Klon Pertama dan Analisis Catur Bayangan

Grand Elder Gu Yan mendongak kaget, mengusap leher belakangnya yang mendadak merinding tajam.

"Siapa di luar?" bentaknya kasar sambil mencengkeram gagang pedang di pinggangnya.

Tidak ada jawaban yang terdengar, hanya suara jangkrik dan deru angin malam yang berembus pelan melintasi lorong batu.

Pria tua itu mendengus kencang, melepaskan cengkeramannya sambil menyapu pandangan curiga ke sekeliling ruangan.

'Cuma angin rupanya, heh, aku terlalu paranoid gara-gara memikirkan target batu spiritual bulan ini.'

Sementara itu, jauh di sudut tergelap lorong tambang yang sepi, Lian berdiri santai menyandarkan punggungnya ke dinding gua.

Di hadapannya, sesosok pemuda berpakaian serba hitam baru saja mewujud secara sempurna dari balik pendar energi kebiruan.

Pemuda itu membungkuk dalam, menampilkan senyum tipis yang sarat akan muslihat dan kecerdikan.

"Salam, Tuan Utama," panggil Baihu dengan nada tenang dan penuh penghormatan.

Lian mengamati klon pertamanya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan cermat.

"Berdirilah, Baihu, tidak perlu formalitas berlebihan saat kita hanya berdua di tempat kotor ini," respons Lian santai.

"Baik, Tuan Utama, kehendak Anda adalah hukum mutlak bagi hamba," sahut Baihu seraya menegakkan kembali posisinya.

[Sovereign Duplication: Sinkronisasi Jiwa Selesai!]

[Omni-Adaptation Aktif: Menyerap Atribut Klon #03!]

Seketika, gelombang hangat mengalir deras melintasi setiap pembuluh darah di dalam tubuh Lian.

Pikirannya mendadak terisi oleh ribuan memori taktik, teknik penyusupan, hingga refleks pembunuhan tingkat tinggi.

Sensasi ini terasa begitu nyata, membuat persepsi Lian terhadap lingkungan sekitar meningkat tajam hingga sepuluh kali lipat.

Dia bahkan sanggup mendengar detak jantung penambang yang sedang tertidur lelap di lorong seberang.

'Luar biasa, tanpa perlu membuang waktu bertapa puluhan tahun, aku langsung menguasai seluruh pengalaman tempur miliknya secara instan.'

Lian mengepalkan jemarinya perlahan, merasakan kelincahan fisik baru yang kini mengalir bebas di dalam tubuhnya.

"Bagaimana rasanya menyerap kemampuan dasar milik hamba, Tuan?"

Baihu bertanya seraya mengamati perubahan binar mata Lian yang kini tampak jauh lebih tajam dan dingin.

"Sangat efisien," jawab Lian singkat sambil menyunggingkan senyum tipis. "Tubuhku terasa seperti sudah berlatih teknik pembunuhan selama puluhan tahun."

"Tentu saja, seluruh kekuatan dan pengetahuan hamba adalah milik Anda sepenuhnya, tanpa ada pengurangan sedikit pun."

"A... anu, Tuan, apakah Anda bermaksud membiarkan orang tua di bilik itu tetap bernapas malam ini?"

Baihu melirik ke arah bilik Grand Elder Gu Yan dengan tatapan mata yang dipenuhi niat membunuh yang dingin.

Lian menggelengkan kepala pelan, langsung menolak opsi emosional tersebut.

"Jangan terburu-buru, membunuh Gu Yan sekarang hanya akan mendatangkan pemeriksaan langsung dari para tetua Sekte Utama."

"Ta-tapi Tuan, orang tua itu sudah berani melukai tubuh Anda dengan cambuknya kemarin," potong Baihu dengan nada yang tidak rela.

"Itu hanya luka fisik kecil yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga penyamaran," balas Lian tenang, matanya memancarkan kalkulasi dingin.

"Ka-kalau Sekte Utama turun tangan terlalu cepat, statusku sebagai penambang akan terganggu sebelum panggung utama benar-benar siap."

"Setiap tindakan harus memiliki rasio untung-rugi yang jelas, kita sama sekali tidak bergerak atas dasar dendam picisan."

"Pemikiran yang sangat bijaksana dan tajam, Tuan," sahut Baihu cepat, mengangguk penuh penghormatan.

"Lalu, apa perintah pertama Anda untuk hamba malam ini?"

"Tugasmu sangat simpel namun menjadi kunci dari seluruh rencana awal kita," tegas Lian sambil menyilangkan tangan di dada.

"Keluar dari wilayah tambang ini sekarang, lalu bangun jaringan informasi pertamamu di pasar lelang kota terdekat."

"Gunakan nama 'Paviliun Bayangan', cari tahu seluruh kelemahan para pejabat Kekaisaran Jiulong dan Sekte Api Ilahi."

Baihu tersenyum makin lebar, merasa sangat cocok dengan tugas manipulatif yang diserahkan kepadanya.

"Setiap orang memiliki harga," ujar Baihu dengan nada penuh percaya diri.

"Tugas hamba hanya menemukan berapa banyak batu spiritual yang dibutuhkan untuk membeli kesetiaan atau rahasia tergelap mereka."

"Bagus, pergilah sekarang sebelum fajar menyingsing dan mengganggu pergerakan rahasiamu," perintah Lian tegas.

"Hamba pamit, Tuan Utama, percayakan catur bayangan di kota kepada hamba," janji Baihu dengan tegas.

Baihu membungkuk sekali lagi, lalu tubuhnya memudar secara halus menyatu dengan bayangan dinding gua yang gelap.

Eksekusi nir-bercak milik klon spesialis informasi dan pembunuhan itu memang sangat sempurna tanpa menyisakan jejak sedikit pun.

Lian berjalan kembali ke sudut tempat tidurnya yang kumuh, lalu berbaring di atas tumpukan jerami kering yang keras.

Dia sengaja mempertahankan luka bekas cambukan di bahunya agar tidak memicu kecurigaan dari Mandor Wang besok pagi.

'Peran sebagai murid lemah harus tetap kujalani dengan sempurna sampai seluruh bidakku tersebar merata di papan catur dimensi.'

'Akan sangat konyol jika aku yang menjadi target utama hanya karena bertindak ceroboh di awal permainan ini.'

Keesokan harinya, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah tebing atap gua tambang.

Mandor Wang berjalan menelusuri lorong sambil mengayunkan cambuk kulitnya ke udara hingga menimbulkan bunyi pecutan keras.

"Bangun, dasar sampah-sampah pemalas! Waktu kerja hari ini sudah dimulai!"

Para penambang terbangun dari tidur lelap mereka dengan tubuh gemetar, buru-buru mengambil cangkul tua yang sudah berkarat.

Lian ikut berdiri perlahan sambil meringis pelan, memegang bahunya yang masih ternoda oleh bekas darah kering.

Mandor Wang menghentikan langkah kakinya tepat di depan Lian, menatap pemuda itu dengan pandangan meremehkan.

"Bocah, kau ternyata masih bernapas rupanya?"

"A-ampun, Mandor Wang, hamba masih sanggup bekerja menggali batu hari ini," kata Lian sambil menundukkan kepala dalam-dalam.

"Bagus kalau begitu, kuota batu spiritual milikmu hari ini kunaikkan menjadi lima belas buah!"

Mandor Wang tertawa terbahak-bahak, merasa sangat puas berhasil menindas praktisi muda yang tidak berdaya ini.

'Siklus eksploitasi yang benar-benar mirip dengan perusahaan gelap tempatku mati akibat overwork dulu.'

Lian membatin dingin saat dia berjalan melangkah menuju lorong tambang paling dalam sambil membawa cangkul besi.

'Tertawalah sepuasmu selagi bisa, karena tempat ini akan segera menjadi makam untuk seluruh hierarki busuk milikmu.'

Beberapa jam kemudian, suasana riuh terlihat jelas di Pasar Lelang Kota Jiulong yang berjarak belasan mil dari lokasi tambang.

Di sudut atap bangunan tertinggi yang teduh, Baihu berdiri memperhatikan keramaian kota sambil menguraikan bisikan bayangan orang-orang.

Dia menarik sebuah gulungan kertas kosong dari balik jubah hitamnya, mulai mencatat seluruh informasi penting yang didengarnya.

"Dengar-dengar, Puteri Feng Qingxue dari Kekaisaran Jiulong sedang mencari pengawal pribadi baru dari kalangan rakyat biasa."

"Sekte Api Ilahi juga akan membuka pendaftaran murid dalam bulan depan, persaingannya pasti sangat berdarah-darah."

Tiba-tiba, seorang pemuda berpakaian lusuh berjalan cepat di gang sempit bawah atap sambil memeluk erat sebuah cincin batu tua.

Pemuda itu tidak lain adalah Ye Chen, sang "protagonis asli" yang baru saja mendapatkan artefak warisan kakek tua dari pasar gelap.

"Hehe, dengan cincin rahasia ini, seluruh orang yang pernah meremehkanku akan berlutut di bawah kakiku!" gumam Ye Chen penuh percaya diri.

Baihu memicingkan matanya dari atas atap, mengamati aura keberuntungan unik yang memancar kuat dari tubuh pemuda tersebut.

Tautan batin antara klon dan tubuh utama mendadak terhubung kembali secara otomatis melalui jaringan sistem Sovereign Duplication.

'Lian: Baihu, bagaimana perkembangan informasi di kota saat ini?'

'Baihu: Tuan Utama, hamba baru saja menemukan seorang pemuda sangat aneh yang sangat cocok dijadikan sebagai umpan bernyawa.'

'Lian: Ceritakan secara singkat, apa yang membuat pemuda itu menarik perhatianmu?'

'Baihu: Dia membawa artefak kuno berisi jiwa pelindung, perilakunya sangat impulsif, emosional, dan sok pahlawan.'

'Lian: Sangat bagus, perhatikan gerak-geriknya dari jauh dan letakkan dia di posisi depan agar seluruh perhatian sekte tertuju padanya.'

'Baihu: Hamba mengerti, Tuan.'

Sementara itu, kembali ke dalam lorong tambang batu spiritual yang sangat gelap dan lembap.

Lian sedang mengayunkan cangkul besinya ke dinding batu, berpura-pura kelelahan di hadapan para penambang lain di sekitarnya.

Namun, penglihatan sistem di dalam matanya mendadak memercikkan barisan tulisan merah yang memancarkan tanda bahaya.

[Peringatan Sistem!]

[Mendeteksi Pergerakan Energi Asing di Lorong Utama Tambang!]

[Pasukan Pembunuh Rahasia Milik Puteri Feng Qingxue Sedang Mendekati Lokasi Ini!]

Lian menghentikan ayunan cangkulnya seketika, matanya memicing menatap kegelapan lorong tambang yang berasap tipis.

'Putri utama Kekaisaran Jiulong mengirim pasukan pembunuh rahasia ke tempat kotor ini?'

'Apakah tujuan mereka adalah memburu dokumen rahasia milik Gu Yan, atau ada artefak purba lain yang terkubur di bawah tanah ini?'

Terpopuler

Comments

penggemar_Uangkecil?!

penggemar_Uangkecil?!

