HAPPY READING 🍁 🍁🍁🍁
Bima yang masih berduka karna kepergian istrinya karna kecelakaan yang mereka alami harus terlihatt tegar di depan putri bungsunya yang sangat terpukul karna kepergian Mama yang sangat di sayangi, Bima baru kembali dari rumah sakit dengan beberapa luka memar di wajahnya, Bima baru selesai mengurus segala administrasi istrinya sampai dua hari ke depan, sebab dia belum bisa langsung membawa pulang jenazah istrinya itu terkait dengan transplantasi jantung yang akan di jalani istrinya, Bima berjalan ke kamar putrinya tapi Bima tidak mendapatkan putrinya berada di dalam kamar nya, Bima menanyakan pada semua ART yang ada tapi semua menjawab tidak melihat Nona muda mereka itu, Lalu Bima berjalan ke arah kolam renang dan dia mendapati putrinya itu sedang duduk termenung di pinggir kolam renang, Bima berjalan mendekati putrinya itu lalu mendudukan pantatnya di sebelah putrinya dan merangkul pundak putrinya itu dengan penuh cinta.
" Sayang, kamu ngapain malam-malam sendirian?" Tanya Bima.
" Mama kapan di bawa pulang Pa?" Amanda balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Papa nya itu.
" Setelah menjalani operasi transplantasi jantung, jenazah Mama akan segera di bawa pulang" Ujar Bima menjelaskan alasan kenapa jenazah istrinya masih belum di bawa pulang.
" Kenapa sich Pa jantung Mama mesti di kasih ke orang lain? kan kasian Mama jadi ga punya jantung" Amanda terlihat protes dengan rencana transplantasi jantung yang akan di lakukan pada Mamanya.
" Sayang, itu udah jadi niatan Mama kamu dan itu akan jadi ladang pahala buat Mama kamu, tapi selain itu ada juga amanat Mama kamu Yang harus kita jalani terutama kamu sayang" Ujar Bima dengan suara lembut.
Amanda memandang serius ke wajah Papa nya karna amanat yang di sebutkan Papa nya membawa-bawa namanya.
" Amanat apa Pa dari Mama yang harus aku jalani?" Tanya Amanda dengan nada penasaran di suaranya.
" Nanti setelah pemakaman Mama kamu baru kita bicarakan lagi, sekarang kita masuk yuk, udah malam banget, nanti kamu sakit, kakak kamu kapan datang?" Bima menanyakan tentang anak sulungnya.
" Kak Sakti katanya baru sampe besok karna pesawatnya delay, karnakan harusnya liburan Kak Sakti masih empat hari lagi" Amanda memberitaukan rencana kepulangan Kakaknya dari liburan bersama istri dan anak semata wayang mereka.
" Ya sudah kalau gitu, ayo masuk" Bima memegang tangan putrinya dan mengajaknya berdiri dari tempatnya, Amanda mau ga mau mengikuti kemauan Papanya untuk masuk ke dalam rumah.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Billy yang sedang berada di club bersama Aditya terlihat mukanya sangat kusut dengan permintaan Papanya yang ingin menjodohkan nya dengan anak temannya yang mau mendonorkan jantung nya untuk Mamanya, Billy menenggak wine nya hingga habis dan menuangkan lagi ke dalam gelasnya yang kosong dan kembali menenggak nya sampe habis.
" Bro, loe jangan kebanyakan minum, masalahnya ga bakal hilang juga dengan loe mabuk" Adit mengambil botol wine dari tangan Billy dan menjauhkannya dari jangkauan tangan Billy.
" Kenapa harus gue yang di jodohin!" Ujar Billy dengan emosi.
" Karna cuma elo yang belum nikah" Ujar Adit.
" Gemma juga belum.nikah!" Ujar Billy menyebutkan nama kakak sulungnya.
" Tapi Mas Gemma udah tunangan dan mereka akan menikah akhir tahun ini" Adit mengingatkan Billy tentang Gemma yang sudah bertunangan dengan Ella.
" Gue juga udah punya pacar dan gue juga berencana mau nikah tahun depan!" Billy masih ga mau kalah.
" Gue ga bisa ikut campur bro, karna itu sudah menjadi keputusan Tuan besar dan Tuan besar juga nyerahin semua ke elo tapi perlu loe ingat bro keputusan loe menentukan hidup dan mati nyokap loe" Adit kembali mengingatkan agar Billy tidak menjadi egois.
Billy meremas rambutnya dengan masalah yang mendadak harus dia hadapi dan harus mengorbankan hubungan percintaannya.
" Ayolah kita pulang, ingat besok Tuan besar meminta keputusan loe" Ujar Aditya sambil menuntun Bos sekaligus sahabatnya itu..
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Billy membuka matanya dan mendapatkan dirinya sudah berada di Apartment nya, dengan kepala yang sedikit pusing Billy mengambil ponselnya yang terus berbunyi, Billy melihat nama yang muncul di layar ponselnya tertulis my love Di sana.
" Hallo sayang, iya aku baru bangun, iya nanti kita ketemu pas makan siang, di cafe tempat biasa" Billy menentukan tempat mereka untuk makan siang nanti, Billy bangun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi.
Billy sudah terlihat rapi dengan setelan kantornya, Billy mengambil kunci mobilnya di atas nakas lalu berjalan ke arah pintu Apartment dan saat Billy membuka pintu Apartment nya dia Di kejutkan dengan kehadiran Aditya di depan wajahnya.
" Gue pikir loe belum bangun" Ujar Adit yang sekarang berdiri di pintu Apartment Billy, Billy memberikan kunci mobilnya kepada Adit lalu berjalan mendahului Adit menuju lift yang berada di ujung koridor Apartment, keduanya masuk ke dalam lift dan lift pun Bergerak menuju lantai basemen di mana lokasi parkiran monil berada, setelah keluar dari dalam lift Billy dan Adit berjalan menuju mobil sport milik Billy dan kedua masuk ke dalam mobil dan dengan cekatan Adit mengedarai mobil sport tersebut menuju kantor kantor Billy.
Adit memarkirkan mobil sport yang di setir di parkir khusus Dirut dan Billy langsung keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Adit dan saat Billy dan Adit memasuki pintu utama gedung megah tersebut setiap orang yang melihat mereka memberikan hormat kepada keduanya, Billy dan Adit menuju lift khusus Presdir dan Dirut yang ruangannya berada di lantai 18 gedung ini, karna memang perusahaan Billy memakai lantai satu hingga delapan belas sebagai kantornya sementara lantai sebilan belas hingga lantai tiga puluh lima itu di sewakan pada beberapa perusahaan lain.
Chintya langsung berdiri dari kursinya saat melihat kedatangan Billy dan Adit yang sedang berjalan ke arah nya.
" Selamat pagi Pak Billy Pak Adit" Sapa Chintya dengan senyum semanis mungkin di bibirnya, dan seperti biasa tidak ada sahutan apapun atas sapaan yang dia berikan dan itu sudah dia alami selama tiga tahun bekerja di perusahaan ini, Chintya sebenarnya sudah. bekerja selama tujuh. tahun tapi awalnya dia hanya staf di department keuangan lalu dia di angkat menjadi sekertaris Direktur keuangan selama dua tahun baru setelahnya dia di minta menjadi sekertaris Asisten pribadi Dirut untuk menggantikan sekertaris yang lama yang resign karna harus ikut suaminya yang pindah ke luar kota, Billy langsung masuk ke ruangannya sementara Adit berhenti di meja Chintya.
" Apa skejul Dirut hari ini?" Tanya Adit tentang kegiatan Bos nya hari ini.
" Nanti jam sembilan ada. metting sama perusahaan Adipurna Jaya untuk membahas kerja sama pembangunan hotel Di Singapore dan Australia Pak, terus jam empat sore ada meeting di luar dengan Pak Sandy dari perusahaan German yang ingin kerja sama di bidang Batu bara Pak" Chintya menyampaikan skejul Bos nya kepada Aditya.
" Satu lagi Pak, tadi Tuan Hendri berpesan agar jam makan siang Pak Billy menemui beliau di Restoran di hotel indonesia Pak" Chintya tidak lupa menyampaikan pesan yang dia dapat dari sekertaris Presdir nya.
" Ya sudah, terima kasih, kalau begitu kamu siapkan semua keperluan meeting dan siapa saja yang harus hadir dalam meeting" Adit memberikan intruksi kepada sekertaris nya itu
" Baik Pak" Chintya menganggukan kepalanya.
Adit pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan Billy sementara Chintya hanya memandangi punggung kekar milik Adit yang memghilamg di balik pintu Dirut.
BERSAMBUNG
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA 🙏🙏🙏 DUKUNG KARYA SAYA DENGAN LIKE DAN KOMEN KALIAN, VOTE JUGA YA TEMAN-TEMAN
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments