Jarum jam sudah menunjukan waktu lewat tengah malam. Namun mataku tak juga mau terpejam. Pikiranku melayang, memikirkan nasib kedua sahabatku yang ku lihat di cermin tadi siang.
Ku tengok ke arah dimana cermin tadi siang berada. Kosong, Robby pasti sudah memindahkannya saat aku tertidur tadi. Aku menelisik, memandang ke seluruh penjuru kamar. Sepi, hanya itu yang ku rasakan. Bahkan binatang malam pun tak terdengar suaranya. Kembali ku rebahkan badan, menarik selimut sebatas leher. Kembali mencoba untuk memejamkan mata karena jarum jam sudah menunjukan di angka dua dini hari.
"Hhhmmm..."
Aku melenguh menahan dingin saat merasakan tarikan selimut ke arah bawah.
Ku rasakan hawa dingin di bagian bawah. Ku gapai selimut yang tadi sempat menutupi hampir seluruh tubuhku. Nihil. Aku yang merasa sangat mengantuk karena baru saja terpejam kini terpaksa harus bangkit untuk meraih selimut yang ternyata terjatuh di bawah tempat tidur. Perlahan aku beranjak turun, mencondongkan badan untuk meraih selimut yang tergeletak di lantai.
Mataku membulat saat tak sengaja menangkap dua cahaya merah di ujung kamar. Secepat kilat ku raih selimut dan kembali ku rapatkan ke seluruh tubuh. Kali ini ku tutup hingga kepala. Nafasku tersengal, detak jantung berpacu tak beraturan. Bahkan hawa sejuk dari mesin pendingin ruangan tak terasa lagi di tubuh ini. Keringat membanjiri seluruh tubuh. Bahkan peluh di badan sudah membanjiri baju yang tadinya kering kini berubah menjadi basah.
Ku eratkan genggamanku pada selimut manakala terasa dari bawah sana seseorang sedang menarik selimutku ke bawah. Tanganku sudah terasa dingin karena takut. Ingin rasanya berteriak memanggil Mama. Namun rasanya percuma saja. Kamar Mama yang berada di ujung, pasti tak akan terdengar jika aku berteriak. Yang ada, malah sosok bermata merah itu akan menjadikanku bulan bulanan karena mengetahui ketakutanku.
Ku baca surat-surat pendek yang ku hafal. Membaca istighfar berkali-kali untuk menetralisir rasa takut yang semakin tak…
Mendaki Gunung Slamet
Bab 27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments