Indonesia
NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1 - Tristan Alrish

Tristan Alrish memiliki hampir segala sesuatu yang bisa diinginkan seorang pria.

Di usia tiga puluh lima tahun, namanya sudah dikenal luas di dunia bisnis. Perusahaan fashion yang dibangunnya dari nol berkembang menjadi salah satu merek ternama di negeri itu. Wajah tampannya kerap muncul di majalah bisnis, bukan hanya karena kesuksesannya, tetapi juga karena Tristan dikenal sebagai sosok yang tenang, berwibawa, dan sulit didekati.

Banyak wanita pernah berusaha mendekatinya. Namun Tristan selalu menjaga jarak. Di mata publik, dia adalah pria yang nyaris sempurna. Seorang CEO tampan yang tidak pernah terlibat skandal, tidak pernah terlihat berpesta berlebihan, dan selalu pulang kepada keluarganya. Dia bahkan sering membawa putranya, Denis, menghadiri acara keluarga perusahaan. Karena itu, media memberinya julukan family man.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik citra tersebut, Tristan sebenarnya telah lama merasa kesepian. Pagi itu, Tristan berdiri di depan jendela besar ruang kerjanya sambil memandangi kota dari lantai tiga puluh dua. Segelas kopi yang dibuat asistennya sudah lama mendingin di atas meja, tetapi belum disentuh sedikit pun.

Ponsel Tristan bergetar. Ada sebuah pesan dari Denis.

Ayah, nanti pulang cepat, kan? Denis mau menunjukkan gambar baru.

Sudut bibir Tristan terangkat tipis.

Tentu. Ayah akan pulang sebelum makan malam.

Dia menekan tombol kirim, kemudian menatap layar beberapa detik lebih lama. Setidaknya, ada satu orang yang selalu membuatnya ingin pulang.

Denis, putranya yang berusia tujuh tahun itu adalah alasan terbesar Tristan masih mempertahankan rumah tangganya. Sebab jika bukan karena Denis, mungkin sudah lama dia berhenti mencoba memperbaiki sesuatu yang sejak bertahun-tahun lalu terasa kosong.

Pernikahannya dengan Olivia tidak pernah benar-benar buruk di mata orang lain. Mereka jarang bertengkar di depan umum. Olivia selalu tampil anggun, mengenakan pakaian mahal dan menghadiri berbagai acara sosial. Dia hidup dalam kemewahan yang disediakan Tristan tanpa pernah kekurangan apa pun. Namun di rumah, hubungan mereka terasa seperti dua orang asing yang kebetulan tinggal di tempat yang sama.

Olivia lebih banyak memikirkan belanja, pesta, perjalanan, dan kehidupan mewah daripada keluarganya. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, kedekatan sebagai pasangan hampir tidak pernah ada. Setiap kali Tristan berusaha mengajak berbicara tentang hubungan mereka, Olivia selalu menghindar dengan berbagai alasan.

Awalnya Tristan mencoba memahami. Mungkin Olivia lelah. Mungkin dia sedang banyak pikiran. Mungkin mereka hanya membutuhkan waktu. Namun semakin lama, alasan-alasan itu terasa seperti dinding yang semakin tinggi.

Tristan memilih diam. Dia tidak ingin rumah tangganya menjadi bahan pembicaraan. Dia juga tidak ingin Denis tumbuh dengan melihat kedua orang tuanya berpisah. Maka dia terus mengalah.

Tristan bekerja dan pulang. Dia tersenyum ketika diperlukan. Berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Begitu terus setiap hari.

Hari itu, menjelang siang, Tristan keluar dari ruangannya untuk menghadiri rapat bersama tim desain. Langkahnya terhenti ketika melihat sesuatu di atas meja sekretarisnya.

Zay, pria berusia tiga puluh tahun itu sedang berdiri membelakangi Tristan sambil memeriksa beberapa dokumen.

Namun bukan Zay yang menarik perhatian Tristan. Melainkan sebuah benda kecil di sudut meja. Sebuah gelang. Tristan mengenalinya. Dia pernah membelikannya untuk Olivia tiga tahun lalu.

Gelang tipis dengan liontin kecil berbentuk bunga itu bukan barang yang mudah dilupakan. Olivia sangat menyukainya dan hampir selalu memakainya ketika menghadiri acara tertentu.

Tristan berhenti beberapa langkah dari meja tersebut. Matanya terpaku pada gelang itu.

"Kenapa gelang Olivia ada di sini?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Zay langsung menoleh. Wajah pria itu berubah sesaat sebelum kembali tenang.

"Pak Tristan?"

Tristan berjalan mendekat. Tatapannya masih tertuju pada benda tersebut.

"Ini milik siapa?"

Zay melihat gelang itu. "Sepertinya milik seseorang yang tadi datang."

"Siapa?"

Zay tampak ragu. "Seorang tamu."

Tristan menatapnya. "Tamu?"

"Ya."

Jawaban itu terlalu cepat. Tristan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya mengambil gelang tersebut, lalu memeriksanya sekilas.

Tidak ada keraguan. Itu memang gelang Olivia. Namun otaknya segera mencari alasan. Mungkin Olivia datang ke kantor. Mungkin gelangnya terjatuh. Atau mungkin gelang itu bukan hanya dimiliki oleh istrinya.

Tidak ada alasan untuk mencurigai apa pun. Tristan mengembalikan gelang itu.

"Kalau pemiliknya datang lagi, berikan kepadanya."

"Baik, Pak."

Tristan mengangguk kecil, lalu melanjutkan langkahnya. Sedikit pun dia tidak menganggap gelang itu sebagai sesuatu yang perlu dipikirkan lebih jauh. Baginya, Zay bukan sekadar sekretaris yang bekerja di bawah perintahnya. Selama bertahun-tahun bekerja bersama, hubungan mereka sudah cukup dekat dan penuh kepercayaan.

Zay adalah salah satu karyawan pertama yang benar-benar mampu menarik perhatian Tristan sejak perusahaan fashion miliknya mulai berkembang. Ketika Nebula masih berupa perusahaan kecil dengan jumlah karyawan yang belum banyak, Zay sudah berada di sana, bekerja tanpa banyak mengeluh. Dia ikut lembur ketika perusahaan membutuhkan, membantu tim desain menyelesaikan berbagai pekerjaan, bahkan beberapa kali turun langsung menemui klien ketika keadaan mendesak.

Tristan masih mengingat masa ketika Nebula mengalami kesulitan mendapatkan salah satu kontrak besar pertamanya. Saat sebagian karyawan mulai kehilangan keyakinan, Zay justru menjadi salah satu orang yang terus bekerja keras mencari cara agar perusahaan tidak kehilangan kesempatan tersebut.

Berkat kerja keras banyak orang, termasuk Zay, Nebula akhirnya berkembang pesat. Karena itu, Tristan tidak pernah melihat Zay sebagai sekadar seorang bawahan. Dia mempercayainya. Bahkan jika dibandingkan dengan sebagian besar orang yang bekerja di perusahaan itu, Zay adalah salah satu orang yang paling Tristan percaya.

Maka ketika melihat gelang Olivia berada di meja Zay, Tristan sama sekali tidak menghubungkannya dengan sesuatu yang buruk. Dia justru berpikir mungkin Olivia memang pernah datang menemui Zay untuk suatu urusan. Atau bisa saja gelang itu tertinggal ketika istrinya berkunjung ke kantor. Tidak ada alasan untuk mencurigai orang yang selama bertahun-tahun telah membantunya membangun Nebula.

Beberapa jam kemudian, Tristan kembali memanggil Zay ke ruangannya.

"Pak Tristan memanggilku?"

"Masuk!"

Zay membuka pintu kemudian berjalan mendekati meja kerja Tristan. Pria itu berdiri dengan beberapa dokumen di tangannya.

Tristan mempersilakannya duduk. "Ada sesuatu yang ingin kubicarakan."

Zay langsung memperhatikan wajah atasannya. "Apakah ada masalah dengan proyek terbaru?"

"Tidak."

Tristan bersandar pada kursinya. Tatapannya tertuju pada pria di hadapannya.

"Justru sebaliknya. Aku sedang memikirkan sesuatu untukmu."

Zay tampak bingung. "Untukku?"

Tristan mengangguk.

"Kau sudah bekerja cukup lama di Nebula. Aku tahu berapa banyak yang sudah kau lakukan untuk perusahaan ini."

Zay terdiam.

"Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan perusahaan tidak hanya disebabkan oleh tim desain atau bagian pemasaran. Orang-orang seperti kau juga punya peran besar."

"Aku hanya menjalankan tugasku, Pak."

Tristan tersenyum tipis. "Itu yang selalu kau katakan."

Dia membuka sebuah map di atas meja. "Karena itu, aku ingin memberikan posisi baru kepadamu."

Mata Zay langsung tertuju pada dokumen tersebut. "Posisi baru?"

"Mulai bulan depan, aku berencana mengangkatmu menjadi wakil direktur Nebula."

Zay terdiam cukup lama. Jelas dia tidak menyangka akan mendengar kalimat tersebut.

"Wakil direktur?"

"Ya."

Tristan mengangguk santai. "Kau sudah membuktikan kemampuanmu. Aku membutuhkan seseorang yang bisa kupercaya untuk membantu mengurus perusahaan ketika aku tidak bisa turun tangan langsung."

Wajah Zay perlahan dipenuhi kegembiraan.

"Pak Tristan, aku..."

Dia tampak kesulitan menyusun kata-kata. "Terima kasih. Aku benar-benar tidak menyangka."

Tristan tertawa kecil. "Jangan berterima kasih dulu. Posisi itu memiliki tanggung jawab jauh lebih besar."

"Aku siap!"

"Aku tahu."

Jawaban Tristan terdengar sederhana, tetapi bagi Zay kalimat itu memiliki arti besar.

Tristan benar-benar mempercayainya. Namun kemudian Tristan mengambil sebuah berkas lain.

"Ada satu hal yang harus kau lakukan sebelum aku mengumumkan kenaikan jabatanmu."

Zay kembali memperhatikan atasannya. "Apa itu?"

"Aku ingin kau merekrut sekretaris baru untukku."

Zay mengerutkan kening. "Untuk menggantikanku?"

"Tentu saja. Posisi sekretaris tidak boleh kosong." Tristan mengangguk.

"Setelah kau menjadi wakil direktur, kau tidak mungkin terus mengurus jadwalku, rapatku, dan seluruh urusan administrasi yang selama ini kau pegang."

"Aku mengerti."

"Aku membutuhkan seseorang yang kompeten. Jangan memilih hanya karena dia punya pengalaman. Aku ingin orang yang bisa dipercaya."

Zay mengangguk. "Baik, Pak. Aku akan mencari kandidat terbaik."

Tristan tersenyum. "Aku serahkan kepadamu."

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi sekali lagi menunjukkan seberapa besar kepercayaan Tristan kepada Zay.

1
Mita Paramita
mungkin Denis bukan anak kandung Tristan... hasil perselingkuhan Olivia & zay😈😈😈 lanjutin Tristan sampe puas bikin Nayla tepar 🤣🤣🤣🫡
Mita Paramita
gass terus Nayla bikin Tristan lupain Olivia 🤣🤣🤣 rebut sekalian
Mita Paramita
bos dan sekretaris jadi lupa batasan malah curcol masalah rumah tangga 🫡🫡🫡 kasian ternyata Tristan Pria kesepian
Mita Paramita
Nayla takut gelap 😭😭😭 tapi kalo sekarang lebih takut kehilangan Tristan 🤣🤣🤣
Rommy Wasini Khumaidi
monggo dilanjutkan saja mas Tris
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
jangan-jangan Denis bukan anak Tristan sama Olivia lagi, Olivia kan suka di celup-celup😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
langsung jadian deh Tristan sama Nayla menjadi pacar selundupaan 🤭
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
kalau udah mabuk pasti lupa sama janji ya Tristan 😂
Dinda Putri
Kenapa ga nikah siri aja sih biar greget gitu
Rommy Wasini Khumaidi
gimana rasanya mas Tris?
Ass Yfa
yg katanya tdk akan terulang lagi mlh berkelanjutankan...
tattoo
lagi 🌚🌚🌚
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Nay,aku mendukungmu
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
itu beda ya nay karena itu cuma reflek aja 😂
Mita Paramita
SituationShip 🫡🫡🫡
Mita Paramita
zay cocok banget jadi selingkuhan Olivia sama sama manusia redflag 🤣🤣🤣 semoga perselingkuhan mereka cepet terbongkar nih
Mita Paramita
Nayla udah terang terangan mau jadi gundik Tristan 🤣🤣🤣
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
astaga kasihan kau Tristan lagi tanggung-tanggung nya eh di stop😂😂😂
tattoo
belum pernah dengar😭
Ass Yfa
😄😄😄Tristan dibuat kentang sama Nayla rasain...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!