Episodes
1 Malam Pernikahan, Perlu CPR Dulu?
2 Drainase Tusukan Dada, Serangan Malam Hari—Tangan Tuan Mau ke Mana?!
3 Membalut Luka, Konfrontasi, Ibu Tiri Datang—Tangan Tuan Jangan Meraba Sembarangan!
4 Siapa Dalang di Balik Bayangan? Pengawas Istana, Berapa Banyak Rahasia yang Masih Tuan Sembunyikan?
5 Rahasia di Balik Lemari Obat—Ada Mata-mata di Kediaman Pengawas Istana!
6 Malam Mengintai Kediaman Dokter Istana—Pengawas Istana, Kapan Tuan Datang?!
7 Kebenaran Tiga Tahun Lalu—Pengawas Istana, Kau Orang Pertama yang Membuatku Menangis
8 Menghadap Kaisar di Balai Agung—Pangeran Kedua, Siapa yang Kau Panggil "Adik Kecil"?!
9 Penyergapan di Jalan—Pengawas Istana, Lepaskan Tangan Kau dari Mataku!
10 Ganti Obat, Kehilangan Kendali, Pengerahan Pasukan—Pengawas Istana, Berhentilah Menggoda!
11 Lima Ratus Orang Mengepung Kediaman—Istriku Bicara Bagus Sekali!
12 Aku Bilang Bisa Menyembuhkan—Pengawas Istana, Percaya Padaku?
13 Menguji Racun di Tempat—Pangeran Kedua, Tangan Tuan Bergetar
14 Tunggu Aku Satu Paket Obat—Api Istana Membakar Separuh Langit
15 Ayahanda Bangun—Pangeran Kedua, Untuk Siapa Pedang Kau Angkat?
16 Buka Baju—Kenapa Detak Jantungmu Begitu Cepat?
17 Minum Obat Dulu, Baru Bicara Urusan Negara—Pengawas Istana, Jangan Kabur!
18 Rahasia di Balik Berkas—Tanggal yang Dicoret, Tangan Siapa?
19 Semalam di Ruang Hangat—Jarak di Dalam dan Luar Layar, Cukup untuk Detak Jantung Saling Menyapa
20 Sesepuh Bermata Satu—"Kalian Datang Terlalu Pagi."
21 Yang Dinantikan Kasim Chen Tiga Tahun—Surat Itu
22 Memeriksa Nadi Permaisuri—Tangan Ibu Bergetar
23 Boneka, Rambut, Darah—Ibu, Kalau Mau Menjebak Setidaknya Lakukan dengan Serius
24 Di Depan Bekas Istana Timur—Kakakmu Menunggu Ini, Kau Juga
25 Membuat Bakpao Semalaman—Pengawas Istana, Tepungnya Masuk Sampai ke Lengan Baju!
26 Mendarat di Istana Kedokteran—Siapa yang Membuat Buku Kas Ini?
27 Belati di Pintu—Lain Kali Bukan Pintu yang Kena?
28 Memancing di Jalan Malam—Kau Menyambutku
29 Aku Bukan Datang Tanya Obat—Aku Datang Melihatmu
30 Terhalang di Gerbang Kota—Ada Tiga Bungkus Bubuk di Lenganku
31 Halaman Belakang Toko Sutra—Kau Tahu Lorong Rahasia Istana?
32 Dua Jalur Terang dan Gelap—Ada Tikus di Belakangmu
33 Aku Tak Salah Percaya—Kecepatanmu Melepas Tali Lebih Cepat dari Dugaanku
34 Kata-katamu, Semua Kuingat—Pulang
35 Menguleni Adonan Jam Tiga Pagi—Dia Tidur Nyenyak, Syukurlah
36 Teh Hangat, Ukiran 'Lu', Kougou—Dia Pernah ke Sini
37 Sudah Ditambah. Minum.—Catatan Pertama
38 Kedai Teh, Osmanthus Oolong, Sebutir Kougou—"Kata-katamu Semua Kuingat"
39 Catatan Kedua—"Besok Masih Mau Apa"
40 Catatan Ketiga—"Tebak"
41 Catatan Keempat—"Aku Menunggumu"
42 Matahari Terbit, Bergandengan Tangan, "Besok Datang Lagi"
43 Catatan Terakhir—Besok Pagi, Bakpao
Episodes

Updated 43 Episodes

1
Malam Pernikahan, Perlu CPR Dulu?
2
Drainase Tusukan Dada, Serangan Malam Hari—Tangan Tuan Mau ke Mana?!
3
Membalut Luka, Konfrontasi, Ibu Tiri Datang—Tangan Tuan Jangan Meraba Sembarangan!
4
Siapa Dalang di Balik Bayangan? Pengawas Istana, Berapa Banyak Rahasia yang Masih Tuan Sembunyikan?
5
Rahasia di Balik Lemari Obat—Ada Mata-mata di Kediaman Pengawas Istana!
6
Malam Mengintai Kediaman Dokter Istana—Pengawas Istana, Kapan Tuan Datang?!
7
Kebenaran Tiga Tahun Lalu—Pengawas Istana, Kau Orang Pertama yang Membuatku Menangis
8
Menghadap Kaisar di Balai Agung—Pangeran Kedua, Siapa yang Kau Panggil "Adik Kecil"?!
9
Penyergapan di Jalan—Pengawas Istana, Lepaskan Tangan Kau dari Mataku!
10
Ganti Obat, Kehilangan Kendali, Pengerahan Pasukan—Pengawas Istana, Berhentilah Menggoda!
11
Lima Ratus Orang Mengepung Kediaman—Istriku Bicara Bagus Sekali!
12
Aku Bilang Bisa Menyembuhkan—Pengawas Istana, Percaya Padaku?
13
Menguji Racun di Tempat—Pangeran Kedua, Tangan Tuan Bergetar
14
Tunggu Aku Satu Paket Obat—Api Istana Membakar Separuh Langit
15
Ayahanda Bangun—Pangeran Kedua, Untuk Siapa Pedang Kau Angkat?
16
Buka Baju—Kenapa Detak Jantungmu Begitu Cepat?
17
Minum Obat Dulu, Baru Bicara Urusan Negara—Pengawas Istana, Jangan Kabur!
18
Rahasia di Balik Berkas—Tanggal yang Dicoret, Tangan Siapa?
19
Semalam di Ruang Hangat—Jarak di Dalam dan Luar Layar, Cukup untuk Detak Jantung Saling Menyapa
20
Sesepuh Bermata Satu—"Kalian Datang Terlalu Pagi."
21
Yang Dinantikan Kasim Chen Tiga Tahun—Surat Itu
22
Memeriksa Nadi Permaisuri—Tangan Ibu Bergetar
23
Boneka, Rambut, Darah—Ibu, Kalau Mau Menjebak Setidaknya Lakukan dengan Serius
24
Di Depan Bekas Istana Timur—Kakakmu Menunggu Ini, Kau Juga
25
Membuat Bakpao Semalaman—Pengawas Istana, Tepungnya Masuk Sampai ke Lengan Baju!
26
Mendarat di Istana Kedokteran—Siapa yang Membuat Buku Kas Ini?
27
Belati di Pintu—Lain Kali Bukan Pintu yang Kena?
28
Memancing di Jalan Malam—Kau Menyambutku
29
Aku Bukan Datang Tanya Obat—Aku Datang Melihatmu
30
Terhalang di Gerbang Kota—Ada Tiga Bungkus Bubuk di Lenganku
31
Halaman Belakang Toko Sutra—Kau Tahu Lorong Rahasia Istana?
32
Dua Jalur Terang dan Gelap—Ada Tikus di Belakangmu
33
Aku Tak Salah Percaya—Kecepatanmu Melepas Tali Lebih Cepat dari Dugaanku
34
Kata-katamu, Semua Kuingat—Pulang
35
Menguleni Adonan Jam Tiga Pagi—Dia Tidur Nyenyak, Syukurlah
36
Teh Hangat, Ukiran 'Lu', Kougou—Dia Pernah ke Sini
37
Sudah Ditambah. Minum.—Catatan Pertama
38
Kedai Teh, Osmanthus Oolong, Sebutir Kougou—"Kata-katamu Semua Kuingat"
39
Catatan Kedua—"Besok Masih Mau Apa"
40
Catatan Ketiga—"Tebak"
41
Catatan Keempat—"Aku Menunggumu"
42
Matahari Terbit, Bergandengan Tangan, "Besok Datang Lagi"
43
Catatan Terakhir—Besok Pagi, Bakpao

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!