Author's PoV
Hari demi hari berlalu, sepertinya Nasya semakin dekat saja dengan Ervan. Setiap hari mereka sering berangkat ke sekolah bersama. Ervan selalu menjemput dan mengantarnya pulang. Sementara itu, Keyra selalu sendirian pergi ke sekolah. Mereka jarang menghabiskan waktu bersama lagi.
Di sekolah pun sama, biasanya waktu istirahat gadis itu selalu menghampiri sahabatnya ke kelas IPA 2. Tapi semenjak Nasya mulai dekat dengan Ervan, dia jadi malas untuk ke sana. Dirinya lebih sering bersama Nadia dan Radha sahabatnya yang konyol. Tapi tetap saja, dia merasa kesepian.
"Lo kenapa Key? Kayak nggak punya gairah buat hidup. Ada apa? Cerita sini sama kita?" Tanya Radha mulai jengah. Keyra hanya diam saja sambil mengaduk-ngaduk mi ayam di depannya yang sudah mengembang. Belum ia makan sama sekali.
"Gapapa kok." Jawab Keyra lesu.
Membuat Radha kesal saja.
"Kalo ada masalah, cerita sama kita. Jangan dipendam sendiri." Kali ini Nadia yang bersuara.
"Iya nih. Siapa tau kita bisa bantu, iya kan Nad?"
Timpal Radha. Nadia mengangguk membenarkan.
Mereka prihatin melihat kondisi sahabatnya yang akhir-akhir ini tak bersemangat seperti biasanya.
"Nggak apa-apa kok. Jangan khawatir, gue baik-baik aja." Keyra tersenyum pada kedua sahabatnya. Bagaimana reaksi mereka kalau ia bilang kalau dirinya sedang merindukan Nasya dan menaruh rasa pada sahabatnya itu? Tak bisa dibayangkan mereka akan menganggap dirinya aneh dan mungkin akan menjauhinya.
Suatu saat Keyra pasti akan memberitahu mereka.
"Hmm.. yaudah kalo gitu. Jangan pernah sungkan buat cerita sama kita. Kita ini sahabat kan?"
"Iya. Makasih Nad, Dha."
"Eh, Key. Akhir-akhir ini kok gue sering liat Ervan bareng Nasya terus? Mereka pacaran ya?" Tiba-tiba Keyra merasakan sesak di dadanya saat mendengar Radha bertanya seperti itu.
"Nggak tau. Iya kali." Jawab Keyra dengan tampang datar.
"Lah gimana sih kalian kan sahabatan udah lama. Masa lo nggak tau?"
"Nggak tuh."
Nadia dan Radha saling pandang satu sama lain. Kemudian menggeleng mendengar jawaban Keyra.
"Kalian berantem?" Nadia memicingkan matanya pada Keyra. Membuatnya terbelalak kaget. Sama seperti Radha yang menatapnya untuk menginterogasi dirinya. Namun dengan cepat Keyra menggeleng.
"Nggak kok. Udah ah gue ke kelas duluan ya."
Keyra segera beranjak dari kantin meninggalkan kedua temannya sebelum mereka menginterogasinya lebih dalam.
***
Di parkiran.
Keyra sengaja masih berdiam diri di sana karena menunggu Nasya untuk mengajaknya pulang bersama.
Sudah hampir setengah jam ia di sana, namun Nasya belum juga terlihat. Karena bosan, ia memutuskan untuk ke kelas Nasya saja. Siapa tahu dia masih ada di sana. Tapi keadaan sekolah sudah sepi.
Keyra telah sampai di depan kelas X IPA 2, lalu membuka pintunya, dan alangkah kagetnya dia saat melihat dua orang di dalam sana sedang berciuman.
Dada Keyra dipenuhi rasa sesak dan matanya terasa panas.
Kedua orang itu segera menghentikan aktivitas mereka saat melihat Keyra di ambang pintu.
Mereka tampak kaget dan canggung satu sama lain.
"Maaf ganggu." Ujar Keyra pada keduanya. Dia tersenyum paksa dan berlari meninggalkan mereka dan menutup pintu itu dengan keras hingga menimbulkan suara yang memekakkan telinga.
***
Keyra' s PoV
Aku bosan sekali menunggu Nasya yang tak kunjung terlihat. Sampai suasana sekolah mulai sepi dia belum juga menampakkan dirinya. Tidak mungkin dia sudah pulang duluan, sedari tadi aku menunggu di sini, dia belum juga terlihat.
Aku memutuskan untuk ke kelasnya saja. Siapa tau dia ada di sana.
Aku berjalan menelusuri koridor yang sepi. Entah kenapa suasananya jadi horor begini.
Ku singkirkan jauh-jauh pikiranku tentang penunggu yang mungkin akan menampakkan dirinya di depanku, mengingat saat ini benar-benar sunyi dan sepi.
Radha bilang di toilet ujung sana di dekat ruang guru, dia pernah melihat sesosok 'jumping candy'. Membuatku merinding saja.
Dengan jantung berdebar-debar karena takut aku akhirnya telah sampai di depan kelas XIpa2 Pintunya tertutup.
Ceklek.
Tidak dikunci. Aku membuka pintu itu dan terkejut begitu melihat pemandangan di depanku. Jantungku berdebar-debar. Rasa sesak memenuhi rongga dadaku. Dan seluruh wajahku terasa panas melihatnya. Bukan hantu yang kulihat melainkan Nasya yang sedang berciuman dengan Ervan.
Hatiku terasa tersayat saat melihat mereka seperti itu. Ervan melumat bibir Nasya yang sudah tersandar di papan tulis.
Aku menahan airmataku agar tidak keluar.
Mereka akhirnya sadar dengan keberadaanku yang masih berdiri mematung.
"Maaf ganggu." Ucapku segera meninggalkan kelas itu. Aku sengaja menutup pintunya kembali dengan kasar. Emosiku meluap aku tak bisa menahan air mataku lagi.
Ya, tentu saja aku cemburu. Apakah ini yang dinamakan patah hati?
Mengapa rasanya sakit sekali?
"Waduh tumben kamu telat pulangnya? Kok matamu sembab gitu? Habis dihukum ya?" Serbu Bang Abym saat aku baru saja sampai di rumah. Aku tak menggubris candaannya itu dan segera masuk ke kamar dan membanting pintu dengan keras.
Aku tak peduli Bang Abym yang berteriak memarahiku.
Aku menangis sejadi-jadinya di kamar. Untung saja kamarku kedap suara.
"Arghhhhh........!"
Prang
Aku meluapkan kekesalanku pada semua benda yang ada disekitarku. Masa bodoh kalau kamarku seperti kapal pecah sekarang. Aku benci Nasya! Aku benci Ervan! Aku benci perasaan sialan ini!
"Jika ini benar cinta mengapa aku merasakan sakit separah ini.
Apa Engkau sedang menghukumku karena perasaan terlarang ini, Tuhan?
Jika ini salah mengapa Engkau membiarkannya?"
"Arghh.... Ervan sialan!"
Tok..tok...tok...
"Dek, kamu nggak apa-apa?"
"Buka pintunya, Dek."
Aku mendekati pintu itu dan menguncinya rapat-rapat. Aku tak menggubris teriakan Bang Abym.
"Kamu beneran nggak apa-apa kan? Buka pintunya Dek." Teriakan Bang Abym menggema diiringi suara ketukan pintu.
"Nggak apa-apa, Bang." Jawabku dengan suara parau.
"Ya sudah. Cepet kamu turun. Kita makan siang bareng. Mama sama papa udah nunggu di meja makan."
"Kalian makan duluan aja. Aku udah makan tadi di sekolah."
"Ya udah. Jangan lupa mandi!"
Aku masih saja sesengukan. Memendam perasaan ini sungguh menyakitkan. Apa aku harus jujur padanya?
Aku harus bagaimana?
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Updated 4 Episodes
Comments