas Awan
2 BAB 2: Awal dari Kegilaan dan Darah Pertama
3 BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah
4 BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi
5 BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran
6 BAB 6 Pengusiran Di dalam Bus
7 BAB 7 Kembali Ke Benteng Baja
8 BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
9 BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru
10 BAB 10 Informasi Baru
11 BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian
12 BAB 12 Nilai Sebuah Kerajaan Di Atas Bukit
13 BAB 13 Bayangan Di Luar Pagar
14 BAB 14 Jeritan Di Pondok Kayu
15 BAB 15 Perburuan
16 BAB 16 Puncak Tier 2
17 BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi
18 BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir
19 BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai
20 Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
21 BAB 21 Penyatuan Sel Abadi
22 BAB 22 Tinju Sang Predator
23 BAB 23 Kembali Ke Benteng
24 BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit
25 BAB 25 Serangga Di Terowongan Bawah Tanah
26 Bab 26 Keputusasaan Di Dasar Beton
27 BAB 27 Bayang Pedang Dan Penghambaan Sang Pendekar
28 BAB 28 Hirarki Baru Dan Pembersihan Sisa-Sisa
29 BAB 29 Kepunahan Para Penyintas
30 BAB 30 Penyerbuan
31 BAB 31 Tahta Diatas Reruntuhan
32 BAB 32 Sinyal Militer
33 BAB 33 Jejak Dokter Medis
34 BAB 34 Teror Dalam Tidur Dan Bangunnya Sang Dokter
35 BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang
36 BAB 36 Badai Menerjang Perbatasan Utara
37 BAB 37 Sisa-Sisa Harapan Yang Membusuk
38 Bab 38 Esensi Sapi Mutan
39 Bab 39 Kedamaian Di Bawah Naungan Sang Penguasa
40 BAB 40 Tujuh Aliansi
41 BAB 41 Penaklukan Batalyon Penjara Berdarah
42 BAB 42 Dewan Perang Dan Kehadiran Sang Bencana
43 BAB 43 Persiapan Perang
44 BAB 44 Gemuruh Fajar dan Penyergapan Udara
45 BAB 45 Neraka Bawah Tanah
46 BAB 46 Kelahiran Sang Raja
47 BAB 47 Benturan Predator Puncak
48 BAB 48 Evolusi Dua Pelayan
49 BAB 49 Kembali Ke Permukaan
50 BAB 50 Neraka Rawa Timur dan Pembantaian para Penguasa
51 BAB 51 Lahirnya Kekaisaran Sang Tirani
52 BAB 52 Pesta Coy
53 BAB 53 Percikan Dendam Dari Sudut Kelam
54 BAB 54 Pengorbanan Berdarah Dan Rencana Parasit
55 BAB 55 Panggilan Samudra
56 BAB 56 Pembersihan Berdarah
57 BAB 57 Menerjang Badai
58 BAB 58 Aliansi Dalam Kegelapan Dan Pasukan Parasit Baru
59 BAB 59 Jejak Pertama Di Benua Utara
60 BAB 60 Puing-Puing Benteng Dan Invasi Lautan Parasit
61 BAB 61 Duel Iblis Di Atas Lautan Bangkai
62 BAB 62 Bayangan Di Benua Utara Dan Panggilang Takhta
63 BAB 63 Pintu Gerbang Arsitek Dan Pertumpahan Darah Di Kubah Es
64 BAB 64 Kepulangan Sang Tirani dan Bayangan Pembalasan
65 BAB 65 Kepunahan Sang Parasit Dan Penghakiman
66 BAB 66 Kekaisaran Baru Dan Era Dominasi
67 BAB 67 Pangglan Dari Kedalaman Purba
68 BAB 68 Badai Parasit
69 BAB 69 Kebangkitan Bentuk Origin
70 BAB 70 Terobosan Ke Tier 6
71 BAB 71 Deklarasi Perang Aliansi Tiga Benua
72 BAB 72 Strategi Diatas Takhta Obsidian
73 BAB 73 Bencana Di Garis Pantai
74 BAB 74 Tarian Pedang Berdarah Di Langit
75 BAB 75 Sabotase
76 BAB 76 Tembok Zamrud Dan Kegagalan Senjata Utama
77 BAB 77 Turunnya Para Pemimpin Aliansi
78 BAB 78 Kedatangan Sang Penguasa
79 BAB 79 Pembantaian Para Pemimpin
80 BAB 80 Penobatan Kekaisaran Abadi
81 EPILOG
