Malam telah larut ketika Sena melangkah keluar dari kegelapan hutan pedalaman Ujung Medini. Langkah kakinya tenang, membawa serta aura penaklukan setelah berhasil menundukkan Elga dan seluruh bangsa jin penguasa hutan tersebut. Di belakangnya, suasana hutan yang tadinya angker kini telah patuh di bawah kendalinya.
Namun, begitu matanya menatap ke arah pemukiman bersahaja di tepi pantai tempat rumah kayu sementara yang ditinggali Rimbu, Mpu Sura, dan rombongannya langkah Sena terhenti.
Di sana, beberapa obor kayu berkobar ditiup angin laut yang kencang. Lidah-lidah api itu menari liar, sesekali membumbung tinggi hanya beberapa jengkal dari atap nipah dan dinding bambu yang kering. Sena memicingkan mata, dadanya berdesir cemas.
"Kalau ada satu saja percikan api terpental ditiup angin..." gumam Sena dalam hati. "Seluruh pemukiman kayu ini bisa hangus jadi abu dalam hitungan menit."
Pikiran itu terus mengusik Sena bahkan ketika ia sudah duduk bersila di sudut ruangan rumah kayunya. Mpu Sura dan beberapa prajurit sudah terlelap, tetapi Sena tidak bisa tidur. Obor dan lilin minyak kelapa jelas bukan jawaban untuk sebuah kota masa depan. Obor itu redup, berjelaga, berbahaya, dan tidak efisien.
Sena memejamkan mata, memposisikan tubuhnya dalam ketenangan meditasi yang dalam. Ia menarik napas panjang, menenangkan gejolak energi spiritualnya, lalu mulai menelusuri lorong-lorong ingatan masa lalunya kepingan literasi dari kehidupan modern yang pernah ia baca namun sempat kabur dari benaknya.
Di dalam ruang kesadarannya, Sena memutar kembali visualisasi buku-buku sains dan rekayasa fisik yang pernah melintas di matanya. Ia memperlambat bayangan ingatan itu satu per satu.
Prinsip kelistrikan... arus searah dan bolak-balik... generator kincir air... dan bohlam pijar Thomas Edison.
Sena tersenyum tipis di dalam meditasinya. "Serat bambu terkarbonisasi sebagai filamen... kawat tembaga... tabung kaca pasir kuarsa yang divakumkan. Teorinya sangat sederhana!"
Bukan cuma soal cahaya, i…
PANGERAN YANG TERSEMBUNYI
CAHAYA LAMPU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments