Asap hitam pekat masih membumbung tipis di sudut ballroom yang kini luluh lantak. Suara sirine sistem kedaruratan gedung meraung-raung nyaring, bersahut-sahutan dengan kepanikan luar biasa dari para tamu undangan yang berlarian keluar. Di atas pelaminan yang semula megah, suasana berubah menjadi mencekam.
"ASKA! Mereka mau bunuh gue, Aska... gue takut!"
Nadira menangis histeris di lantai pelaminan, jemarinya cengkeramannya begitu kuat di kain tuxedo hitam Askara. Tubuhnya bergetar hebat setelah menyaksikan langsung dampak ledakan kilat yang merenggut nyawa pelayan katering di sudut ruangan tadi. Gaun pengantin mewahnya yang indah kini ternoda sedikit debu material bangunan.
Askara segera berlutut, merengkuh erat tubuh Nadira ke dalam dekapannya. Pria itu menyusupkan telapak tangannya ke belakang kepala Nadira, menyembunyikan wajah pucat istrinya di dada bidangnya agar tidak melihat genangan darah di ujung sana.
"Gak apa-apa, Sayang... gak apa-apa. Ada gue di sini. Gak ada yang bisa menyentuh lo," bisik Askara dengan suara rendah, berusaha menenangkan Nadira meskipun rahangnya mengeras menahan amarah yang hampir meledak dari dadanya.
"Mas Aska! Tim evakuasi sudah siap di koridor belakang!" seru Bimo setengah berteriak menembus bisingnya suara sirine gedung. "Keluarga besar sudah berhasil diamankan di mobil bulletproof utama. Kita harus segera keluar sekarang, Pak! Situasi area luar belum bisa kita pastikan seratus persen steril!"
Askara mendongak. Iris mata hitamnya berkilat tajam seperti bilah pisau yang siap menghujat siapa saja. "Bimo, bawa enam personel pengawal terbaik buat barikade jalan. Kalau ada pergerakan mencurigakan sekecil apa pun dari arah kerumunan, tembak langsung di tempat!"
"Siap, Pak Askara!" tegas Bimo dengan senapan laras pendek yang sudah terkokang di tangannya.
Askara tanpa ragu menggendong tubuh Nadira secara bridal style. Nadira yang diliputi rasa trauma mendalam hanya bisa melingkarkan kedua tangannya erat-erat di leher Askara, meme…
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!
BAB 44: Amarah Sang Singa, Evakuasi Darurat, dan Janji Pembalasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments