Indonesia
NovelToon NovelToon

Nama Author: Ai_Li

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

5.0 |

Nama Author: Ai_Li

Dunia Aiswa runtuh saat Devan Argian, investor berkuasa yang dingin, mengklaimnya secara sepihak. Bukan sekadar lamaran, ini adalah jeratan. Demi ambisinya, Devan tak segan mengancam nyawa orang-orang tercinta Aiswa. Nasib adiknya yang bekerja sebagai operator alat berat di Kalimantan kini di ujung tanduk; satu perintah dari Devan bisa menghancurkan masa depan, bahkan nyawanya.

​Terjepit antara rasa benci dan keselamatan keluarga, Aiswa terpaksa tunduk dalam "penjara emas" sang tuan muda. Namun, di balik dominasi gelap Devan, hadir Zianna, putri kecil sang investor yang sangat menyayanginya. Akankah ketulusan Zianna dan pesona posesif Devan mampu mengikis kebencian Aiswa hingga setipis tisu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 139 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
Bab 1: Tante Guru dan Tuan Kaku
2
Bab 2: Antara Curhat Colongan dan Transferan Sayang
3
Bab 3: Jejak Digital dan Langkah Sang Predator
4
Bab 4: Jebakan Makan Siang dan Teman yang Kurang Akhlak
5
Bab 5: Kerjasama Ayah dan Anak yang Terlalu Epic
6
Bab 6: Tim Makcomblang dan Siasat Tuan Muda
7
Bab 7: Jebakan Berkedok Seminar
8
Bab 8: Pernyataan Perang di Bawah Langit Bali
9
Bab 9: Senam Jantung di Bawah Matahari Bali
10
Bab 10: Diplomasi Kamar Mandi dan Jebakan Outdoor
11
Bab 11: Skakmat di Depan Mikrofon
12
Bab 12: Antara Nyawa dan Trauma Masa Lalu
13
Bab 13: Pulang dalam Genggaman Sang Predator
14
Bab 14: Jet Pribadi dan Lamaran Jalur Bocil
15
Bab 15: Investor di Balik Bayang-bayang
16
Bab 16: Sidang Pleno Geng Sembilan Nyawa
17
Bab 17: Pilihan di Ujung Tanduk
18
Bab 18: Karung untuk Sang Sultan
19
Bab 19: Singa Betina dalam Kandang Naga
20
Bab 20: Runtuhnya Benteng Terakhir
21
Bab 21: Payung, Jas, dan Jebakan Ibu-Ibu
22
Bab 22: Melawan Trauma demi Sang Pemilik Hati
23
Bab 23: Strategi Penaklukan Sang Calon Menantu
24
Bab 24: Pasukan Pengompor dan Kiriman Misterius
25
Bab 25: Piyama Biru Muda dan Misi Melabrak Duda
26
Bab 26: Kopi Hitam dan Zirah Pelindung Sang CEO
27
Bab 27: Ruang Kedap Suara dan Hadiah yang Tertunda
28
Bab 28: Kandang Singa, Foto Masa Lalu, dan Ancaman Bungkam
29
Bab 29: Sesuap Nasi, Tuduhan Buta, dan Kekecewaan yang Pecah
30
Bab 30: Pecahnya Topeng Kesabaran, Pengakuan Tak Terduga, dan Batas Akhir
31
Bab 31: Dialog Dua Orang Asing, Perlindungan Posesif, dan Dekapan Hangat
32
Bab 32: Sentuhan Kecil, Skenario Duda, dan Potret Keluarga Bahagia
33
Bab 33: Gelang Manik-Manik, Proyek Sains Aksara, dan Lampu Hijau Calon Ipar
34
Bab 34: Lamaran di Ruang Tamu Lesehan
35
Bab 35: Bestie Zianna dan Sidang Meja Makan
36
Bab 36: Kejutan Instan, Pawang Buaya, dan Rahasia sang CEO
37
Bab 37: Air Mata Albi dan Pengawasan Jarak Jauh
38
Bab 38: Pelukan Ibu dan Skenario Rahasia sang CEO
39
Bab 39: Labrakan Nyonya Besar dan Gebrakan Pintu Ruangan
40
Bab 40: Skakmat sang CEO
41
Bab 41: Mode Singa dan Rahasia CCTV
42
Bab 42: Air Mata Penyesalan sang Nyonya Besar
43
Bab 43: Obat sang CEO
44
Bab 44: Sengatan di Butik Sultan
45
Bab 45: Ancaman di Depan Angkot
46
Bab 46: Singa Betina Sedang Mengamuk
47
Bab 47: Guyuran Air dan Pelindung Tak Terduga
48
Bab 48: Hangat di Balik Dinginnya Argian
49
Bab 49: Sisi Hangat Sang Predator
50
Bab 50: Uang Tanpa Limit dan Skakmat di Kursi Belakang
51
Bab 51: Sambutan Hangat di Rumah Klasik
52
Bab 52: Strategi Licik di Kursi Belakang
53
Bab 53: Drama Telur Gulung dan Hadirnya sang Bidadari
54
Bab 54: Komplotan Kembar Fiktif
55
Bab 55: Koboi Nyasar yang Salah Alamat
56
Bab 56: Kepulangan sang Predator
57
Bab 57: Urusan Kenegaraan yang Kelewat Batas
58
Bab 58: Aliansi di Atas Langit dan Lem Kambing Pak Duda
59
Bab 59: Diplomasi Duda Edan dan Operasi Jemput "Anak Kita"
60
Bab 60: Strategi Pelukan Massal ala Bapak dan Anak
61
Bab 61: Tabib Dadakan dan Diplomasi Pohon Mangga
62
Bab 62: Diplomasi Pohon Mangga dan Kekalahan Mutlak sang CEO
63
Bab 63: Sop Ayam Kampung dan Badai yang Kembali Mendekat
64
Bab 64: Gertakan Singa dan Takdir yang Bergeser
65
Bab 65: Strategi, Ciuman Pertama, dan Sandera di Lapangan
66
Bab 66: Jejak Masa Lalu dan Siasat Sang Singa
67
Bab 67: Sahabat MUA, Ramalan Jodoh, dan Batuk yang Mencurigakan
68
Bab 68: Aliansi Dua Singa dan Pintu Neraka yang Terbuka
69
Bab 69: Hadiah Mantan dan Kalkulasi Investasi Dadakan
70
Bab 70: Duel Harga Diri, Tas Bermerek, dan Serangan Balik Atlet Sekolah
71
Bab 71: Power Matriark Tertinggi dan Cilok Puluhan Juta
72
Bab 72: Sidang Paripurna Sembilan Nyawa dan Sinyal Hijau dari Kasta Tertinggi
73
Bab 73: Invasi Tengah Malam dan Detak Jantung yang Terancam Pensiun Dini
74
Bab 74: Modus Jalur VIP dan Ancaman Kanibalisme Aiswa
75
Bab 75: Trauma yang Terkunci dan Lompatan di Ambang Batas
76
Bab 76: Cermin Retak Masa Lalu dan Tangisan di Balik Kaca
77
Bab 77: Kulit Ayam, Gombalan Kumur-Kumur, dan Teori Kepemilikan Duda Sinting
78
Bab 78: Ancaman Dingin sang Penguasa dan Kotak Rahasia yang Tertinggal
79
Bab 79: Kilau Emas dan Cemburu sang Penguasa
80
Bab 80: Ultimatum Maut sang Singa Posesif
81
Bab 81: Alarm Bahaya, Teori Hukum sang Duda, dan Gangguan "Bobo Cantik" Zianna
82
Bab 82: Lapangan Pribadi Sang Tuan Muda dan Refleks Pelukan yang Salah Alamat
83
Bab 83: Kalah Tanding tapi Menang Banyak
84
Bab 84: Pasukan Skuter Jas Hitam dan Syok Jilid Tiga sang Guru PAUD
85
Bab 85: Peringatan Berdarah sang Asisten dan Gosip Panas Kakak-Adik
86
Bab 86: Terapi Belanja Dua Puluh Juta dan Gosip Panas Cincin sang Mantan
87
Bab 87: Sidang Sembilan Nyawa dan Penggerebekan Lamaran Dadakan
88
Bab 88: Mode Preman VS Skakmat Sang Duda
89
Bab 89: Ketika Guru PAUD Kehilangan Anggun di Depan Lucas
90
Bab 90: Jebakan Mbak Suci dan Pengawalan Ala Keluarga Ningrat
91
Bab 91: Gosip Sumala, Misteri Air Mata sang Ibu Peri, dan Janji di Tepi Jalan
92
Bab 92: Istana Hutan Lindung, Rencana Mbak Suci, dan Analisis Genius sang Bocil
93
Bab 93: Senyum Licik di Balik Pintu dan Penerbangan Tengah Malam
94
Bab 94: Penyusup Subuh, Cas Energi sang Tirani, dan Pelukan Tanpa Sadar
95
Bab 95: Sarapan "Penyusup" dan Rusaknya Rencana Rahasia
96
Bab 96: Retaknya Dunia Shena
97
Bab 97: Retaknya Dunia Cemara, Duda Palsu, dan Skenario Bom Waktu
98
Bab 98: Siasat di Atas Meja, Dominasi Duda Sultan, dan Sleep Call Tanpa Rencana
99
Bab 96: Kebun Tomat sang Nyonya, Gaun Lima Warna, dan Nasihat dari Balkon Istana
100
Bab 100: Tuan Muda di Kebun Tomat dan Teori Ganti Rugi Sultan
101
Bab 101: Trik Akting Kelas Teri, Kebijakan Bunda, dan Kegagalan Drama Kolosal
102
Bab 102: Obsesi di Balik Cermin, Niat Tersembunyi, dan Kepolosan Si Putri Kecil
103
Bab 103: Rencana yang Melenceng, Jeritan di Dekat Tangga, dan Bisikan Palsu
104
Bab 104: Pelukan Pagi Hari dan Air Mata Penyesalan
105
Bab 105: Penolakan Sang Tirani, Pintu yang Tertutup, dan Reuni Sembilan Nyawa
106
Bab 106: Teori di Kamar Kosan, Manipulasi Wajah Peri, dan Konspirasi Tujuh Sumur
107
Bab 107: Calon Suami, Ongkos Lima Puluh Ribuan, dan Tabir yang Terkuak
108
Bab 108: Skenario Sang Dalang, Umpan Beracun, dan Kembalinya Calon Nyonya Argian
109
Bab 109: Pemanasan, Drama Action, dan Hukuman Sang Calon Suami
110
Bab 110: Topeng yang Terlepas, Amukan sang Ular, dan Luka untuk sang Calon Istri
111
Bab 111: Bahkan Semut pun Tak Boleh
112
Bab 112: Calon Nyonya Rumah, Pelukan Kerinduan, dan Boneka Kelinci
113
Bab 113: Geng Sembilan Nyawa dan Detak Jantung Aksara
114
Bab 114: Gulai Ayam, Pengukuran Gaun, dan Kejutan Tiga Hari Lagi
115
Bab 115: Khodam Preman, Sosok Misterius, dan Fans Fanatik
116
Bab 116: Hukuman Khas Aiswa, Singa Rumah, dan Kepulangan Arkananta
117
Bab 117: Deep Talk, Kehebohan Grub, dan Curiga pada Sang Duda
118
Bab 118: Khawatir sang Duda, Pengakuan Datar, dan Incaran Misterius
119
Bab 119: Kejutan di Hari Pertunangan
120
Bab 120: Aku-Kamu, Peringatan Tegas, dan Pengintai dari Lantai Atas
121
Bab 121: Insting Shena, Perintah Rahasia, dan Kejutan MUA
122
Bab 122: Kehangatan Meja Makan dan Ledakan Amarah
123
Bab 123: Hama Sekolah dan Penyelamatan Seru
124
Bab 124: Perang Toa, Tumbler Bunda, dan Bayangan Anna
125
Bab 125: Di Balik Pintu Semesta Devan
126
Bab 126: Penawar Tanpa Resep
127
Bab 127: Pengakuan dan Bayang-Bayang Musuh Dalam Selimut
128
Bab 128: Kartu Hitam, Kode PIN, dan Rahasia Satu Butir Pil
129
Bab 129: Insiden di Jalan dan Perangkap yang Terbuka
130
Bab 130: Satu Langkah ke Arahku
131
Bab 131: Pamitan Arka, Rencana Prancis, dan Becandaan Berbahaya Nala
132
Bab 132: Kalung Kelinci, Foto Bersama, dan Godaan Sebelum Berangkat
133
Bab 133: Pengawal Cilik, Cemburu Aluna, dan Asumsi Aksara
134
Bab 134: Ponsel yang Hancur dan Rahasia Kalung Kelinci
135
Bab 135: Kostum Pelangi Nala dan Senjata Aksara
136
Bab 136: Obrolan di Taman Kota dan Kalung yang Terlepas
137
Bab 137: Gosip Saudara Tiri dan Senjata Momen Canggung
138
Bab 138: Kilas Balik Memori dan Usilnya Sang Kakak
139
Bab 139: Pertemuan Tak Terduga di Toko Kue dan Peringatan Keras Aruna
139
Bab 139: Pertemuan Tak Terduga di Toko Kue dan Peringatan Keras Aruna
138
Bab 138: Kilas Balik Memori dan Usilnya Sang Kakak
137
Bab 137: Gosip Saudara Tiri dan Senjata Momen Canggung
136
Bab 136: Obrolan di Taman Kota dan Kalung yang Terlepas
135
Bab 135: Kostum Pelangi Nala dan Senjata Aksara
134
Bab 134: Ponsel yang Hancur dan Rahasia Kalung Kelinci
133
Bab 133: Pengawal Cilik, Cemburu Aluna, dan Asumsi Aksara
132
Bab 132: Kalung Kelinci, Foto Bersama, dan Godaan Sebelum Berangkat
131
Bab 131: Pamitan Arka, Rencana Prancis, dan Becandaan Berbahaya Nala
130
Bab 130: Satu Langkah ke Arahku
129
Bab 129: Insiden di Jalan dan Perangkap yang Terbuka
128
Bab 128: Kartu Hitam, Kode PIN, dan Rahasia Satu Butir Pil
127
Bab 127: Pengakuan dan Bayang-Bayang Musuh Dalam Selimut
126
Bab 126: Penawar Tanpa Resep
125
Bab 125: Di Balik Pintu Semesta Devan
124
Bab 124: Perang Toa, Tumbler Bunda, dan Bayangan Anna
123
Bab 123: Hama Sekolah dan Penyelamatan Seru
122
Bab 122: Kehangatan Meja Makan dan Ledakan Amarah
121
Bab 121: Insting Shena, Perintah Rahasia, dan Kejutan MUA
120
Bab 120: Aku-Kamu, Peringatan Tegas, dan Pengintai dari Lantai Atas
119
Bab 119: Kejutan di Hari Pertunangan
118
Bab 118: Khawatir sang Duda, Pengakuan Datar, dan Incaran Misterius
117
Bab 117: Deep Talk, Kehebohan Grub, dan Curiga pada Sang Duda
116
Bab 116: Hukuman Khas Aiswa, Singa Rumah, dan Kepulangan Arkananta
115
Bab 115: Khodam Preman, Sosok Misterius, dan Fans Fanatik
114
Bab 114: Gulai Ayam, Pengukuran Gaun, dan Kejutan Tiga Hari Lagi
113
Bab 113: Geng Sembilan Nyawa dan Detak Jantung Aksara
112
Bab 112: Calon Nyonya Rumah, Pelukan Kerinduan, dan Boneka Kelinci
111
Bab 111: Bahkan Semut pun Tak Boleh
110
Bab 110: Topeng yang Terlepas, Amukan sang Ular, dan Luka untuk sang Calon Istri
109
Bab 109: Pemanasan, Drama Action, dan Hukuman Sang Calon Suami
108
Bab 108: Skenario Sang Dalang, Umpan Beracun, dan Kembalinya Calon Nyonya Argian
107
Bab 107: Calon Suami, Ongkos Lima Puluh Ribuan, dan Tabir yang Terkuak
106
Bab 106: Teori di Kamar Kosan, Manipulasi Wajah Peri, dan Konspirasi Tujuh Sumur
105
Bab 105: Penolakan Sang Tirani, Pintu yang Tertutup, dan Reuni Sembilan Nyawa
104
Bab 104: Pelukan Pagi Hari dan Air Mata Penyesalan
103
Bab 103: Rencana yang Melenceng, Jeritan di Dekat Tangga, dan Bisikan Palsu
102
Bab 102: Obsesi di Balik Cermin, Niat Tersembunyi, dan Kepolosan Si Putri Kecil
101
Bab 101: Trik Akting Kelas Teri, Kebijakan Bunda, dan Kegagalan Drama Kolosal
100
Bab 100: Tuan Muda di Kebun Tomat dan Teori Ganti Rugi Sultan
99
Bab 96: Kebun Tomat sang Nyonya, Gaun Lima Warna, dan Nasihat dari Balkon Istana
98
Bab 98: Siasat di Atas Meja, Dominasi Duda Sultan, dan Sleep Call Tanpa Rencana
97
Bab 97: Retaknya Dunia Cemara, Duda Palsu, dan Skenario Bom Waktu
96
Bab 96: Retaknya Dunia Shena
95
Bab 95: Sarapan "Penyusup" dan Rusaknya Rencana Rahasia
94
Bab 94: Penyusup Subuh, Cas Energi sang Tirani, dan Pelukan Tanpa Sadar
93
Bab 93: Senyum Licik di Balik Pintu dan Penerbangan Tengah Malam
92
Bab 92: Istana Hutan Lindung, Rencana Mbak Suci, dan Analisis Genius sang Bocil
91
Bab 91: Gosip Sumala, Misteri Air Mata sang Ibu Peri, dan Janji di Tepi Jalan
90
Bab 90: Jebakan Mbak Suci dan Pengawalan Ala Keluarga Ningrat
89
Bab 89: Ketika Guru PAUD Kehilangan Anggun di Depan Lucas
88
Bab 88: Mode Preman VS Skakmat Sang Duda
87
Bab 87: Sidang Sembilan Nyawa dan Penggerebekan Lamaran Dadakan
86
Bab 86: Terapi Belanja Dua Puluh Juta dan Gosip Panas Cincin sang Mantan
85
Bab 85: Peringatan Berdarah sang Asisten dan Gosip Panas Kakak-Adik
84
Bab 84: Pasukan Skuter Jas Hitam dan Syok Jilid Tiga sang Guru PAUD
83
Bab 83: Kalah Tanding tapi Menang Banyak
82
Bab 82: Lapangan Pribadi Sang Tuan Muda dan Refleks Pelukan yang Salah Alamat
81
Bab 81: Alarm Bahaya, Teori Hukum sang Duda, dan Gangguan "Bobo Cantik" Zianna
80
Bab 80: Ultimatum Maut sang Singa Posesif
79
Bab 79: Kilau Emas dan Cemburu sang Penguasa
78
Bab 78: Ancaman Dingin sang Penguasa dan Kotak Rahasia yang Tertinggal
77
Bab 77: Kulit Ayam, Gombalan Kumur-Kumur, dan Teori Kepemilikan Duda Sinting
76
Bab 76: Cermin Retak Masa Lalu dan Tangisan di Balik Kaca
75
Bab 75: Trauma yang Terkunci dan Lompatan di Ambang Batas
74
Bab 74: Modus Jalur VIP dan Ancaman Kanibalisme Aiswa
73
Bab 73: Invasi Tengah Malam dan Detak Jantung yang Terancam Pensiun Dini
72
Bab 72: Sidang Paripurna Sembilan Nyawa dan Sinyal Hijau dari Kasta Tertinggi
71
Bab 71: Power Matriark Tertinggi dan Cilok Puluhan Juta
70
Bab 70: Duel Harga Diri, Tas Bermerek, dan Serangan Balik Atlet Sekolah
69
Bab 69: Hadiah Mantan dan Kalkulasi Investasi Dadakan
68
Bab 68: Aliansi Dua Singa dan Pintu Neraka yang Terbuka
67
Bab 67: Sahabat MUA, Ramalan Jodoh, dan Batuk yang Mencurigakan
66
Bab 66: Jejak Masa Lalu dan Siasat Sang Singa
65
Bab 65: Strategi, Ciuman Pertama, dan Sandera di Lapangan
64
Bab 64: Gertakan Singa dan Takdir yang Bergeser
63
Bab 63: Sop Ayam Kampung dan Badai yang Kembali Mendekat
62
Bab 62: Diplomasi Pohon Mangga dan Kekalahan Mutlak sang CEO
61
Bab 61: Tabib Dadakan dan Diplomasi Pohon Mangga
60
Bab 60: Strategi Pelukan Massal ala Bapak dan Anak
59
Bab 59: Diplomasi Duda Edan dan Operasi Jemput "Anak Kita"
58
Bab 58: Aliansi di Atas Langit dan Lem Kambing Pak Duda
57
Bab 57: Urusan Kenegaraan yang Kelewat Batas
56
Bab 56: Kepulangan sang Predator
55
Bab 55: Koboi Nyasar yang Salah Alamat
54
Bab 54: Komplotan Kembar Fiktif
53
Bab 53: Drama Telur Gulung dan Hadirnya sang Bidadari
52
Bab 52: Strategi Licik di Kursi Belakang
51
Bab 51: Sambutan Hangat di Rumah Klasik
50
Bab 50: Uang Tanpa Limit dan Skakmat di Kursi Belakang
49
Bab 49: Sisi Hangat Sang Predator
48
Bab 48: Hangat di Balik Dinginnya Argian
47
Bab 47: Guyuran Air dan Pelindung Tak Terduga
46
Bab 46: Singa Betina Sedang Mengamuk
45
Bab 45: Ancaman di Depan Angkot
44
Bab 44: Sengatan di Butik Sultan
43
Bab 43: Obat sang CEO
42
Bab 42: Air Mata Penyesalan sang Nyonya Besar
41
Bab 41: Mode Singa dan Rahasia CCTV
40
Bab 40: Skakmat sang CEO
39
Bab 39: Labrakan Nyonya Besar dan Gebrakan Pintu Ruangan
38
Bab 38: Pelukan Ibu dan Skenario Rahasia sang CEO
37
Bab 37: Air Mata Albi dan Pengawasan Jarak Jauh
36
Bab 36: Kejutan Instan, Pawang Buaya, dan Rahasia sang CEO
35
Bab 35: Bestie Zianna dan Sidang Meja Makan
34
Bab 34: Lamaran di Ruang Tamu Lesehan
33
Bab 33: Gelang Manik-Manik, Proyek Sains Aksara, dan Lampu Hijau Calon Ipar
32
Bab 32: Sentuhan Kecil, Skenario Duda, dan Potret Keluarga Bahagia
31
Bab 31: Dialog Dua Orang Asing, Perlindungan Posesif, dan Dekapan Hangat
30
Bab 30: Pecahnya Topeng Kesabaran, Pengakuan Tak Terduga, dan Batas Akhir
29
Bab 29: Sesuap Nasi, Tuduhan Buta, dan Kekecewaan yang Pecah
28
Bab 28: Kandang Singa, Foto Masa Lalu, dan Ancaman Bungkam
27
Bab 27: Ruang Kedap Suara dan Hadiah yang Tertunda
26
Bab 26: Kopi Hitam dan Zirah Pelindung Sang CEO
25
Bab 25: Piyama Biru Muda dan Misi Melabrak Duda
24
Bab 24: Pasukan Pengompor dan Kiriman Misterius
23
Bab 23: Strategi Penaklukan Sang Calon Menantu
22
Bab 22: Melawan Trauma demi Sang Pemilik Hati
21
Bab 21: Payung, Jas, dan Jebakan Ibu-Ibu
20
Bab 20: Runtuhnya Benteng Terakhir
19
Bab 19: Singa Betina dalam Kandang Naga
18
Bab 18: Karung untuk Sang Sultan
17
Bab 17: Pilihan di Ujung Tanduk
16
Bab 16: Sidang Pleno Geng Sembilan Nyawa
15
Bab 15: Investor di Balik Bayang-bayang
14
Bab 14: Jet Pribadi dan Lamaran Jalur Bocil
13
Bab 13: Pulang dalam Genggaman Sang Predator
12
Bab 12: Antara Nyawa dan Trauma Masa Lalu
11
Bab 11: Skakmat di Depan Mikrofon
10
Bab 10: Diplomasi Kamar Mandi dan Jebakan Outdoor
9
Bab 9: Senam Jantung di Bawah Matahari Bali
8
Bab 8: Pernyataan Perang di Bawah Langit Bali
7
Bab 7: Jebakan Berkedok Seminar
6
Bab 6: Tim Makcomblang dan Siasat Tuan Muda
5
Bab 5: Kerjasama Ayah dan Anak yang Terlalu Epic
4
Bab 4: Jebakan Makan Siang dan Teman yang Kurang Akhlak
3
Bab 3: Jejak Digital dan Langkah Sang Predator
2
Bab 2: Antara Curhat Colongan dan Transferan Sayang
1
Bab 1: Tante Guru dan Tuan Kaku
Lihat Semua
Descarga BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!