Indonesia
NovelToon NovelToon
Imperfection

Imperfection

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: V a L L

Albert Amborse. Seorang lelaki yang dikaruniai tubuh tidak sempurna yang di dapatnya dari lahir. Ia memiliki kaki cacat pada kaki kirinya yang menyebabkan kakinya pengkor ke dalam dengan bentuk yang tidak wajar sehingga apabila ia berjalan, akan terlihat pinggulnya terseok-seok ke atas dengan aneh.

Suatu ketika Albert melihat seorang gadis dan mendekatinya. Ia menyatakan cinta padanya untuk menikahi gadis itu. Belum ada jawaban dari gadis itu, tetapi Albert telah mengutarakan keinginannya kepada ayah gadis itu dan menyetujui permintaan Albert. Namun dirinya tak tahu-menahu bahwa Herman, ayah dari gadis itu memiliki rahasia yang dapat membahayakan dirinya dan juga keluarga bahkan putrinya sendiri, yaitu Gadis.

Bagaimanakah kisahnya? Apakah Albert akan tetap menikahi Gadis atau sebaliknya setelah dirinya mengetahui masalah yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V a L L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Bab 11

Keesokan harinya, Albert sudah bangun dari tidurnya dan ingin menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sayangnya ia terlambat bangun karena ia melihat sosok ayahnya yang sudah duduk sambil menikmati sarapannya sambil membaca koran ditangannya. Albert kemudian berusaha berjalan dengan cepat untuk mencapai dapur dan menyapa ayahnya. Menghabiskan sekitar lima menitan dengan kaki yang berdenyut sakit ia menahan diri dan kemudian menyapa ayahnya.

“Pagi, Ayah,” ujarnya dengan ceria.

“Pagi, Albert. Kau tidak perlu memasak sarapanmu. Aku sudah menyiapkannya untukmu,” sambil tetap membaca koran di tangannya.

“Terima kasih, Ayah.” Albert kemudian menarik bangku di hadapan Roberto dan duduk sambil melihat sebuah piring yang berisi scrambled eggs dan segelas susu hangat. Albert lantas mulai memakan sarapannya sambil berkata, “Ayah, apakah kau mengenal Gadis?”

“Iya. Aku mengenalnya. Ia anak Herman yang memiliki ladang di sebelah utara dan lumbungnya terbakar beberapa hari yang lalu. Ada apa?” tanya ayahnya masih memperhatikan koran yang ada di depannya.

“Tidak. Aku hanya bertanya saja. Barangkali ayah tidak mengenalnya.”

“Mereka memesan barang bangunan untuk membangun lumbung baru di lahan pertanian mereka kepada kita. Mungkin sekitar sehari dua hari lagi akan dilakukan pengiriman karena masih ada satu barang yang masih dalam perjalan ke toko kita,” jelas ayahnya.

“Oh,” Albert mengangguk mengerti. “Ngomong-ngomong, kapan Johan pulang, Ayah?" tanya Albert ingin tahu kapan abangnya akan pulang.

"Hari ini." Roberto menurunkan korannya dari wajahnya kemudian melipatnya. "Aku ingin berangkat bekerja. Kalau kakakmu pulang beritahukan saja kalau aku sudah berangkat ke toko. Aku ada janji kepada klien." Roberto kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya untuk mengambil jaket yang tergantung di sebuah ruangan khusus baju.

"Baik, ayah. Kau berhati-hatilah," ujar Albert yang masih menikmati sarapannya.

Terdengar pintu di tutup dari luar. Tetapi beberapa menit kemudian pintu itu terbuka kembali. Baru saja dibicarakan, dirinya sudah berada di sini, di hadapan Albert.

"Apakah aku tidak salah lihat?" segera menutup pintu dan menguncinya, lantas berjalan cepat ke arah dapur. "Albert? Kapan kau pulang?" tanyanya lagi.

"Johan... Kemarin sore aku pulang. Kau, bagaimana dengan tesnya? Apakah kau lolos?" tanya Albert seraya melepaskan pelukan dari abangnya itu.

"Yah, aku mengejar waktu dari Ohio ke Victoria dengan berangkat dini hari dan memberikan kejutan kepada ayah, tetapi setelah aku sampai, ayah sudah tidak ada," ujarnya.

"Bagaimana kau tahu?"

"Aku melihat dirinya dari kejauhan berjalan ke tokonya. Aku ingin mengejar tapi ia sudah pada belokan di sudut sana. Yah, terpaksa aku langsung berbelok ke sini. Bahkan kau yang membuatku terkejut atas kedatanganmu," ujar Johan menepuk bahu Albert.

"Jadi bagaimana dengan kelulusanmu? Apakah kau lolos?"

"Yap. Aku lolos untuk masuk kemiliteran. Aku tak tahu aku harus menangis atau bangga akan diriku sendiri."

"Kau duduklah. biarkan aku yang menyiapkan sarapanmu. Karena kau baru datang, maka aku yang akan melayanimu," usul Albert menggeser kursi dan mulai berdiri.

"Oh, adikku yang baik hati. Kau tahu sekali kalau aku sangat kelelahan," ujar Johan tersenyum. "Aku akan bebersih dahulu. Tak lama sembari kau menyiapkan sarapan untukku."

"Ya, ya... Sebaiknya begitu. Karena aroma tubuh yang ada pada kau itu, sangat menyengat sampai sini," tawa Albert.

"Ha ha ha, baiklah. Kutinggal sebentar. kalau kau kerepotan, biarkan aku yang memasak sarapan untukku sendiri. Oke?"

"Tidak masalah. Pergilah bebersih," perintah Albert.

Johan pun berlari ke kamarnya yang tepat berada di samping kamar Albert untuk membersihkan dirinya dari semua kepenatan yang ada pada diri Johan.

...****************...

Tbc

1
Nurlela Nurlela
kau masih ingat denganku saja >>> kau masih ingat saja denganku🙏🙏
Tri Handayani
g ad lanjutannya y
vall: ada kak kalau rame...
total 1 replies
Nurlela Nurlela
maaf, utk panggilan lgsung ke ibu, bukannya lbh umum "bu" drpd ibu?
vall
Mari ramaikan guys....
Nurlela Nurlela
bukan kita tp kami dong😊
Nurlela Nurlela: kalo mmg menggunakan bhs daerah atau bhs lainnya, apa gk sebaiknya dibuat catatan di bawah, artinya katanya spy tdk salah memahaminya.
total 3 replies
Nurlela Nurlela
aku sendiri tidak tau harus menceritakannya dari mana
Nurlela Nurlela
ingin atau tak ingin?
Nurlela Nurlela
beranda >>> bercanda
Nurlela Nurlela
tidak aman lbh tepatnya drpd tdk selamat🙏🙏
ANBU: astaga authornya beneran ngantuk 😂
total 2 replies
ANBU
lanjut kak....~
Nurlela Nurlela
mengganggu keluar itu atau mengganggu keluarga itu?
vall: iya keluarga, 😂😂 typo gaes
total 2 replies
Nurlela Nurlela
ingin dirundung?
maaf kyknya koq janggal ya seorang gadis ingin dirundung, mgkin lbh baik kta "ingin" dihilangkan saja 🙏🙏
Nurlela Nurlela
mencari merica bukan sebuah merica🙏🙏
Nurlela Nurlela: totalitas tanpa batas😄
total 4 replies
Nurlela Nurlela
paper >>> pepper
paper = kertas
pepper = lada
vall: typo Wak 😂😂 Thanks koreksinya. 😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!