Sinar matahari pagi perlahan menembus celah gorden kamar utama kediaman Prameswari.
Genta membuka matanya perlahan dan merasakan beban berat yang menindih lengan kirinya.
Kiara tertidur pulas dengan posisi memeluk lengan Genta, wajah cantiknya terlihat sangat damai dan kelelahan.
Semalaman suntuk wanita itu bersikeras menjaga Genta dan mengganti perban di lengan kanannya yang terkena goresan peluru.
"Kau tidur yang nyenyak Nona CEO, biarkan aku yang membersihkan sampah di halaman rumah kita hari ini," bisik Genta pelan.
Genta perlahan melepaskan pelukan Kiara tanpa membangunkan istrinya itu.
Dia bangkit dari ranjang, mengenakan kemeja hitam bersih, dan melangkah keluar kamar dengan tatapan mata sedingin es.
Pagi ini, Genta tidak akan pergi ke markas Prameswari Group untuk menemani istrinya bekerja.
Tujuannya hari ini hanya satu, meratakan keluarga Adhitama dengan tanah.
Satu jam kemudian, Genta sudah berdiri di depan lobi gedung pencakar langit milik Adhitama Group.
Gedung ini tidak kalah megah dari milik Kiara, menunjukkan betapa besarnya kekuasaan keluarga musuh ini di kota.
Empat satpam bertubuh besar langsung menghadang langkah Genta saat dia mencoba melewati pintu kaca otomatis.
"Hei berhenti di sana, kau mau cari mati masuk ke sini tanpa kartu identitas?!" bentak salah satu satpam kasar.
Genta tidak membuang waktu untuk berbicara dengan cecunguk rendahan.
Brak!
Genta melayangkan satu tendangan lurus tepat ke dada satpam itu hingga tubuhnya terpental menabrak pintu kaca.
Prang!
Pintu kaca tebal itu hancur berantakan menimpa tubuh satpam yang langsung pingsan seketika.
Tiga satpam lainnya terbelalak kaget dan segera mencabut tongkat listrik dari pinggang mereka.
"Serang penyusup ini!" teriak mereka bersamaan menerjang Genta.
Genta hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping, menghindari ayunan tongkat listrik yang menyambar udaranya.
Dua jarinya dengan cepat menekan titik saraf di bawah ketiak ketiga satpam itu secara bergantian.
Bruk! Bruk! Bruk!
Ketiga pria be…
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI
BAB 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments