'Kenapa pula harus ada acara rapat di pagi hari ini???' Seru Rico dalam hati sambil melihat presentasi yang dilakukan oleh direktur cabang kota A.
Perlahan namun pasti apa yang terjadi semalam kembali berputar dalam benaknya.
Dia tiba di negara ini kemarin pagi... tapi karena padatnya acaranya yang disusun Personal Assistantnya, dia baru bisa memasuki kamarnya larut malam.
Dalam keadaan lelah, segera ia membersihkan dirinya lalu mengenakan Jas kamar yang disediakan pihak hotel. Dihampirinya bar yang ada di kamarnya itu dan dituangnya segelas wine untuk dirinya.. Dia terbiasa minun segelas wine sebelum tidur...
Setelah diteguknya wine yang dibawanya ke atas ranjang, segera dia merebahkan dirinya.
Tidak lama, ketika dia hampir terlelap, sebuah lengan memeluknya.
Ketika itu Rico langsung terbangun, 'ada siapa di atas ranjangku ini?'
Dinyalakannya lampu nakas yang terletak disebelahnya. Ketika lampu menyala... Dilihatnya sesosok wanita yang sedang tertidur dengan nyenyaknya... Wanita itu sangatlah cantik, terlihat bulu mata lentiknya yang menyatu pada mata yang terpejam itu, bibir yang ranum serta hidung kecil yang mancung. Jas kamar wanita itu tersibak, terlihat olehnya wanita itu tidak mengenakan apa-apa di balik kamar jasnya itu.
'Woman, siapa kamu?? Kenapa kamu ada di atas ranjangku???' Seru Rico dengan gusar yang tidak ditanggapi oleh wanita itu.
Diarahkan pandangannya kembali ke wanita itu, 'sepertinya wanita ini agak mabuk...' tercium aroma yang keluar dari celah bibir wanita yang tidur di sampingnya itu.
Kembali lengan wanita itu terulur dan memeluk tubuhnya lembut. satu menit.. dua menit... tiga menit... tidak terasa ada penolakan dirinya akan sentuhan wanita itu. Biasanya tubuhnya akan menolak jika disentuh wanita. Tubuhnya akan merinding... bulu kuduknya akan berdiri semua hingga akhirnya ia akan merasakan jijik yang tidak tertahankan.
Tapi wanita ini telah menyentuhnya tidak hanya satu kali... bahkan sekarang ini wanita itu sedang memeluknya dengan erat.
'Siapa wanita ini? Kenapa tubuhku tidak menolaknya sama sekali???'
Diarahkannya tangannya menyentuh wanita itu. 'Apa penyakitku sudah sembuh??'.... tapi sepertinya belum.. teringat haphephobia yang dideritanya muncul ketika dia tersentuh oleh pramugari di pesawat tadi.
(haphephobia : rasa takut dan cemas yang disebabkan oleh sentuhan. Penderita biasanya akan takut, cemas, tidak nyaman bahkan panik jika disentuh orang lain)
Tapi kenapa aku merasa nyaman ketika disentuh wanita ini? Dimajukannya bibirnya ke kening wanita itu, lalu dikecupnya keningnya, matanya, pipinya dan hidungnya yang mancung. Rico merasakan rasa yang belum pernah dialaminya selama ini. Ditelusurinya bibir wanita itu yang sedikit terbuka dan mengeluarkan aroma manis dengan jari. Wanita itu hanya menghalau jarinya lalu kembali ke posisi tidurnya. Ya... wanita itu tidur tanpa menyadari keberadaan Rico di kamar itu.
Siapa wanita ini? Siapa yang mengirimkan wanita ini kepadanya? Apa dr. Rian, temannya sekaligus dokter yang merawatnya selama ini? Tapi kenapa Rian tidak berkata apa-apa ya? Memang Rian sering berkata padanya agar dia mencoba untuk berhubungan dengan wanita sehingga suatu saat rasa jijik itu bisa hilang dengan sendirinya. Tapi jangankan hilang, rasa jijik itu makin menjadi - jadi bukan hanya ketika dia meyentuh seorang wanita, bahkan ketika dia tersentuh oleh seorang wanita pun. Untuk itu kemana - mana, Jemmy selalu membawa sarung tangan, hand sanitizer dan tisue basah.
Disentuhnya bibir wanita itu dengan bibirnya.. tanpa sadar dikecupnya bibir ranum itu, dicobanya memasukkan lidahnya ke celah bibir wanita itu. Rico merasakan rasa yang selama ini tidak pernah dirasakannya.
Dengan perasaan takjub, dipandangnya wanita itu.
'Woman, siapa kamu? Apakah kamu seseorang yang dikirim untuk menyembuhkanku?'
Dibelainya lembut rambut wanita yang ada di sampingnya itu. Kembali dikecupnya lembut bibir ranum itu, dimasukinya kembali celah bibir itu dengan lidahnya. 'Inikah rasanya berciuman? Rasanya aku ketagihan.'
Ditelusuri isi mulut wanita itu dengan lidahnya, tak lama berselang.. ia merasakan sambutan dari wanita itu... wanita itu menyambut ciumannya tapi masih sambil menutup matanya... apakah wanita itu menyambutnya dalam tidurnya.
Diulanginya ciuman itu beberapa kali.. Rico merasa takjub, akhirnya dia bisa berciuman juga dengan seseorang... tidak hanya itu.. bahkan dia bisa memeluknya.
Diarahkannya bibirnya ke leher wanita itu lalu menyesapnya... meninggalkan tanda kepemilikan di sana.. tidak hanya satu... dua... bahkan dia meninggalkan tanda di pundak wanita itu...
Dibukanya tali kamar jas wanita itu yang sudah longgar. Disibaknya jas itu dan terlihatlah pemandangan indah dibaliknya.
Ditelusurinya tubuh wanita itu perlahan dengan jarinya. Hanya sedikit gerakan yang ditimbulkan wanita itu.. seperti supaya tidurnya tidak diganggu.
Ditandainya tubuh wanita itu dengan sesapan-sesapan disekujur tubuh wanita itu.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Updated 24 Episodes
Comments