Chapter 4: Smiling Through the Insults

"Kurang ajar! Lepaskan tanganmu dariku, pangeran bodoh!" raung Lu Cangqiong dengan suara melengking. Wajahnya yang tampan kini bertabur lumpur hitam pekat dan dedaunan busuk.

Dengan mengerahkan seluruh Qi di dalam dan-tiannya, Lu Cangqiong akhirnya berhasil menghempaskan tekanan gaib yang menindihnya yang sebenarnya hanyalah ulah Mu Xuanyuan yang berpura-pura berniat baik membantunya bangun.

Lu Cangqiong bangkit berdiri dengan napas terengah-engah, bajunya yang tadinya ungu megah kini basah kuyup dan berbau kotoran kolam.

Pangeran Ke-5 dan Pangeran Ke-7 yang menyaksikan kejadian itu menyeringai geli, berusaha setengah mati menahan tawa agar tidak dimurkai oleh Pangeran Ke-3. Sementara para pengawal kerajaan menundukkan kepala dalam-dalam, berpura-pura tidak melihat kehancuran harga diri junjungan mereka.

"Wah, Kakak Ke-3 sudah bisa berdiri!" seru Xuanyuan gembira. Ia bertepuk tangan riang dengan senyum lebar yang terlihat sangat murni tanpa dosa.

"Tapi wajah Kakak penuh cacing lumpur. Apakah cacingnya enak? Kenapa Kakak memakannya?"

"Tutup mulutmu!" bentak Lu Cangqiong seraya menarik pedangnya dari sarung. Sinar perak tajam terbias di udara, memancarkan aura membunuh yang dingin.

"Kau sengaja, kan?! Kau sengaja membuatku mempermalukan diri di depan semua orang!"

"Pangeran Ke-3, harap tahan diri Anda!" Feng Wuchen melangkah cepat, menempatkan tubuhnya di antara Lu Cangqiong dan Xuanyuan. Matanya bagaikan bilah es yang siap merobek siapa saja yang berani menyentuh majikannya.

"Singkirkan pengawal sampahmu ini, Xuanyuan!" teriak Lu Cangqiong, napasnya memburu penuh amarah.

"Hari ini, kalau aku tidak memotong salah satu jari tanganmu, aku bukan Pangeran Ke-3 Kekaisaran Tianming!"

Di saat suasana mencapai titik didih, Mu Xuanyuan justru menginjak ibu jarinya sendiri, lalu terjatuh telentang ke atas rumput dengan gerakan yang sangat konyol.

"Aduh! Burung kayuku jatuh! Jangan diinjak, Kakak!" jerit Xuanyuan sambil merangkak memeluk burung kayu sederhananya, matanya berkaca-kaca seolah-olah dunia baru saja runtuh hanya karena mainan murahannya kotor.

Melihat tingkah Xuanyuan yang benar-benar tampak gila dan tidak berdaya, Pangeran Ke-5 menggelengkan kepala seraya melangkah mendekati Lu Cangqiong. Ia memegang lengan Pangeran Ke-3 untuk menahannya.

"Sudahlah, Kakak Ke-3," ujar Pangeran Ke-5 pelan.

"Lihatlah dia. Dia hanya orang gila yang beruntung karena kau tersandung. Jika Kakak menghunus pedang dan melukai orang bodoh yang bahkan tidak bisa berkultivasi di dalam kediamannya sendiri, berita ini akan sampai ke telinga Baginda Raja dan para Tetua Kekaisaran. Mereka akan menganggap Kakak Ke-3 bersikap picik dan tidak berjiwa besar."

Pangeran Ke-7 ikut menambahkan, "Benar, Kakak. Membuang darah di kediaman orang gila ini hanya akan mengotori nama baik Kakak. Lagi pula, lihatlah betapa menyedihkannya dia."

Lu Cangqiong mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga bukunya memutih. Matanya menatap tajam ke arah Xuanyuan yang masih tengkurap di rumput sambil mengelap burung kayunya dengan jubah sutra mahal. Rasa benci dan hina bergejolak di dada Lu Cangqiong, tetapi ucapan saudara-saudaranya ada benarnya.

Membunuh atau melukai pangeran gila secara terang-terangan hanya akan merusak reputasinya sebagai kandidat kuat Putra Mahkota.

"Cih!" Lu Cangqiong menyarungkan kembali pedangnya dengan hantaman keras. Ia menunjuk wajah Xuanyuan dengan jari yang gemetar karena menahan murka.

"Mu Xuanyuan... syukuri otak gila yang kau miliki itu! Karena kegilaanmu itulah kau masih bernapas hari ini. Tapi ingat, tiga hari lagi adalah Ujian Perburuan Musim Semi Kerajaan. Jika kau berani menampakkan wajah bodohmu di hadapan Ayahanda, aku sendiri yang akan memastikan kau dilemparkan ke jurang binatang buas!"

Dengan kibasan jubahnya yang basah dan berbau lumpur, Lu Cangqiong berbalik dan melangkah pergi dengan gusar. "Ayo pergi! Tempat ini baunya seperti sampah!"

Pangeran Ke-5, Pangeran Ke-7, beserta rombongan pengawal kerajaan bergegas mengikuti dari belakang, meninggalkan kediaman pangeran yang dianggap paling menyedihkan di istana itu.

Begitu bayangan rombongan Lu Cangqiong benar-benar memudar di ujung gerbang luar, keheningan kembali menguasai taman.

Mu Xuanyuan yang tadinya berbaring di rumput sambil memeluk mainan kayu perlahan-lahan duduk. Ia mendesah pelan, merapikan jubahnya yang terkena sedikit selipan rumput. Raut wajah panik dan kekanak-kanakannya menghilang tanpa bekas, berganti dengan senyuman santai dan tatapan mata yang luar biasa dalam.

"Pria itu benar-benar emosional," gumam Xuanyuan seraya bangkit berdiri secara anggun.

"Hanya karena sedikit lumpur, aura pembunuhnya sampai keluar. Bagaimana bisa dia bermimpi menjadi Putra Mahkota dengan kesabaran setipis kertas?"

Gu Juechen melangkah mendekat sambil memegang kain lap bersih.

"Yang Mulia, apakah Anda yakin ingin membiarkan Pangeran Ke-3 terus bertindak sesuka hatinya? Di Ujian Perburuan Musim Semi nanti, dia pasti akan mencari kesempatan untuk mencelakai Anda."

"Mencelakai?" Xuanyuan terkekeh pelan seraya menerima kain lap dari Gu Juechen dan mengusap tangannya yang bersih. "Juechen, di ranah Immortal Emperor Puncak, jangankan ribuan binatang buas atau jebakan Pangeran Ke-3, bahkan jika seluruh benua ini digabungkan untuk menyerangku, mereka tidak akan sanggup menggores sehelai rambutku pun."

Feng Wuchen menyilangkan tangan di dada, matanya berkilat penuh rasa hormat. "Lalu apa rencana Anda untuk Ujian Perburuan Musim Semi nanti, Yang Mulia?"

"Rencana?" Xuanyuan menyeringai penuh intrik.

"Tentu saja datang dan menikmati pemandangan. Bukankah mengasyikkan melihat para pangeran sakti itu bersusah payah bertaruh nyawa melawan monster, sementara aku duduk di sudut hutan sambil menikmati teh buah ajaib dari ruang dimensiku?"

Namun sebelum pembicaraan mereka berlanjut, aroma harum bunga yang melati dan peony yang amat dikenal kembali bertiup halus. Di atas pohon beringin tua di tepi taman, sesosok pria berbuat jubah sutra merah terang tampak duduk santai sambil menopang dagunya.

Leng Yan mengibaskan kipas lipat keemasannya dengan gaya flamboyan yang tiada tanding. Wajahnya yang kotor oleh debu akibat ulah Xuanyuan sebelumnya kini sudah kembali bersih dan bercahaya, menyorotkan ketampanan yang memikat.

"Wah, wah... betapa pertunjukan yang luar biasa dari Pangeran Ke-14 yang manis ini," ujar Leng Yan dengan nada suara mendayu-dayu yang penuh kekaguman.

"Akting jatuh yang sangat dramatis! Cara memasukkan energi Qi tersembunyi untuk menindih Pangeran Ke-3 di lumpur... Khh! Luar biasa halus! Hampir saja aku bertepuk tangan di atas pohon ini!"

Xuanyuan memijat pelipisnya seraya menghela napas panjang.

"Leng Yan... apakah Rumah Bordil Paviliun Redup milikmu sudah bangkrut sampai-sampai pemiliknya punya waktu luang untuk nongkrong di atas pohon kediamanku sepanjang hari?"

Leng Yan melompat turun dari dahan pohon tanpa menimbulkan suara sedikit pun, mendarat dengan gerakan seanggun kelopak bunga yang jatuh. Ia melangkah mendekati Xuanyuan dengan mata yang memancarkan pendar puitis.

"Bagaimana mungkin Paviliun Redup bangkrut saat hatiku dipenuhi oleh keindahanmu, Pangeranku?" Leng Yan mengedipkan sebelah matanya seraya memegang dadanya dramatis.

"Aku datang untuk membawakan kabar penting. Mengenai Ujian Perburuan Musim Semi... dan mengenai lelang rahasia yang digagas oleh sahabatmu dari Balai Lelang Xingzhou."

Mendengar kata 'Balai Lelang Xingzhou', mata Xuanyuan sedikit menyempit. Akting bodohnya lenyap sepenuhnya, berganti dengan aura seorang penguasa sejati.

"Bicaralah," kata Xuanyuan tenang.

Episodes
1 Season 1: The Smiling Emperor Chapter 1: The Foolish Fourteenth Prince
2 Chapter 2: Gold, Jade, and a Hidden Realm
3 Chapter 3: The Royal Bully's Taunt
4 Chapter 4: Smiling Through the Insults
5 Chapter 5: Two Loyal Shadows
6 Chapter 6: The Master of Xingzhou Pavilion
7 Chapter 7: A Million Year Herb for Tea
8 Chapter 8: The Commander of Po Jun Mercenaries
9 Chapter 9: The Flamboyant Master of Brothel
10 Chapter 10: Beauty Belongs to the Fool
11 Chapter 11: Leng Shuang’s Scolding Iron Fist
12 Chapter 12: Flirting with an Immortal
13 Chapter 13: The Auction House Mystery
14 Chapter 14: Brotherly Mockery at the Feast
15 Chapter 15: Acting Crazy to Save Trouble
16 Chapter 16: A Dimension Full of Precious Fruit
17 Chapter 17: Leng Yan’s Uninvited Visit
18 Chapter 18: The Tomboy Sister’s Apology
19 Chapter 19: Pushing the Third Prince’s Buttons
20 Chapter 20: Mercenary Signal in the Capital
21 Chapter 21: The Secret Pill Collection
22 Chapter 22: Who Is the True Master?
23 Dramatic Flirting and Cooking Herbs
24 The Prince’s Silly Smile
25 A Sudden Cultivation Trap
26 Overpowered in Silence
27 Leng Yan’s Flamboyant Rescue Plan
28 Backfire at the Imperial Court
29 The Fool’s Secret Victory
30 A Toast Among Shadows
31 Season 2: Shadows of the Realm :The Underworld Shifts
32 The Third Prince's Scheme
33 Leng Yan’s Bold Proposal
34 Sisterly Violence to the Rescue
35 The Spatial Treasury Revealed
36 Poison, Tea, and Big Smiles
37 The Mercenary King’s Secret Order
38 A Night at the Brothel Roof
39 Chapter 39: The Handsome Fool’s Charm
40 Chapter 40: Xingzhou Pavilion’s Grand Sale
41 Chapter 41: Bidding Against the Imperial Family
42 Chapter 42: The Third Prince Loses His Temper
43 Chapter 43: A Secret Meeting of 21 Siblings
44 Chapter 44: Playing the Victim Perfectly
45 Chapter 45: Leng Shuang’s Suspicions
46 Chapter 46: The Flamboyant Fan and Flying Swords
47 Chapter 47: An Immortal Emperor’s Sneeze
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Season 1: The Smiling Emperor Chapter 1: The Foolish Fourteenth Prince
2
Chapter 2: Gold, Jade, and a Hidden Realm
3
Chapter 3: The Royal Bully's Taunt
4
Chapter 4: Smiling Through the Insults
5
Chapter 5: Two Loyal Shadows
6
Chapter 6: The Master of Xingzhou Pavilion
7
Chapter 7: A Million Year Herb for Tea
8
Chapter 8: The Commander of Po Jun Mercenaries
9
Chapter 9: The Flamboyant Master of Brothel
10
Chapter 10: Beauty Belongs to the Fool
11
Chapter 11: Leng Shuang’s Scolding Iron Fist
12
Chapter 12: Flirting with an Immortal
13
Chapter 13: The Auction House Mystery
14
Chapter 14: Brotherly Mockery at the Feast
15
Chapter 15: Acting Crazy to Save Trouble
16
Chapter 16: A Dimension Full of Precious Fruit
17
Chapter 17: Leng Yan’s Uninvited Visit
18
Chapter 18: The Tomboy Sister’s Apology
19
Chapter 19: Pushing the Third Prince’s Buttons
20
Chapter 20: Mercenary Signal in the Capital
21
Chapter 21: The Secret Pill Collection
22
Chapter 22: Who Is the True Master?
23
Dramatic Flirting and Cooking Herbs
24
The Prince’s Silly Smile
25
A Sudden Cultivation Trap
26
Overpowered in Silence
27
Leng Yan’s Flamboyant Rescue Plan
28
Backfire at the Imperial Court
29
The Fool’s Secret Victory
30
A Toast Among Shadows
31
Season 2: Shadows of the Realm :The Underworld Shifts
32
The Third Prince's Scheme
33
Leng Yan’s Bold Proposal
34
Sisterly Violence to the Rescue
35
The Spatial Treasury Revealed
36
Poison, Tea, and Big Smiles
37
The Mercenary King’s Secret Order
38
A Night at the Brothel Roof
39
Chapter 39: The Handsome Fool’s Charm
40
Chapter 40: Xingzhou Pavilion’s Grand Sale
41
Chapter 41: Bidding Against the Imperial Family
42
Chapter 42: The Third Prince Loses His Temper
43
Chapter 43: A Secret Meeting of 21 Siblings
44
Chapter 44: Playing the Victim Perfectly
45
Chapter 45: Leng Shuang’s Suspicions
46
Chapter 46: The Flamboyant Fan and Flying Swords
47
Chapter 47: An Immortal Emperor’s Sneeze

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!