BAB 2: Kartu Hitam Tertinggi dan Penolakan Sang Pewaris

​"Tiga... tiga triliun dolar...?"

​Suara Zhao Mei terdengar serak dan putus asa, seolah ada yang mencekik lehernya. Kakinya lemas, membuatnya merosot perlahan hingga terduduk di lantai marmer. Matanya menatap pria tua yang berlutut itu, lalu beralih ke Ye Chen dengan tatapan horor yang tak terlukiskan.

​Di bawah kaki Ye Chen, tubuh Wang Hao gemetar hebat bagaikan daun kering yang diterpa badai. Bau pesing perlahan menguar di udara. Tuan Muda dari Keluarga Wang yang arogan itu baru saja mengompol di celananya!

​Sebagai anggota keluarga kaya raya, Wang Hao sangat mengenal siapa Penatua Lin. Pria tua itu adalah tangan kanan Kepala Keluarga Ye di Ibu Kota. Jika Penatua Lin memanggil Ye Chen "Tuan Muda Ye", maka tidak ada keraguan lagi. Pria yang baru saja ia tendang dan hina sebagai "sampah" ini adalah naga sejati yang sedang menyamar!

​"T-Tuan Muda Ye... s-saya tidak tahu... saya buta... tolong, ampuni nyawa anjing ini!" Wang Hao merintih, air mata dan ingus bercampur di wajahnya. Rasa sakit dari tulang rusuknya yang patah seolah menguap, digantikan oleh teror absolut.

​Ye Chen tidak memedulikan rengekan Wang Hao. Ia menatap Penatua Lin dengan ekspresi datar yang menyimpan badai.

​"Berdirilah, Penatua Lin," ucap Ye Chen dingin.

​Pria tua itu berdiri, menundukkan pandangannya dengan penuh hormat. "Tuan Muda, mobil sudah disiapkan. Jet pribadi Keluarga Ye sedang menunggu di bandara Jiangcheng. Tuan Besar sangat merindukan Anda."

​Mendengar kata-kata itu, bibir Ye Chen melengkung membentuk senyum sinis yang mengiris hati.

​"Merindukanku?" Suara Ye Chen terdengar rendah, namun menggema di ruangan itu. "Tiga tahun lalu, saat wanita gila yang menjadi ibu tiriku itu meracuni makananku, menyewa pembunuh bayaran, dan mengusirku dari Ibu Kota di tengah badai salju... di mana Keluarga Ye? Di mana kakek saat aku harus mengais sisa makanan di jalanan agar tidak mati kelaparan?!"

​Tubuh Penatua Lin bergetar. "Tuan Muda, Tuan Besar saat itu sedang koma. Beliau tidak tahu menahu soal tindakan Nyonya Besar. Sekarang setelah beliau sadar, beliau langsung mencari Anda ke seluruh negeri."

​"Lalu kenapa baru sekarang?" Ye Chen menyela tajam. "Apakah karena putra kesayangan wanita itu, adik tiriku yang bodoh itu, terbukti tidak mampu mengurus bisnis, sehingga kalian kembali mencariku?"

​Penatua Lin terdiam. Wajahnya yang keriput menampakkan rasa bersalah yang mendalam. Ia tahu, penderitaan yang dialami pewaris sah ini selama tiga tahun terakhir tidak bisa dihapus hanya dengan beberapa patah kata.

​"Kembalilah, Penatua Lin. Katakan pada Kakek, aku, Ye Chen, belum mati. Tapi aku tidak akan kembali ke Ibu Kota hanya untuk menjadi pion kalian lagi. Saat aku kembali nanti, aku akan kembali dengan kekuatanku sendiri, dan aku akan membuat wanita gila itu membayar setiap tetes darah yang ia tumpahkan dariku!"

​Aura Ye Chen meledak. Tekanan tak kasat mata dari Teknik Bela Diri Penakluk Naga yang baru saja bangkit di tubuhnya membuat belasan pengawal elit di luar tersentak mundur satu langkah.

​Penatua Lin terkesiap. Ia menatap Ye Chen dengan mata terbelalak. Aura ini... ini adalah tekanan dari seorang Master Bela Diri! Bagaimana mungkin Tuan Muda yang dulunya lemah kini memiliki kekuatan mengerikan ini?

​Sadar bahwa ia tidak bisa memaksa sang Naga, Penatua Lin menghela napas panjang. Ia merogoh saku dalam jasnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam pekat dengan ukiran naga emas yang melingkar.

​Itu adalah Kartu Hitam Naga Tertinggi.

​"Jika Anda bersikeras, Tuan Muda, saya tidak akan memaksa," ucap Penatua Lin dengan nada pasrah. "Tapi tolong terimalah ini. Ini adalah kartu akses tak terbatas dari Bank Global yang terhubung langsung dengan perbendaharaan pribadi Tuan Besar. Tidak ada limit di dalamnya. Anggap saja... sebagai sedikit kompensasi dari Tuan Besar untuk tiga tahun penderitaan Anda."

​Ye Chen terdiam sejenak. Ia melirik Su Yuhan yang masih berdiri mematung di sudut ruangan, wajah cantiknya memucat karena syok. Ye Chen tahu, istrinya sedang membutuhkan dana besar.

​Tanpa banyak bicara, Ye Chen menerima kartu itu. "Aku menerimanya. Sekarang, bawa pengawalmu dan tinggalkan tempat ini. Jangan ganggu hidupku sampai aku sendiri yang memutuskan untuk kembali."

​"Baik, Tuan Muda." Penatua Lin membungkuk hormat. Sebelum berbalik, ia melirik Wang Hao yang masih berada di bawah kaki Ye Chen. "Apakah Anda ingin saya 'membersihkan' sampah ini, Tuan Muda?"

​Kata "membersihkan" dari mulut Penatua Lin setara dengan menghilangkan sebuah keluarga dari peta Tiongkok.

​Wang Hao menjerit histeris. "T-TIDAK! Tuan Muda Ye! Tolong! Saya salah! Saya pantas mati! Jangan hancurkan keluarga saya!" Ia mulai bersujud membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali hingga berdarah.

​Ye Chen menarik kakinya dari dada Wang Hao. Ia mengambil sehelai tisu dari meja, mengelap tangannya dengan jijik, lalu membuangnya ke wajah Wang Hao.

​"Menyingkir dari pandanganku. Jika aku melihat wajahmu di dekat istriku lagi, bukan hanya kakimu yang akan kupatahkan, tapi seluruh Keluarga Wang akan kubuat rata dengan tanah."

​"T-Terima kasih! Terima kasih, Tuan Muda Ye!" Wang Hao tidak peduli dengan rasa sakitnya. Ia merangkak dengan tangan dan lututnya, menyeret tubuhnya keluar dari pintu secepat yang ia bisa, melarikan diri layaknya anjing yang ketakutan.

​Dalam waktu kurang dari satu menit, Penatua Lin beserta iring-iringan Rolls-Royce hitam itu telah menghilang dari halaman vila, seolah badai besar baru saja lewat dan meninggalkan keheningan yang mencekam.

​Di ruang tamu, hanya tersisa Ye Chen, Su Yuhan, dan Zhao Mei.

​Udara terasa canggung dan berat. Zhao Mei yang masih terduduk di lantai, perlahan mengangkat wajahnya. Bibirnya bergetar hebat saat menatap Ye Chen. Menantu yang setiap hari ia suruh mencuci celana dalamnya... adalah miliarder triliunan dolar?

​"Y-Ye Chen..." Zhao Mei menelan ludah, memaksakan sebuah senyuman yang terlihat lebih jelek daripada menangis. "K-kau... kau benar-benar Tuan Muda Ye dari Ibu Kota? K-kenapa kau tidak pernah mengatakannya pada Ibu? A-aduh, menantuku yang baik, I-Ibu hanya bercanda tadi, k-kau tahu kan Ibu menyayangimu..."

​Ye Chen menatap ibu mertuanya dengan tatapan sedingin gletser.

​"Menantumu yang baik? Setengah jam yang lalu kau menyuruhku mati dan memaksa istriku menandatangani surat cerai."

​Zhao Mei gemetar ketakutan. "I-itu... itu karena..."

​"Cukup." Su Yuhan akhirnya bersuara.

​Wanita cantik yang menjabat sebagai CEO itu melangkah maju. Matanya yang indah namun selalu dingin itu kini menatap Ye Chen dengan kompleks. Ada keterkejutan, kebingungan, namun juga sedikit kemarahan.

​"Ye Chen... siapa kau sebenarnya? Tiga tahun kita menikah... apakah semuanya hanya kebohongan?" Suara Yuhan bergetar, menahan gejolak emosi di dadanya.

​Melihat mata istrinya yang berkaca-kaca, tatapan dingin Ye Chen seketika melembut. Aura membunuhnya lenyap tanpa sisa, kembali menjadi Ye Chen yang biasa.

​Ia melangkah mendekat dan dengan lembut memegang bahu Yuhan. Kali ini, Yuhan tidak menepisnya.

​"Yuhan, percayalah padaku. Aku adalah Ye Chen, suamimu. Identitasku di masa lalu adalah sesuatu yang sengaja kusembunyikan karena itu hanya akan membawa bahaya bagimu. Tapi aku berjanji, mulai detik ini, tidak ada seorang pun yang boleh menyakitimu."

​Ye Chen mengangkat Kartu Hitam Naga Tertinggi di tangannya dan meletakkannya di telapak tangan Yuhan.

​"Perusahaanmu butuh lima puluh juta yuan? Ambil ini. Gesek berapapun yang kau butuhkan. Besok pagi, aku berjanji krisis di Grup Su akan selesai."

​Su Yuhan menatap kartu hitam pekat bersinar di tangannya, lalu menatap mata suaminya yang penuh keyakinan. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, bahu kokoh pria di depannya ini terasa seperti tempat bernaung yang aman.

​Namun, Ye Chen tahu, krisis sebenarnya baru saja dimulai. Kebangkitan Warisan Tabib Naga dan penolakannya untuk kembali ke Ibu Kota pasti akan segera terdengar oleh ibu tirinya.

