Chapter 5: Two Loyal Shadows

Atmosfer di taman Kediaman Awan Merah mendadak berubah drastis. Tatapan mata polos Mu Xuanyuan yang biasanya menghiasi paras tampannya menguap tanpa bekas, berganti dengan pandangan tajam seorang penguasa abadi yang sanggup menggetarkan jiwa. Aura tak terlihat merayap halus di udara, membuat dedaunan di sekitar mereka berhenti bergoyang.

Leng Yan, yang berdiri hanya beberapa langkah di depannya, menghentikan kipas lipat keemasannya. Senyum flamboyannya sedikit tertahan.

Sebagai seorang pakar ranah Immortal King yang mendominasi dunia bawah, sensor spiritualnya memberi peringatan bahaya yang teramat sangat. Di hadapannya saat ini bukan lagi pangeran gila yang bisa digoda sesuka hati, melainkan sesosok entitas mengerikan yang menyembunyikan kekuatannya di balik keindahan parasnya.

"Oho... tatapan mata ini," bisik Leng Yan dengan suara pelan, matanya berkilat penuh pemujaan yang makin menjadi-jadi. "Begitu dingin, begitu berkuasa. Sungguh, semakin kau menunjukkan sisi aslimu, semakin sulit bagiku untuk memalingkan pandangan, Pangeran Xuanyuan."

"Leng Yan," panggil Xuanyuan dengan nada datar yang dingin. "Kau menyebut Balai Lelang Xingzhou. Apa yang ingin kau sampaikan?"

Leng Yan mengibaskan kipasnya kembali, berusaha menguasai detak jantungnya yang berpacu kencang.

"Jaringan intelijen Paviliun Redup mendeteksi pergerakan mencurigakan. Rumor tentang 'Eliksir Pemurni Darah Naga' dan 'Buah Kristal Es' yang disebarkan oleh Han Xingzhou rupanya memancing ikan-ikan besar dari luar kerajaan. Bukan hanya sekte-sekte lokal, tetapi utusan dari Kekaisaran Shenlong dan Sekte Iblis Darah juga telah mengutus pakar mereka ke ibu kota."

Leng Yan melangkah mendekat, merendahkan suaranya hingga menjadi bisikan halus.

"Dan yang paling menarik... Pangeran Ke-3 milikmu itu, Lu Cangqiong, secara rahasia telah menghubungi sekte pembunuh bayaran untuk mengacaukan lelang tersebut. Dia berencana merebut eliksir itu demi menerobos ranahnya secara paksa sebelum Ujian Perburuan Musim Semi dimulai."

Xuanyuan mendengarkan laporan itu tanpa menunjukkan keterkejutan sedikit pun. Ia justru mengulas senyum tipis—senyuman anggun namun dipenuhi rasa meremehkan yang amat sangat.

"Mengacaukan lelang milik Han Xingzhou?" Xuanyuan terkekeh pelan. "Cangqiong benar-benar melompati batas kebodohannya sendiri. Dia pikir balai lelang terbesar di benua itu hanya dijaga oleh pedagang biasa?"

"Tentu saja tidak," sahut sebuah suara wanita yang tegas dan nyaring dari arah atas tembok kediaman.

Brak!

Leng Shuang melompat turun dari tembok taman dengan pedang panjang terikat di punggungnya. Pakaian tempur ringkasnya menegaskan aura tomboi dan ketegasannya. Ia menatap kakaknya dengan pandangan jengkel yang sudah menjadi makanan sehari-hari.

"Kakak! Bisakah kau tidak berdiri terlalu dekat dengan Pangeran Ke-14?!" bentak Leng Shuang seraya melangkah cepat dan memukul lengan Leng Yan dengan sarung pedangnya.

"Sudah kubilang, jangan mencampuri urusan keluarga kerajaan atau balai lelang rahasia itu! Kau ini pemilik rumah bordil, bukan menteri pertahanan!"

"Aduh, Shuang'er!" ringis Leng Yan sambil mengelus lengannya dramatis. "Aku hanya sedang bertukar informasi penting dengan calon pangeran impianku! Kenapa adik kembarku sendiri selalu menjadi penghalang kisah asmaraku?!"

"Kisah asmara kepalamu!" tembak Leng Shuang penuh emosi, memasang raut wajah facepalm yang amat dalam.

"Kau ini pria! Dia juga pria! Dan yang paling penting, dia ini pangeran kekaisaran yang sedang berpura-pura gila! Jika para petinggi istana melihatmu berkeliaran di sini setiap hari, Paviliun Redup milik kita bisa diserbu pasukan kerajaan!"

Gu Juechen dan Feng Wuchen yang menyaksikan interaksi dua bersaudara kembar itu hanya bisa menggelengkan kepala. Ketegangan yang tadinya membumbung tinggi mendadak buyar oleh komedi picisan kakak-beradik pemilik rumah bordil tersebut.

Xuanyuan kembali menggelengkan kepala seraya menghembuskan napas pelan. Akting dinginnya luntur, berganti dengan helaan napas lelah.

"Kalian berdua benar-benar pasangan kembar yang sangat bising."

Leng Shuang langsung menghentikan omelannya, lalu berbalik dan membungkuk hormat kepada Xuanyuan dengan sikap prajurit sejati.

"Mohon maaf atas kelakuan kakak hamba yang tidak tahu malu ini, Pangeran Ke-14. Hamba tahu Anda memiliki kekuatan luar biasa yang menyamar di istana ini. Hamba hanya memastikan bahwa Paviliun Redup tidak akan diseret ke dalam pusaran konflik tahta Anda."

Xuanyuan menatap Leng Shuang dengan sedikit rasa kagum. Berbeda dengan kakaknya yang flamboyant dan bertindak berdasarkan impuls keindahan, Leng Shuang sangat praktis, tajam, dan realistis.

"Jangan khawatir, Nona Leng Shuang," balas Xuanyuan ramah.

"Selama kakakmu tidak mencoba memelukku atau menulis puisi picisannya di dinding kediamanku, Paviliun Redup akan tetap aman."

"Dengar itu, Kakak?! Hentikan puitismu!" gertak Leng Shuang seraya melotot ke arah Leng Yan.

Leng Yan hanya merajuk pelan, mengibaskan kipas emasnya seraya menatap Xuanyuan dengan mata berbinar. "Tapi keindahan Pangeran Xuanyuan terlalu sayang untuk dilewatkan dalam diam..."

"Ayo pulang!" Leng Shuang langsung menjambak bagian belakang kerah jubah sutra merah Leng Yan untuk kedua kalinya hari itu, menyeret tubuh kakaknya yang cukup jangkung itu memanjat tembok taman.

"T-tunggu! Shuang'er! Aku belum selesai bicara tentang Ujian Perburuan! Pangeran Xuanyuan! Jangan lupa bahwa aku akan selalu mendukungmu dari balik bayangan!" jerit Leng Yan dramatis saat tubuhnya dipaksa melompati tembok oleh adiknya.

Gedebuk!

Suara tubuh Leng Yan yang mendarat agak kasar di luar tembok disusul oleh omelan nyaring Leng Shuang yang memudar di kejauhan.

Taman kembali sunyi.

Feng Wuchen melangkah mendekati Xuanyuan. "Yang Mulia, mengenai kabar dari Leng Yan tentang Pangeran Ke-3 yang menyewa pembunuh bayaran untuk menyerang Balai Lelang Xingzhou..."

"Sampaikan pesan pada Han Xingzhou dan Po Jun," potong Xuanyuan tenang. Ia berjalan menuju meja batu taman dan menduduki kursi ukirnya dengan gaya anggun.

"Biarkan para pembunuh bayaran itu masuk ke dalam balai lelang. Namun, begitu mereka melangkah melewati pintu utama... pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang keluar dalam keadaan bernapas."

"Diterima, Yang Mulia," sahut Feng Wuchen tegas.

"Dan mengenai Ujian Perburuan Musim Semi tiga hari lagi..." Xuanyuan menyunggingkan senyuman jahil yang sangat memikat.

"Gu Juechen, siapkan tenda terbaik, beberapa botol anggur buah dari ruang dimensi, serta seperangkat alat pancing. Kita akan menjadikan arena perburuan kekaisaran sebagai tempat piknik pribadi."

Gu Juechen tersenyum lebar. "Hamba akan menyiapkan bahan makanan terbaik, Yang Mulia. Pangeran Ke-3 pasti akan sangat 'terkesan' melihat Anda menikmati hidup di tengah ancaman binatang buas."

Xuanyuan mengangkat pandangannya ke arah langit cerah Kekaisaran Tianming. Di balik topeng pangeran gila dan lemah yang ia kenakan setiap hari, pergerakan catur kekuasaannya telah dimulai.

Gelombang kekacauan mungkin akan segera melanda benua, tetapi bagi seorang Immortal Emperor Puncak, semua itu tak lebih dari panggung sandiwara yang siap ia nikmati.

Episodes
1 Season 1: The Smiling Emperor Chapter 1: The Foolish Fourteenth Prince
2 Chapter 2: Gold, Jade, and a Hidden Realm
3 Chapter 3: The Royal Bully's Taunt
4 Chapter 4: Smiling Through the Insults
5 Chapter 5: Two Loyal Shadows
6 Chapter 6: The Master of Xingzhou Pavilion
7 Chapter 7: A Million Year Herb for Tea
8 Chapter 8: The Commander of Po Jun Mercenaries
9 Chapter 9: The Flamboyant Master of Brothel
10 Chapter 10: Beauty Belongs to the Fool
11 Chapter 11: Leng Shuang’s Scolding Iron Fist
12 Chapter 12: Flirting with an Immortal
13 Chapter 13: The Auction House Mystery
14 Chapter 14: Brotherly Mockery at the Feast
15 Chapter 15: Acting Crazy to Save Trouble
16 Chapter 16: A Dimension Full of Precious Fruit
17 Chapter 17: Leng Yan’s Uninvited Visit
18 Chapter 18: The Tomboy Sister’s Apology
19 Chapter 19: Pushing the Third Prince’s Buttons
20 Chapter 20: Mercenary Signal in the Capital
21 Chapter 21: The Secret Pill Collection
22 Chapter 22: Who Is the True Master?
23 Dramatic Flirting and Cooking Herbs
24 The Prince’s Silly Smile
25 A Sudden Cultivation Trap
26 Overpowered in Silence
27 Leng Yan’s Flamboyant Rescue Plan
28 Backfire at the Imperial Court
29 The Fool’s Secret Victory
30 A Toast Among Shadows
31 Season 2: Shadows of the Realm :The Underworld Shifts
32 The Third Prince's Scheme
33 Leng Yan’s Bold Proposal
34 Sisterly Violence to the Rescue
35 The Spatial Treasury Revealed
36 Poison, Tea, and Big Smiles
37 The Mercenary King’s Secret Order
38 A Night at the Brothel Roof
39 Chapter 39: The Handsome Fool’s Charm
40 Chapter 40: Xingzhou Pavilion’s Grand Sale
41 Chapter 41: Bidding Against the Imperial Family
42 Chapter 42: The Third Prince Loses His Temper
43 Chapter 43: A Secret Meeting of 21 Siblings
44 Chapter 44: Playing the Victim Perfectly
45 Chapter 45: Leng Shuang’s Suspicions
46 Chapter 46: The Flamboyant Fan and Flying Swords
47 Chapter 47: An Immortal Emperor’s Sneeze
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Season 1: The Smiling Emperor Chapter 1: The Foolish Fourteenth Prince
2
Chapter 2: Gold, Jade, and a Hidden Realm
3
Chapter 3: The Royal Bully's Taunt
4
Chapter 4: Smiling Through the Insults
5
Chapter 5: Two Loyal Shadows
6
Chapter 6: The Master of Xingzhou Pavilion
7
Chapter 7: A Million Year Herb for Tea
8
Chapter 8: The Commander of Po Jun Mercenaries
9
Chapter 9: The Flamboyant Master of Brothel
10
Chapter 10: Beauty Belongs to the Fool
11
Chapter 11: Leng Shuang’s Scolding Iron Fist
12
Chapter 12: Flirting with an Immortal
13
Chapter 13: The Auction House Mystery
14
Chapter 14: Brotherly Mockery at the Feast
15
Chapter 15: Acting Crazy to Save Trouble
16
Chapter 16: A Dimension Full of Precious Fruit
17
Chapter 17: Leng Yan’s Uninvited Visit
18
Chapter 18: The Tomboy Sister’s Apology
19
Chapter 19: Pushing the Third Prince’s Buttons
20
Chapter 20: Mercenary Signal in the Capital
21
Chapter 21: The Secret Pill Collection
22
Chapter 22: Who Is the True Master?
23
Dramatic Flirting and Cooking Herbs
24
The Prince’s Silly Smile
25
A Sudden Cultivation Trap
26
Overpowered in Silence
27
Leng Yan’s Flamboyant Rescue Plan
28
Backfire at the Imperial Court
29
The Fool’s Secret Victory
30
A Toast Among Shadows
31
Season 2: Shadows of the Realm :The Underworld Shifts
32
The Third Prince's Scheme
33
Leng Yan’s Bold Proposal
34
Sisterly Violence to the Rescue
35
The Spatial Treasury Revealed
36
Poison, Tea, and Big Smiles
37
The Mercenary King’s Secret Order
38
A Night at the Brothel Roof
39
Chapter 39: The Handsome Fool’s Charm
40
Chapter 40: Xingzhou Pavilion’s Grand Sale
41
Chapter 41: Bidding Against the Imperial Family
42
Chapter 42: The Third Prince Loses His Temper
43
Chapter 43: A Secret Meeting of 21 Siblings
44
Chapter 44: Playing the Victim Perfectly
45
Chapter 45: Leng Shuang’s Suspicions
46
Chapter 46: The Flamboyant Fan and Flying Swords
47
Chapter 47: An Immortal Emperor’s Sneeze

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!