Aku tersenyum kala melihat tempat yang sepertinya tak asing untukku. Tempat yang sepertinya pernah ku datangi sebelumnya. Aku mencoba untuk keluar dari lubang dengan berpegangan akar-akar rumput liar. Rumput yang merambat dan sangat kuat.
"Itu, itu. Tolongin. Siapa itu." terdengar sebuah suara samar-samar sebelum akhirnya aku terlelap dan tak sadarkan diri.
Aku menggeliat, merasakan seluruh tubuhku yang remuk redam. Meringis menahan sakit serta merintih karena nyeri yang tak terhingga.
"Jenna. Bangun." sebuah suara yang sangat ku rindukan terdengar membangunkan.
Aku mendengarnya, namun aku tak bisa membuka mata. Rasanya sangat berat dan susah seperti terkunci.
"Jenna, kamu dengar mama?" ya, itu suara Mama. Sedang apa Mama disini? Atau aku hanya bermimpi.
"Mama, Jenna kangen, Mama." rasanya ingin sekali aku berteriak memanggil Mama dan memeluknya. Namun rasanya tubuh ini sangat sulit di gerakkan. Bahkan mulutku terasa terkunci sehingga tak mampu mengeluarkan kata barang sepatah kata pun.
"Sabar, Bu. Nanti Mbak Jenna akan sadar sendiri. Kita sabar dan banyak berdoa. Sepertinya jiwanya belum seutuhnya kembali."
"Jiwa? Kembali? Jadi apa maksudnya semua ini?" Aku mendengar suara ucapan mereka, namun aku tak bisa ikut menimpali. Aku ingin memberitahukan kalau aku baik-baik saja.
"Memangnya apa yang membuat anak saya belum sadar juga, Pak? Tapi Pak Kromo lihat sendiri kan? Anak saya bergerak." terdengar suara Mama dengan menahan isak tangisnya. Ya, aku tahu kalau Mama menangis kali ini.
"Sepertinya Mbak Jenna sudah memakan makanan dari alam sana, Bu. Jadi itu yang membuat jiwanya belum kembali seutuhnya." jawab suara lelaki yang ku ketahui bernama Pak Kromo itu.
"Tunggu, berarti itu artinya aku berada di penginapan? Lalu bagaimana dengan Robby dan Tommy?" aku bergumam dan bergelut dengan pikiranku sendiri. Memikirkan bagaimana nasib dua laki-laki sahabatku itu membuatku ingin cepat-cepat bangun. Bagaimana pun kami pulang bertiga, maka aku akan memastikan kalau mereka sela…
Mendaki Gunung Slamet
Jiwa Yang Tertahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments