Setelah pembicaraan mereka selesai, Aynara berpamitan untuk menjenguk Wicaksono.
Regan hanya mengangguk dan membiarkannya pergi.
Pintu tertutup perlahan di belakang Aynara. Namun, baru beberapa langkah meninggalkan kamar, ia berhenti. Entah kenapa, ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Aynara menoleh ke arah pintu yang baru saja ditutupnya.
"Kenapa rasanya dia kayak bukan Aksa?"
Aksa yang ia kenal selalu angkuh dan penuh percaya diri. Pria itu terbiasa merasa semua berada dalam kendalinya. Cara berbicaranya pun sering kali terdengar merendahkan, seolah tidak ada orang yang cukup layak untuk menentangnya.
Namun, pria yang baru saja ditemuinya terasa berbeda. Gesturnya jauh lebih tenang. Sorot matanya memang tetap tajam, tetapi tidak ada kesombongan yang biasanya begitu mudah ia kenali. Bahkan ketika berkomunikasi lewat tulisan, Aksa terasa lebih nyaman diajak berbicara. Ada ketenangan aneh dalam dirinya.
Dan ada satu hal lain yang justru paling mengganggu Aynara. Biasanya, setiap kali berada di dekat Aksa, emosinya mudah tersulut. Bahkan melihat wajah pria itu saja sudah cukup membuatnya mengingat semua perkataan menyebalkan yang pernah dilontarkannya.
Namun, sejak melihat Aksa setelah kecelakaan, perasaan itu menghilang. Tidak ada rasa kesal, tidak ada dorongan untuk menjaga jarak karena muak. Yang ada justru rasa aneh yang sulit ia jelaskan.
Aynara mengerutkan kening. “Jangan-jangan karena amnesia?”
Ia mengembuskan napas pelan. Mungkin memang itu penyebabnya. Aksa kehilangan sebagian ingatannya. Bisa jadi cara berpikir dan reaksinya ikut berubah setelah kecelakaan. Meski begitu, pertanyaan itu tetap berputar di kepalanya.
"Kenapa perubahannya terasa sejauh ini?"
Aynara akhirnya melanjutkan langkah menuju ruangan Wicaksono.
Ia tidak tahu bahwa untuk pertama kalinya sejak mengenal Aksa, dirinya baru saja merasa nyaman berada di dekat pria itu.
***
Sementara itu, Asti baru saja hendak meninggalkan ruangan Wicaksono ketika pintu terbuka.
Gunadi masuk dengan langkah t…
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU
58. Aksa yang Berbeda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
Fadillah Ahmad
Kalian itu memang berjodoh Aynara... 😂😂😂 Makanya, kamu di pertemukan oleh takdir... 😂😂😂 Dsn untung saja, Aksa belum pernah menyentuhmu seujung rambut pun. Kalau saja itu sampai terjadi, berarti kamu sudah memakai barang bekas pakai. Bekas dari menyentuh Perempuan lain. Bekas 'Berbagi Peluh' dengan wanita lain. 😂😂😂 Memang sudah sepantasnya, kamu berjodoh dengan Regan, Aynara... 😂😂😂
2026-09-08
1
Fadillah Ahmad
Betul! Itulah salahnya Aksa. Dia telahir Angkuh dan Sombong. Karena, dia sudah biasa hidup enak. Berbeda dengan Regan. Dia sejak kecil hidupnya sudah keras. Jadi, Regan tau betul cara menghargai orang lain. Dan dia juga tau, cars mrnghormati orang. 😂😂😂 Tidak sama kayak Aksa. 😂😂😂
2026-09-08
1
Fadillah Ahmad
Pikiran seperti itu eajar kok Aynara... 😂😂😂 Siapapun orangnya, pastilah akan bertanya hal yang sama kok. Masa tiba-tiba dalam waktu sekejap saja, Aksa bisa berubah 180°C begitu. 😂😂😂 Wajarlah, kamu bertanya-tanya begitu... 😂😂😂 Tapi, yang penting sekarang, kamu nikmati saja dulu Aynara... 😂😂😂
2026-09-08
1