Indonesia
NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:277
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

"Mom aku mohon jangan paksa aku,aku sudah punya pacar" ucap seorang gadis pada ibunya.

"Indira mommy tidak bisa melakukan apa apa nak ,ini sudah menjadi keputusan kakekmu"ucap ibu Indira.

Indira memberengut kesal ,"Terus gimana dengan pacarku mom ,kami Saling mencintai"ucap Indira pada ibunya.

"Putuskan pacarmu Indira,dia bukan anak yang baik" ucap seorang lelaki tua, "Kakek aku mohon jangan pisahkan aku dengan Danial ,Danial baik kek" mohon Indira pada kakeknya.

"Kakek tidak mau tahu Indira,kamu harus menerima perjodohan ini ,dan putuskan bocah ugal ugalan itu ,titik " ucap kakek Indira.

"Indira tetap tidak mau memutuskan danial kek"tantang Indira pada kakeknya.Kakek Indira melotot kesal pada Indira."Semenjak kamu mengenal bocah ugal ugalan itu kamu mulai melawan kakekmu ini Indira,kakek selama ini tidak pernah meminta apapun padamu sekarang kakek hanya minta satu hal terimalah perjodohan ini" ucap kakek Indira.

Indira menahan air matanya agar tak tumpah di hadapan kakeknya."Tapi kami saling mencintai kek"lirih Indira, "Jika kamu masih tidak mau menerima perjodohan ini terpaksa kakek mengirimmu ke luar negeri dan kakek akan tarik motor sport kesayangan milikmu " ucap kakek Indira sambil pergi dari hadapan Indira.

Indira menangis "kakek jahat padaku" kesal Indira,Indira berlari keluar rumah sambil menghapus air matanya."Indira tunggu nak" teriak ibu Indira ,namun Indira sudah berlari jauh dari dalam rumah.

Di garasi Indira menyalakan motor sport kesayangannya lalu melaju meninggalkan rumah itu.Di jalan Indira masih menitikkan air matanya,Indira mengendarai motor nya tak tentu arah.

Hingga malam pun tiba ,Indira memilih berhenti di tepi danau.Indira turun dari motornya dan duduk di tepi danau . "Hiks kenapa nasibku seperti ini,aku sangat mencintai Danial tapi kakek sangat tega padaku" ucap Indira sambil melemparkan kerikil ke danau."Aku harus bagaimana"ucap Indira.Tiba tiba ,brakkkkkkk

Di jalan dekat danau ada kecelakaan mobil ,Indira sangat kaget lalu berlari ke tempat kecelakaan ,Indira melihat mobil yang menabrak pohon besar dan truk yang sudah melarikan diri ,Indira melihat asap yang keluar dari mobil itu.

Indira mencari pertolongan namun tidak ada orang di daerah itu , "haduh bagaimana ini " Indira sangat kebingungan.Namun dengan nekat Indira berlari ke arah mobil itu lalu mengedor ngedor pintu mobil itu."uhuk uhuk uhukk ,heyy buka pintunya cepatt " Indira mengedor ngedor pintu mobil itu dengan sekuat tenaga ,ketika Indira mengintip ke dalam mobil tersebut ternyata orang di dalamnya pingsan.

Indira melihat ke sekelilingnya dan melihat batu berukuran cukup besar ,Indira pun mengambil batu itu lalu melemparkan ke kaca mobil di bagian belakang karena Indira takut jika ingin menghancurkan kaca dibagian samping pecahan kacanya akan mengenai orang di dalam mobil .

Prangggggg(Suara kaca pecah) , Indira kemudian masuk ke dalam mobil melewati kaca bagian belakang mobil yang sudah pecah , kemudian merangkak ke depan , sampainya ke depan Indira melihat seorang pria yang pingsan dan darah mengalir dari kepalanya.Indira menepuk nepuk pipi pria itu ,"heyy bangun ,aku mohon ayo kita keluar dari sini"ucap Indira.

Pria itu masih tidak membuka matanya ,Indira kemudian membuka pintu di samping pria itu kemudian Indira melihat sudah ada api di bagian depan mobil Indira kaget lalu melihat ke arah pria di depannya ,Indira masih berusaha membangunkan pria itu .

Indira melihat ponsel milik pria itu kemudian mengambilnya lalu membuka ponsel itu,namun ternyata ponsel itu terkunci dan harus membuka menggunakan face unlock ,Indira meletakkan ponsel itu di dashboard mobil dan mengarahkan ke wajah pria di sampingnya "maafkan aku ya"ucap Indira.Indira kemudian membuka mata pria itu mengunakan kedua tangannya.Dan bersyukurnya ponsel pria itu terbuka ,Indira langsung buru buru menghubungi pemadam kebakaran dan ambulance.

Setelah selesai Indira kemudian mengambil botol air di dashboard mobil kemudian menyiramkan sedikit ke wajah pria itu.

Pria itu kemudian membuka sedikit matanya,Indira tersenyum "akhirnya ayo kita keluar dari mobil ini ,kamu masih bisa bergerak kan " tanya Indira,pria itu hanya mengedipkan matanya .Indira takut mobil itu akan meledak kemudian Indira membopong pria itu keluar dengan pelan pelan .

Namun saat Indira dan pria itu sudah melangkah keluar dari mobil tiba tiba api sudah semakin besar ,Indira pun berusaha keras menarik pria itu menjauhi mobil yang akan meledak dan saat Indira menarik pria itu ke balik pohon ,duarrrrrrrrrr, mobil itu meledak ,Indira refleks memeluk kepala pria yang ditolongnya sambil memejamkan matanya.

Setelah ledakan itu mereda Indira membuka matanya dan melihat ke arah mobil yang sudah hancur berkeping keping ,"huhhh untung saja kita selamat" ucap Indira."uhuk uhuk uhuk"pria itu batuk ,Indira kaget lalu melihat pria yang ia peluk ,"maaf aku tidak sengaja "ucap Indira sambil melepaskan pelukannya,namun saat Indira melepaskan pelukannya Indira melihat pria itu yang sudah pucat dan pria itu ternyata mimisan.

Indira kaget "ya ampun bagaimana ini"bingung indira ,pria itu kemudian pingsan lagi ."Haduh mana pingsan lagi gimana ini,ngak mungkin aku mengendong dia ,dia kan berat,ya ampunnn" ucap Indira. Tiba tiba sirene pemadam kebakaran berbunyi ,Indira tersenyum ," bantuan tiba ,hey bertahanlah ya"ucap indira pada pria itu.

Pemadam kebakaran pun datang dan memadamkan api dan tak lama ambulance juga datang , "kak mari saya bantu " ucap tenaga medis yang ingin menyelamatkan pria itu.Indira menganggukkan kepalanya. Kemudian tenaga medis itu mengangkat pria itu dengan rekannya namun tiba tiba ,"kak tolong lepaskan tangannya ya"ucap tenaga kerja itu pada Indira.

Indira bingung lalu melihat ke arah tangannya,"ya ampun aku tidak memegangnya pria ini yang memegang tanganku " bela Indira,tenaga medis itu kemudian berusaha melepaskan tangan pria itu pada tangan Indira ."Haduh gimana ini" ucap tenaga medis itu , "kak kakak ikut kami ke rumah sakit dulu ya karena tangan kakak ini tidak mau lepas dari tangan kakak " ucap tenaga medis itu kemudian .

"Tapi tapi" ucap Indira terbata bata,"cepat kak ini keadaan darurat "desak tenaga medis itu.Indira kemudian mengangguk lalu mengikuti pria itu ke dalam ambulance ."huh gimana sih pria ini bisa bisanya pingsan tapi masih kuat memegang tanganku "batin Indira.

Tak lama ambulance telah sampai di rumah sakit Indira masih mengikuti pria itu , "sampai kapan aku harus begini sih ,sial banget aku"batin Indira lagi.Di depan pintu UGD seorang dokter menghentikan Indira,"tolong tunggu pasien di luar ya kami akan berusaha yang terbaik untuk pasien " ucap dokter itu pada Indira .

Indira meringis "dok aku maunya gitu ,tapi dokter lihat ini tangan ini tidak mau melepaskan tanganku dok tolong dok lepaskan pegangan tangan ini "ucap Indira ,dokter melihat ke arah tenaga medis yang mengantar pria itu "semenjak di tempat kejadian tadi memang tangan pria ini tidak mau melepaskan tangan kakak ini dok " ucap tenaga medis itu.

Dokter itu pun berusaha melepaskan genggaman tangan pria itu namun nihil ."Karena keadaan yang mendesak kakak ini boleh ikut ke dalam tapi jangan menganggu kami yang sedang bertugas " ucap sang dokter.Indira melongo kaget."Baik dok"ucap tenaga medis.

Di dalam UGD Indira berkeringat panas dingin karena takut."Ya ampun apakah aku telah berdosa pada kakek hingga aku kena sial seperti ini"batin Indira." Sepertinya pasien terdapat luka dalam harus segera dilakukan operasi "ucap dokter.Indira tambah takut.Dokter dan suster pun melihat ke arah Indira.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!