Episodes
1 dari Bab 1: Darah di Atas Giok
2 BAB 2: Kartu Hitam Tertinggi dan Penolakan Sang Pewaris
3 BAB 3: Rapat Pemegang Saham dan Teror Sang Naga Emas
4 BAB 4: Tangan Dewa Penakluk Maut
5 BAB 5: Plakat Macan Putih dan Rencana Busuk Keluarga Wang
6 ​BAB 6: Menyentuh Sisik Terbalik Sang Naga
7 BAB 7: Malam Pembalasan dan Runtuhnya Keluarga Wang
8 BAB 8: Menantu Emas dan Keraguan Sang Master Bela Diri
9 BAB 9: Keagungan Grandmaster Sejati
10 BAB 10: Harga Sebuah Kekuatan dan Kebuntuan Bisnis
11 BAB 11: Keajaiban Salep Dewi Luo dan Pesta Para Serigala
12 BAB 12: Badai Investasi dan Munculnya Pasukan Bayangan Darah
13 BAB 13: Tarian Jarum Perak dan Hadiah Tengah Malam
14 BAB 14: Eksekusi di Jalan Tol dan Runtuhnya Penghianat
15 BAB 15: Kemarahan Sang Raksasa dan Panggilan dari Provinsi
16 BAB 16: Sang Naga Memasuki Provinsi dan Jebakan Hak Paten
17 BAB 17: Surat Tantangan Berdarah dan Grandmaster Jatuh dari Langit
18 BAB 18: Lelang Gelap Jiangbei dan Kartu Hitam yang Membungkam Kesombongan
19 BAB 19: Penyergapan di Bawah Rembulan dan Hancurnya Lembah Raja Obat
20 BAB 20: Badai di Danau Bintang dan Surat Tantangan Dewa Pedang
21 BAB 21: Danau Bintang Berdarah dan Kedatangan Sang Dewa Pedang
22 BAB 22: Naga Emas Membelah Danau dan Kehancuran Sang Dewa Pedang
23 BAB 23: Warisan Sang Ratu Es dan Utusan dari Utara
24 BAB 24: Lahirnya Istana Naga dan Amarah Sang Ratu Jingcheng
25 BAB 25: Sang Naga Menginjakkan Kaki di Utara dan Sambutan Berdarah
26 BAB 26: Bayangan Naga Kuno dan Tekanan dari Alam Ilahi
27 BAB 27: Empat Raja Iblis dan Racun Gu Pemakan Jiwa
28 BAB 28: Tiga Iblis Mengepung Ranjang dan Bangkitnya Sang Harimau Utara
29 ​BAB 29: Darah Sang Pewaris
30 BAB 30: Penengah dari Balik Bayangan dan Runtuhnya Ratu Berbisa
31 BAB 31: Kemarahan Sang Permaisuri
32 BAB 32: Takhta Sang Naga
33 BAB 33: Sabotase Berdarah
34 BAB 34: Penyergapan di Lembah Kematian
35 BAB 35: Keajaiban Sang Tabib Dewa
36 BAB 36: Guncangan Dunia Bawah
37 BAB 37: Formasi Segel Bayangan
38 BAB 38: Hancurnya Sang Raja Iblis
39 ​BAB 39: Kepulangan Sang Penakluk
40 BAB 40: Rahasia Cincin Perak
41 BAB 41: Batas Alam Fana
42 BAB 42: Akar Spiritual Es
43 BAB 43: Kegagalan Sang Alkemis
44 BAB 44: Umpan Berdarah
45 BAB 45: Hukum Penekan Langit
46 ​BAB 46: Tirai Teratai Emas
47 BAB 47: Jebakan Nadi Bumi
48 BAB 48: Pengepungan Finansial
49 BAB 49: Jebakan Api Bumi
50 BAB 50: Tarian Naga di Palung Keputusasaan
51 BAB 51: Tungku Kehidupan Berpasangan
52 BAB 52: Kelahiran Kembali dari Abu
53 BAB 53: Benturan di Ambang Dimensi
54 BAB 54: Udara Berdarah Dunia Tersembunyi
55 BAB 55: Malam Pertama di Dunia Baru
56 BAB 56: Pil Pemurni Udara
57 BAB 57: Hukum Kota Batu Hitam
58 BAB 58: Kegagalan di Depan Tungku
59 BAB 59: Reputasi di Akar Rumput
60 BAB 60: Teratai Darah Besi
61 BAB 61: Tembok Obsidian dan Suaka Para Alkemis
62 BAB 62: Sembilan Urat Spiritual
63 BAB 63: Benteng Daun Emas
64 BAB 64: Medan Perang Sang Ratu
65 BAB 65: Kebangkitan Phoenix Es
66 BAB 66: Persekutuan Tungku Emas
67 BAB 67: Kehancuran Sang Jenius dan Samudra Batu Spiritual
68 ​BAB 68: Tirani Pedang Darah
69 BAB 69: Runtuhnya Bintang Emas
70 BAB 70: Tatanan Baru dan Lahirnya Paviliun Bayangan
71 BAB 71:Undangan dari Kematian
72 BAB 72: Gerhana Bulan Merah
73 BAB 73: Hutan Kaca Beracun
74 BAB 74: Mahkota Sang Leluhur dan Penjaga Sumsum Darah
75 BAB 75: Eksekusi Sang Tetua
Episodes

