sekolah part 2

Andre adalah sang ketua OSIS. yang pasti Andre adalah seorang pria yang tampan, bertubuh atletis dan tinggi . Untuk kecerdasan tak bisa diragukan . Andre merupakan bagian dari siswa 10 besar di Sekolah. Andre tidak terbilang berasal dari keluarga yang konglomerat tapi bisa dibilang Andre berasal dari keluarga yang mampu.

Andre merupakan salah satu siswa yang mengharapkan Nia diantara siswa" lainnya. Andre berasal dari SMP yang sama dengan Nia. Rumah merekapun cukup berdekatan, mungkin hanya 2-3 KM jaraknya. Pastinya Andre mengenal Nia dari segi manapun.

Berulang kali Andre mengungkapkan perasaannya kepada Nia, tapi ntah kenapa jawaban Nia slalu sama maaf kak untuk sekarang Nia belum bisa, Nia takut jika berpacaran bisa mengganggu konsentrasi Nia dalam belajar . itu itu dan itu jawaban nya. Tapi ntah apa selama itupun Andre tak mau menyerah. Andre tetap menunggu kemauan Nia untuk menjadi kekasihnya.

"Sis udahlah, jangan ribut terus sama Lexa . Emang bener kok yang dia bilang . aku tu gak selevel dengan kalian. aku juga gak pantas kamu jadikan teman" menunduk bersedih dengan ucapannya.

"shhht" menutup mulut Vania dengan jari telunjuknya.

" kamu bicara apa ? kita tuh sama Van. coba aja kali dia bukan anak orang kaya. pastikan dia gak akan bisa sekolah bareng kita?" merangkum Nia dipelukannya.

Siska adalah teman juga sahabat terbaik yang Vania punya. Dia yang selalu dan selama ini berada terus disampingnya. Sejak pertama mereka saling bertemu. Waktu itu Siska lupa tidak membawa salah satu keperluan O SPEK . Disaat itulah dia mulai kebingungan, dia mencari cari didalam tas tapi tak ada. taukan gimana menyebalkannya hukuman pembina OSPEK disaat SMA.

Siska hanya bisa terduduk lemas didalam kelas, disaat itulah Vania datang menemui Siska.

" hai " mengulurkan tangan nya yang dibalas keraguan oleh Siska.

" kamu butuh kresek merah bekas ? ini aq ada lebih, tadi aku sengaja bawa 2 tas kresek"buat cadangannya jika ada kerusakan fikirnya.

" Kamu serius ?" penuh antusias sambil membelalakkan mata penuh kebahagiaan.

"he eh" Vania mengangguk tanda setuju.

" eh btw kok kamu tau aku butuh ini " menerima tas kresek pemberian Nia.

" ya, tadi aku lihat kamu kebingungan gitu terus aku lihat peralatanmu kayak ada yang kurang" meyakinkan

" Makasih banget ya, aku Siska, kamu siapa ?" mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

" a aku Vania" ragu dan sedikit malu.

Dimanapun Nia berada dia selalu merendah

sejak awal. bukan apa apa ,dia cuma merasa jika dirinya tak sebanding dengan teman teman baru sekolahnya. Meski demikian sedikitpun tak membuat Nia merasa minder, dia tetap semangat menjalani hari hari diSekolahnya. Sejak saat itulah mereka menjadi sahabat yang saling mengerti dan mengenal satu sama lain.

tak terasa waktu istirahat telah usai, kini tiba waktunya siswa siswi kembali ke jam pelajaran terakhir mereka, sebelum dilanjutkan jam extra . waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 untuk jam Mapel terakhir, yang akan dilanjutkan jam extra pada pukul 14.30 sore hari. Waktu yang pas untuk berolahraga.

Bulu tangkis adalah extrakurikuler yang Nia pilih untuk kegiatan olahraga.

"Nia" Andre datang menjumpai Nia

" ntar pulang bareng aku ya ?" memohon seraya memandang Nia.

" tadi aku bawa sepeda kak" sanggah Nia

" kapan kapan aja ya kak"

" kapannya kapan ? kamu kan tiap hari bawa sepeda" kesal dengan jawaban Nia yang tak pernah berubah.

"emmh bener deh kapan kapan pasti aku bareng kak Andre, tapi gak sekarang"

"bener ya" harap Andre kepada Nia

Tak ada yang tahu diwaktu yang sama terlihat sosok tampan yang selalu mengepalkan tangannya ketika emosi nya mulai tersulut. Gak tau apa masalahnya ya, mungkin aja karena rasa cemburu melihat Vania dan Andre yang tengah asik bercakap cakap atau mungkin karena jiwa pengecutnya yang membuat dia sangat sulit melangkahkan kakinya hanya untuk sekedar menyapa Vania.

"ehm ehm. pepet terus sampe dapet e e ehhmb ehmb" Siska mendekat sambil sedikit menyindir.

" Eh Sis kamu " sapa Andre

" sampai kapan kakak mau deketin Vania ? mau nunggu sampai tua ? " celoteh Siska yang membuat Andre tersenyum nyengir sambil mengusap rambutnya yang jelas tidak ada apa apa.

" ya udah aku pergi dulu" meninggalkan mereka berdua setelah dirasa pertanyaan b*d*h Siska yang dirasa sulit untuk dijawab.

"Van ? kamu gak kasihan apa sama Andre ? Menggandeng tangan Nia dan meninggalkan lapangan.

" Maksud kamu sis ?" pura pura gak ngerti maksud temannya

" ya kan kamu udah lihat sendiri kalo dia tu jelas jelas nungguin kamu buat jadi kekasihnya, bukannya dia anak yang baik , pintar, cakep lagi. Terus apa yang kamu inginkan lagi Van" merasa bingung dengan sahabatnya.

"gak gitu Sis, aku belum mau mikir aja masalah kayak gituan . Lagian kan aku harus tetap fokus sama pelajaran aku, supaya aku tetap bisa menyelesaikan belajar aku disini" sedih

" iya iya aku kalah lagi" ketus

berhenti melangkah seketika yang hampir saja membuat Nia terjungkal karena salah satu tangannya ada digenggaman Siska

"Eits, tapi Van . Apa jangan jangan kamu nungguin orang yang gak jelas itu"

" kamu selalu aja Sis , suka banget kalo ngawur.kembali berjalan mengimbangi Siska

" ya gak gitu Van dia kan pengagum rahasia kamu selama ini"

" Udah ah gak usah bahas ini terus" berjalan lebih cepat meninggalkan Siska kembali kelapangan.

" Ok. that enough guys, exstra disore ini bapak rasa cukup , untuk selanjutnya mari kita berdoa bersama, sesuai keyakinan masing masing sebelum kita pulang"

teriakan Pak Sofyan sebagai guru olahraga yang sontak mengumpulkan siswa siswi semua.

Pak Sofyan adalah seorang guru terfavorit bagi siswa siswi di Sekolah . Beliau seorang guru tapi juga bisa menjadi seorang teman bagi mereka. Pak Sofyan tak segan menerima curhatan dari siapapun pelajar yang mengeluh kepada beliau .

" berdoa selesai " dilanjut dengan kalimat penutup simple dari beliau. Semua pelajar bubar menuju kendaraan masing masing tak terkecuali si manis Nia dan sahabatnya Siska.

"udah lembar keberapa Van kamu dapet tulisan kayak gini? " mengintip secarik kertas yang dipegang Nia.

" gak tau Sis . Udah gak kehitung jumlahnya"

membaca isi yang tertulis di kertas.

*met istirahat my queen. i love u

pengagummu* tak lupa stiker hati yang menempel dibagian kertas.

" so sweet banget sih Van. terus kamu tau gak siapa cowo misterius ini ?" memandang Nia sambil memegang secarik kertas ditangan kanannya.

Nia mengangkat kedua bahu sambil menggelengkan kepalanya.

" Udah yuk sis kita pulang aja keburu petang" ucapnya setelah kembali melipat kertas dan memasukkannya kedalam tas.

"ok, by Van aku duluan ya. hati hati tuh kamunya dijalan" ucap Siska sambil menyetir motor bebek miliknya. dihari biasanya Siska selalu bawa mobil kesekolahnya, tapi karena hari ini ada jadwal exstra jadi dia memilih motor sebagai kendaraannya . Karena rumah keduanya saling berlawanan arah jadi sangat jarang bagi mereka untuk pulang pergi sama sama.

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play