Topeng Kegelapan Untuk Sebuah Pembalasan

​Hari itu, hujan turun membasahi kota dengan lebatnya. Amanda pulang lebih awal dari kantor karena bermaksud memberikan kejutan untuk ulang tahun pernikahan pertama mereka. Dengan kue kecil di tangannya dan senyum yang mengembang, ia melangkah pelan memasuki rumah. Suasana rumah begitu hening, hanya terdengar suara gemericik air hujan yang menerpa kaca jendela. Namun, saat melangkah menuju kamar utama, langkah kaki Amanda mendadak terhenti. Pintu kamar yang biasanya tertutup rapat kini sedikit terbuka, membocorkan suara desahan dan bisikan mesra yang sangat familiar di telinganya.

​Dada Amanda bergemuruh hebat ketika matanya menyipit menembus celah pintu. Di dalam sana, di atas tempat tidur yang biasa ia tiduri bersama suaminya, Zidan sedang memeluk mesra sosok wanita yang sangat ia kenali. Wanita itu adalah Zahra, sahabat yang sudah disayanginya melebihi saudaranya sendiri selama enam tahun terakhir. Dunia Amanda rasanya runtuh seketika. Tidak ada teriakan histeris, tidak ada amukan, dan tidak ada air mata yang menetes. Rasa sakit yang teramat luar biasa itu justru melumpuhkan seluruh emosinya, menggantikannya dengan kehampaan yang amat dingin.

​Tanpa bersuara, Amanda melangkah mundur. Ia menjatuhkan kue di tangannya ke atas karpet dan berlari menuju mobilnya di tengah guyuran hujan keras. Pikiran Amanda benar-benar kosong; bayangan tawa Zahra dan janji manis Zidan berputar-putar seperti piringan hitam yang rusak di dalam kepalanya. Menginjak pedal gas dalam-dalam, ia melesatkan mobilnya menembus jalanan licin tanpa arah. Di sebuah persimpangan, saat lampu merah menyala, Amanda bukannya mengerem, melainkan semakin menekan gas menuju sebuah truk pembawa barang yang sedang melintas. Suara dentuman keras terdengar membelah malam, menyisakan puing-puing besi yang hancur bersimbah darah.

​Tubuh Amanda yang tak berdaya dilarikan ke rumah sakit. Benturan keras membuat jantungnya sempat berhenti sebelum akhirnya para dokter berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama satu minggu penuh, Amanda terbaring kaku dalam koma, melayang di antara batas hidup dan mati. Di luar ruang ICU, Zidan dan Zahra berpura-pura menunjukkan rasa duka yang mendalam, menangis di depan keluarga besar seolah-olah mereka adalah orang yang paling kehilangan, padahal di dalam hati mereka menyelinap rasa lega atas kecelakaan tersebut.

​Hari kedelapan, keajaiban terjadi. Kelopak mata Amanda perlahan terbuka. Saat kesadarannya pulih sepenuhnya, ingatan tentang pengkhianatan keji itu langsung menyengat dadanya. Namun, alih-alih menangis, tatapan mata Amanda berubah menjadi begitu dingin dan tajam. Ketika dokter spesialis memeriksa kondisinya secara pribadi sebelum keluarga masuk, Amanda memegang erat lengan sang dokter. Dengan suara serak namun penuh penekanan, Amanda memohon sebuah permintaan gila: ia meminta dokter memalsukan rekam medisnya dan menyatakan bahwa kecelakaan itu telah merusak saraf penglihatannya hingga ia mengalami kebutaan permanen.

​Dokter sempat ragu, namun melihat keutuhan tekad dan penderitaan mendalam di mata wanita muda itu, ia akhirnya menyetujui sandiwara tersebut. Ketika Zidan dan Zahra masuk ke dalam ruang perawatan dengan raut wajah terpukul yang dibuat-buat, Amanda menyambut mereka dengan pandangan mata yang kosong menatap langit-langit kamar. Ia berpura-pura panik, meraba-raba udara, dan meratapi kegelapan yang kini menyelimuti hidupnya. Zidan merangkulnya erat sambil mengusap air mata palsu, sementara Zahra memegang tangannya dengan pura-pura prihatin. Di balik kebutaan palsunya, Amanda bersumpah dalam hati untuk menyaksikan setiap detik busuk pengkhianatan mereka dari balik topeng kegelapan ini—menunggu waktu yang tepat untuk meruntuhkan kehidupan kedua pengkhianat itu tanpa tersisa.

Episodes
1 Pernikahan Dan Duri Dalam Selimut
2 Topeng Kegelapan Untuk Sebuah Pembalasan
3 Air Mata Palsu
4 Langkah Pertama Diatas Duri
5 Jeritan Yang Terbungkus Rencana
6 Sinyal Dalam Kegelapan
7 Mata-mata tersembunyi
8 Sentuhan Hangat Ditengah Badai
9 Umpan Yang Terpasang Lengkap
10 Kepekaan Yang Tak Pernah Dimiliki
11 Rutinitas Dalam Diam
12 Alasan Murahan
13 Perangkap Ruang Tamu
14 Janji Dibawah Kegelapan
15 Topeng Yang Lepas
16 Terbongkarnya Kebutaan Palsu
17 Penolakan Tanpa Ampun
18 Rumah Untuk Berlabuh
19 Retaknya Musuh Bersama
20 Menuju Medan Pertempuran
21 Kehancuran Tanpa Sisa
22 Pelukan Hangat Diambang Pintu
23 Rahasia Dibawah Langit Malam
24 Percakapan Di Sepertiga Malam
25 Dermaga Perasaan
26 Kedamaian Yang Dinanti
27 Diabawah Ketukan Palu Hakim
28 Keputusasaan Zidan
29 Gema Ketukan Palu Untuk Zahra
30 Kehangatan Sebuah Rumah
31 Keputusan Menutup Lembaran Baru
32 Perpisahan Yang Dewasa
33 Langkah Pertama Menuju Lembaran Baru
34 Penyesalan Di Sel Yang Berbeda
35 Aroma Masakan Dan Rumah Baru
36 Ucapan Dari Kedalaman Hati
37 Langkah Awal Meniti Karier
38 Batas Profesional Dan Hari Pertama
39 Wibawa Dan Perintah Yang Tak Tertolak
40 Pengakuan Dan Batas Waktu
41 Kepedulian Yang Hangat
42 Kehangatan Di depan Pintu Rumah
43 Pertanyaan Sang Ibu
44 Ketenangan Dibawah Langit Sore
45 Secangkir Kopi Dan Kehangatan Malam
46 Kesadaran Dan Rasa Sakit Yang Tertahan
47 Senyuman Dibalik Kebahagiaan
48 Rumah untuk Hati yang Pulih
Episodes

Updated 48 Episodes

1
Pernikahan Dan Duri Dalam Selimut
2
Topeng Kegelapan Untuk Sebuah Pembalasan
3
Air Mata Palsu
4
Langkah Pertama Diatas Duri
5
Jeritan Yang Terbungkus Rencana
6
Sinyal Dalam Kegelapan
7
Mata-mata tersembunyi
8
Sentuhan Hangat Ditengah Badai
9
Umpan Yang Terpasang Lengkap
10
Kepekaan Yang Tak Pernah Dimiliki
11
Rutinitas Dalam Diam
12
Alasan Murahan
13
Perangkap Ruang Tamu
14
Janji Dibawah Kegelapan
15
Topeng Yang Lepas
16
Terbongkarnya Kebutaan Palsu
17
Penolakan Tanpa Ampun
18
Rumah Untuk Berlabuh
19
Retaknya Musuh Bersama
20
Menuju Medan Pertempuran
21
Kehancuran Tanpa Sisa
22
Pelukan Hangat Diambang Pintu
23
Rahasia Dibawah Langit Malam
24
Percakapan Di Sepertiga Malam
25
Dermaga Perasaan
26
Kedamaian Yang Dinanti
27
Diabawah Ketukan Palu Hakim
28
Keputusasaan Zidan
29
Gema Ketukan Palu Untuk Zahra
30
Kehangatan Sebuah Rumah
31
Keputusan Menutup Lembaran Baru
32
Perpisahan Yang Dewasa
33
Langkah Pertama Menuju Lembaran Baru
34
Penyesalan Di Sel Yang Berbeda
35
Aroma Masakan Dan Rumah Baru
36
Ucapan Dari Kedalaman Hati
37
Langkah Awal Meniti Karier
38
Batas Profesional Dan Hari Pertama
39
Wibawa Dan Perintah Yang Tak Tertolak
40
Pengakuan Dan Batas Waktu
41
Kepedulian Yang Hangat
42
Kehangatan Di depan Pintu Rumah
43
Pertanyaan Sang Ibu
44
Ketenangan Dibawah Langit Sore
45
Secangkir Kopi Dan Kehangatan Malam
46
Kesadaran Dan Rasa Sakit Yang Tertahan
47
Senyuman Dibalik Kebahagiaan
48
Rumah untuk Hati yang Pulih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!