👍

2026-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Jiwa Baru dan Sistem Sovereign
2 Klon Pertama dan Analisis Catur Bayangan
3 Menjerat Sang Mandor Tanpa Menyentuhnya
4 Eksploitasi "Sang Protagonis Naif"
5 Memanen Harta dari Balik Layar
6 Peringatan Militer dari Sang Komandan
7 Sandiwara di Reruntuhan Tambang
8 Kemunculan Sang Jenius Sombong
9 Bisnis Darah Paviliun Bayangan
10 Umpan Baru untuk Sang Pahlawan Naif
11 Kekacauan di Balai Lelang
12 Pembersihan Pertama – Jatuhnya Sekte Tambang
13 Menyerap Sisa-Sisa Faksi
14 Undangan Bertuan dari Putri Berdarah Dingin
15 Masuknya Umpan ke Istana
16 Pembukaan Situs Peninggalan Suci
17 Dominasi di Lorong Kematian
18 Jebakan untuk Sang Komandan Luar
19 Perampokan Nir-Bercak di Ruang Harta
20 Inisialisasi Klon Baru & Fajar Konflik Benua
21 Jeratan Politik Sang Putri Ambisius
22 Perburuan Tanpa Ujung Sang Umpan Bernyawa
23 Penyusupan ke Altar Utama Sekte Api Ilahi
24 Monopoli Tambang dan Jalur Pasokan
25 Perangkap Perjamuan Darah Istana (Bagian 1)
26 Perjamuan Darah Istana (Bagian 2) – Topeng Kekuasaan
27 Eksekusi Kudeta dari Balik Bayangan
28 Berlututnya Sang Putri Berdarah Dingin
29 Kembalinya Sang Umpan dengan Dendam Membara
30 Klimaks Arka 1 – Penguasa Sejati Mortal Domain
31 Garis Depan Benua Tengah & Inisialisasi Klon #04
32 Ujian Gerbang Sekte Pedang Ilahi
33 Kemunculan Sang Reinkarnator Dewa Pedang
34 Pertemuan Dua Anak Emas Takdir
35 Gesekan Pedang dan Api Suci
36 Penobatan Saint Son Api Kuno
37 Papan Catur Arena Puncak Pedang
38 Infiltrasi Jaringan Formasi Benua
39 Jebakan Berani di Lembah Pedang Gugur
40 Perhitungan Dingin Sang Mastermind
41 Manipulasi Alkemis Su Yao di Benua Tengah
42 Panggilan Pembukaan Alam Rahasia Langit Purba
43 Pendirian Bursa Takdir oleh Paviliun Bayangan
44 Analisis Reinkarnator – Kecurigaan Lin Feng
45 Pemutaran Fakta dan Propaganda Rahasia
46 Pengangkatan Canglong Sebagai Panglima Tiga Kerajaan
47 Pemerasan Taktis para Tetua Sekte Suci
48 Pelarian Ye Chen ke Lembah Awan Kelabu
49 Pertemuan Rahasia Empat Klon Utama
50 Membakar Dinding Batas Alam Rahasia
51 Penyergapan di Hutan Jiwa Terlarang
52 Perangkap Ilusi untuk Sang Reinkarnator
53 Ye Chen Sebagai Pembuka Segel Purba
54 Konfrontasi Dua Pahlawan di Altara Inti
55 Munculnya Empat Pilar Bencana
56 Penyerapan Inti Elemental Benua Tengah
57 Tudingan Pengkhianatan Massal
58 Pembersihan Internal Sekte Pedang Ilahi
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Jiwa Baru dan Sistem Sovereign
2
Klon Pertama dan Analisis Catur Bayangan
3
Menjerat Sang Mandor Tanpa Menyentuhnya
4
Eksploitasi "Sang Protagonis Naif"
5
Memanen Harta dari Balik Layar
6
Peringatan Militer dari Sang Komandan
7
Sandiwara di Reruntuhan Tambang
8
Kemunculan Sang Jenius Sombong
9
Bisnis Darah Paviliun Bayangan
10
Umpan Baru untuk Sang Pahlawan Naif
11
Kekacauan di Balai Lelang
12
Pembersihan Pertama – Jatuhnya Sekte Tambang
13
Menyerap Sisa-Sisa Faksi
14
Undangan Bertuan dari Putri Berdarah Dingin
15
Masuknya Umpan ke Istana
16
Pembukaan Situs Peninggalan Suci
17
Dominasi di Lorong Kematian
18
Jebakan untuk Sang Komandan Luar
19
Perampokan Nir-Bercak di Ruang Harta
20
Inisialisasi Klon Baru & Fajar Konflik Benua
21
Jeratan Politik Sang Putri Ambisius
22
Perburuan Tanpa Ujung Sang Umpan Bernyawa
23
Penyusupan ke Altar Utama Sekte Api Ilahi
24
Monopoli Tambang dan Jalur Pasokan
25
Perangkap Perjamuan Darah Istana (Bagian 1)
26
Perjamuan Darah Istana (Bagian 2) – Topeng Kekuasaan
27
Eksekusi Kudeta dari Balik Bayangan
28
Berlututnya Sang Putri Berdarah Dingin
29
Kembalinya Sang Umpan dengan Dendam Membara
30
Klimaks Arka 1 – Penguasa Sejati Mortal Domain
31
Garis Depan Benua Tengah & Inisialisasi Klon #04
32
Ujian Gerbang Sekte Pedang Ilahi
33
Kemunculan Sang Reinkarnator Dewa Pedang
34
Pertemuan Dua Anak Emas Takdir
35
Gesekan Pedang dan Api Suci
36
Penobatan Saint Son Api Kuno
37
Papan Catur Arena Puncak Pedang
38
Infiltrasi Jaringan Formasi Benua
39
Jebakan Berani di Lembah Pedang Gugur
40
Perhitungan Dingin Sang Mastermind
41
Manipulasi Alkemis Su Yao di Benua Tengah
42
Panggilan Pembukaan Alam Rahasia Langit Purba
43
Pendirian Bursa Takdir oleh Paviliun Bayangan
44
Analisis Reinkarnator – Kecurigaan Lin Feng
45
Pemutaran Fakta dan Propaganda Rahasia
46
Pengangkatan Canglong Sebagai Panglima Tiga Kerajaan
47
Pemerasan Taktis para Tetua Sekte Suci
48
Pelarian Ye Chen ke Lembah Awan Kelabu
49
Pertemuan Rahasia Empat Klon Utama
50
Membakar Dinding Batas Alam Rahasia
51
Penyergapan di Hutan Jiwa Terlarang
52
Perangkap Ilusi untuk Sang Reinkarnator
53
Ye Chen Sebagai Pembuka Segel Purba
54
Konfrontasi Dua Pahlawan di Altara Inti
55
Munculnya Empat Pilar Bencana
56
Penyerapan Inti Elemental Benua Tengah
57
Tudingan Pengkhianatan Massal
58
Pembersihan Internal Sekte Pedang Ilahi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!