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1: Uang Berdarah dan Rumah di Atas Awan
2
BAB 2: Awal dari Kegilaan dan Darah Pertama
3
BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah
4
BAB 4 Neraka Di Koridor SMA Fujimi
5
BAB 5 Penyelamatan Dan Benih Keingkaran
6
BAB 6 Pengusiran Di dalam Bus
7
BAB 7 Kembali Ke Benteng Baja
8
BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
9
BAB 9 Penyerapan Kristal Dan Kekuatan Baru
10
BAB 10 Informasi Baru
11
BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian
12
BAB 12 Nilai Sebuah Kerajaan Di Atas Bukit
13
BAB 13 Bayangan Di Luar Pagar
14
BAB 14 Jeritan Di Pondok Kayu
15
BAB 15 Perburuan
16
BAB 16 Puncak Tier 2
17
BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi
18
BAB 18 Jalan Berdarah Menuju Pesisir
19
BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai
20
Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
21
BAB 21 Penyatuan Sel Abadi
22
BAB 22 Tinju Sang Predator
23
BAB 23 Kembali Ke Benteng
24
BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit
25
BAB 25 Serangga Di Terowongan Bawah Tanah
26
Bab 26 Keputusasaan Di Dasar Beton
27
BAB 27 Bayang Pedang Dan Penghambaan Sang Pendekar
28
BAB 28 Hirarki Baru Dan Pembersihan Sisa-Sisa
29
BAB 29 Kepunahan Para Penyintas
30
BAB 30 Penyerbuan
31
BAB 31 Tahta Diatas Reruntuhan
32
BAB 32 Sinyal Militer
33
BAB 33 Jejak Dokter Medis
34
BAB 34 Teror Dalam Tidur Dan Bangunnya Sang Dokter
35
BAB 35 Penghambaan Dokter Medis dan Peta Laboratorium Terlarang
36
BAB 36 Badai Menerjang Perbatasan Utara
37
BAB 37 Sisa-Sisa Harapan Yang Membusuk
38
Bab 38 Esensi Sapi Mutan
39
Bab 39 Kedamaian Di Bawah Naungan Sang Penguasa
40
BAB 40 Tujuh Aliansi
41
BAB 41 Penaklukan Batalyon Penjara Berdarah
42
BAB 42 Dewan Perang Dan Kehadiran Sang Bencana
43
BAB 43 Persiapan Perang
44
BAB 44 Gemuruh Fajar dan Penyergapan Udara
45
BAB 45 Neraka Bawah Tanah
46
BAB 46 Kelahiran Sang Raja
47
BAB 47 Benturan Predator Puncak
48
BAB 48 Evolusi Dua Pelayan
49
BAB 49 Kembali Ke Permukaan
50
BAB 50 Neraka Rawa Timur dan Pembantaian para Penguasa
51
BAB 51 Lahirnya Kekaisaran Sang Tirani
52
BAB 52 Pesta Coy
53
BAB 53 Percikan Dendam Dari Sudut Kelam
54
BAB 54 Pengorbanan Berdarah Dan Rencana Parasit
55
BAB 55 Panggilan Samudra
56
BAB 56 Pembersihan Berdarah
57
BAB 57 Menerjang Badai
58
BAB 58 Aliansi Dalam Kegelapan Dan Pasukan Parasit Baru
59
BAB 59 Jejak Pertama Di Benua Utara
60
BAB 60 Puing-Puing Benteng Dan Invasi Lautan Parasit
61
BAB 61 Duel Iblis Di Atas Lautan Bangkai
62
BAB 62 Bayangan Di Benua Utara Dan Panggilang Takhta
63
BAB 63 Pintu Gerbang Arsitek Dan Pertumpahan Darah Di Kubah Es
64
BAB 64 Kepulangan Sang Tirani dan Bayangan Pembalasan
65
BAB 65 Kepunahan Sang Parasit Dan Penghakiman
66
BAB 66 Kekaisaran Baru Dan Era Dominasi
67
BAB 67 Pangglan Dari Kedalaman Purba
68
BAB 68 Badai Parasit
69
BAB 69 Kebangkitan Bentuk Origin
70
BAB 70 Terobosan Ke Tier 6
71
BAB 71 Deklarasi Perang Aliansi Tiga Benua
72
BAB 72 Strategi Diatas Takhta Obsidian
73
BAB 73 Bencana Di Garis Pantai
74
BAB 74 Tarian Pedang Berdarah Di Langit
75
BAB 75 Sabotase
76
BAB 76 Tembok Zamrud Dan Kegagalan Senjata Utama
77
BAB 77 Turunnya Para Pemimpin Aliansi
78
BAB 78 Kedatangan Sang Penguasa
79
BAB 79 Pembantaian Para Pemimpin
80
BAB 80 Penobatan Kekaisaran Abadi
81
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!