Episode 4

Bab 004: Interogasi Pertama

"Bawa dia masuk, Bu Iptu. Kalau saya benar, pembunuhnya tidak pernah meninggalkan gedung ini."

Adira Larasati tidak menjawab dengan kata-kata.

Ia hanya memberi isyarat kepada Bambang Wicaksono.

Lima menit kemudian, Hendra Wijaya duduk di Ruang Interogasi lantai dua Polrestabes Surabaya. Di depannya ada meja logam, segelas air mineral yang belum disentuh, dan kamera kecil yang sudah menyala.

Adira duduk di seberangnya.

Arka tidak masuk. Ia berdiri di ruang observasi di balik kaca satu arah, bersama Bambang. Dari sana, ia bisa melihat Hendra dengan jelas.

Label merah masih menggantung di atas kepala pria itu.

[Pelaku]

Arka menahan dorongan untuk langsung menunjuk kaca.

Label tidak bisa masuk berkas.

Yang harus ia cari adalah celah di dunia nyata.

Adira membuka map tipis. "Saudara Hendra Wijaya, status Anda saat ini masih pemberi keterangan. Karena hasil pemeriksaan jenazah berubah dari dugaan bunuh diri menjadi dugaan pembunuhan, kami perlu mengulang beberapa poin. Anda paham?"

Hendra mengangguk cepat. "Saya paham, Bu. Saya juga ingin pelakunya ditangkap. Sari tidak mungkin dibunuh orang begitu saja."

Kalimatnya rapi.

Terlalu rapi.

Adira tidak bereaksi. "Jam berapa terakhir Anda berkomunikasi dengan Sari Rahayu?"

"Sekitar pukul sebelas siang. Lewat WhatsApp. Dia bilang mau istirahat. Setelah itu saya kerja."

"Kerja di mana?"

"Kantor cabang logistik di Rungkut. Saya masuk jam satu siang, pulang jam empat lewat sedikit. Ada absensi elektronik. Sidik jari, Bu. CCTV kantor juga ada."

Di ruang observasi, Bambang bersiul pelan. "Dia sudah siap."

Arka tidak menjawab.

Hendra memang siap. Jawabannya tidak mencari jalan keluar, tetapi sudah menyediakan pagar sebelum ditanya. Absensi elektronik. Sidik jari. CCTV. Semua kata itu dilempar lebih dulu agar polisi berjalan ke arah yang ia mau.

Adira menulis satu baris. "Siapa yang bisa memastikan Anda berada di kantor?"

"Supervisor saya, Pak Dedi. Teman satu shift juga ada. Saya bisa kasih nomor mereka."

"Setelah pulang?"

"Saya ke kos Sari. Saya WA dia beberapa kali, tidak dibalas. Saya telepon, tidak diangkat. Saya panik, lalu minta penjaga kos buka pintu. Tapi pintunya terkunci dari dalam. Kami panggil tukang kunci. Setelah terbuka..."

Hendra menutup wajah.

Bahu bergetar.

Tapi Arka melihat matanya melalui celah jari.

Tidak tertutup rapat.

Ia sedang memantau Adira.

Adira membiarkan tangis itu berjalan lima detik. "Saudara Hendra, tangan Anda di atas meja."

Hendra berhenti terlalu cepat. "Apa, Bu?"

"Tangan Anda. Taruh di atas meja. Dua-duanya."

"Kenapa?"

"Prosedur pemeriksaan biasa."

"Saya bukan tersangka, kan?" Suara Hendra mulai naik. "Saya pelapor. Saya yang menemukan dia. Kenapa saya diperlakukan seperti ini?"

Adira tetap datar. "Saya belum menyebut Anda tersangka. Saya meminta Anda menaruh tangan di atas meja."

Hendra meletakkan tangan kanan.

Tangan kiri tetap di bawah meja.

Di ruang observasi, Arka menajamkan pandangan.

Modul Penguatan Visual membuat gerakan kecil itu terbaca jelas. Punggung tangan kiri Hendra menempel pada paha, ibu jarinya menekan area luar tangan seperti mencoba menutup sesuatu.

Ada garis kemerahan di sana.

Lebih jelas dari yang ia lihat di lobi.

Goresannya tidak lurus seperti benturan meja. Polanya juga terlalu terarah untuk luka acak. Ada dua garis sejajar pendek, kasar, dengan kulit sedikit terkelupas di tepi. Polanya seperti gesekan benda tipis yang ditarik kuat saat tangan melawan tegangan.

Tali kecil.

Atau kabel.

Arka mengambil ponselnya. Ia mengetik pesan WhatsApp kepada Adira.

Perhatikan punggung tangan kiri. Minta dua tangan di atas meja. Jangan beri dia waktu menyentuh luka.

Di ruang interogasi, ponsel Adira bergetar di samping map.

Ia melirik layar, hanya sepersekian detik.

Lalu ia menatap Hendra lagi.

"Tangan kiri juga, Saudara Hendra."

"Saya sakit, Bu. Tadi tergores kucing di kos. Tidak ada hubungannya."

Adira menutup map. "Saya belum bertanya soal luka."

Hendra membeku.

Bambang di sebelah Arka tersenyum tipis. "Nah. Itu dia."

Adira mendorong gelas air sedikit ke samping. "Kalau hanya goresan kucing, tunjukkan. Kami catat, selesai."

"Saya keberatan."

"Keberatan atas apa?"

"Saya tidak nyaman. Saya masih berduka, Bu. Sekarang tangan saya juga mau diperiksa? Ini keterlaluan."

Tangisnya hilang. Suaranya menjadi keras. Defensif.

Adira tidak menaikkan suara. "Saudara Hendra, perempuan yang Anda sebut calon istri baru saja kami temukan dengan tiga tanda pencekikan. Anda pelapor pertama. Anda punya riwayat komunikasi terakhir. Anda juga punya luka di tangan yang Anda sembunyikan. Saya punya alasan cukup untuk meminta pemeriksaan awal."

"Tiga tanda apa?" Hendra langsung bertanya.

Terlalu cepat.

Adira diam satu detik. "Saya belum menyebut jumlah tanda."

Wajah Hendra berubah.

Kecil. Cepat. Tapi terlihat.

Arka melihat label [Pelaku] berdenyut lebih tajam.

Bambang menoleh kepadanya. "Dok, bisa bedakan luka kucing dan gesekan tali dari jauh?"

"Dari jauh, belum cukup untuk laporan," jawab Arka. "Tapi cukup untuk alasan pemeriksaan. Kalau saya lihat langsung, saya bisa jelaskan perbedaannya."

"Mau masuk?"

Arka melihat Adira melalui kaca. Perempuan itu tidak menoleh, tapi tubuhnya sedikit bergeser ke arah pintu, seolah sudah membuka ruang.

"Saya perlu izin Kanit," kata Arka.

Bambang membuka pintu observasi. "Bu Iptu, Dok Arka minta masuk sebagai pendamping pemeriksaan luka."

Adira menjawab tanpa ragu, "Masuk."

Arka memasuki ruang interogasi.

Hendra langsung menatapnya. "Dia siapa lagi?"

"Dokter Muda dari IKF," kata Adira. "Dia akan melihat tangan Anda."

"Tidak." Hendra menarik tangan kirinya makin jauh. "Saya menolak."

Arka berdiri di samping meja, tidak mendekat berlebihan. "Saudara Hendra, kalau itu luka kucing, polanya biasanya berupa goresan dangkal, tidak sejajar sempurna, tepinya tajam, dan sering ada lebih dari satu arah karena cakaran bergerak. Luka gesekan tali atau kabel berbeda. Kulit terkelupas karena tekanan tarik, tepinya lebih kasar, sering mengikuti arah tegangan."

Hendra menelan ludah. "Saya bilang kucing."

"Kalau begitu pemeriksaan akan membuktikan ucapan Anda."

"Saya tidak mau disentuh."

Adira mencondongkan badan. "Menolak pemeriksaan tidak membuat Anda terlihat lebih aman."

Hendra tertawa pendek, tanpa humor. "Jadi sekarang saya dipaksa? Mana suratnya? Mana status saya? Saya pelapor. Status saya belum tersangka."

Arka menatap tangan kiri yang masih disembunyikan itu.

Di sinilah batasnya. Mereka belum bisa memaksa terlalu jauh tanpa membuat pembela nanti menyerang prosedur. Tapi penolakan itu sendiri sudah menjadi tekanan baru.

Arka berkata pelan, "Orang yang benar-benar terkena cakaran kucing biasanya kesal saat diperiksa. Reaksi Anda lebih dekat ke takut."

Hendra menatapnya tajam. "Apa maksud Anda?"

"Maksud saya sederhana, Saudara Hendra. Refleks Anda tidak seperti orang yang ingin menjelaskan luka. Refleks Anda seperti orang yang tahu luka itu akan menjelaskan dirinya sendiri."

Ruangan diam.

Adira menatap Hendra. Bambang berdiri di pintu. Kamera masih merekam.

Hendra menarik napas cepat. "Saya tetap menolak."

Arka melihat punggung tangan kiri itu menghilang sepenuhnya di balik paha Hendra.

Ia lalu berkata, cukup jelas untuk masuk rekaman, "Orang yang menolak pemeriksaan seperti ini biasanya hanya punya satu alasan: dia tahu hasilnya bisa menghabisi dirinya."

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!