One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Bab 1: Terbangun di Pulau Tak Dikenal

Hawa asin lautan dan bau pasir basah menjadi hal pertama yang menyapa kesadaran Rian. Rasa nyeri yang menusuk di kepala membuatnya meringis, memaksa matanya terbuka perlahan melawan sengatan terik matahari yang berada tepat di atas kepala.

Ia terbatuk pendek, memuntahkan sedikit air asin sebelum akhirnya berhasil duduk.

Di depannya, membentang lautan biru tanpa tepi. Di belakangnya, dinding tebing batu yang ditumbuhi pepohonan lebat menjorok ke arah pantai berpasir putih. Tidak ada jejak kaki selain bekas tubuhnya sendiri. Tidak ada pelabuhan, tidak ada dermaga, dan tidak ada tanda-tanda kapal melintas di garis cakrawala.

Rian menyapu wajahnya yang basah dengan telapak tangan, mencoba mengingat apa yang terjadi. Mengingat kehidupan lamanya di dunia modern—bunyi klakson, gemerlap kota, dan momen terakhir sebelum kesadarannya terputus secara mendadak—membuat otaknya terasa berdenyut.

"Ini... bukan kamar saya," bisiknya pelan, suaranya parau.

Ia berdiri dengan kaki gemetar, memeriksa kondisi fisiknya. Pakaian kasual yang ia kenakan kini koyak di beberapa bagian dan basah kuyup oleh air laut. Tubuhnya terasa lemah, kelaparan, dan mengalami dehidrasi ringan.

Saat Rian melangkah mendekati tepi hutan untuk mencari peneduh, sebuah suara berdenting datar menggema langsung di dalam kepalanya, diikuti oleh hamparan layar semi-transparan berwarna biru muda yang mengapung di udara.

[ONE PIECE REPUTATION SYSTEM: ACTIVATED]

[Pengguna terdeteksi dalam kondisi hidup. Mengakuisisi data lingkungan...] [Lokasi: Pulau Terpencil (Status: Belum Teridentifikasi)] [Status Awal Diberikan.]

Rian menghentikan langkahnya, menatap layar lunak itu dengan mata membelalak. Sebagai seorang penggemar anime dan fiksi fantasi, konsep antarmuka semacam ini sama sekali tidak asing baginya. Namun, membaca nama sistem yang tertera di panel utama membuatnya mengernyit heran.

"One Piece Reputation System?" gumamnya. "Bukan Chakra... bukan Shinobi... tapi One Piece?"

Sebelum Rian sempat merenungkan maksud dari nama sistem tersebut, panel layar berubah, menampilkan antarmuka utama yang sangat rinci.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Reputation: 0 Influence: 0

Strength: 8 (Rata-rata manusia dewasa: 10) Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 6 Intelligence: 14

System Point: 100 SP

Skill: -

Character: -

Achievement: -

Territory: -

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

"Statistik fisikku bahkan di bawah rata-rata orang normal," kata Rian seraya memijat pelipisnya. Ia tidak terkejut, mengingat gaya hidupnya di dunia sebelumnya jauh dari kata atletis.

Layar di depannya kembali bergeser menampilkan instruksi sederhana dari sistem.

[Mekanisme Utama Sistem:]

Reputation (Reputasi): Diperoleh melalui tindakan yang memengaruhi dunia di sekitar Host, baik melalui pembangunan faksi, penaklukan wilayah, kekalahan musuh, maupun pengaruh politik. Reputasi akan membuka tingkat perekrutan karakter (Character Recruitment) dan memperluas tingkatan Shop.

System Point (SP): Diperoleh dari peningkatan Reputasi, pencapaian Achievement, atau konversi sumber daya tertentu. Digunakan untuk membeli kemampuan, barang, dan fasilitas di Shop.

"Jadi, kunci utamanya adalah reputasi," Rian menganalisis informasi tersebut dengan tenang. "Tapi untuk mendapatkan reputasi, aku harus berinteraksi dengan dunia luar. Dan untuk berinteraksi dengan dunia luar, aku harus selamat di pulau ini terlebih dahulu."

Ia menutup layar sistem dan menatap ke dalam hutan yang lebat. Perutnya berbunyi keras, mengingatkan kebutuhan paling mendasar saat ini: air bersih dan makanan.

Rian memungut sebatang kayu keras yang terdampar di pantai sebagai senjata darurat. Ia mulai melangkah masuk ke dalam hutan, menjaga pandangannya tetap waspada. Suara deburan ombak perlahan digantikan oleh cicitan burung asing dan gesekan dedaunan yang ditiup angin.

Vegetasi di pulau ini sangat lebat. Pohon-pohon berukuran raksasa dengan akar menonjol menciptakan jalur yang sulit dilalui. Setelah berjalan sekitar sepuluh menit menanjak, telinga Rian menangkap suara gemericik air.

Rasa dahaga memaksanya mempercepat langkah. Di balik rimbunnya semak belukar, ia menemukan aliran sungai kecil yang jernih memotong bebatuan tebing. Tanpa ragu, Rian mendekat dan meminum air dingin tersebut menggunakan tangannya yang ditangkupkan.

"Segar..." ia menghela napas lega, merasakan staminanya sedikit pulih.

Namun, sebelum ia sempat beristirahat di pinggir sungai, suara semak-semak di seberang sungai berkresek hebat. Rian bersiap, menggenggam kayu di tangannya erat-erat.

Dari balik semak, muncul seekor babi hutan berukuran cukup besar. Matanya merah dan memiliki sepasang taring melengkung yang tajam. Binatang itu mengendus udara sebelum pandangannya terkunci pada Rian.

[Peringatan: Potensi Ancam Terdeteksi - Babi Hutan Liar]

Rian menyadari kondisi fisiknya yang buruk. Dengan Strength dan Speed di bawah rata-rata manusia biasa, bertarung secara terbuka dengan babi hutan sebesar itu adalah tindakan konyol.

Babi hutan itu menggaruk tanah dengan kaki depannya, mempersiapkan dorongan untuk menyundul.

Rian membuka menu Shop sistem secara cepat di dalam pikirannya.

[SYSTEM SHOP - CATEGORY: SKILL (BASIC)]

Rokushiki: Soru (Basic) - Cost: 100 SP

Rokushiki: Kami-e (Basic) - Cost: 100 SP

Basic Swordsmanship - Cost: 80 SP

Basic Martial Arts - Cost: 50 SP

"Satu-satunya modal awal cuma 100 SP..." Rian berpikir cepat. Babi hutan itu mulai melaju kencang menerjang sungai kecil menuju ke arahnya.

Mengambil Swordsmanship tanpa pedang yang memadai tidak berguna. Soru membutuhkan kekuatan fisik yang besar untuk menghentakkan kaki ke tanah, yang mana staminanya saat ini sangat terbatas.

"Beli Rokushiki: Kami-e (Basic)!" perintah Rian dalam hati.

[Membeli Skill: Rokushiki: Kami-e (Basic)... Berhasil.] [Sisa System Point: 0 SP]

Seketika, sebuah pemahaman intuitif mengalir ke dalam otot dan saraf tubuh Rian. Ia merasakan bagaimana cara melemaskan tubuh seperti kertas yang meliuk mengikuti pola aliran udara.

Babi hutan itu melompat dengan taring terarah tepat ke dada Rian.

Rian tidak mencoba menahan atau melompat menjauh. Pada detik terakhir, ia mengendurkan seluruh persendiannya. Tubuhnya tertekuk secara alami ke arah samping saat dorongan angin dari laju babi hutan mendesaknya, membuat taring tajam itu meleset hanya beberapa milimeter dari pakaiannya.

Babi hutan itu menghantam batang pohon besar di belakang Rian dengan keras hingga kebingungan.

Menggunakan sisa tenaganya dan kayu berujung runcing di tangannya, Rian memanfaat momentum tersebut untuk memukul bagian belakang kepala binatang yang sedang linglung itu sekuat tenaga. Kayu itu patah, namun benturan keras cukup untuk membuat babi hutan itu pingsan tergeletak di tanah.

Rian terduduk di tanah, napasnya memburu keras. Keringat dingin mengucur di dahinya. Kami-e tingkat dasar tadi menguras stamina fisiknya yang memang sudah rendah.

Denting sistem kembali berbunyi.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: First Survival]

Bertahan hidup dari ancaman pertama di dunia baru.

Reward: +50 System Point, +1 Basic Hunting Knife.

Sebuah pisau berburu dengan sarung kulit muncul mengapung di udara sebelum jatuh ke pangkuan Rian.

Rian mengambil pisau tersebut, merasakan bobotnya yang pas di tangan. Ia menatap babi hutan yang pingsan, lalu memandang ke arah langit yang mulai berubah warna menjadi jingga keemasan.

Ia telah mendapatkan sumber air, makanan, senjata dasar, dan kemampuan bertahan hidup pertama dari dunia One Piece. Namun, misteri terbesar masih belum terpecahkan: Di bagian dunia mana pulau ini berada, dan siapa yang menguasai lautan di sekitarnya?

Rian menyarungkan pisaunya, bersiap untuk membuat perlindungan sementara sebelum malam benar-benar jatuh.

Terpopuler

Comments

SR07

SR07

iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿

2026-08-14

1

SR07

SR07

langsung Balik modal😅

2026-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Terbangun di Pulau Tak Dikenal
2 Bab 2: Jejak Desa Kabut dan Perahu yang Datang
3 Bab 3: Peluang di Antara Puing
4 Bab 4: Dermaga Pulau Ren
5 Bab 5: Pengintaian Tebing Barat
6 Bab 6: Tunduknya Tebing Barat
7 Bab 7: Pemburu Buronan dari East Blue
8 Bab 8: Fondasi Organisasi Rahasia
9 Bab 9: Bayangan Kabut di Dermaga
10 Bab 10: Penyergapan di Tengah Kabut
11 Bab 11: Konsolidasi dan Rencana Perekrutan
12 Bab 12: Langkah Menuju Pelabuhan Bebas
13 Bab 13: Gelombang Pertama dari Pulau Hagi
14 Bab 14: Kembalinya Sang Semburan Badai
15 Bab 15: Jejak di Tengah Kabut Pesisir
16 Bab 16: Perekrutan Sang Komandan Angkatan Laut
17 Bab 17: Transformasi Markas dan Bayangan di Perairan Luar
18 Bab 18: Pelayaran Dua Warna
19 Bab 19: Pos Terdepan Teluk Karang
20 Bab 20: Ahli Galangan dan Roda Pasar Gelap
21 Bab 21: Jaringan Intelijen dan Bayangan Bloody Mist
22 Bab 22: Konsolidasi Karang Hantu dan Strategi Baru
23 Bab 23: Tembakan di Atas Balai Lelang
24 Bab 24: Armada Pengawal dan Bayangan Kirigakure
25 Bab 25: Struktur Dua Sayap dan Rahasia Kabut
26 Bab 26: Blokade Celah Kabut Barat
27 Bab 27: Tempaan Besi Chakra dan Badai Perbatasan
28 Bab 28: Kejatuhan Benteng Karang Hitam
29 Bab 29: Sang Penguasa Kegelapan dan Peta Laut Baru
30 Bab 30: Kehendak Galleon dan Riak di Negara Air
31 Bab 31: Tiga Master Galangan dan Bayangan Kirigakure
32 Bab 32: Garis Logistik Timur dan Gemuruh Selat Tanduk Hantu
33 Bab 33: Permukiman Klan Kaguya dan Bintang Intelijen
34 Bab 34: Kebangkitan Sovereign dan Raja Pasir Bawah Tanah
35 Bab 35: Sang Laksamana Es dan Cengkeraman Bawah Tanah Hagi
36 Bab 36: Runtuhnya Benteng Kabut Abadi
37 Bab 37: Tebasan Mata Elang dan Senja Kabut Berdarah
38 Bab 38: Magma Keadilan Absolut dan Tirai Kabut Terakhir
39 Bab 39: Tumbangnya Sang Mizukage dan Kejatuhan Kirigakure
40 Bab 40: Tatanan Baru Kirigakure dan Sang Raja Penakluk
41 Bab 41: Ekspedisi Benua dan Panji Gale di Perbatasan Negara Api
42 Bab 42: Raja Benang dan Gemuruh Tanjak Merah
43 Bab 43: Bedah Ruang Kehendak dan Bayangan Root Konoha
44 Bab 44: Cahaya Laksamana Kuning dan Gerbang Laut Konohagakure
45 Bab 45: Utusan Perdamaian Konoha dan Panggilan Kaisar Merah
46 Bab 46: Laksamana Gravitasi dan Badai Selat Pasir Merah
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1: Terbangun di Pulau Tak Dikenal
2
Bab 2: Jejak Desa Kabut dan Perahu yang Datang
3
Bab 3: Peluang di Antara Puing
4
Bab 4: Dermaga Pulau Ren
5
Bab 5: Pengintaian Tebing Barat
6
Bab 6: Tunduknya Tebing Barat
7
Bab 7: Pemburu Buronan dari East Blue
8
Bab 8: Fondasi Organisasi Rahasia
9
Bab 9: Bayangan Kabut di Dermaga
10
Bab 10: Penyergapan di Tengah Kabut
11
Bab 11: Konsolidasi dan Rencana Perekrutan
12
Bab 12: Langkah Menuju Pelabuhan Bebas
13
Bab 13: Gelombang Pertama dari Pulau Hagi
14
Bab 14: Kembalinya Sang Semburan Badai
15
Bab 15: Jejak di Tengah Kabut Pesisir
16
Bab 16: Perekrutan Sang Komandan Angkatan Laut
17
Bab 17: Transformasi Markas dan Bayangan di Perairan Luar
18
Bab 18: Pelayaran Dua Warna
19
Bab 19: Pos Terdepan Teluk Karang
20
Bab 20: Ahli Galangan dan Roda Pasar Gelap
21
Bab 21: Jaringan Intelijen dan Bayangan Bloody Mist
22
Bab 22: Konsolidasi Karang Hantu dan Strategi Baru
23
Bab 23: Tembakan di Atas Balai Lelang
24
Bab 24: Armada Pengawal dan Bayangan Kirigakure
25
Bab 25: Struktur Dua Sayap dan Rahasia Kabut
26
Bab 26: Blokade Celah Kabut Barat
27
Bab 27: Tempaan Besi Chakra dan Badai Perbatasan
28
Bab 28: Kejatuhan Benteng Karang Hitam
29
Bab 29: Sang Penguasa Kegelapan dan Peta Laut Baru
30
Bab 30: Kehendak Galleon dan Riak di Negara Air
31
Bab 31: Tiga Master Galangan dan Bayangan Kirigakure
32
Bab 32: Garis Logistik Timur dan Gemuruh Selat Tanduk Hantu
33
Bab 33: Permukiman Klan Kaguya dan Bintang Intelijen
34
Bab 34: Kebangkitan Sovereign dan Raja Pasir Bawah Tanah
35
Bab 35: Sang Laksamana Es dan Cengkeraman Bawah Tanah Hagi
36
Bab 36: Runtuhnya Benteng Kabut Abadi
37
Bab 37: Tebasan Mata Elang dan Senja Kabut Berdarah
38
Bab 38: Magma Keadilan Absolut dan Tirai Kabut Terakhir
39
Bab 39: Tumbangnya Sang Mizukage dan Kejatuhan Kirigakure
40
Bab 40: Tatanan Baru Kirigakure dan Sang Raja Penakluk
41
Bab 41: Ekspedisi Benua dan Panji Gale di Perbatasan Negara Api
42
Bab 42: Raja Benang dan Gemuruh Tanjak Merah
43
Bab 43: Bedah Ruang Kehendak dan Bayangan Root Konoha
44
Bab 44: Cahaya Laksamana Kuning dan Gerbang Laut Konohagakure
45
Bab 45: Utusan Perdamaian Konoha dan Panggilan Kaisar Merah
46
Bab 46: Laksamana Gravitasi dan Badai Selat Pasir Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!