Menjerat Sang Mandor Tanpa Menyentuhnya

Suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa makin mendekat dari balik kegelapan lorong tambang.

Lian memiringkan kepalanya sedikit, meremas cangkul besinya seraya membaca perubahan sinyal merah di pandangan mata visual sistemnya.

'Pasukan pembunuh rahasia milik Putri Feng Qingxue rupanya benar-benar sudah menyusup ke lorong utama.'

'Menarik, membiarkan mereka bentrok langsung dengan pengawal Gu Yan akan membuat kekacauan ini makin sempurna.'

Lian melirik ke arah Mandor Wang yang sedang berkacak pinggang di ujung lorong sambil terus mengawasi para penambang dengan mata melotot.

"Oi, bocah tengik! Kenapa melamun saja di sana?" teriakan kasar Mandor Wang menggelegar menembus dinding batu.

"A-ampun, Mandor Wang, hamba sedang mencoba memecahkan celah batu yang sangat keras ini," sahut Lian dengan suara gemetar yang dibuat-buat.

Mandor Wang melangkah mendekat seraya mengayunkan pecut kulitnya hingga menimbulkan bunyi hentakan nyaring di udara.

"Alasan saja! Kalau sebelum makan siang kuota lima belas batu milikmu belum terkumpul, kulit punggungmu akan kupukuli sampai terkelupas!"

'Sikap arogan yang sangat tipikal dari bidak kelas rendah yang merasa punya sedikit kekuasaan.'

Lian membatin dingin seraya menundukkan kepala dalam-dalam, menyembunyikan kilatan mata kalkulatifnya yang penuh perhitungan tanpa kompromi.

'Sifat tamak dan emosional orang ini adalah celah paling mudah untuk merajut muslihat pertama kita.'

Melalui saluran batin Sovereign Duplication, komunikasi jarak jauh antara Lian dan Klon #03 mendadak terhubung kembali.

'Lian: Baihu, bagaimana situasi dokumen transaksi gelap milik Gu Yan yang kumatikan jalurnya semalam?'

'Baihu: Sudah berada di tangan hamba, Tuan Utama. Dokumen ini berisi catatan penggelapan seribu batu spiritual kualifikasi tinggi milik Sekte Utama.'

'Lian: Bagus sekali. Jatuhkan gulungan itu tepat di dalam kantong jubah cadangan milik Mandor Wang tanpa memicu kecurigaan.'

'Baihu: Serahkan pada hamba, Tuan. Bisikan bayangan hamba akan memastikan barang bukti itu berpindah tempat tanpa celah.'

Di lorong luar yang remang-remang, sesosok bayangan tipis melintas amat cepat menembus ruang istirahat sang mandor.

Sebuah gulungan kain sutra berstempel merah rahasia milik Grand Elder Gu Yan terselip mulus ke dalam lipatan kantong jubah mandi Mandor Wang.

Eksekusi nir-bercak milik klon spesialis informasi itu bekerja begitu rapi, tanpa menyisakan jejak fluktuasi energi sedikit pun.

Kembali ke area penggalian utama, Lian sengaja mengayunkan cangkulnya hingga menghantam bagian atas tumpukan keranjang batu milik Mandor Wang.

PRANG!

Keranjang batu spiritual milik sang mandor terguling miring, menyebarkan bongkahan batu bersinar ke atas tanah kotor.

"Kurang ajar! Bocah buta, apa yang kau lakukan pada keranjang milikku?!" teriak Mandor Wang murka seraya melangkah maju dengan wajah merah padam.

"A-ampun, Mandor! Hamba tidak sengaja, hamba akan merapikannya sekarang juga!" jerit Lian berpura-pura panik setengah mati.

Lian buru-buru berlutut, dengan sengaja menarik jubah luar milik Mandor Wang hingga gulungan sutra rahasia di kantongnya terjatuh ke tanah.

Gulungan bertinta emas itu terguling tepat di dekat kaki beberapa penambang tua yang sedang berkumpul ketakutan.

"Tangan kotormu tidak boleh menyentuh jubahku, sampah!" bentak Mandor Wang seraya menendang dada Lian hingga pemuda itu tersungkur.

Namun, sebelum Mandor Wang sempat mengangkat pecutnya kembali, suara derap langkah sepatu besi terdengar gemuruh dari arah pintu masuk lorong.

Puluhan pengawal berzirah hitam milik Sekte Tambang Spiritual mendadak memblokir seluruh rute melarikan diri di dalam gua.

Di barisan paling depan, Grand Elder Gu Yan berjalan masuk dengan aura membunuh yang sangat pekat dan membakar.

"Tahan seluruh pergerakan di lorong ini! Tidak ada satu pun orang yang boleh keluar!" seru Gu Yan dengan nada menekan yang amat berat.

Seluruh penambang langsung berlutut gemetar di atas tanah, tidak berani mengangkat kepala mereka sedikit pun.

Mandor Wang yang tadinya begitu arogan mendadak pucat pasi, buru-buru membungkuk dalam di hadapan sang tetua agung.

"Sa-salam Grand Elder! Ada gerangan apa Anda turun langsung ke area tambang yang kotor ini?" tanya Mandor Wang dengan suara terbata-bata.

Mata Gu Yan yang tajam menyapu sekeliling ruangan, hingga pandangannya terhenti pada gulungan sutra yang tergeletak terbuka di tanah.

"Batu spiritual kualifikasi tinggi milik Sekte Utama hilang semalam, dan dokumen catatannya ada di bawah kakimu," bisik Gu Yan dingin.

Mandor Wang tersentak kaget, melirik ke bawah dengan mata melotot penuh rasa tidak percaya.

"A-apa? Ini bukan milik hamba, Tuan! Hamba tidak pernah melihat barang ini sebelumnya!" jerit Mandor Wang dengan tubuh gemetar hebat.

"Dokumen itu berstempel rahasia milikku, dan hanya berada di meja bilik pribadiku!" bentak Gu Yan seraya mengibaskan tangannya kencang.

Gelombang angin bertekanan tinggi menghantam dada Mandor Wang, membuatnya terpental keras menghantam dinding batu gua.

"Pengawal! Geledah seluruh kantong jubah dan tempat tinggal bajingan ini sekarang juga!" perintah Gu Yan murka.

Dua pengawal berzirah langsung memegang kedua tangan Mandor Wang yang meronta-ronta ketakutan.

Dari dalam lipatan jubah pribadinya, pengawal menemukan tiga buah kantong spasial berisi ratusan batu spiritual curian milik sekte.

"Lapor Grand Elder! Barang bukti penyelewengan aset dan dokumen rahasia memang ditemukan di dalam pakaian pribadi Mandor Wang!"

Mendengar laporan tersebut, wajah Mandor Wang berubah menjadi seputih kertas, keringat dingin mengucur deras membasahi seluruh lehernya.

"Tidak! Ini fitnah! Seseorang telah menjebak hamba! Ampuni hamba, Grand Elder!" rintih Mandor Wang memohon-mohon sambil berlutut pasrah di atas tanah kotor.

Lian yang merayap di tanah mengamati pemandangan tersebut dari sudut matanya dengan senyum tipis yang amat tersembunyi.

'Begitu mudah menundukkan orang yang memegang kekuasaan semu di bawah tekanan hierarki yang lebih tinggi.'

'Penaklukan ego seperti ini jauh lebih bersih ketimbang mengotori tanganku sendiri dengan darah.'

Gu Yan menatap Mandor Wang dengan pandangan penuh jijik, sama sekali tidak memberi ruang untuk penjelasan atau negosiasi.

"Menjual aset sekte secara ilegal adalah pengkhianatan tingkat tinggi. Kejahatanmu tidak diampuni!"

Gu Yan mengangkat telapak tangannya, mengumpulkan energi Qi berwarna merah menyala yang sangat panas.

BOOM!

Satu pukulan telapak tangan menghantam dada Mandor Wang hingga organ dalamnya hancur seketika tanpa sempat menjerit lagi.

Tubuh sang mandor rubuh kaku ke tanah, tewas mengenaskan di hadapan puluhan penambang yang menyaksikan kejadian itu dengan napas tertahan.

Gu Yan mengibaskan jubahnya kasar, membalikkan badan seraya menatap dingin ke arah seluruh penambang yang tersisa.

"Siapa pun yang berani mencoba mencuri aset batu spiritual milik sekte, nasibnya akan sama seperti bangkai ini!"