Updated 75 Episodes

1
dari Bab 1: Darah di Atas Giok
2
BAB 2: Kartu Hitam Tertinggi dan Penolakan Sang Pewaris
3
BAB 3: Rapat Pemegang Saham dan Teror Sang Naga Emas
4
BAB 4: Tangan Dewa Penakluk Maut
5
BAB 5: Plakat Macan Putih dan Rencana Busuk Keluarga Wang
6
​BAB 6: Menyentuh Sisik Terbalik Sang Naga
7
BAB 7: Malam Pembalasan dan Runtuhnya Keluarga Wang
8
BAB 8: Menantu Emas dan Keraguan Sang Master Bela Diri
9
BAB 9: Keagungan Grandmaster Sejati
10
BAB 10: Harga Sebuah Kekuatan dan Kebuntuan Bisnis
11
BAB 11: Keajaiban Salep Dewi Luo dan Pesta Para Serigala
12
BAB 12: Badai Investasi dan Munculnya Pasukan Bayangan Darah
13
BAB 13: Tarian Jarum Perak dan Hadiah Tengah Malam
14
BAB 14: Eksekusi di Jalan Tol dan Runtuhnya Penghianat
15
BAB 15: Kemarahan Sang Raksasa dan Panggilan dari Provinsi
16
BAB 16: Sang Naga Memasuki Provinsi dan Jebakan Hak Paten
17
BAB 17: Surat Tantangan Berdarah dan Grandmaster Jatuh dari Langit
18
BAB 18: Lelang Gelap Jiangbei dan Kartu Hitam yang Membungkam Kesombongan
19
BAB 19: Penyergapan di Bawah Rembulan dan Hancurnya Lembah Raja Obat
20
BAB 20: Badai di Danau Bintang dan Surat Tantangan Dewa Pedang
21
BAB 21: Danau Bintang Berdarah dan Kedatangan Sang Dewa Pedang
22
BAB 22: Naga Emas Membelah Danau dan Kehancuran Sang Dewa Pedang
23
BAB 23: Warisan Sang Ratu Es dan Utusan dari Utara
24
BAB 24: Lahirnya Istana Naga dan Amarah Sang Ratu Jingcheng
25
BAB 25: Sang Naga Menginjakkan Kaki di Utara dan Sambutan Berdarah
26
BAB 26: Bayangan Naga Kuno dan Tekanan dari Alam Ilahi
27
BAB 27: Empat Raja Iblis dan Racun Gu Pemakan Jiwa
28
BAB 28: Tiga Iblis Mengepung Ranjang dan Bangkitnya Sang Harimau Utara
29
​BAB 29: Darah Sang Pewaris
30
BAB 30: Penengah dari Balik Bayangan dan Runtuhnya Ratu Berbisa
31
BAB 31: Kemarahan Sang Permaisuri
32
BAB 32: Takhta Sang Naga
33
BAB 33: Sabotase Berdarah
34
BAB 34: Penyergapan di Lembah Kematian
35
BAB 35: Keajaiban Sang Tabib Dewa
36
BAB 36: Guncangan Dunia Bawah
37
BAB 37: Formasi Segel Bayangan
38
BAB 38: Hancurnya Sang Raja Iblis
39
​BAB 39: Kepulangan Sang Penakluk
40
BAB 40: Rahasia Cincin Perak
41
BAB 41: Batas Alam Fana
42
BAB 42: Akar Spiritual Es
43
BAB 43: Kegagalan Sang Alkemis
44
BAB 44: Umpan Berdarah
45
BAB 45: Hukum Penekan Langit
46
​BAB 46: Tirai Teratai Emas
47
BAB 47: Jebakan Nadi Bumi
48
BAB 48: Pengepungan Finansial
49
BAB 49: Jebakan Api Bumi
50
BAB 50: Tarian Naga di Palung Keputusasaan
51
BAB 51: Tungku Kehidupan Berpasangan
52
BAB 52: Kelahiran Kembali dari Abu
53
BAB 53: Benturan di Ambang Dimensi
54
BAB 54: Udara Berdarah Dunia Tersembunyi
55
BAB 55: Malam Pertama di Dunia Baru
56
BAB 56: Pil Pemurni Udara
57
BAB 57: Hukum Kota Batu Hitam
58
BAB 58: Kegagalan di Depan Tungku
59
BAB 59: Reputasi di Akar Rumput
60
BAB 60: Teratai Darah Besi
61
BAB 61: Tembok Obsidian dan Suaka Para Alkemis
62
BAB 62: Sembilan Urat Spiritual
63
BAB 63: Benteng Daun Emas
64
BAB 64: Medan Perang Sang Ratu
65
BAB 65: Kebangkitan Phoenix Es
66
BAB 66: Persekutuan Tungku Emas
67
BAB 67: Kehancuran Sang Jenius dan Samudra Batu Spiritual
68
​BAB 68: Tirani Pedang Darah
69
BAB 69: Runtuhnya Bintang Emas
70
BAB 70: Tatanan Baru dan Lahirnya Paviliun Bayangan
71
BAB 71:Undangan dari Kematian
72
BAB 72: Gerhana Bulan Merah
73
BAB 73: Hutan Kaca Beracun
74
BAB 74: Mahkota Sang Leluhur dan Penjaga Sumsum Darah
75
BAB 75: Eksekusi Sang Tetua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!