BAB 8: Makan Siang Tiga Orang dan Mata-Mata Rahasia

​Restoran ala Barat di depan kantor Ruella Creative siang itu terasa sangat dingin, bukan hanya karena pendingin udaranya yang diset maksimal, melainkan karena atmosfer yang melingkupi meja nomor tujuh.

​Askara duduk dengan tegap di kursi utama. Mengenakan kemeja abu-abu gelap dengan gulungan lengan rapi, tatapan matanya tajam dan dingin menusuk lurus ke arah pria muda di hadapannya.

​Di sebelah Askara, Nadira duduk dengan gelisah, sesekali menyikut lengan Askara dengan wajah bersungut-sungut. Sementara di hadapan mereka berdua, Sagara Alberga—sang anak magang—duduk santai sambil menyandarkan punggungnya, tersenyum lebar tanpa beban sedikit pun.

​"Jadi... Mas ini siapanya Mbak Nadira?" tanya Gara santai, memotong daging stik di piringnya lalu menyuapnya dengan tenang. Tangannya lalu meraih segelas es teh manis. "Abangnya ya? Soalnya muka kalian agak beda sih."

​"Gue calon suaminya," jawab Askara pendek, mantap, dan dingin.

​"Askara!" bisik Nadira menepuk paha Askara di bawah meja, matanya melotot. "Lo apa-apaan sih?! Gara cuma anak magang gue, kenapa lo harus ikut makan siang segala?!"

​"Kenapa? Gue gak boleh makan siang sama calon istri gue sendiri?" balas Askara tenang, menoleh menatap Nadira dengan alis terangkat sebelah. "Lagian gue yang bayar makan siang kalian hari ini."

​Gara justru terkekeh pelan, menatap Nadira dengan pandangan kagum yang sama sekali tidak disembunyikan dari Askara. "Wah, Mbak Nadira hebat ya. Katanya single kok dipanggil 'calon istri' sama Masnya. Tapi... setahu saya Mbak Nadira belum pake cincin di jarinya."

​Gara memajukan tubuhnya ke atas meja, menopang dagu dengan kedua tangannya sambil menatap langsung ke mata Nadira. "Berarti statusnya masih bebas dong? Sebelum janur kuning melengkung, saya masih punya kesempatan buat ngedeketin Mbak Nadira, kan?"

​Klek!

​Suara pisau dan garpu Askara yang beradu keras dengan piring porselen bergema di meja. Nadira menahan napasnya. Ia bisa melihat rahang Askara mengeras, menahan cemburu yang siap mel…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

umie chaby_ba

umie chaby_ba

mode protektif nih🤭

2026-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: Janji di Ujung Batas Waktu
2 BAB 2: Mitos Janji Konyol dan Kopi Favorit
3 BAB 3: Hujan, Sandal Pink, dan Senyum yang Tertahan
4 BAB 4: Aplikasi Jodoh dan Pertaruhan Terakhir
5 BAB 5: Ciuman Pertama dan Gigitan Pelampiasan
6 BAB 6: Permintaan Maaf dan Kunci Pintu Trauma
7 BAB 7: Berondong Magang dan Laporan Rahasia
8 BAB 8: Makan Siang Tiga Orang dan Mata-Mata Rahasia
9 BAB 9: Diamnya Askara dan Bencana Kebahagiaan
10 BAB 10: Tirai Tertutup dan Hening yang Menyiksa
11 BAB 11: Kopi, Sentilan Jidat, dan Ciuman Balasan
12 BAB 12: Permainan Bayangan dan Restoran Hotel Bintang Lima
13 BAB 13: Cokelat, Kecupan, dan Pengakuan Licik
14 BAB 14: Gigitan di Leher dan Cokelat yang Penyok
15 BAB 15: Pintu Terbuka dan Mata-Mata di Balik Celah
16 BAB 16: Pelarian ke Bandung dan Proteksi Tanpa Batas
17 BAB 17: Pintu Terkunci dan Dekapan Penyelamat
18 BAB 18: Mandi Air Dingin dan Ketahanan Seorang Pria
19 BAB 19: Pagi di Lembang dan Kepastian di Dubai
20 BAB 20: Ayunan Kayu, Buah Ceri, dan Bayangan Masa Depan
21 BAB 21: Panggilan Pengganggu dan Tabir Masa Lalu
22 BAB 22: Pengakuan Masa Kecil dan Ciuman Cemburu
23 BAB 23: Kalung Berlian dan Keposesifan Tanpa Batas
24 BAB 24: Kepulangan ke Jakarta dan Persiapan Hari Rabu
25 BAB 25: Sah Secara Hukum dan Rumah Impian
26 BAB 26: Janji Malam Pertama dan Pelukan Haru Nadeo
27 BAB 27: Malam Pertama dan Lembaran Baru di Rumah Baru
28 BAB 28: Pagi Pertama, Omelan Manis, dan Luka Memar
29 BAB 29: Bekas Luka, Perhatian Kecil, dan Kecantikan Gaun Pengantin
30 BAB 30: Bayangan Dendam di Balik Kaca Mobil
31 BAB 31: Bayangan Musuh dan Perlindungan Ketat
32 BAB 32: Gelora Cinta dan Ancamannya di Tengah Malam
33 BAB 33: Piyama Sutra, Mie Instan, dan Cabai Rawit
34 BAB 34: Pagi yang Khas, Isyarat Bahaya, dan Badai di Ruella Creative
35 BAB 35: Kepanikan berlebihan dan Kepedulian Tanpa Batas
36 BAB 36: Ruang Rawat, Omelan Suami, dan Murkanya Sang Singa
37 BAB 37: Pelukan Warmah dan Janji Sang Suami
38 BAB 38: Ciuman, Bayaran Mahal, dan Candu di Ruang VIP
39 BAB 39: Kenikmatan, Lamunan, dan Takdir Sang Pelindung
40 BAB 40: Pintu Berderit, Kehangatan Keluarga, dan Menuju Hari Bahagia
41 BAB 41: Pulang, Pengawalan Ketat, dan Sikap Protektif Sang Suami
42 BAB 42: Pagi yang Terkunci, Perintah Mutlak, dan Sumpah Dendam Sang Musuh
43 BAB 43: Gaun Pengantin, Pesta Kristal, dan Terrro Berdarah
44 BAB 44: Amarah Sang Singa, Evakuasi Darurat, dan Janji Pembalasan
45 BAB 45: Cincin di Antara Trauma, Kamar Pengantin, dan Kado Ulang Tahun
46 BAB 46: Pelukan Positif, Desakan Proyek Dubai, dan Kecemasan Sang Istri
47 BAB 47: Panggilan Janji Dubai dan Klaim Malam Pengantin
48 BAB 48: Pelukan Usai Gairah, Persiapan Koper, dan Mandat Ruella Creative
49 BAB 49: Penerbangan Protektif dan Perangkap Dendam Trah Adiguna
Episodes

Updated 49 Episodes

1
BAB 1: Janji di Ujung Batas Waktu
2
BAB 2: Mitos Janji Konyol dan Kopi Favorit
3
BAB 3: Hujan, Sandal Pink, dan Senyum yang Tertahan
4
BAB 4: Aplikasi Jodoh dan Pertaruhan Terakhir
5
BAB 5: Ciuman Pertama dan Gigitan Pelampiasan
6
BAB 6: Permintaan Maaf dan Kunci Pintu Trauma
7
BAB 7: Berondong Magang dan Laporan Rahasia
8
BAB 8: Makan Siang Tiga Orang dan Mata-Mata Rahasia
9
BAB 9: Diamnya Askara dan Bencana Kebahagiaan
10
BAB 10: Tirai Tertutup dan Hening yang Menyiksa
11
BAB 11: Kopi, Sentilan Jidat, dan Ciuman Balasan
12
BAB 12: Permainan Bayangan dan Restoran Hotel Bintang Lima
13
BAB 13: Cokelat, Kecupan, dan Pengakuan Licik
14
BAB 14: Gigitan di Leher dan Cokelat yang Penyok
15
BAB 15: Pintu Terbuka dan Mata-Mata di Balik Celah
16
BAB 16: Pelarian ke Bandung dan Proteksi Tanpa Batas
17
BAB 17: Pintu Terkunci dan Dekapan Penyelamat
18
BAB 18: Mandi Air Dingin dan Ketahanan Seorang Pria
19
BAB 19: Pagi di Lembang dan Kepastian di Dubai
20
BAB 20: Ayunan Kayu, Buah Ceri, dan Bayangan Masa Depan
21
BAB 21: Panggilan Pengganggu dan Tabir Masa Lalu
22
BAB 22: Pengakuan Masa Kecil dan Ciuman Cemburu
23
BAB 23: Kalung Berlian dan Keposesifan Tanpa Batas
24
BAB 24: Kepulangan ke Jakarta dan Persiapan Hari Rabu
25
BAB 25: Sah Secara Hukum dan Rumah Impian
26
BAB 26: Janji Malam Pertama dan Pelukan Haru Nadeo
27
BAB 27: Malam Pertama dan Lembaran Baru di Rumah Baru
28
BAB 28: Pagi Pertama, Omelan Manis, dan Luka Memar
29
BAB 29: Bekas Luka, Perhatian Kecil, dan Kecantikan Gaun Pengantin
30
BAB 30: Bayangan Dendam di Balik Kaca Mobil
31
BAB 31: Bayangan Musuh dan Perlindungan Ketat
32
BAB 32: Gelora Cinta dan Ancamannya di Tengah Malam
33
BAB 33: Piyama Sutra, Mie Instan, dan Cabai Rawit
34
BAB 34: Pagi yang Khas, Isyarat Bahaya, dan Badai di Ruella Creative
35
BAB 35: Kepanikan berlebihan dan Kepedulian Tanpa Batas
36
BAB 36: Ruang Rawat, Omelan Suami, dan Murkanya Sang Singa
37
BAB 37: Pelukan Warmah dan Janji Sang Suami
38
BAB 38: Ciuman, Bayaran Mahal, dan Candu di Ruang VIP
39
BAB 39: Kenikmatan, Lamunan, dan Takdir Sang Pelindung
40
BAB 40: Pintu Berderit, Kehangatan Keluarga, dan Menuju Hari Bahagia
41
BAB 41: Pulang, Pengawalan Ketat, dan Sikap Protektif Sang Suami
42
BAB 42: Pagi yang Terkunci, Perintah Mutlak, dan Sumpah Dendam Sang Musuh
43
BAB 43: Gaun Pengantin, Pesta Kristal, dan Terrro Berdarah
44
BAB 44: Amarah Sang Singa, Evakuasi Darurat, dan Janji Pembalasan
45
BAB 45: Cincin di Antara Trauma, Kamar Pengantin, dan Kado Ulang Tahun
46
BAB 46: Pelukan Positif, Desakan Proyek Dubai, dan Kecemasan Sang Istri
47
BAB 47: Panggilan Janji Dubai dan Klaim Malam Pengantin
48
BAB 48: Pelukan Usai Gairah, Persiapan Koper, dan Mandat Ruella Creative
49
BAB 49: Penerbangan Protektif dan Perangkap Dendam Trah Adiguna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!