HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁
Ratna membuka matanya setelah tertidur lumayan lama pasca operasi, Ratna melihat sekelilingnya dan hanya menemukan dirinya sendiri, Ratna melihat ke depan dan melihat anak dan suaminya sedang melihat dari jendela yang terbuat dari kaca, Hendri dan Billy yang sedang berada di luar kamar melihat wanita yang mereka cintai akhirnya membuka matanya.
"Pa, Mama udah sadar" Billy menunjuk ke arah tempat tidur dimana Mamanya berada.
"Billy kamu masuklah dulu, Papa akan memanggil Dokter" Ujar Hendri meminta Billy untuk masuk lebih dulu ke dalam kamar tempat istrinya terbaring.
"Baik Pa" Billy mengikuti perintah Papa nya lalu melangkah masuk ke dalam kamar, sementara Hendri berjalan menuju ruangan Dokter.
Billy yang sudah berada di dalam kamar tempat Mamanya di rawat berjalan mendekat ke arah ranjang dan kehadiran Billy membuat Ratna tersenyum melihat anak bungsunya berada di dekat nya.
"Mama apa yang di rasa?" Tanya Billy sambil memegang tangan Mamanya dan duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur tersebut.
Ratna menggelengkan kepalanya dengan senyum di bibirnya.
"Mama baik sayang, bahkan sakit di dada Mama tidak lagi Mama rasakan" Ujar Ratna
"Berarti Jantung almh istri Om Bima cocok dengan Mama" Billy berkata dalam hati.
"Apa nafas Mama masih ga enak?" Tanya Billy yang ingin tau apa Mamanya masih merasakan sakit jika menarik nafas.
"Ga sayang, Mama merasa seperti di lahirkan kembali" Ujar Ratna, ini pasti karna jantung Siska sudah ada di dalam diri Mama" Ujar Ratna menyebut nama sahabat nya yang sudah tiada.
"Sayang, pasti Papa kamu sudah ceritakan kalau Mama dan teman Mama ingin kamu menikah dengan anak perempuan nya, Mama sangat berharap kamu bisa memenuhi keinginan Mama ini" Ratna mengingat kan Billy tentang perjodohannya dengan Amanda, Billy hanya diam mendengar perkataan Mamanya, karna satu-satunya manusia yang ga bisa dia bantah adalah Mamanya, kalau dengan Papa nya Billy masih mau dan berani berdebat, tapi kalau dengan Mamanya, Billy lebih memilih diam dan mengikuti apapun yang menjadi keinginan Mamanya, pembicaraan keduanya terhenti saat pintu kamar di buka dari luar, terlihat Hendri datang bersama Dokter yang menangani Ratna dan juga ada suster yang ikut bersama mereka.
"Permisi Mas, saya mau periksa pasiennya sebentar" Ujar Dokter tersebut meminta kepada Billy untuk memberikannya ruang agar bisa memeriksa kondisi pasiennya, Dokter yang masih muda itu memeriksa dengan teliti keadaan Ratna dan meminta suster untuk mencatat apa yang tadi dia lakukan, untuk observasi lebih lanjut, karna operasi transplantasi jantung bukanlah operasi biasa, harus terus di pantau keadaan si penerima donor jantung, sampe semua benar-benar di anggap aman, dimana syaraf-syaraf dan pembuluh darah di area jantung bisa menerima dan bersinergi dengan jantung yang baru.
"Bagaimana Dok keadaan istri saya?" Hendri langsung bertanya setelah melihat Dokter muda itu selesai memeriksa istrinya.
"Untuk saat ini keadaan pasien oke tidak ada tanda-tanda penolakan dari tubuh beliau dengan jantung barunya, tapi masih harus tetap di pantau karna kita harus melihat selama satu minggu penuh, karna penolakan bisa terjadi setelah beberapa hari kemudian, jadi saya belum bisa memastikan seratus persen keadaan pasien, jadi pasien masih harus di rawat di rumah sakit sampai satu dua minggu ke depan" Ujar Dokter tersebut mengatakan apa yang seharusnya dia katakan.
"Lakukan saja yang terbaik Dok, jika memang hal itu yang di perlukan saya akan mengikuti nya" Hendri menyetujui semua yang di katakan Dokter muda itu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi keluar dulu, karna harus memeriksa pasien yang lain" Dokter itu meminta ijin keluar dari kamar tersebut.
"Baik Dok, terima kasih" Hendri menjabat tangan Dokter Randi, ya nama Dokter muda itu adalah Dokter Randi.
"Sama-sama Tuan" Dokter Randi melangkah keluar dari kamar tersebut meninggalkan keluarga kecil itu.
****
Setelah yakin istrinya dalam keadaan baik Hendri bersama Billy berangkat menuju kediaman Bima untuk membicarakan tentang kelanjutan rencana pernikahan antara Amanda dan Billy, Billy sendiri walau merasa berat dia harus tetap ikut bersama Papanya pergi ke rumah gadis yang akan di jodohkan dengan dirinya, mobil Hendri sudah memasuki halaman rumah mewah milik Bima, dan kedatangan mereka di sambut langsung oleh Bima, Bima mempersilakan Hendri dan Billy untuk masuk, Billy melangkah dengan berat, karna dia harus bertemu dengan gadis yang di jodohkan dengannya, Bima mempersilakan tamunya untuk duduk dan terlihat seorang wanita paruh baya berjalan ke arah Bima dan tamunya.
"Tuan, tamunya mau minum apa?" Wanita paruh baya itu adalah ART di rumah Bima.
Bima memandang Hendri dan Billy untuk mencari jawaban dari pertanyaan ARTnya.
"Apa saja Bim, jangan terlalu repot" Hendri menyebutkan apa yang dia mau.
"Saya minta air putih aja" Billy menyebutkan minuman yang dia inginkan.
"Buatkan kopi dua mbok, sekalian panggilkan Amanda di kamarnya" Bima berujar kepada ARTnya itu.
"Baik Tuan" Wanita paruh baya itu berjalan meninggalkan ruang tamu.
"Hen, aku minta maaf karna ga bisa datang saat operasi istri mu berlangsung, karna kau taukan kalau hari itu juga aku harus memakamkan istriku" Bima menyanpaikan permintaan maafnya.
"Ga masalah Bim" Hendri tersenyum lebar.
"Lalu bagaimana operasi nya?" Bima memang belum mengetahui hasil dari operasi istri Hendri.
"Operasinya berjalan lancar dan Nia juga sudah sadar dan sepertinya tubuh Nia menerima jantung almh dengan baik" Hendri menjelaskan apa yang sudah di jalani istrinya pra dan pasca operasi.
"Syukur lah kalau tubuh istrimu menerima jantung almh Siska dengan baik.
Di saat mereka sedang asyik berbincang dari dalam terlihat seorang gadis cantik berjalan ke arah mereka yang tak lain adalah Amanda, Amanda berjalan ke arah Papanya dan tersenyum ke arah Hendri.
"Om" Amanda mencium tangan Hendri sabagai tanda sopan, Amanda memandang ke arah lelaki muda yang dia bisa tebak kalau lelaki itu pasti anak Om Hendri.
"Kenalkan ini Billy putra Om" Hendri mengenalkan putranya itu.
Billy melihat ke arah Amanda dan mengakui kalau Amanda cantik juga sexy, tapi hatinya sudah tertambat pada satu perempuan yaitu Celia, Amanda mengakui kalau lelaki yang ada di depannya ini memang tampan dengan body tinggi dan gagah, tapi dia tidak suka dengan wajah datar yang di perlihatkan lelaki itu.
"Sok cool! apa dia pikir dia sangat tampan! kalau bukan karna almh Mama gue juga ogah nikah sama cowo datar kayak dia!" Amanda berujar dalam hatinya.
"Jadi kapan kita akan meresmikan hubungan mereka Bim?" Hendri terlihat sudah tidak sabar untuk menjadikan Amanda sebagai menantunya, agar putranya bisa segera putus dari perempuan super matre seperti Celia.
"Aku rasa mereka butuh waktu sebelum mereka menikah, kita kasih mereka waktu untuk saling mengenal selama satu bulan, sekalian kita menunggu kondisi istri mu membaik agar bisa hadir dalam pernikahan putra kalian" Bima memberikan ide agar Amanda dan Billy bisa saling mengenal selama satu bulan kedepan.
"Billy, Papa minta kamu jangan sampe membuat malu keluarga kita dengan melakukan hal yang tidak-tidak" Hendri sengaja berkata seperti itu kepada putranya di depan keluarga calon besannya..
Billy hanya diam dan tidak menjawab, tapi dari tatapan mata Papanya dia tau ada ancaman besar yang sedang menunggu nya jika dia perkataan Papanya.
BERSAMBUNG
like dong
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments