Episode 2

Bab 002: Tamparan untuk Sang Guru

Garis pertama itu pendek, tapi cukup untuk membuat seluruh hidup Arka berubah arah.

Di luar, pintu besi dihantam.

BRAK!

"Arka! Buka pintunya!"

Arka tidak menjawab. Ia membuka jaringan leher lapis demi lapis. Tangannya seharusnya gemetar, tapi justru stabil. Setiap aturan yang ia langgar berdiri jelas di kepalanya, namun label merah di atas jenazah lebih jelas lagi.

[Pembunuhan]

Ia tidak boleh hanya percaya pada sistem. Ia harus menemukan bukti.

"Kalau kau merusak jenazah itu, kariermu selesai!" teriak dr. Suherman dari luar.

Arka memperdalam irisan.

Jaringan subkutan terbuka. Di area otot sternokleidomastoideus, warna merah gelap tampak menyusup ke dalam serat otot. Memar itu berada di jaringan dalam. Tekanan setelah mati tidak akan membentuk pola seperti itu.

Korban masih hidup saat lehernya ditekan.

[Temuan pendukung terdeteksi.]

[Perdarahan dalam otot leher: ante-mortem.]

"Satu," bisik Arka.

Di koridor, suara perempuan terdengar tegas. "Apa yang terjadi?"

Teknisi menjawab gugup, "Bu Iptu, anak magang itu mengunci ruang autopsi. Dia membedah sendiri."

"Apa?"

Arka mengenali nama dari berkas: Adira Larasati, Kanit Reskrim Polrestabes Surabaya.

dr. Suherman cepat berkata, "Bu Iptu, dia tidak stabil. Saya menegurnya, lalu dia melakukan tindakan bodoh."

Arka mendengar semuanya, tapi tidak berhenti.

Satu bukti bisa diperdebatkan.

Dua bukti membuat orang diam.

Tiga bukti memaksa ruangan berpihak pada kebenaran.

Ia membuka jaringan sekitar laring. Ujung instrumen menyentuh struktur keras. Kartilago tiroid.

Ada retakan melintang.

Tekanan kuat dari depan atau samping. Terarah. Tidak cocok dengan gantung diri biasa pada perempuan muda.

[Fraktur kartilago tiroid terkonfirmasi.]

"Dua."

Adira berbicara di luar, "Mundur."

Koridor hening.

Arka tahu pintu akan segera didobrak. Ia mengarahkan lampu kecil ke alur jeratan. Bekas tali besar terlalu mencolok, seolah sengaja disiapkan agar semua mata berhenti di sana.

Di bawahnya, ada garis lain.

Tipis.

Hampir horizontal.

Lebarnya sekitar dua milimeter.

Alur itu tidak cocok dengan tali gantungan. Jejaknya lebih sesuai dengan tali kecil atau kabel yang mencekik korban lebih dulu, lalu disamarkan dengan bekas gantungan kasar.

"Tiga."

Adira menghitung di luar. "Satu. Dua. Tiga."

Benturan keras meledak. Pintu terbuka ke dalam.

Adira masuk lebih dulu. Wajahnya dingin, marah, dan sepenuhnya sadar bahwa ia sedang melihat pelanggaran prosedur.

"Siapa yang memberi Anda wewenang mengunci ruang autopsi?" tanyanya tajam. "Ini jenazah dalam perkara polisi, Dok. Bukan ruang praktik pribadi."

dr. Suherman menyusul masuk. Napasnya berat. "Bu Iptu, anak ini baru datang hari ini. Dia bahkan belum pernah menyentuh jenazah. Dia membedah tanpa izin. Arka, kau sudah gila?"

Kalimat itu kembali muncul.

Belum pernah menyentuh jenazah.

Tapi kali ini jenazah sudah terbuka, dan bukti sudah ada di depan mata.

Arka meletakkan skalpel di nampan. Ia mengangkat kedua tangan sedikit.

"Saya siap bertanggung jawab, Bu Iptu. Tapi lihat dulu tiga temuan ini."

Adira menatapnya satu detik. "Tunjukkan."

dr. Suherman terdiam.

Arka membuka bagian otot leher dengan pinset. "Pertama, perdarahan luas pada otot sternokleidomastoideus. Ini ante-mortem. Korban masih hidup saat tekanan terjadi."

Adira mendekat. "Lanjut."

"Kedua, fraktur melintang pada kartilago tiroid. Pada kasus gantung diri biasa, temuan ini tidak mudah terjadi, apalagi pada korban muda. Ini lebih sesuai dengan pencekikan kuat."

Teknisi di ambang pintu tidak lagi tertawa.

Arka menggeser lampu. "Ketiga, alur tipis dua milimeter di bawah bekas tali besar. Arah dan lebarnya berbeda. Saya menduga korban dicekik lebih dulu dengan tali kecil atau kabel, lalu digantung untuk membuat TKP terlihat seperti bunuh diri."

Ruang autopsi diam.

Adira membungkuk, memperhatikan garis itu. Kemarahannya berubah menjadi fokus.

"Foto semua temuan," katanya kepada teknisi. "Pakai skala ukur. Hubungi Inafis. Minta mereka kembali ke TKP dan cari tali kecil, kabel, atau serat tipis. Status perkara naik menjadi dugaan pembunuhan."

"Siap, Bu Iptu."

"Tunggu," kata Arka.

Teknisi berhenti.

dr. Suherman langsung menoleh. "Apa lagi?"

Arka menunjuk area leher tanpa menyentuh. "Ambil foto alur besar dan alur kecil dalam satu frame dulu, Dok. Kalau dipisah, pembela nanti bisa bilang itu dua temuan yang tidak berhubungan. Harus terlihat bahwa alur kecil tertutup sebagian oleh alur besar."

Adira menatap teknisi. "Lakukan seperti itu."

Teknisi cepat mengambil penggaris skala. Tangannya tidak setenang tadi. Kamera berbunyi beberapa kali.

"Dan swab serat di tepi alur kecil," lanjut Arka. "Kalau pelaku memakai kabel atau tali sintetis, mungkin ada transfer mikro. Saya tidak bisa memastikan tanpa Labfor, tapi jangan sampai hilang karena jenazah langsung dibersihkan."

Adira mengangguk singkat. "Catat. Swab serat sebelum pembersihan jenazah."

Kali ini tidak ada yang tertawa. Bahkan teknisi yang paling muda otomatis menulis ulang label bukti dengan tangan lebih hati-hati.

Teknisi bergerak cepat.

Adira menoleh ke dr. Suherman. "Dokter Suherman, Anda tadi sudah akan menulis kesimpulan bunuh diri?"

dr. Suherman menelan ludah. "Data pemeriksaan luar dan TKP memang mengarah ke sana."

"Mengarah," kata Adira. "Belum selesai."

Wajah dr. Suherman memucat.

Arka melepas sarung tangan luar dan membuangnya ke wadah limbah medis. Tangannya tetap stabil.

Adira kembali menatapnya. "Anda sadar tindakan Anda bisa diserang penasehat hukum nanti?"

"Sadar, Bu Iptu. Karena itu saya tidak akan menulis kesimpulan. Temuan harus difoto, dicatat, dan diverifikasi oleh Dokter Suherman sebagai Sp.F. Saya hanya membuka jalan."

"Kenapa Anda berani mengambil risiko sejauh itu?"

Tatapan Arka tetap pada jenazah. "Karena kalau malam ini ditulis bunuh diri, jenazah akan dimakamkan. Besok alur kecil itu mungkin sudah tidak bisa diperiksa dengan kondisi yang sama. Pelaku akan punya satu malam penuh untuk membersihkan TKP."

Bambang belum hadir di sana, tapi logika itu adalah logika penyidik. Adira jelas menangkapnya.

"Jadi Anda mengunci pintu untuk membeli waktu?"

"Untuk mencegah kesimpulan salah keluar lebih dulu, Bu Iptu."

Jawaban itu membuat semua orang diam lagi.

Adira menahan pandangannya. "Nama Anda?"

"Arka Pratama."

"Dokter Muda?"

"Benar."

"Hari pertama?"

"Benar."

Di pintu, dua teknisi saling pandang. Satu jam lalu mereka melihat Arka mencuci botol spesimen. Sekarang ia berdiri di depan meja autopsi dan memaksa kasus berubah arah.

Adira mengangguk pelan, lalu berkata kepada dr. Suherman, "Kalau dia tidak mengunci pintu ini, Dokter, malam ini Anda hampir menandatangani VeR yang membuat seorang pembunuh pulang dengan tenang."

Kalimat itu tidak keras.

Tapi cukup untuk membuat dr. Suherman kehilangan warna di wajahnya.

Arka tidak tersenyum. Ia tidak menatap teknisi. Ia tidak menikmati momen itu.

Ia hanya melihat label merah di atas leher jenazah.

[Pembunuhan]

Kali ini, kata itu tidak lagi sendirian di kepalanya.

Sekarang ruangan ini juga sudah mendengarnya.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!