3. Ervan Wijaya

...Selamat membaca ......

Seseorang yang masih mengenakan seragam olahraga itu tampak sibuk dengan ponselnya. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang untuk menemuinya. Ia sudah menyiapkan kata-kata yang bagus untuk ia utarakan pada Nasya nanti.

Ah, siapa lagi orang itu kalau bukan Ervan Wijaya. Seorang siswa yang terkenal seantero SMA Erlangga. Siswa dengan segudang prestasi sekaligus memilki ketampanan di atas rata-rata.

Tidak ada yang tidak mengenalinya.

"Hai." Sapa Ervan ketika Nasya menghampirinya. Mereka duduk manis di kursi taman di samping sekolah.

Gadis berambut pirang itu tersenyum ke arahnya. Tidak pernah berubah, senyuman itu selalu mampu membuat Ervan berdebar-debar.

Jantungnya berdetak tak keruan di dalam sana.

"Kenapa ngajak ketemu di sini?" Tanya Nasya memecah keheningan karena sedari tadi Ervan hanya diam saja.

"Gapapa..bosen aja nih, pengen ngobrol aja.. hehe.." jawab Ervan tersenyum semanis mungkin. Ia menatap Nasya cukup lama. Nasya yang ditatap seperti itu merasa malu dan mengalihkan pandangannya dari Ervan. Laki-laki itu tidak tahu kalau jantung Nasya seakan lari marathon saat dipandang seperti itu olehnya.

"Aku nggak nyangka kita bakal ketemu lagi dan ngobrol kaya gini." Ujar Ervan. Nasya membenarkan ucapannya dengan mengangguk.

"Iya, terakhir kita ketemu pas tiga tahun yang lalu di lapangan basket sekolah dulu. Sejak kejadian itu kita nggak pernah bertemu lagi." Nasya tersenyum kecut. Ervan kembali merasa bersalah mengingatnya.

Dulu ia terlalu egois dan masih labil, lebih percaya dengan gosip yang tidak berdasar daripada percaya dengan pacarnya sendiri. Ia sungguh menyesal sampai detik ini. Jika gadis itu memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu, dengan senang hati ia akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan itu.

Perasaan bersalah selalu menghantuinya. Saat ini doanya pada Tuhan-nya terkabul, akhirnya mereka dipertemukan kembali dengan tak terduga. Perasaan itu masih ada. Ervan masih mengharapkan gadis itu kembali padanya.

"Maaf. Waktu itu aku pernah ninggalin kamu daripada dengerin penjelasan kamu. Aku emang egois, seharusnya aku lebih percaya sama kamu daripada gosip itu." Ucap Ervan dengan penuh penyesalan.

Nasya menggeleng dan tersenyum padanya.

"Nggak apa-apa kok, lagian itu udah masa lalu. Aku udah lupain semuanya. Santai aja kali, Van."

"Kalo kamu ngasih aku kesempatan buat menebus kesalahanku di masa lalu, aku bersedia untuk memperbaikinya, Sya."

"Hah? Maksudnya?"

"Ehm...aku pengen balikan sama kamu. Kamu mau kan? Aku janji nggak akan ngulangin kesalahan yang sama."

Nasya tampak kaget, Ervan tiba-tiba memeluknya. Dirinya hanya diam mematung, tidak juga membalas pelukan itu. Entah mengapa jantungnya berdebar-debar saat Ervan memeluknya.

Nasya segera menjauhkan tubuh Ervan darinya.

"Sorry, Van. Aku nggak bisa. A-aku mau ke kelas." Nasya segera berlari meninggalkan Ervan di sana. Ia tak menghiraukan teriakan cowok itu memanggil namanya.

"Aku nggak akan nyerah gitu aja." batin Ervan.

***

Keyra berdecak kesal. Ia menendang benda apa saja yang ada di hadapannya untuk meluapkan kekesalannya. Nasya yang sedari tadi berjalan di sampingnya mengernyit heran padanya. Sesekali Keyra menggumam tidak jelas dengan ekspresi marah. Wajahnya merah padam, Nasya yang melihatnya sedikit khawatir.

"Kamu kenapa, Key? Sakitkah? Muka kamu merah banget Key." Nasya meletakkan telapak tangannya di dahi Keyra, namun gadis itu segera menepis tangan Nasya dengan kasar. Sorot matanya menatap Nasya penuh emosi.

"Ka-kamu baik-baik aja kan, Key?"

Nasya tampak ketakutan melihat Keyra seperti itu. Keyra meredam emosinya. Dalam hati ia terus merapal kata sabar.

Ia begitu karena tadi tak sengaja melihat Ervan memeluk Nasya. Dia cemburu. Entah apa hubungan keduanya Keyra penasaran dan kesal pada Nasya karena ia tak pernah memberitahunya. Menyebalkan.

"Ada hubungan apa kamu sama Ervan?" Tanya Keyra ketus. Nasya tampak kaget. Bagaimana Keyra bisa tahu?

"Nggak ada apa-apa kok, cuma temen aja." Jawab Nasya menyembunyikan rasa paniknya. Entahlah dia sendiri bingung mengapa harus sepanik itu. Seharusnya dia bisa bersikap biasa saja. Mungkin karena ia takut Keyra marah padanya?

"Nggak usah bohong. Apa yang kamu sembunyiin?"

"Nggak ada apa-apa, Keyra. Dulu Ervan itu adalah mantan aku waktu smp. Aku nggak nyangka aja bisa ketemu lagi sama dia di sekolah ini. Sekarang ya kita temen nggak lebih."

Jelas Nasya pada Keyra. Namun Keyra tampak tidak puas mendengar penjelasan sahabatnya itu.

"Jadi dulu kalian sempet pacaran? Kenapa aku nggak pernah tau itu?"

Keyra mulai meninggikan suaranya. Nasya terkejut mendengar nada bicara Keyra yang lantang. Sungguh, ia tidak menyukainya.

"Nggak semuanya harus aku ceritakan sama kamu Key. Emangnya salah aku punya privasi sendiri dan nggak mau orang lain tau. Kamu emang sahabat aku tapi kamu nggak berhak ngatur-ngatur hidup aku!"

Ucap Nasya kasar. Tanpa sadar ia menangis. Nasyra berlari meninggalkan Keyra yang masih terdiam mematung. Perkataan Nasya benar adanya, mereka hanya sebatas sahabat. Kata-kata Nasya sedikit melukai hatinya.

***

Nasya's PoV

Aku benci Keyra! Dia nggak berhak ngatur-ngatur aku. Selama ini aku selalu sabar menghadapinya. Kali ini dia bersikap seenaknya padaku. Memangnya salah kalau aku berteman dengan siapa saja? Aku nggak butuh izin darinya untuk itu. Dia memang sahabatku, seharusnya dia bisa menghargaiku.

Ting!

Aku tersenyum membaca chat dari Ervan. Dia benar-benar bisa membuatku terhibur.

Sifat humorisnya selalu membuat moodku berubah menjadi lebih baik.

Jujur, aku sangat senang bisa bertemu lagi dengannya. Rasa kagumku padanya tak pernah berkurang.

Ervan : Sya, besok aku jemput ya ke sekolah😊

Aku tersenyum membacanya. Kuketikkan balasan untuknya.

Nasya : boleh. Hehe 😊

Ervan : oke cantik. Sampe ketemu besok. Jangan kangen 😉

Aku terkikik geli membacanya. Dasar Ervan, nggak berubah.

Nasya: iya jelek 😛

Read.

"Ervan. Ervan. Ervan. Kenapa aku malah mikirin dia terus sih?!

Tau ah. Lebih baik aku tidur aja!"

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play