Bab 2: Pembangkitan Tingkat Mitos

​WUSSH!

​Gada berkarat itu mengayun membelah udara, nyaris menghantam wajah Do-Yoon. Namun, alih-alih menghindar jauh ke belakang, Do-Yoon justru melangkah maju. Sepuluh tahun bertahan hidup di dalam Labirin tingkat tinggi sebagai kuli panggul telah mengukir insting tempur ke dalam sumsum tulang dan otot-ototnya.

​Ia mungkin belum memiliki atribut kekuatan dari Sistem, tetapi gerakannya murni berasal dari pengalaman hidup dan mati.

​Dengan gerakan luwes, Do-Yoon menunduk, membiarkan gada itu lewat di atas kepalanya. Di saat yang sama, tangan kanannya yang memegang patahan kaki kursi menusuk tajam ke atas.

​Jleb!

​Kayu bergerigi itu menembus tepat ke bola mata sang Goblin, menembus langsung hingga ke otaknya. Makhluk hijau itu tidak sempat berteriak. Tubuhnya mengejang sejenak sebelum ambruk ke lantai, memercikkan darah gelap yang berbau busuk.

​Goblin kedua yang melihat rekannya tewas langsung meraung marah. Ia melompat ke arah Do-Yoon dengan cakar dan gigi kuning yang siap merobek leher.

​Do-Yoon tetap tenang. Ia menarik kayu runcingnya dari mata mayat Goblin pertama, lalu menggunakan momentum tarikan itu untuk berputar. Tumit kirinya menghantam keras ulu hati Goblin yang sedang melayang di udara.

​Brak!

​Goblin kedua terpental dan menabrak deretan meja kelas. Sebelum makhluk itu bisa bangkit, Do-Yoon sudah melompat ke atasnya. Tanpa ragu sedetik pun, ia menghujamkan patahan kayunya bertubi-tubi ke tenggorokan sang monster.

​Darah menyembur mengotori kemejanya, namun wajah Do-Yoon datar tanpa ekspresi. Dingin dan mematikan.

​Di sudut ruangan, puluhan mahasiswa yang meringkuk ketakutan menatap adegan itu dengan mata terbelalak. Han Do-Yoon yang mereka kenal adalah mahasiswa pendiam yang jarang bergaul. Bagaimana mungkin ia membantai monster dengan begitu brutal dan efisien tanpa berkedip sedikit pun?

​Ting!

​Suara lonceng mekanis bergema di dalam kepala Do-Yoon.

​[Anda telah membunuh Goblin (Tingkat Terendah).]

[Pencapaian Hebat! Anda adalah manusia pertama di Bumi yang berhasil membunuh monster dengan tangan kosong.]

[Anda mendapatkan Gelar: 'Pemburu Pertama'.]

[Gelar 'Pemburu Pertama' memberikan peningkatan seluruh atribut dasar sebesar +5.]

​Otot-otot Do-Yoon seketika terasa hangat. Rasa lelah yang sempat menghinggapi tubuh biasa miliknya lenyap seketika, digantikan oleh kekuatan yang mengalir deras di pembuluh darahnya.

​[Misi Utama: Bertahan Hidup telah diselesaikan dengan syarat tersembunyi (Pemusnahan).]

[Menghitung hadiah berdasarkan kontribusi...]

[Kontribusi Anda: 100%.]

[Mempersiapkan proses Pembangkitan Kelas...]

​Do-Yoon menutup matanya. Ini adalah momen yang paling menentukan. Di kehidupan sebelumnya, ia bersembunyi hingga waktu misi habis, hanya mendapatkan kelas 'Pengangkut Barang' yang tidak memiliki keahlian bertarung.

​Cahaya keemasan mulai menyelimuti tubuhnya. Namun, tepat ketika Sistem hendak memberikan kelas tempur standar, sebuah anomali terjadi.

​Jantung Do-Yoon berdegup sangat kencang. Rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba menyerang dadanya, seolah ada sesuatu yang mencoba merobek jiwanya dari dalam. Bayangan di bawah kakinya mulai bergerak liar, bergejolak bagaikan air mendidih.

​[Peringatan! Terjadi kesalahan yang tidak diketahui!]

[Entitas atau energi asing menolak Pembangkitan Kelas standar.]

[Sisa-sisa energi dari 'Jantung Kehampaan' merasuki jiwa Anda.]

[Sistem Pusat mencoba memblokir anomali...]

[Gagal. Anomali memiliki otoritas yang melampaui Sistem Pengelola Bumi.]

​Cahaya keemasan yang menyelimuti tubuh Do-Yoon hancur berkeping-keping, digantikan oleh aura hitam pekat yang begitu gelap hingga menyerap cahaya di sekitarnya.

​[Pembangkitan Kelas selesai.]

