Sepertinya Aku pernah melihat Dia

Setelah itu Giselle yang telah merasa tubuhnya bersih, menghempaskan tubuhnya ke kasur besar yang terasa empuk itu, ditariknya selimut yang terlipat rapi di sana, bergelung lalu tidur tidak sadarkan diri. Kalo mau menyalahkan, salahkan saja pada minuman yang diteguknya bersama Winpi.

Tidurnya sangatlah nyenyak hingga dia bangun tadi pagi dan merasakan sakit seluruh tubuhnya.

'apa karena aku tidak mengenakan pakaian ya semalam, hingga aku masuk angin.. Sepertinya aku tidur nyenyak sekali, bahkan aku tidak sadar telah membuka jas kamarku hingga aku digigit binatang yang tidak jelas apa jenisnya' gerutu Giselle

Memang semalam rasanya ia memimpikan sesuatu yang tidak pernah dia mimpikan sebelumnya. Adegan - adegan erotis yang membuat mukanya merah seketika jika mengingatnya. Padahal seumur hidupnya dia tidak pernah bermimpi demikian tapi kenapa dengan tidur di hotel berbintang seperti ini tiba - tiba ia memimpikan hal itu ya?? pikir Giselle

Dalam mimpi itu, Giselle melihat seorang pria membelainya lembut. Menciumnya dengan mesra. Padahal Giselle tidak pernah tau tentang belaian lembut maupun ciuman mesra.

Jangankan pacaran, hari - harinya sibuk dengan bekerja dan urusan panti.

Ya, Giselle masih tinggal di panti, bukan karena tidak ada yang mau mengangkat anak Giselle. Sejak kecil banyak orang tua yang datang melihat Giselle kecil terpesona dan jatuh cinta padanya, ingin menjadikannya anak angkat, akan tetapi Giselle selalu menolaknya. Giselle tidak mau berpisah dengan panti dan akan mengabdikan dirinya pada panti. Itulah keputusannya sejak tahu mengapa dia berada di panti.

Untuk sekolah, selain Giselle mendapatkan sumbangan tetap dari papi Winpi yang diberikannya untuk anak - anak panti lainnya, Giselle selalu mengejar prestasinya supaya selalu memenangkan beasiswa.

Selain Sekolah dan membatu di panti, sejak High School Giselle telah terbiasa kerja part time. Jadi mana ada lagi waktu untuk berpacaran...

Setelah tamat High School, Giselle mendapatkan beasiswa untuk kuliah di juruan tataboga. Sambil kuliah selama itu juga Giselle bekerja sebagai karyawan bagian administrasi di suatu perusahaan. Ya memang pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan yang diambilnya ketika kuliah. Untuk itu Giselle telah siap-siap untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan akan bergabung dengan temannya mengurus Cafe milik temannya itu.

'Hotel mewah memang beda ya.... sarapan aja uda tersedia tanpa kita minta' melihat piring - piring telah kosong di depannya...

'ya uda dach... saya maafkan... saya gak jadi komplain mengenai binatang yang menggigitku di ranjang... moga saja tidak ada korban yang lain.. hehehe...'seru Giselle sambil tersenyum.

Wanpi kemarin berkata padanya.. gak perlu checkout lagi, Giselle tinggal meninggal kan kartu kamarnya di nakas samping ranjang.

Setelah meninggalkan kartu kamar di nakas, segera Giselle keluar kamar sambil menenteng tas dan plastik berisi gaun yang dikenakannya kemarin.

Ditunggunya Lift sesaat, untuk membawanya turun.

ting.... pintu lift terbuka.. Sesaat Giselle termenung melihat dua orang pria tampan yang keluar dari Lift.

'Tampan si tampan tapi ko brrr... rasanya dingin banget ya... hehe'

'Tapi sepertinya aku pernah melihat salah satu pria tampan itu dech. Siapa ya? Di mana ya ku melihatnya?'

'Buru - buru banget sich... Gak lihat ada wanita cantik di sini apa???' gerutu Giselle dalam hati lalu segera memasuki lift.

'Loch, ini lantai 16??? Bukannya Winpi bilang kemarin kamarnya di lantai 6 ya??? Ach... ku salah ingat kali ya...' ditekannya tombol menuju Lobby.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play