Aynara berdiri di sisi pintu.
“Nyonya Muda.”
Aynara tampak sedikit terkejut mendengar sapaan itu. “Oh... Pak Gunadi.”
Gunadi menatapnya beberapa detik, kemudian menyingkir untuk memberinya jalan. “Silakan.”
Aynara mengangguk. Ia sebenarnya sudah berdiri di sana sejak beberapa saat lalu. Ia hendak masuk menemui Wicaksono, tetapi percakapan Asti dan Gunadi terdengar dari dalam ruangan.
Ia tidak bermaksud menguping. Namun, beberapa kalimat terlanjur sampai ke telinganya. Terutama satu kalimat.
Aksa seperti bukan dirinya.
Aynara menunduk sebentar. Aneh. Bukankah sejak tadi ia juga merasakan hal yang sama?
Ia mengangkat wajah ketika menyadari Gunadi masih berada di dekatnya. “Pak Gunadi.”
“Ya, Nyonya Muda?”
“Maaf. Saya sebenarnya mau masuk menemui Kakek. Saya tidak sengaja mendengar percakapan tadi.”
Gunadi tersenyum tipis. “Tidak perlu minta maaf. Nyonya juga tidak sedang melakukan sesuatu yang salah.”
Aynara mengangguk kecil. Gunadi kemudian melangkah pergi.
Sementara itu, Aynara masih berdiri di depan pintu. Pikirannya kembali pada percakapannya dengan Aksa tadi.
Sikap yang lebih tenang. Tatapan yang tajam, tetapi tidak merendahkan. Cara berkomunikasi yang jauh lebih mudah diterima. Dan permintaan maaf yang bahkan tidak pernah ia bayangkan akan keluar dari pria itu. Kini Asti juga merasakan perubahan yang sama.
Aynara menggigit bibir bawahnya pelan. "Jadi bukan cuma aku yang merasa dia berbeda?"
Ia menggeleng kecil. “Mungkin memang karena amnesia.”
Setelah meyakinkan dirinya sendiri dengan alasan itu, Aynara akhirnya membuka pintu dan masuk ke ruangan Wicaksono.
Sementara itu, Gunadi akhirnya menuju kamar Aksa. Sejak kecelakaan itu terjadi, hampir tidak ada waktu baginya untuk beristirahat.
Selain mengurus operasional perusahaan, ia harus memastikan jajaran direksi tetap tenang, menangani berbagai urusan yang sebelumnya berada di bawah kendali Aksa, serta mengikuti perkembangan penyelidikan kecelakaan yang hingga kini belum menemukan kendaraan penabrak.
Pintu kamar…
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU
59. Perubahan yang Terlalu Jelas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
ah makin penasaran, apa kuncinya ada pada kakek Wicaksono yah, soalnya meski dia memiliki cucu lain dari PIL dari mendiang putranya, tetap dia hanya mengakui Aksa sebagai pewaris satu" nya, bahkan nama perusahaannya pun tersemat nama cucunya itu,,,
2026-09-09
1
Anitha
Aksa yang arogan dan mudah tersulut sangat jauh perbedaannya dengan Regan yang sikapnya lebih tenang dan mau mendengarkan penjelasan dari orang terdekatnya
2026-09-09
1
evievoy
memang perubahan nya bkn 180° lg ini sudah 360° itu yg bikin mereka bingung tp y mau gimana mereka beda orang beda karakter
2026-09-09
1