[Anda membangkitkan Kelas Tersembunyi (Tingkat Mitos): Pewaris Ketiadaan.]

​Seketika itu juga, rentetan pemberitahuan yang membingungkan bermunculan di layar biru miliknya.

​[Beberapa Rasi Bintang terkejut melihat aura yang menyelimuti Anda.]

[Rasi Bintang 'Penimbang Keadilan Bersayap' menyipitkan mata ke arah Anda.]

[Rasi Bintang 'Raja Serigala Pemakan Bangkai' menjilat bibirnya melihat kebrutalan Anda.]

[Rasi Bintang 'Dewa Tombak Api' menawarkan diri untuk menjadi sponsor Anda!]

​Sponsor Rasi Bintang. Mereka adalah entitas kuat dari dimensi lain yang mencari hiburan dengan mengawasi manusia, memberikan sebagian kekuatan mereka kepada Pemburu yang mereka sukai. Di masa lalu, mendapatkan sponsor dari Rasi Bintang adalah sebuah kebanggaan mutlak.

​Namun, senyum sinis mengembang di bibir Do-Yoon.

​Di kehidupan sebelumnya, ia tahu betul siapa mereka. Para Rasi Bintang ini bukanlah dewa penyelamat. Mereka hanyalah parasit yang memandang manusia tak lebih dari sekadar mainan catur.

​"Tolak semuanya," ucap Do-Yoon dingin.

​[Anda telah menolak semua tawaran sponsor dari Rasi Bintang.]

[Beberapa Rasi Bintang merasa terhina oleh kesombongan Anda.]

[Rasi Bintang 'Dewa Tombak Api' memandang Anda dengan kebencian!]

​Do-Yoon mengabaikan kemarahan para penonton dari atas langit sana. Ia mengucapkan satu perintah sederhana.

​"Buka Jendela Status."

​Sebuah layar tembus pandang baru muncul di hadapannya.

​[Informasi Pemain]

Nama: Han Do-Yoon

Tingkat: 1

Kelas: Pewaris Ketiadaan (Mitos)

Gelar: Pemburu Pertama

​[Atribut]

​Kekuatan: 15

​Kelincahan: 16

​Ketahanan: 12

​Energi Sihir (Mana): 20

​Kecerdasan: 10

​[Keahlian Unik]

Mata Kehampaan (Pasif) - Tingkat 1

Dapat melihat kelemahan musuh, aliran energi sihir, dan informasi tersembunyi. Imun terhadap segala jenis sihir ilusi dan pengendalian pikiran tingkat rendah.

​2. Penyerapan Bayangan (Aktif) - Tingkat 1

Mampu menyerap bayangan makhluk yang baru saja dibunuh untuk memulihkan energi fisik dan sihir. Jika makhluk tersebut cukup kuat, Anda berpeluang mencuri satu keahlian milik mereka.

​Do-Yoon mengepalkan tangannya. Kekuatan ini jauh melebihi Pemburu Tingkat-A mana pun di awal masa kiamat. Kelas tingkat Mitos benar-benar menentang hukum keseimbangan Sistem.

​Tiba-tiba, suara retakan keras terdengar dari arah pintu kelas. Perisai tak kasat mata yang menyegel ruangan itu akhirnya pecah berkeping-keping. Sesi bertahan hidup pertama telah berakhir.

​Namun, dari lorong luar kelas, terdengar suara langkah kaki yang berat. Sangat berat hingga membuat lantai bergetar. Hawa pembunuh yang kental merembes masuk melalui celah pintu yang terbuka.

​Mahasiswa yang baru saja bernapas lega kembali menahan napas. Mereka saling berpelukan, gemetar dalam keputusasaan.

​Do-Yoon tidak repot-repot menoleh ke arah teman-teman sekelasnya. Ia membungkuk, memungut belati berkarat dari mayat Goblin di dekat kakinya, lalu menendang pintu kelas hingga terbuka lebar.

​Di ujung lorong yang temaram, seekor monster setinggi dua meter dengan otot-otot kekar berwarna merah gelap berdiri menghalangi jalan turun. Ia membawa kapak raksasa yang berlumuran darah segar manusia.

​Pemimpin monster di kawasan Universitas Hanguk. Goblin Pejuang.

​"Sempurna," bisik Do-Yoon sambil menjilat darah yang mengering di sudut bibirnya. "Aku butuh banyak poin pengalaman untuk naik tingkat."

Episodes
1 Bab 1: Akhir Adalah Permulaan Baru
2 Bab 2: Pembangkitan Tingkat Mitos
3 Bab 3: Hukum Rimba yang Baru
4 Bab 4: Pertemuan di Tengah Kehancuran
5 Bab 5: Kontrak Darah dan Percikan Sang Permaisuri
6 Bab 6: Perangkap Dimensi Darah
7 Bab 7: Kesenjangan Mutlak
8 Bab 8: Pembantaian di Gerbang Obsidian
9 Bab 9: Api yang Padam oleh Kehampaan
10 Bab 10: Malam Pertama Kiamat
11 Bab 11: Mata Uang Darah dan Toko Sistem
12 Bab 12: Eksekusi Mutlak dan Penebas Malam
13 Bab 13: Fajar Berdarah
14 Bab 14: Labirin Tulang dan Bayangan
15 Bab 15: Akar Darah dan Sang Penjaga Terakota
16 Bab 16: Sang Kompas dan Raja Pembantai
17 Bab 17: Tarian Sang Malaikat Maut
18 Bab 18: Griya Tawang dan Titik Awal
19 Bab 19: Daftar Nama Sang Penguasa
20 Bab 20: Sang Garda Depan
21 Bab 21: Garis Kematian dan Keangkuhan yang Runtuh
22 Bab 22: Tunduknya Para Pendosa dan Tameng Absolut
23 Bab 23: Tembok Baja dan Ujian Bertahan Hidup
24 Bab 24: Kabut Kematian dan Wilayah Sang Penguasa
25 Bab 25: Relikui Ruang dan Target Ketiga
26 Bab 26: Bangsal Keputusasaan dan Akar Penyakit
27 Bab 27: Cahaya Suci di Lautan Bangkai
28 Bab 28: Kontrak Iblis dan Panggung Kehampaan
29 Bab 29: Hutan Perangkap dan Sang Pembunuh Senyap
30 Bab 30: Patahnya Sang Bayangan dan Target Terakhir
31 Bab 31: Benteng Besi dan Mekanik Eksentrik
32 Bab 32: Pilar-Pilar Ketiadaan
33 Bab 33: Fajar Berdarah dan Bangkitnya Pasukan Bayangan
34 Bab 34: Runtuhnya Langit dan Titan Pembusuk
35 Bab 35: Murka Dewa Busuk
36 Bab 36: Gema Nama Sang Penguasa
37 Bab 37: Patahnya Harga Diri Matahari
38 Bab 38: Leviathan Rawa Darah
39 Bab 39: Meriam Kehampaan
40 Bab 40: Respons Kosmik dan Kuil Penghakiman
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Akhir Adalah Permulaan Baru
2
Bab 2: Pembangkitan Tingkat Mitos
3
Bab 3: Hukum Rimba yang Baru
4
Bab 4: Pertemuan di Tengah Kehancuran
5
Bab 5: Kontrak Darah dan Percikan Sang Permaisuri
6
Bab 6: Perangkap Dimensi Darah
7
Bab 7: Kesenjangan Mutlak
8
Bab 8: Pembantaian di Gerbang Obsidian
9
Bab 9: Api yang Padam oleh Kehampaan
10
Bab 10: Malam Pertama Kiamat
11
Bab 11: Mata Uang Darah dan Toko Sistem
12
Bab 12: Eksekusi Mutlak dan Penebas Malam
13
Bab 13: Fajar Berdarah
14
Bab 14: Labirin Tulang dan Bayangan
15
Bab 15: Akar Darah dan Sang Penjaga Terakota
16
Bab 16: Sang Kompas dan Raja Pembantai
17
Bab 17: Tarian Sang Malaikat Maut
18
Bab 18: Griya Tawang dan Titik Awal
19
Bab 19: Daftar Nama Sang Penguasa
20
Bab 20: Sang Garda Depan
21
Bab 21: Garis Kematian dan Keangkuhan yang Runtuh
22
Bab 22: Tunduknya Para Pendosa dan Tameng Absolut
23
Bab 23: Tembok Baja dan Ujian Bertahan Hidup
24
Bab 24: Kabut Kematian dan Wilayah Sang Penguasa
25
Bab 25: Relikui Ruang dan Target Ketiga
26
Bab 26: Bangsal Keputusasaan dan Akar Penyakit
27
Bab 27: Cahaya Suci di Lautan Bangkai
28
Bab 28: Kontrak Iblis dan Panggung Kehampaan
29
Bab 29: Hutan Perangkap dan Sang Pembunuh Senyap
30
Bab 30: Patahnya Sang Bayangan dan Target Terakhir
31
Bab 31: Benteng Besi dan Mekanik Eksentrik
32
Bab 32: Pilar-Pilar Ketiadaan
33
Bab 33: Fajar Berdarah dan Bangkitnya Pasukan Bayangan
34
Bab 34: Runtuhnya Langit dan Titan Pembusuk
35
Bab 35: Murka Dewa Busuk
36
Bab 36: Gema Nama Sang Penguasa
37
Bab 37: Patahnya Harga Diri Matahari
38
Bab 38: Leviathan Rawa Darah
39
Bab 39: Meriam Kehampaan
40
Bab 40: Respons Kosmik dan Kuil Penghakiman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!