3 - DI TANGAN KIRINYA

Di tangan kirinya kopi hitam pahit, dan di tangan kanannya HP jadul Samsung. Dari Facebook, dia scroll pelan-pelan. Status orang, kabar duka, jualan skincare, dan satu postingan lama tentang "Tanda-Tanda Kiamat Kecil" muncul di layar.

"Wah," gumam Joko pelan. "Makin banyak yang meninggal muda sekarang... Jangan-jangan, gue berikutnya?"

Dia menghela napas. Lalu muncul pertanyaan iseng, tapi dalem:

> "Kalau dari 44 teman sekelas SD dulu, yang masuk surga cuma satu orang... siapa ya?"

Mata Joko menerawang. Ingatannya melayang ke masa kecil di SDN 03 Pagi. Sekolah yang sekarang udah disatukan dengan sekolah siang karena kekurangan murid. Di sana dulu mereka main gobak sodor, main tutup botol, dan rebutan tempat duduk depan cuma karena kipas angin kelas itu rusak.

Dia nyengir sendiri.

> "Mungkin Dodi, yang dulu suka nyontek, tapi sekarang jadi ustaz TikTok? Atau Rina, yang dulu juara kelas, tapi katanya sekarang kerja di biro jodoh syariah online?"

Joko menyeruput kopi lagi. "Atau Dani... yang dulu suka kentut di kelas, tapi rajin nyapu musholla?"

> "Atau malah si Effendi, temen gue, yang waktu SD kayak enggak kelihatan. Tapi sekarang... diam-diam rajin infak anonim ke masjid setiap Jum'at."

Kepalanya tambah ngelantur.

> "Atau bisa jadi, yang dulu paling alim, sekarang justru ketangkep nipu jamaah umroh..."

> "Yang dulu suka bawa roti bolu buat guru, sekarang jadi preman parkir..."

> "Yang dulu kalem banget, sekarang jadi selebgram endorse judi online..."

Dia ngakak kecil, tapi dalam hati terasa sepi.

> "Ternyata, makin tua, pertanyaan hidup juga ikut tua.

Dulu pas SMA mikir: siapa yang bakal jadi menteri?

Sekarang mikir: siapa ya yang masuk surga?"

Joko menarik napas panjang. Udara pagi itu agak dingin, tapi bukan karena angin. Mungkin karena pikiran.

Istrinya, Ika, lewat sambil nyapu halaman. Rambutnya sekarang pendek, digelung seadanya. Dulu, waktu awal nikah, rambutnya panjang dan sering dicepol rapi.

Joko tersenyum pahit. Dalam hati dia ngomong, "Tapi gue ngerti satu hal: jangan nyari hidup yang sempurna. Jangan nyari kerjaan sempurna, istri sempurna, anak sempurna. Karena hidup itu bukan Instagram. Perfeksionis itu justru bikin enggak bahagia."

"Tau nggak, Ed," chat Joko ke WhatsAppnya Edi, sahabatnya, "Istri gue itu toxic. Manipulatif. Dramaqueen. Tapi... enggak matre."

Edi bales chatnya,"Oo" (Jawaban cepet).

Pak Joko nyengir.

> "Orang-orang mah pake deodorant Rexona, ini mah pake tawas. Makan pempek pake nasi. Martabak telor, pake nasi. Somay, pake nasi."

> "Segala lauk dipakein nasi, kayak hidup yang gak pernah cukup, kalau gak ditambah keluhan."

Joko kemudian ingat mimpinya dulu. Sebelum menikah. Dia dan Edi duduk di warung kopi deket lapangan SD. Ada perempuan rambut pendek, duduk di seberang mereka. Dalam mimpi itu, Edi bilang:

> "Dia kalo ngomong, nyakitin, Jok. Tapi dia enggak matre."

Dan entah kenapa, mimpi itu kepikiran lagi pagi ini. Karena sekarang, Ika-yang dulunya berambut panjang-sudah berambut pendek. Yang tidak pernah berubah, tak pernah sekalipun Ika bersifat materialistis. Joko menghela napas.

"Kenapa ya, perempuan kalau makin tua rambutnya makin pendek?" tanyanya pada kopi.

> "Di tengah lamunannya, Joko teringat kisah yang pernah ia dengar dari seorang ustaz..."

Joko juga tiba-tiba ingat kisah yang pernah ia baca atau dengar di majelis. Tentang seorang wali yang amat sangat miskin. Suatu hari, temannya datang ke rumah sang wali. Bertanya pada istri sang wali, "Mana suamimu?" Istrinya menjawab ketus, "Lagi nyari kayu bakar. Semoga dimakan macan." omongan istri sang wali emang senantiasa jelek.

Dan yang ajaib, si wali pulang-membawa kayu bakar yang justru dibawakan oleh macan. Binatang buas itu menurut.

Waktu berlalu, sang wali akhirnya bercerai dan menikah lagi dengan perempuan yang sopan.

Suatu hari, temannya datang lagi. Bertanya, "Mana suamimu?" Istri barunya menjawab lembut, "Sedang ke hutan mencari kayu. Mudah-mudahan pulang selamat."

Kali ini, sang wali pulang dengan memanggul kayu sendiri.

Temannya bertanya heran, "Kenapa sekarang nggak dibawain macan lagi?"

Dan sang wali menjawab tenang, "Karena semenjak istriku shalihah, keramatku malah hilang."

Suara Ika terdengar dari dalam rumah, "Jangan lupa buang sampah ya!"

"Iya," jawab Joko pelan. "Sampah masa lalu juga sekalian."

Ia menyeruput kopi lagi. Pahitnya udah nggak kagetin. Mirip hidup.

> "Usia 42 itu aneh," batinnya. "Kadang ngerasa udah alim, kadang ngerasa dosa gue udah kayak utang negara-nggak bisa kebayar."

Dia buka galeri HP, nemu foto anaknya waktu kecil-masih SD, masih suka manggil "Ayah" sambil peluk kaki. Sekarang udah remaja, kadang jawab cuma "Hmm" atau "Nggak, Yah."

Dulu Joko pengen jadi pilot. Sekarang cuma pengen satu: jadi bapak yang enggak nyusahin anak-anaknya kalau udah tua nanti. Harapan dia cuma... yang penting kalian jadi orang baik dan enggak masuk neraka. Syukur syukur anak-anaknya jadi astronot. Enggak jadi astronot juga enggak papa... hehe...

Dia kemudian buka Facebook, baca status teman SD-nya yang baru jadi PNS:

> "Yang bikin negara rusak itu bukan rakyat kecil. Tapi orang gede yang ngerasa dirinya kecil di mata hukum."

Joko senyum miris. "Dari kecil kita diajarin aturan. Tapi makin gede, makin banyak yang ngerasa aturan itu buat orang lain, bukan buat dirinya."

Lalu dia mulai mikir:

> "Hidup bukan soal jadi kaya atau terkenal. Tapi soal apa yang kita tinggalin setelah mati."

Ingatannya melayang ke masa kecil lagi:

- Waktu dia rebutan penghapus kayak rebutan warisan keluarga.

- Waktu guru marah cuma karena huruf sambungnya lebih mirip benang kusut.

- Waktu dia dilempar sendal sama Pak RT karena buang bungkus permen ke got.

> "Dari kecil udah diajarin buang sampah pada tempatnya.

Tapi sekarang, orang gede buang korupsi sembarangan."

Dia menulis status:

> "Surga bukan buat orang yang sempurna. Tapi buat orang yang sadar dia banyak salah dan tetap nyoba memperbaiki."

"Surga itu bukan buat yang hidupnya rapi dan sempurna. Tapi buat yang tahu dia berantakan, dan tetap nyoba beresin satu per satu."

Beberapa menit kemudian, komentar mulai masuk:

> "Aamiin."

"Dalem, Bang."

"Eh, lu kenapa? Sakit?"

"Kayaknya lagi galau, nih..."

Joko senyum tipis. Kadang orang baru peduli kalau kita udah ngomong sehalus mungkin. Itupun... belum tentu mereka benar-benar dengar.

Dia melirik langit. Mendung. Tapi nggak hujan.

> "Kalau hidup ini cuma buat nyari senyum orang...

Bisa jadi, kita lupa nyari senyum Tuhan."

Dia nyeruput kopi terakhir. Dingin. Tapi nggak masalah.

Toh, hidup juga nggak selalu harus hangat. Yang penting, enggak basi.

Hari itu, Joko gak jadi update status lagi. Tapi dalam hati, dia udah bikin catatan sendiri:

> "Gue belum tentu masuk surga.

Tapi gue pengen terus bergerak ke arahnya.

Dan minimal...

Gue gak diam."

> "Setelah buang sampah dan salaman singkat dengan istrinya, Joko berangkat ke sekolah naik motor Beat tuanya..."

Guru, Tatapan, dan Awal Sebuah Gerakan

Pagi itu langit agak mendung. Tapi hati Pak Joko Wiryawan, guru SD kelas 5 di SDN 07 kelurahan Semangka Indah provinsi DKI Jakarta Republik Gulali, justru cerah. Ia masuk kelas dengan baju batik biru, celana kombo Adi katun - polyester dan sepatu pantofel bekas yang udah direkatin lem Alteco di bagian sol.

Hot

Comments

Tuxedo Mask

Tuxedo Mask

This book was exactly what I needed. Such a satisfying and enjoyable read.

2025-08-14

1

See all
Episodes
1 1 - Joko Wiryawan, Guru SD yang Suka Nyentil
2 2 - Nostalgia, Surga, dan Neraka
3 3 - DI TANGAN KIRINYA
4 4: Tatapan yang Menular
5 5 - JOKO MENGANGGUK
6 6 - Tabrakan, Video, dan Viral yang Menggoda
7 7 - Target Berikutnya: Gunawan Saleh
8 8 - Kisah Air, Negara, dan Sakaratul Maut
9 9
10 Bab 10 Antara Columbia dan Kopi Joss MLM
11 Bab 11 Rk-wwn-Yang menyayangi di bumi, akan disayang di langit
12 Bab 12 Rk-dodi-joko-joni-cece-angelo-Amerika atau Rendang Ibu?
13 Bab 13 Mekanik Masjid dan Malaikat Neraka
14 Bab 14 Kopi Pahit dan Luka yang Masih Hangat
15 Bab 15 Rk-bm-arf-Republik Gulali dan Rolling Thunder
16 Bab 16 Rk-fhd-mateo-DeShawn Belajar Sholat
17 Bab 17 Rk-Imrn Khan-DeShw-Sknh-Aisha Khan-Tiket Pulang Tanpa Pamitan
18 Bab 18 Seattle-Kansas-Kota Baru Tanpa Kenangan
19 Bab 19 Rujuk Tanpa Kata "Kembali"
20 Bab 20 school-police station-Dari Seragam ke Seragam Lucu
21 Bab 21 Masa Lalu di Seragam Baru
22 Bab 22 Chuckie Ray dan Korek Api Digital
23 Bab 23 Montir, Polisi, dan Kehilangan
24 Bab 24 Luka Lama di Dalam Gudang Musik
25 Bab 25 Surat dari Masa Lalu
26 Bab 26 Potongan Puzzle Terakhir
27 Bab 27 Angin Dingin Wichita
28 Bab 28 Raka Maulana dan Bisnis Kopi Jalanan
29 Bab 29 Rk-Bm-Antara Bubuk Putih dan Bubuk Kopi
30 Bab 30 Si Raka dan Laci Rahasia
31 Bab 31 Bm-Rk-Penawaran yang Menggoda
32 Bab 32 Bm-Rk-Ayam, Celana Dalam, dan Sidang Pertama
33 Bab 33 Bm-Jalan Baru untuk Dua Orang Laki-laki yang Lelah
34 Bab 34 Bm-Rk-Big Mac dan Rolex di Tengah Krisis
35 Bab 35 Bm-Mahasiswi, Mimpi Buruk, dan Media
36 Bab 36 Bm-FBI, Fotokopi, dan Firasat Buruk
37 Bab 37 Bm-Putusan dan Popularitas
38 Bab 38 desh-Yang Disembunyikan oleh Rak Nomor 27
39 Bab 39 deshw-Jejak yang Dihapus
40 Bab 40 Bayangan di Tengah Padang Rumput
41 Bab 41 Rk-Ahm-Brian-U Lina-Guru Baru Bernama Ahmad
42 Bab 42 Satu Ayat, Satu Air Mata
43 Bab 43 Surat dari Tahanan Hati
44 Bab 44 James Ngajak Raka Diskusi Soal Neraka dan Keadilan Tuhan
45 Bab 45 Troy-Jm-Pertolongan yang Datang Diam-Diam
46 Bab 46 Troy-Kembali ke New York
47 Bab 47 Troy-Menolak dengan Tenang
48 Bab 48 Pdkt-Salat Id di Kansas dengan Imam Cadel
49 Bab 49 Gt mrrd-James Galau Sambil Nyapu Masjid
50 Bab 50 Drama Nabi Ibrahim
51 Bab 51 jms-Ahm-Bus Mini, Sholawat ala Lagu Natal
52 Bab 52 jm-ahm-Melamun di Tengah Butiran Salju
53 Bab 53 jm-ahm-Suara dari Kegelapan
54 Bab 54 * Lily-Hangat yang Aneh
55 Bab 55 * lily-Bayangan Masa Lalu
56 Bab 56 * lily-Perasaan yang Berkecamuk
57 Bab 57 * lily-Keputusan Sementara
58 Bab 58 * Lily-Rindu yang Tak Pernah Hilang
59 Bab 59 – Bianglala, Lampu Kota, dan Kecurigaan yang Sunyi
60 Bab 60
61 Bab 61—Jm-Lorong Susu di Kansas
62 Bab 62 * jms-ryan-alx-Telepon dari Ryan
63 Bab 63
64 Bab 64 jms-Masuk ke Ruang Ustadz Bilal
65 Bab 65 jms-Nasihat Ustadz Bilal
66 Bab 66 rk-stc-Hujan, Kopi, dan Senja di Capitol Hill
67 Bab 67 jms-stc-Kardus, Latte, dan Survival Seattle
68 68 - Akta Cerai dan Latte Hangat
69 69 Ys-Mesin Vakum dan Mimpi Amerika
70 Bab 70 Ys-Mig-Tamu Misterius di Garasi
71 Bab 71 Dari American Dream ke American Prison
72 Bab 72 spr dwyn-brody-papa joe-Sarapan Pertama
73 Bab 73 Tank-pops-stnl-el toro-bg dre-wytt-pp joe-Tawaran Afiliasi
74 Bab 74 Stnl-regg-skeeter-bg moe-Malam Pertama di Sel
75 Bab 75 Regg-skeetr-bg moe-kml-stnl-Kemunculan Kemal
76 Bab 76 Tnk-stnl-Balas Dendam yang Gagal
77 Bab 77 Label di Dahi
78 Bab 78 Stnl-Rc-Kurt-Parade Kekuasaan
79 Bab 79 (Stnl-Tyrn-Jul-Mig) Solat di Sudut
80 Bab 80 (Jul-Aljndr-Mig-Tyrn) HP di Toilet
81 Bab 81 Tyron-Julio-Stnl-Sipir yang Buta
Episodes

Updated 81 Episodes

1
1 - Joko Wiryawan, Guru SD yang Suka Nyentil
2
2 - Nostalgia, Surga, dan Neraka
3
3 - DI TANGAN KIRINYA
4
4: Tatapan yang Menular
5
5 - JOKO MENGANGGUK
6
6 - Tabrakan, Video, dan Viral yang Menggoda
7
7 - Target Berikutnya: Gunawan Saleh
8
8 - Kisah Air, Negara, dan Sakaratul Maut
9
9
10
Bab 10 Antara Columbia dan Kopi Joss MLM
11
Bab 11 Rk-wwn-Yang menyayangi di bumi, akan disayang di langit
12
Bab 12 Rk-dodi-joko-joni-cece-angelo-Amerika atau Rendang Ibu?
13
Bab 13 Mekanik Masjid dan Malaikat Neraka
14
Bab 14 Kopi Pahit dan Luka yang Masih Hangat
15
Bab 15 Rk-bm-arf-Republik Gulali dan Rolling Thunder
16
Bab 16 Rk-fhd-mateo-DeShawn Belajar Sholat
17
Bab 17 Rk-Imrn Khan-DeShw-Sknh-Aisha Khan-Tiket Pulang Tanpa Pamitan
18
Bab 18 Seattle-Kansas-Kota Baru Tanpa Kenangan
19
Bab 19 Rujuk Tanpa Kata "Kembali"
20
Bab 20 school-police station-Dari Seragam ke Seragam Lucu
21
Bab 21 Masa Lalu di Seragam Baru
22
Bab 22 Chuckie Ray dan Korek Api Digital
23
Bab 23 Montir, Polisi, dan Kehilangan
24
Bab 24 Luka Lama di Dalam Gudang Musik
25
Bab 25 Surat dari Masa Lalu
26
Bab 26 Potongan Puzzle Terakhir
27
Bab 27 Angin Dingin Wichita
28
Bab 28 Raka Maulana dan Bisnis Kopi Jalanan
29
Bab 29 Rk-Bm-Antara Bubuk Putih dan Bubuk Kopi
30
Bab 30 Si Raka dan Laci Rahasia
31
Bab 31 Bm-Rk-Penawaran yang Menggoda
32
Bab 32 Bm-Rk-Ayam, Celana Dalam, dan Sidang Pertama
33
Bab 33 Bm-Jalan Baru untuk Dua Orang Laki-laki yang Lelah
34
Bab 34 Bm-Rk-Big Mac dan Rolex di Tengah Krisis
35
Bab 35 Bm-Mahasiswi, Mimpi Buruk, dan Media
36
Bab 36 Bm-FBI, Fotokopi, dan Firasat Buruk
37
Bab 37 Bm-Putusan dan Popularitas
38
Bab 38 desh-Yang Disembunyikan oleh Rak Nomor 27
39
Bab 39 deshw-Jejak yang Dihapus
40
Bab 40 Bayangan di Tengah Padang Rumput
41
Bab 41 Rk-Ahm-Brian-U Lina-Guru Baru Bernama Ahmad
42
Bab 42 Satu Ayat, Satu Air Mata
43
Bab 43 Surat dari Tahanan Hati
44
Bab 44 James Ngajak Raka Diskusi Soal Neraka dan Keadilan Tuhan
45
Bab 45 Troy-Jm-Pertolongan yang Datang Diam-Diam
46
Bab 46 Troy-Kembali ke New York
47
Bab 47 Troy-Menolak dengan Tenang
48
Bab 48 Pdkt-Salat Id di Kansas dengan Imam Cadel
49
Bab 49 Gt mrrd-James Galau Sambil Nyapu Masjid
50
Bab 50 Drama Nabi Ibrahim
51
Bab 51 jms-Ahm-Bus Mini, Sholawat ala Lagu Natal
52
Bab 52 jm-ahm-Melamun di Tengah Butiran Salju
53
Bab 53 jm-ahm-Suara dari Kegelapan
54
Bab 54 * Lily-Hangat yang Aneh
55
Bab 55 * lily-Bayangan Masa Lalu
56
Bab 56 * lily-Perasaan yang Berkecamuk
57
Bab 57 * lily-Keputusan Sementara
58
Bab 58 * Lily-Rindu yang Tak Pernah Hilang
59
Bab 59 – Bianglala, Lampu Kota, dan Kecurigaan yang Sunyi
60
Bab 60
61
Bab 61—Jm-Lorong Susu di Kansas
62
Bab 62 * jms-ryan-alx-Telepon dari Ryan
63
Bab 63
64
Bab 64 jms-Masuk ke Ruang Ustadz Bilal
65
Bab 65 jms-Nasihat Ustadz Bilal
66
Bab 66 rk-stc-Hujan, Kopi, dan Senja di Capitol Hill
67
Bab 67 jms-stc-Kardus, Latte, dan Survival Seattle
68
68 - Akta Cerai dan Latte Hangat
69
69 Ys-Mesin Vakum dan Mimpi Amerika
70
Bab 70 Ys-Mig-Tamu Misterius di Garasi
71
Bab 71 Dari American Dream ke American Prison
72
Bab 72 spr dwyn-brody-papa joe-Sarapan Pertama
73
Bab 73 Tank-pops-stnl-el toro-bg dre-wytt-pp joe-Tawaran Afiliasi
74
Bab 74 Stnl-regg-skeeter-bg moe-Malam Pertama di Sel
75
Bab 75 Regg-skeetr-bg moe-kml-stnl-Kemunculan Kemal
76
Bab 76 Tnk-stnl-Balas Dendam yang Gagal
77
Bab 77 Label di Dahi
78
Bab 78 Stnl-Rc-Kurt-Parade Kekuasaan
79
Bab 79 (Stnl-Tyrn-Jul-Mig) Solat di Sudut
80
Bab 80 (Jul-Aljndr-Mig-Tyrn) HP di Toilet
81
Bab 81 Tyron-Julio-Stnl-Sipir yang Buta

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play