Pengagum Rahasiaku

Pengagum Rahasiaku

kegiatan pagi Nia

" sini Bu biar Nia bantu " ucap Nia seraya mengerjapkan matanya.

Hari masih gelap masih sangat panjang waktu untuk beristirahat bagi sebagian orang . Tapi bukan untuk Vania . Seorang gadis bertubuh mungil dan berwajah cantik untuk tetap bermalas malasan diatas ranjang yang hangat. Disetiap paginya dia tak enggan untuk membantu ibunya menyiapkan dagangan gorengan untuk dijual di Pasar.

" Trimakasih nduk" bergegas mengerjakan pekerjaan yang lain setelah pekerjaan menggoreng pisang diambil alih oleh Vania.

Ibu seorang janda yang hidupnya belum bisa terbilang berkecukupan. Setelah menjual habis gorengannya kerjaan yang biasa ibu lakukan adalah menjadi kuli panggul ditoko toko dekat pasar yang membutuhkan bantuan nya. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah bagi seorang wanita . Tapi hasil berjualan gorengan saja hanyalah cukup untuk menjadi modal jualan esok hari dan untuk makan sehari nya.

Mereka hidup disebuah kontrakan sederhana dipinggir kota. Angkot sangat berjasa bagi ibu Nia sebagai sarana untuk berjualan kepasar. Jarak yang lumayan jauh sangat tidak mungkin untuk ibu tempuh dengan hanya berjalan kaki. Tapi disaat dagangan nya tidak habis jalan satu satunya hanyalah berjalan untuk pulang sambil menjajakan gorengan yang pastinya gorengan akan dijual lebih murah dari harga biasanya.

Disetiap pagi tak ada waktu yang Nia sia siakan untuk tidak membantu ibunya . Karena ibu adalah orang satu satunya yang Nia punya . Seorang yang telah membesarkan Nia menyayangi Nia dengan segenap jiwa dan raganya . ya, Nia tau, jika dia hanyalah seorang anak yang tak tau asal usulnya . Tak tau dimana orang tuanya. Ibu menemukan Nia ketika dia masih berumur sekitar 5 bulan . sosok bayi kecil malang yang ditemukan didekat sawah pinggiran kota. Ibu menemukan Nia hanya bersama dengan sebuah kalung yang terjatuh didekat kranjang bayi tempat Nia tergeletak.

Tak terasa waktupun berjalan dengan cepat. 16 tahun yang lalu tepatnya ibu menemukan Nia. Tak ada rasa sedih ataupun kecewa dengan apa yang Nia ketahui tentang dirinya, hanya rasa bersyukur dan selalu bersyukur yang selalu dirasakannya karena Nia mendapatkan seseorang seperti ibu. Sesosok yang kini mulai muncul garis garis halus dipipi dan keningnya, wajah lelah namun selalu terlihat cerah karena air wudhu yang selalu membersihkannya.

Kini Nia sudah berada di kelas 2 SMA dengan semangat kerjanya ibu mampu menyekolahkan Nia sampai sekarang. Nia merupakan anak yang berprestasi disekolah. meskipun Nia anak yang tidak mampu tapi Nia tidak pernah pantang menyerah. Dia belajar dan terus belajar hingga akhirnya dia selalu mendapatkan beasiswa yang pastinya sangat membantu beban ibu dalam masalah biaya.

" Nduk sana mandi dulu, nanti telat lho sholat subuhnya. Biar ibu yang teruskan memasaknya sekalian ibu siapkan bekal buat nanti ke Sekolah. Hari ini ada jam olahraga tambahan to nduk? "

" Enggih bu, nanti Nia ada exstrakurikuler jadi Nia pulang telat bu" beralih memandang ibu disampingnya.

" Yo wes gak apa apa nduk yang penting belajar sungguh sungguh , ibu selalu berdoa yang terbaik untukmu nduk" mengelus sayang rambut Nia.

Nia bergegas kekamar kecil milik mereka, menimba air dari dalam sumur lalu memenuhi bak mandi yang tersedia didekatnya . Nia mandi dan segera melaksanakan kewajibannya melakukan sholat subuh . Jika dirasa masih ada waktu dia selalu mengulang kembali sedikit pelajaran yang dipelajari nya dimalam hari sebelum bersiap untuk sekolah.

" Nduk sini ayo sarapan sama ibu," memanggil Nia yang tengah membuka kembali pelajarannya diruang tamu.

Sebelum berangkat kepasar ibu selalu menyempatkan untuk sarapan bersama Nia. Ibu pergi kepasar pada jam 5.30 tapi meski ibu minim pengetahuan, ibu tau jika sarapan adalah hal yang penting yang tidak boleh dilewatkan disetiap hari.

"Ayo bu" berjalan menuju meja makan didapur.

"Maaf nduk ibu belum bisa membekalimu lauk yang enak" memandang Nia dengan mata yang berkaca kaca.

"Gak apa apa ibu, yang penting kita bisa makan setiap hari Nia udah seneng bu" menggenggam tangan ibu.

"Udah bu ayo buruan makannya nanti ibu keburu ketinggalan angkot" berdiri mengambil nasi diperiuk dan sedikit mi oseng untuk ibu dan dirinya.

"trimakasih nduk" menerima piring dari tangan Nia dengan senyum hangatnya.

Mereka menyantap sarapan dengan lahapnya meskipun setiap hari hanyalah makan nasi putih ditemani dengan oseng mi pedas kesukaan Nia tapi mereka tak pernah merasa kurang meraka selalu bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan .

"Ibu berangkat dulu ya nduk" beranjak setelah mencuci piring bekas sarapan mereka.

" Nggih bu , semoga dagangannya habis bu" jawab Nia sambil beranjak menjabat dan mencium tangan ibunya.

" Ini bu air minumnya ibu bawa" menyerahkan sebotol air putih sebagai pelepas dahaga nya disaat bekerja.

Ibu mengambil botol minum sambil sedikit tergesa gesa setelah mendengar suara klakson angkot yang biasa ditumpanginya.

Pelajaran di Sekolah Nia dimulai pada jam 7.15 tapi karena jarak dan sarana yang Nia punya, Nia harus berangkat satu jam lebih awal setiap harinya. Sekolah Nia berada jauh dari tempat tinggalnya. Dengan sepeda tua sang ibu, Nia pergi kesekolahnya. Sepeda tua yang selalu ibu bawa bekerja dulu ketika masih muda. Dengan keadaan yang masih mampu untuk mengayuh berbeda dengan keadaan sekarang, badan yang sudah mulai cepat lelah karena usia.

Disetiap pagi tak pernah ada kata lelah untuk Vania, dia tidak malu meski setelah dikeramaian dia bertemu dengan teman sekolahnya yang pasti menggunakan fasilitas mewah. Tak jarang diantara teman disekolah Nia yang menggunakan mobil sebagai alat transportasi nya.

Ya, Nia memang beruntung Nia adalah salah satu siswi dari SMP daerah nya yang bisa masuk di SMA favorite kota. Tentulah siswa siswinya merupakan anak anak dari keluarga konglomerat kota.

Nia mengayuh sepeda dengan senyum ceria nya ketika berpapasan dengan siapapun pengguna jalan yang dilewatinya . Senyum manis ramah yang pasti bisa meluluhkan hati siapapun yang melihatnya. Tak sedikit orang yang tau dengan Nia. Anak si ibu janda miskin pinggiran kota. Anak periang yang baik budi dan ramah kepada siapa saja. Termasuk untuk seorang remaja yang selalu mengaguminya , memujanya , mencintainya dan mengharapkannya. Tak ada yang tau kenapa keberaniannya seolah hilang menciutkan nyalinya hanya untuk seorang Vania si gadis miskin yang cantik dan penuh ceria. Hingga mendekatinya mengungkapkan kata cinta padanyapun sangat mustahil baginya. Ya, dia hanyalah sipengagum rahasia, mencintai Vania hanya dari kejauhan mengagumi setiap apa yang Vania punya, keceriaan, kesederhanaan, kecerdasan, kecantikan, kegigihan, hah . entahlah baginya Vania adalah the perfect girl in the world yang selalu diimpikannya sebagai pendamping hidup dimasa yang author sendiri gak tau kapan waktunya🤣🤣. .

Bismillah . . semoga bisa melanjutkan my first novel ini. . untuk para reader . . dukung aku yha melalui like dan komen . . 🙏 makasiih

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play