Suasana ruang rawat VIP Rumah Sakit Medika Utama kembali hening dan hangat. Aroma antiseptik yang semula menusuk hidung serasa kalah oleh wangi maskulin khas Askara yang menyelimuti seluruh indra Nadira.
Nadira menyandarkan pipinya di dada bidang Askara, mendengarkan detak jantung suaminya yang berdenyut stabil dan menenangkan. Jemari lentiknya yang bebas dari jarum infus memainkan kancing kemeja putih Askara, memutarnya perlahan sambil pikirannya membayangkan berbagai macam hal makanan.
"Aska..." panggil Nadira pelan, suara manjanya mengalun halus di ceruk leher Askara.
"Apa, Sayang?" sahut Askara lembut. Jemari tangannya tak berhenti mengusap helai demi helai rambut gelombang Nadira dengan ritme yang begitu teratur.
"Gue... tiba-tiba pengen banget makan sesuatu," cicit Nadira. Ia mendongak, menatap dagu kokoh Askara dengan binar mata polos yang berbinar-binar.
Askara menurunkan pandangannya, menyunggingkan senyuman tipis. "Mau makan apa? Kan tadi dokter bilang harus makan makanan lunak dulu. Bubur ayam rumah sakit kan ada?"
"Ih, gak mau bubur! Gak ada rasanya!" protes Nadira memajukan bibirnya beberapa sentimeter. "Gue pengen salmon sashimi yang seger banget itu loh! Sama unagi roll yang pakai saus manis gurih dari restoran Jepang langganan kita di Senopati. Pliss... beliin ya?"
Mendengar permintaan yang begitu spesifik dan tiba-tiba dari istrinya di tengah kondisi tubuh yang baru saja drop, kelopak mata Askara seketika melebar. Logika berpikir pria itu mendadak terhenti di satu titik yang sama seperti saat di kantor tadi.
Askara menegakkan posisi duduknya, menatap wajah Nadira dengan pandangan penuh selidik bercampur binar kebahagiaan yang liar.
"Nad..." panggil Askara dengan suara bergetar, memegang kedua bahu Nadira. "Lo... lo beneran ngidam kan?!"
Nadira melongo. "Hah?!"
"Iya! Ini pasti ngidam!" cerocos Askara heboh sendiri, raut wajah tampannya yang biasa dingin kini berganti menjadi raut polos yang menggebu-gebu. "Tadi siang lo pingsan, perut lo…
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!
BAB 38: Ciuman, Bayaran Mahal, dan Candu di Ruang VIP
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments