Winpi... sahabatku... setelah sekian lama akhirnya kita ketemu kembali.
Winpi dan Giselle bersahabat dari kecil.
Sejak kecil, Winpi sering mengunjungi Giselle di panti. Orang tua Winpi adalah donatur tetap panti tempat Giselle dititipkan.
Ya... Giselle adalah anak penghuni panti.
Sejak bayi dia telah ditinggalkan di sana tanpa tau siapa yang meninggalkannya.
Bayi Giselle ditemukan diletakkan di depan pintu panti di dalam gerobak bayi yang terlihat mahal harganya. Ketika itu Giselle ditinggalkan lengkap dengan semua kebutuhannya.
Popok bayi, makanan bayi, pakaian bayi bahkan mainan bayi yang jika dilihat dari kualitas mahal harganya. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa Giselle berasal dari orang berada atau kaya.
Tapi apalah guna seseorang itu kaya jikalau tidak berakhlak.
Bayi Giselle ditinggalkan begitu saja dengan tulisan 'Giselle Angeline' pada secarik kertas. Hanya sebuah rantai dengan liontin yang berukirkan GA yang dikenakan Giselle hingga sekarang.
Giselle kecil sangatlah periang. Semua kegiatan di panti diikutinya. Bahkan dia ikut bunda, ibu kepala pengurus panti, mengurus anak-anak yang berumur lebih kecil darinya.
Giselle kecil hanya mengetahui bahwa dia adalah anak yang ditinggal di panti.
Dia tidak pernah memikirkan siapa orang tuanya, kenapa dia ditinggalkan di panti atau dari mana dia berasal.
Baginya masih ada orang yang menyayanginya dan dia tidak peduli dengan orang yang tidak menyayanginya.
Sifat ceria Giselle sangat membantu kehidupan di panti. Giselle akan dengan semangatnya menghibur anak panti lainnya yang sedang sedih. Bahkan Giselle pula yang sering memberikan semangat serta penghiburan bagi bunda dan pengurus panti lainnya.
Ketika Winpi berusia 10 tahun. Winpi dan orangtuanya merayakan ulang tahun Winpi bersama dengan anak - anak panti.
Betapa bahagianya hari itu. Salah satu ruangan di panti dihiasi dengan balon beraneka warna. Makanan yang dihidangan beraneka ragam. Ada badut yang menghibur di acara tersebut bahkan Winpi membawa banyak sekali kado untuk dibagikan ke anak - anak panti. Hari itu menjadi awal dari hari - hari yang membahagiakan bagi anak - anak panti terutama Giselle, karena sejak hari itu setiap hari ulang tahun Winpi, Winpi akan mengunjungi mereka dengan membawa banyak sekali kado.
Rumah Winpi tidak jauh dari panti, sehingga Winpi sering sekali bermain ke panti. Winpi anak tunggal, orang tua Winpi sibuk dengan usaha mereka masing - masing, sehingga Winpi sering merasa kesepian jika harus selalu di rumah.
Karena Giselle dan Winpi berusia sama, alhasil hubungan mereka menjadi sangatlah dekat. Bahkan Winpi baru akan pulang ke rumah kala malam menjelang.
Suatu hari Winpi meminta orang tuanya agar Giselle dapat bersekolah di sekolah yang sama dengan Winpi. Sejak itu Giselle dan Winpi satu sekolah. Giselle banyak membantu Winpi selama belajar dan juga Giselle mengerti sopan santun dan tata krama, alhasil orang tua Winpi menyayangi Giselle seperti anak mereka sendiri.
Giselle dan Winpi memiliki perawakan yang sama. Mereka nyaman satu sama lain. Mereka berteman dengan banyak orang selama bersekolah, tetapi hubungan mereka lebih daripada itu... mereka adalah sahabat.
Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan Winpi pada orang tuanya, diceritakan ke Giselle, demikian pula sebaliknya. Kemana - mana mereka selalu berdua.
Walaupun demikian, karakter mereka berbeda. Walaupun Giselle seorang yang periang dan ceria, Giselle selalu menahan dirinya terhadap apa pun. Giselle seorang yang sederhana dan polos.
Sedangkan Winpi adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup berada dan sukses. Kedua orang tua Winpi dapat memenuhi semua kebutuhan putri semata wayangnya. Walaupun demikian, Winpi tidak tumbuh menjadi seorang anak yang manja,
Winpi menjalani kehidupan dengan keyakinan yang selalu ditanamkan orang tuanya sejak kecil. Winpi adalah seorang yang berani.
Sejak kecil Winpi selalu bercita - cita menjadi seorang Fashion Design nomor satu di dunia. Oleh karena itulah, Winpi sering meminta Giselle mengenakan pakaian yang dirancangnya sendiri. Melihat putri semata wayang mereka yang sangat berbakat, ketika High School orang tua Winpi telah mengirim anak mereka untuk melanjutkan studinya di negara P.
Winpi mengajak Giselle untuk menemaninya di negara P. Akan tetapi pada saat itu panti sedang kekurangan tenaga, tidak ada yang membantu bunda mengurus anak - anak panti yang masih kecil. Alhasil Winpi berangkat bersama dengan mommy.
Awalnya hubungan mereka berjalan dengan baik, ya... jauh di mata tetapi dekat di hati.
Winpi sering mengirimkan email melalui daddy Winpi yang masih belum pindah ke negara P. Giselle juga sering meminjam komputer daddy Winpi untuk membalas email - email tersebut. Akan tetapi sejak daddy Winpi menyusul anak dan istrinya ke negara P, Giselle tidak memiliki akses lagi untuk bertukar kabar dengan Winpi.
Akhirnya email mereka pun menjadi jarang dan semakin jarang... Hingga tak terasa sudah 10 tahunan mereka tidak bertemu.
Seminggu sebelumnya tiba - tiba Winpi menghubungi panti. Ketika itu Giselle masih berada di kantor. Winpi berkata pada bunda jika di sedang mengadakan Fashion tour dan dan akan singgah di kota A dan meminta supaya Giselle untuk hadir acaranya itu.
Kemarin akhirnya mereka bertemu di Private Club et Cetera. Winpi berubah menjadi sangat cantik, sangat glamour dan stylish, sangat berbeda dengan Giselle yang terlihat sangat sederhana... ya jika dibandingkan, seperti bumi dan langit... hahaha, tapi itu tidak membuat reuni mereka canggung. Bahkan pada pertemuan mereka itu seakan-akan tiada habisnya untuk mereka bicarakan.
Hingga tanpa sadar, sudah sekian botol wine yang habis mereka teguk. Ya gak apalah, setelah itu khan mereka tinggal masuk lift. Jadi mereka gak takut untuk mabuk.
ya... Winpi menginap di hotel di mana Private Club et Cetera berada, tapi karena jadwal mendadak berubah, Winpi harus merangkat malam itu juga.
Alhasil rencana semula mereka akan menginap bersama.. mengabiskan waktu bercerita tentang apa yang terjadi selama rentang 10 tahun berakhir dengan Winpi yang berjanji akan kembali mengunjungi negara A setelah Fashion Tournya selesai.
Melihat Giselle yang tidak pernah minum telah mabuk, Wanpi memaksa Giselle menempati kamar yang memang telah dipesannya, paksaan itu berakhir dengan Giselle yang tidur sendiri di kamar Winpi.
Akhirnya, setelah Winpi berangkat semalam, Giselle masuk ke dalam lift, menuju kamar di mana seharusnya Winpi menginap.
Malam itu... Seingat Giselle, ia mencoba membuka pintu dengan kartu yang diberikan Winpi... Tapi sepertinya pintu sudah terbuka...
Sebelum jatuh tertidur, Giselle menyempatkan untuk mandi alakadarnya dan mencuci pakaian dalamnya, karena dia pikir 'pakaian luar agak kotor tidak mengapa asal dalamnya bersih'
Ya karena Giselle datang tanpa persiapan apa-apa, Giselle hanya mengenakan jas mandi yang disediakan hotel tanpa sehelai benang pun di dalamnya...
'Lagian khan hanya dia sendiri yang ada di kamar ini .. gak masalah jika tidak mengenakan apa-apa' pikir Giselle
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Updated 24 Episodes
Comments