Bab 4

POV Ghani

"Tom, bisa tolong track 081555555555 ini nomor punya siapa?" aku mengirim pesan ke Tommy.

Dia adalah temanku yang memiliki jabatan cukup penting di sebuah provider seluler. Dia adalah tumpuanku jika aku harus masuk ke jaringan seluler. Ilegal, dan aku tahu itu sangat berbahaya untuk Tommy. Kamu sangat dekat, kami pernah berjuang bersama-sama dalam suatu perjalanan hidup mati di sebuah hutan di pulau Kalimantan. Dia hampir mati karena terluka, kemudian bertemu denganku. Sejak saat itu dia selalu baik padaku

Malam semakin larut, dan pikiranku masih saja terbang pada gadis itu. Entah kenapa, gadis itu membuatku sungguh merasa penasaran. Mata hazelnya, dan juga tatapannya, yang tak pernah percaya padaku, padahal aku tak pernah melakukan hal jahat padanya. Senyumnya, dia selalu tersenyum dan penuh kasih pada orang setiap orang, dan itu manis. Tapi padaku tidak. Aku menarik nafas panjang.

"Setyawati Aruningtyas, Jalan Mawar no 3 desa Kore Kecamatan Manau Selatan Kabupaten Tora-Tora"

"Terima kasih. Aku utang nyawa padamu." Balasku.

Aku segera menghapus percakapan kami.

Wati kemungkinan saudara atau teman dekat gadis itu. Karena gadis itu tampaknya juga sangat dekat dengan ayah si Wati ini. Oya aku ingat, kardus kotak makan yang dibagikan gadis itu, sama dengan dus makan yang aku makan tadi pagi, yang berarti ada beberapa kemungkinan. Yang pertama dia bekerja disana, di Kedai Raos, yang kedua dia seorang dermawan pelanggan disana, yang ketiga dia disuruh ibunya membagikan makanan, yang keempat dia karyawan yang disuruh atasannya membagikan makanan, yang kelima dia owner kedai itu.

kebiasaan disini adalah seorang sopir adalah laki-laki dan jarang sekali wanita diberikan kepercayaan mengendarai mobil. Tadi sore saat gadis itu membagikan makanan, pemuda itu berpamitan dengan sopan lalu pergi, tidak mungkin pemuda itu melempar tanggungjawab sopir pada gadis itu, dan kemungkinan gadis itu adalah karyawan adalah sangat kecil, jadi kemungkinan pertama dan keempat sepertinya tidak mungkin. Tersisa kemungkinan kedua, ketiga, dan kelima.

Aaaarrgghhh... Aku tiba-tiba menjadi benci pada diriku sendiri. Kenapa aku harus memikirkan diaa.. Dia bukan siapa-siapa!!!!! Kenapa logika dan pikiranku bisa bertentangan seperti ini? Aku adalah orang yang terbiasa dengan kegelapan, aku jarang berada di permukaan karena itu akan berbahaya untuk nyawaku dan keluargaku. Tapi entah kenapa pikiranku selalu tentang gadis itu, dan logikaku mengatakan untuk apa memikirkan orang lain yang tak ada hubungannya denganku. Atau aku suka dengan gadis itu? Tidak, aku hanya penasaran, ya, penasaran.

Keesokan harinya jam menunjukkan angka 9 saat aku bangun di pagi hari. Tidur terbaik yang pernah kumiliki setelah sebelumnya aku hanya tidur ayam. Setelah bersih diri, kupakai sepatu dan jam taktisku, lalu aku mulai lari. Ya lari, seperti mereka pada umumnya, tapi ini bukanlah lari yang sesungguhnya, ini hanya penyamaran. Aku berlari menuju Rana Bakery lagi, toko roti dimana aku bertemu dengan gadis itu kemarin.

"Pak, kemarin aku lihat ada yang bagikan makan di sekitar Bapak mangkal." tanyaku pada tukang ojek itu yang mangkal tak jauh dari tokk roti itu.

"Oh iya, itu Ghea, yang punya Kedai Raos, memang baik orangnya, sering bagi-bagi makanan, apalagi jika makanan di kedainya tidak habis terjual." jelas Bapak yang berjaket hitam dengan duduk di atas skuter matiknya.

"Sudah lama Pak?"

"Oh sudah, sudah hampir 2 tahun mungkin ya, Bapak tidak ingat." jawabnya dengan raut wajah yang tulus dan rasa terima kasih. "Nak Ghea memang cantik dan baik hati, bapak kalo kaya, mau jodohkan dia dengan anak bapak." Bapak itu tertawa.

Akupun ikut tersenyum, tali ada goresan perih di hatiku.

"Ya, dia suka mebantu orang, malah kadang kasihan sendiri, kabarnya sering ditipu sama anak buahnya saking baiknya, akhirnya jadi sering ganti karyawan, tapi beberapa bulan ini sepertinya karyawannya tetap." lanjutnya

"Keluarganya tidak ada yang mengingatkan?"

"Katanya dia merantau sendiri disini, tapi karena dia baik, jadi orang-orang juga baik dengan dia. Hanya orang-orang miskin itu kadang kalau pinjam uang sama minta suka kelewatan." Bapak itu menggelengkan kepala.

Akupun terdiam, menikmati semilir angin yang menerjang rambutku saat di pantai Kreya, sembari meresapi apa yang dikatakan Tukang Ojek yang di dekat toko roti tadi. Gadis itu, Ghea, pemilik Kedai Raos, yang sering dibicarakan orang seantero kota ini. Bahkan aku sendiri terlarut luruh dalam pesona kesempurnaannya.

Debur ombak yang menyeruak dalam telingaku, tak membuat pikiranku terganggu. Ghea, Ghea, dan Ghea. Seolah Tuhan lupa bahwa setiap manusia pasti tak sempurna, tapi Tuhan membuat dirinya begitu sempurna. Cantik, pandai, baik hari, pekerja keras. Sejauh ini aku belum menemukan apa kekurangannya, tapi aku ingin tahu segalanya tentang dia, tentang kekurangannya, tentang dukanya, juga tentu saja tentang bahagianya.

Setelah matahari sedikit condong ke barat, aku beranjak dari Kreya, aku berjalan menyusuri jalan berpasir, dan kemudian aku berlari. Kuharap, sebelum pukul 04.00 sore, aku bisa sampai ke Kedai Raos. Aku benar-benar ingin tahu semua tentangnya, tentang bagaimana kehidupannya.

Aku duduk di sini, di sisi belakang dengan punggung menghadap dinding sehingga aku bisa leluasa merasakan alunan getaran yang tercipta dari kehidupan di kedai itu, kedai Raos, Raos dalam bahasa Jawa yang aku tahu artinya rasa. Aku menikmati suasana kedai itu yang menggema hingga ke dalam diriku. Aku memindai seluruh ruangan dan tak ada tanda-tanda keberadaan Ghea.

Tiba-tiba aku mendengar suaranya di balik tembok di belakangku.

"Nah ini Pak, aku ingin jamur-jamur ini hilang dan tidak kembali lagi." Kudengar jelas suaranya.

"Ini sampai atas ya Non?" suara seorang pria yang sepertinya aku tak asing dengannya. Pak Trimo, seorang tukang bangunan terkenal di kota itu, dan nenek sering menggunakan jasanya dalam renovasi rumah karena dia adalah orang jujur dan mengerti akan keinginan pelanggannya.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play