Woman, Siapa Kamu? (2)

Ada perasaan tidak tertahankan yang dirasakan Rico dari dalam tubuhnya tapi ditahannya.

Dibukanya pangkal paha wanita itu... disentuhnya dengan jari di sana.. terasa sedikit basah. Diarahkannya pandangannya ke arah sensitif wanita itu, dipandanginya, ingin rasanya ia menciumnya.

Didekatinya celah yang rasanya harum itu, aromanya membuat Rico tidak tahan lagi... dikecupnya sekali... dua kali... terdengar desahan nikmat yang keluar dari bibir wanita itu... Ditelusurinya permukaan sensitif itu dengan lidahnya.. ketika itu juga makin menegang juniornya... 'sebentar junior, saatmu belum tiba' gumamnya lirih.

Permukaan itu semakin basah dan basah.... dimasukinya rongga itu dengan lidahnya... rasanya... amazing... Aromanya membuat Rico ketagihan, membuat Rico semakin memasuki rongga itu semakin dalam dan berulang...  disesapnya cairan yang keluar dari daerah sensitif itu, dikecupnya dan diselusurinya semuanya itu dengan lidahnya. Terdengar kembali desahan nikmat dari wanita itu sehingga Rico tidak dapat menahan lagi Juniornya yang juga ingin mengenal rongga wanita itu.

Dengan perlahan, diarahkannya juniornya ke daerah sensitif wanita itu. Diusapnya permukaan sensitif itu dengan Juniornya... Terasa sesak nafasnya ketika juniornya membelai permukaan luar wanita itu, selama sesaat dibelainya permukaan sensitif itu dengan juniornya hingga terasa basah dan semakin basah permukaan dan juniornya itu.

Kali ini Rico mencoba memasuki lubang sensitif itu dengan juniornya, wanita itu sedikit bergidik ketika Rico berusaha memasukinya. Ditatapnya wajah wanita itu ketika Rico memasukinya, ada kerutan di dahi wanita itu, dikecupnya dahi itu dengan mesra hingga kerutan itu kembali menghilang.

Rico merasakan hambatan ketika Juniornya sudah masuk ke dalam lubang sensitif itu,  disentaknya masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi. Sepercik sinar meledak dalam dirinya membuatnya memekik. Terdengar desahan dari wanita itu yang membuat Rico makin tidak tahan dan memasuki wanita berulang - ulang hingga akhirnya terasa cairan hangat yang tersembur keluar dari juniornya. Akhirnya dia dapat merasakannya.

Ditatapnya wanita itu... ya...wanitanya. Wanita itu adalah wanitanya... Tidak akan dibiarkan seorangpun merebut dari dirinya.

'Women, siapa kamu? Bagaimanapun kamu sekarang adlalah milikku' bisik Rico dengan pelan sambil membelai lembut wanitanya.

Tak lama ia pun tidur memeluk wanitanya.

Beberapa kali Rico terbangun dari tidurnya, dia takut semuanya itu hanyalah mimpi semata.

Ketika dilihatnya wanitanya masih disampingnya, dibelainya lembut rambutnya, diciumnya kening wanita itu, kedua pipi dan matanya. Diciumnya bibir yang sedikit terbuka lalu disesapnya bibir itu hingga ia kembali merasakan kebutuhan untuk segera bersatu dengan wanitanya kembali. Kembali dilakukannya setiap apa yang telah dilakukannya sebelumnya hingga dia kembali lemas dan tidur dengan memeluk wanitanya.

Tiga... Empat.... Lima.... Entah berapa kali meraka mengulanginya setiap Rico terbangun dari tidurnya. Semua itu dilakukan dalam kondisi wanita itu tertidur... ya.. putri tidurnya tidak terbangun sekalipun ketika semua itu berlangsung.

Hanya saja Rico merasakan sambutan dari wanita itu.... Wanita itu mengimbanginya dalam tidurnya....

°°°°°°

Ketika terbangun di pagi harinya, hampir satu jam Rico melihat wanita yang saat ini masih berada dalam pelukannya itu.

Diambilnya handphonenya dan klik ... terlihat wanita itu tertidur dengan nyamannya di pelukannya pada layar handphone tersebut.

'Cantik.... ini adalah foto pertama kita... dan bukti bahwa kamu adalah milikku'

Rico segera bangun dan menuju kamar mandi, dibasahinya handuk kecil yang ada di kamar mandi dengan air hangat lalu diperasnya hingga setengah kering dan dibawanya kembali ke dalam kamar.

Disibaknya selimut yang masih menutupi wanitanya itu. Dilihatnya memar merah di daerah sensitif wanitanya... Ya, semalam mereka telah melakukan berulang kali malam pertama mereka.

Rico yakin wanitanya itu masih ******. Buktinya terlihat dari bercak merah kering pada paha dan seprai ranjang itu.

Diusapnya dengan lembut bercak merah kering pada paha bagian dalam wanitanya itu. Sesaat wanita mendesah lembut, tapi bukannya bangun, wanitanya itu makin bergelung dalam tidurnya.

'Tidur yang nyeyak sayang, kita akan membicarakan semuanya nanti saat kamu bangun nanti.' seru Rico dengan lembut lalu melangkah kembali ke kamar mandi.

Setelah mandi dan mengenakan pakaiannya Rico memesan gaun untuk Giselle, mengenai ukurannya, entah mengapa dia dapat menyebutnya dengan tepat, seakan - akan memang telah biasa dia membelikan gaun untuk wanitanya.

Setelah dia memesan makanan untuk diantar 10.30 am. Rico lalu keluar untuk pergi memulai rapatnya pagi itu.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play