Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dalam Pernikahan

Terjebak Di Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / CEO
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Silv's

Clara Putri Antonio gadis berusia 23 tahun yang terpaksa menggantikan posisi adik kembarnya yang membatalkan pernikahan di saat upacara pernikahan kurang dari satu jam lagi akan di mulai.

Bagaiman cara Clara menghadapi kehidupannya yang akan mendatang?

Apakah Clara dapat menghadapi masalah rumah tangga yang akan menimpa dirinya?

Disclaimer : Cerita ini nggak plagiat ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silv's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

"Lah, 200.000 aja. Kan cuma buat jajan aja." Ucap Clara sambil mengambill dua lembar uang seratus ribu sambil cengengesan.

"Emang jajan apa cuma 200.000 ribu gitu? Dulu ya, waktu aku masih kuliah dulu 200.000 mana cukup buat jajan." Kata Kevin.

"Kamu kok malah curhat sih? Lain kali kita mengadu nasib yuk." Ajak Clara semangat.

"Emang kamu ada penderitaan?" Tanya Kevin.

"Ya adalah, Kamu pikir aku bukan manusia apa gimana? Yang ga bisa punya penderitaan gitu?" Sewot Clara.

Kevin langsung terdiam mendengar sewotan Clara.

"Yaudah, lain kali kita coba main adu nasib bareng." Ucap Kevin sambil mengelus rambut Clara pelan.

'Apa seharusnya aku mengangkat Clara jadi anak aja ya waktu itu bukannya nikahin dia, hmm' Itulah isi pikiran ngawur Kevin.

"Janji ya." Ucap Clara sambil menyodorkan jari kelingkingnya itu ke hadapan Kevin.

"Iya. Udah sana masuk ke dalam, kalau nggak kamu bisa telat." Ucap Kevin.

Setelah mendengar itu, Clara menatap jam tangannya yang couple-an dengan milik Kevin.

"Oke, hati-hati di jalan ya." Ucap Clara sambil keluar dari mobil. Setelah keluar, Clara langsung melambaikan tangan.

"Dadah." Ucap Clara sambil melambai dan dengan kikuk nya Kevin ikut melambaikan tangannya.

"Oke, belajar yang rajin ya." Ucap Kevin

"Aku pergi dulu, dah." Kata Kevin setelah dia melihat Clara mengangguk, mobil yang dia kendarai langsung melaju.

'Apa seharusnya aku nggak balas aja lambaian dia ya.' Batin Kevin. Dia merasa, dia baru saja mempermalukan dirinya sendiri padahal dia hanya melambai saja.

"Udahlah, lagipula itu udah terjadi juga." Ucap Kevin kepada dirinya sendiri.

Walaupun Kevin bicara seperti itu, tetap saja dia terus memikirkan masalah itu.

Sedangkan Clara saat ini.

'Apa Kevin jarang melambaikan tangannya saat mau pergi. Dia sampai kikuk gitu loh.' Batin Clara.

'Lain kali, lakuin lagi ah.' Lanjut isi batin Clara penuh dengan kejahilan.

Clara terus membatin hingga, tiba-tiba..

"CLARAA." Teriakan yang memanggil Clara dengan suara keras itu membuat Clara menoleh. Wajah Clara langsung penuh dengan kekesalan.

"Bisa nggak sih, lo itu jangan teriak-teriak kayak gitu di tempat umum? Malu-maluin tau gak?" Sinis Clara.

"Dih, Kamu nggak ingat sekitar 9 hari yang lalu?" Tanya Ferlisca.

"Sembilan hari lalu? Seingat ku, itu bukannya kita ngemall bareng ya? Sama Lara dan Loren kan? Kalau nggak salah sih ya." Ucap Clara.

"Nggak, Kamu nggak salah ingat. Tapi, maksud ku itu kejadian di mall. Waktu Kamu balik dari toilet." Ucap Ferlisca lagi.

"Emangnya aku ngapain habis dari toilet." Ucap Clara lagi.

"KAMU TERIAK-TERIAK DI MALL CLARA, INGAT NGGAK KAMU? KAMU FIKIR KITA-KITA NGGAK MALU APA, WAKTU ITU? HAH." Teriak Loren kesal sama Ferlisca yang bertele-tele dan Clara yang seakan tidak sadar dirinya juga malu-maluin.

Ya, dari tadi yang ada di sana bukan hanya ada Ferlisca dan Clara. Tapi, juga ada Lara, Loren, Diana dan juga Jessica.

"Nggak usah teriak kayak gitu juga kali." Gerutu Clara sambil mencebik. Clara tidak sakit hati ataupun merasa malu sebenarnya. Karena ini adalah hal yang sudah biasa dari mereka kecil, walaupun terkadang rasa malunya malah bangkit begitu saja tanpa sadar kalau dirinya sendiri malu-maluin.

"Makanya, ingat kamu juga kadang-kadang malu-maluin." Kata Ferlisca dan Jessica bersamaan.

Clara memilih mengabaikan ucapan Ferlisca dan Jessica.

Tapi, tidak lama kemudian suara Diana yang terdengar.

"Clara, kami dengar dari Lara. Katanya kamu udah nikah ya."

"Iya." Ucap Clara dengan acuh tak acuh.

"Gimana sih ceritanya sampai bisa kamu yang nikah gantiin Lara." Tanya Loren. Ferlisca dan Jessica ikut mengangguk, karena mereka juga ingin ingin tahu. Sebenarnya, apa yang terjadi hari itu.

Di hari pernikahan, yang seharusnya milik Lara. Mereka sudah di beri tau, hanya saja di hari itu. Diana, Jessica, Ferlisca dan Loren sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen tercinta mereka yang sudah mendekati deadline, membuat mereka harus keluar kota untuk mencari inspirasi dan bahan yang mereka butuhkan itu.

Dan, jadinya mereka tidak tau apa yang terjadi di hari pernikahan Lara atau seharusnya mereka harus menyebut itu adalah hari pernikahan Clara.

Mereka nggak tau, mereka juga bingung.

"Ren, lu mau tau?" Tanya Clara.

"Iyalah, mereka juga, pasti mau tau. Sebenarnya apa yang terjadi di hari itu." Ucap Loren menunjuk ferlisca, Jessica dan Diana. Mereka hanya mengangguk.

"Kalau mau tahu, kalian harus tanya ke Lara. Yang saat itu tiba-tiba mau membatalkan pernikahannya itu." Kata Clara. Membahas masalah ini, Clara jadi kesal lagi.

'*Benar juga, kan yang awalnya bakalan nikah Lara dan tiba-tiba saja di gantikan oleh Clara.'

'Lagipula, nggak mungkin Clara minta gantiin Lara*.' Batin mereka yakin.

Mereka yakin dengan yang mereka pikirkan, karena sejak mereka kecil. Mereka sudah berteman dekat.

Mereka juga tahu bagaimana karakter Clara sejak masih kecil. Clara itu hanya pernah satu kali berpacaran dan sejak putus karena pacarnya selingkuh, Clara tak pernah berpacaran ataupun mencintai orang lain. Dan yang terpenting, Clara bukanlah orang bodoh yang sekali lihat dan tanpa obrolan sama sekali langsung jatuh cinta. Terkecuali, itu idol kpop/aktor korea. Mereka ingat saat Clara bertemu salah satunya idol korea, selama berminggu-minggu Clara terus membicarakan idol itu.(Oke lanjut ke topik)

'kenapa Lara ceritanya setengah sih. Bikin pusing aja.' Pikir Ferlisca.

"Kamu kayak nggak tau aja cara Lara menjelaskan sesuatu." Ucap Loren.

Mendengar itu, Clara jadi ingat bagaimana cara Lara saat menjelaskan sesuatu.

Lara itu kalau bercerita atau menjelaskan sesuatu pasti setengah-setengah. Kalau ingin Lara menjelaskan sesuatu dengan benar dan jelas, itu seperti menunggu kepastian dari crush. Yang nggak ada kepastian sama sekali.

"Yaudah, Lara udah cerita sampai mana?" Tanya Clara.

"Lara udah bilang kalau kamu yang nikah hari itu. Dan yang ingin tahu itu, bagaimana?" Kata Diana. Ferlisca, Loren dan Jessica hanya mengangguk mengiyakan apa yang di ucapkan Diana.

"Yaudah aku kasih tau alasan aku dulu." Ucap Clara. Mereka hanya mengangguk.

"Aku di suruh gantiin Lara oleh orang tua kami dan orang tua cowok yang sekarang udah jadi suami gue." Ucap Clara santai.

"Perasaan Kamu ke dia gimana?" Tanya Loren.

"Aku yakin dia teman yang baik. Itu aja yang aku yakin dan tahu untuk sekarang, nggak tahu nanti." Ucap Clara, ala-ala Dilan.

"Kalau gitu, gue mau nanya dong~ hehehe" Ucap Jessica

"Apaan? Muka lo kenapa gitu?" Ucap Clara agak menjauh karena wajah mesum Jessica sangat dekat dengan wajahnya.

"Kalian udah begituan belum?" Tanyaa Jessica cengengesan.

"Belum atau mungkin bisa aku bilang nggak akan pernah." Ucap Clara sambil mengangkat bahu nya dengan wajah tak peduli.

1
Baya Azka
lanjut thor❤❤❤❤❤🌷🌷🌷🌷
Shuhairi Nafsir
ceritanya sangat membosankan. masakan sudah umur 23 tahun masih kelakuan seperti kanak kanak nga tahu peran seperti seorang isteri
Ningrum Real
keren ,jangan lupa mampir juga ya thor
꧁✿︎𝚊𝚞𝚕𝚒𝚊✿︎꧂
Lanjut thor, jan lupa mampir😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!