"Bersihkan tempat kotor ini sekarang juga!" seru Gu Yan sebelum melangkah pergi meninggalkan lorong tambang yang penuh kepulan debu.

Para pengawal menyeret mayat Mandor Wang keluar, meninggalkan suasana tambang yang mendadak menjadi sangat hening dan mencekam.

Lian berdiri perlahan seraya membersihkan debu tanah yang menempel pada celananya, menatap tempat jatuhnya sang mandor tanpa emosi.

'Satu ancaman langsung di area tambang berhasil disingkirkan tanpa perlu mengeluarkan aura pertempuran sedikit pun.'

'Hukum rimba purba di tempat ini memang sangat mudah dimanipulasi jika kita memegang benang bayangan dari balik layar.'

Tiba-tiba, suara getaran halus dari dalam jaringan sistem Sovereign Duplication kembali memercikkan pesan darurat.

[Peringatan Sistem!]

[Pasukan Pembunuh Rahasia Putri Feng Qingxue Telah Membuka Segel Terlarang di Kedalaman Lorong #09!]

[Resonansi Energi Artefak Purba Mulai Memicu Reaksi Pada Tubuh Utama!]

Lian memicingkan matanya tajam, merasakan hawa dingin yang sangat asing mendadak merayap naik dari dasar tanah yang dipijaknya.

'Pergerakan mereka jauh lebih cepat dari kalkulasi awal.'

'Apakah artefak terlarang di bawah tanah ini yang sebenarnya menjadi incaran utama Kekaisaran Jiulong?'

Episodes
1 Jiwa Baru dan Sistem Sovereign
2 Klon Pertama dan Analisis Catur Bayangan
3 Menjerat Sang Mandor Tanpa Menyentuhnya
4 Eksploitasi "Sang Protagonis Naif"
5 Memanen Harta dari Balik Layar
6 Peringatan Militer dari Sang Komandan
7 Sandiwara di Reruntuhan Tambang
8 Kemunculan Sang Jenius Sombong
9 Bisnis Darah Paviliun Bayangan
10 Umpan Baru untuk Sang Pahlawan Naif
11 Kekacauan di Balai Lelang
12 Pembersihan Pertama – Jatuhnya Sekte Tambang
13 Menyerap Sisa-Sisa Faksi
14 Undangan Bertuan dari Putri Berdarah Dingin
15 Masuknya Umpan ke Istana
16 Pembukaan Situs Peninggalan Suci
17 Dominasi di Lorong Kematian
18 Jebakan untuk Sang Komandan Luar
19 Perampokan Nir-Bercak di Ruang Harta
20 Inisialisasi Klon Baru & Fajar Konflik Benua
21 Jeratan Politik Sang Putri Ambisius
22 Perburuan Tanpa Ujung Sang Umpan Bernyawa
23 Penyusupan ke Altar Utama Sekte Api Ilahi
24 Monopoli Tambang dan Jalur Pasokan
25 Perangkap Perjamuan Darah Istana (Bagian 1)
26 Perjamuan Darah Istana (Bagian 2) – Topeng Kekuasaan
27 Eksekusi Kudeta dari Balik Bayangan
28 Berlututnya Sang Putri Berdarah Dingin
29 Kembalinya Sang Umpan dengan Dendam Membara
30 Klimaks Arka 1 – Penguasa Sejati Mortal Domain
31 Garis Depan Benua Tengah & Inisialisasi Klon #04
32 Ujian Gerbang Sekte Pedang Ilahi
33 Kemunculan Sang Reinkarnator Dewa Pedang
34 Pertemuan Dua Anak Emas Takdir
35 Gesekan Pedang dan Api Suci
36 Penobatan Saint Son Api Kuno
37 Papan Catur Arena Puncak Pedang
38 Infiltrasi Jaringan Formasi Benua
39 Jebakan Berani di Lembah Pedang Gugur
40 Perhitungan Dingin Sang Mastermind
41 Manipulasi Alkemis Su Yao di Benua Tengah
42 Panggilan Pembukaan Alam Rahasia Langit Purba
43 Pendirian Bursa Takdir oleh Paviliun Bayangan
44 Analisis Reinkarnator – Kecurigaan Lin Feng
45 Pemutaran Fakta dan Propaganda Rahasia
46 Pengangkatan Canglong Sebagai Panglima Tiga Kerajaan
47 Pemerasan Taktis para Tetua Sekte Suci
48 Pelarian Ye Chen ke Lembah Awan Kelabu
49 Pertemuan Rahasia Empat Klon Utama
50 Membakar Dinding Batas Alam Rahasia
51 Penyergapan di Hutan Jiwa Terlarang
52 Perangkap Ilusi untuk Sang Reinkarnator
53 Ye Chen Sebagai Pembuka Segel Purba
54 Konfrontasi Dua Pahlawan di Altara Inti
55 Munculnya Empat Pilar Bencana
56 Penyerapan Inti Elemental Benua Tengah
57 Tudingan Pengkhianatan Massal
58 Pembersihan Internal Sekte Pedang Ilahi
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Jiwa Baru dan Sistem Sovereign
2
Klon Pertama dan Analisis Catur Bayangan
3
Menjerat Sang Mandor Tanpa Menyentuhnya
4
Eksploitasi "Sang Protagonis Naif"
5
Memanen Harta dari Balik Layar
6
Peringatan Militer dari Sang Komandan
7
Sandiwara di Reruntuhan Tambang
8
Kemunculan Sang Jenius Sombong
9
Bisnis Darah Paviliun Bayangan
10
Umpan Baru untuk Sang Pahlawan Naif
11
Kekacauan di Balai Lelang
12
Pembersihan Pertama – Jatuhnya Sekte Tambang
13
Menyerap Sisa-Sisa Faksi
14
Undangan Bertuan dari Putri Berdarah Dingin
15
Masuknya Umpan ke Istana
16
Pembukaan Situs Peninggalan Suci
17
Dominasi di Lorong Kematian
18
Jebakan untuk Sang Komandan Luar
19
Perampokan Nir-Bercak di Ruang Harta
20
Inisialisasi Klon Baru & Fajar Konflik Benua
21
Jeratan Politik Sang Putri Ambisius
22
Perburuan Tanpa Ujung Sang Umpan Bernyawa
23
Penyusupan ke Altar Utama Sekte Api Ilahi
24
Monopoli Tambang dan Jalur Pasokan
25
Perangkap Perjamuan Darah Istana (Bagian 1)
26
Perjamuan Darah Istana (Bagian 2) – Topeng Kekuasaan
27
Eksekusi Kudeta dari Balik Bayangan
28
Berlututnya Sang Putri Berdarah Dingin
29
Kembalinya Sang Umpan dengan Dendam Membara
30
Klimaks Arka 1 – Penguasa Sejati Mortal Domain
31
Garis Depan Benua Tengah & Inisialisasi Klon #04
32
Ujian Gerbang Sekte Pedang Ilahi
33
Kemunculan Sang Reinkarnator Dewa Pedang
34
Pertemuan Dua Anak Emas Takdir
35
Gesekan Pedang dan Api Suci
36
Penobatan Saint Son Api Kuno
37
Papan Catur Arena Puncak Pedang
38
Infiltrasi Jaringan Formasi Benua
39
Jebakan Berani di Lembah Pedang Gugur
40
Perhitungan Dingin Sang Mastermind
41
Manipulasi Alkemis Su Yao di Benua Tengah
42
Panggilan Pembukaan Alam Rahasia Langit Purba
43
Pendirian Bursa Takdir oleh Paviliun Bayangan
44
Analisis Reinkarnator – Kecurigaan Lin Feng
45
Pemutaran Fakta dan Propaganda Rahasia
46
Pengangkatan Canglong Sebagai Panglima Tiga Kerajaan
47
Pemerasan Taktis para Tetua Sekte Suci
48
Pelarian Ye Chen ke Lembah Awan Kelabu
49
Pertemuan Rahasia Empat Klon Utama
50
Membakar Dinding Batas Alam Rahasia
51
Penyergapan di Hutan Jiwa Terlarang
52
Perangkap Ilusi untuk Sang Reinkarnator
53
Ye Chen Sebagai Pembuka Segel Purba
54
Konfrontasi Dua Pahlawan di Altara Inti
55
Munculnya Empat Pilar Bencana
56
Penyerapan Inti Elemental Benua Tengah
57
Tudingan Pengkhianatan Massal
58
Pembersihan Internal Sekte Pedang Ilahi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!