Indonesia
NovelToon NovelToon
Rumah Tumbal

Rumah Tumbal

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Rumahhantu / Tumbal / Horor
Popularitas:181.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naira.diva

konon, menurut warga setempat siapapun yang masuk ke dalam rumah itu tidak akan ada yang bisa selamat. Rumah itu selalu meregang nyawa siapapun yang masuk ke dalamnya. Sang pemilik mematok harga sewa yang sangat murah, siapapun pasti akan tergiur. Bagaimana tidak, rumah bak istana itu harga nya sangat terjangkau.
Kali ini dari keluarga Mardani yang menyewa rumah tersebut. Tempatnya berada di desa Setu bodas. Mardani pindah kerumah tersebut, karena di pindah tugaskan ke desa Setu bodas.
Mardani membawa istri nya yang bernama asih, serta kedua anaknya yang bernama Cahya dan mentari.
Akankah keluarga Mardani bisa selamat?
Ataukah meregang nyawa juga seperti penghuni-penghuni sebelum nya?
Dan misteri apa yang tersimpan di dalam rumah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira.diva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berakhir Nya Mbah Jambrong

Pak'de Harjo dan Cahya lekas keluar rumah, ingin melihat langsung apakah benar itu Mbah Jambrong.

Nampak Pepohonan bergoyang sangat kencang, hingga semakin lama semakin terlihat yang tengah berusaha datang ke arah mereka.

Bruaaaakkkk !!!

Beberapa pohon roboh, terhempas kan oleh Mbah Jambrong yang datang dengan kekuatan yang nampak lemah.

Suara deru nafas nya persis seperti suara deru air sungai yang deras. Tatapan matanya melemah, tetapi masih menampakkan sorot mata yang tajam.

Pak'de Harjo dan Cahya mundur beberapa langkah ke belakang, memegangi korek api yang sudah siap menyulut sumbu di samping nya.

cermin-cermin sudah siap untuk memantulkan cahaya.

saat Mbah Jambrong bangkit dari duduknya, pak'de Harjo lekas jalan tepat di tengah-tengah api yang mengelilingi sisi nya.

Lalu dia mengangkat tangan ke atas, memberi isyarat dua orang di belakang nya yaitu bu'de Hartini dan asih.

Mbah Jambrong mulai berjalan mendekati Cahya, denyut jantung nya berdegup kencang.

lantas pak'de Harjo mengacungkan satu jari tangan nya, lalu nyusul satu jari nya, dan..

"MULAI !!!" Teriak pak'de Harjo

Bu'de Hartini dan asih segera menghidupi satu persatu api dengan bergantian. Lalu senter baterai juga ikut dia nyalakan, dengan di arahkan ke cermin yang sudah di susun.

Cahaya dari senter yang membias dari cermin itu, menabrak api yang menyala. Terus terbias ke satu cermin, ke cermin yang lain. Terakhir, terbias ke arah Mbah Jambrong yang berdiri hendak menerkam Cahya.

Seketika itu juga, Auman dari Mbah Jambrong terdengar kencang. Tangannya berusaha menutupi sinar senter yang membias itu. Bias nya terasa panas, sehingga membuat langkah Mbah Jambrong tak seimbang.

Tanah bergetar, sepadan dengan pijakan kaki nya yang menghentak-hentak.

Cahya berusaha mengimbangi diri, sembari tersenyum senang. Mbah Jambrong takut akan cahaya, itu sebabnya warga desa Setu bodas selalu takut keluar rumah pada malam hari. Karna Mbah Jambrong akan keluar dari sarangnya jika langit sudah gelap.

Cahya sungguh heran, kapan pak'de Harjo menyiapkan semua ini. Lalu kenapa dia merancang hal ini, apakah pak'de Harjo tidak yakin sepenuh nya kalau Cahya dan Tara akan berhasil memusnahkan sarang Mbah Jambrong.

Pak'de Harjo lekas menghampiri Cahya, yang tengah terduduk di tanah.

"eyang menyiapkan dan merancang semua ini, sebab tidak cukup jika hanya sarang nya saja yang di musnahkan. firasat eyang sudah mengatakan, kalau Mbah Jambrong akan mencari mu kesini setelah sarang nya di bakar." ucap pak'de Harjo sambil mengelus lembut rambut cahya

"terimakasih eyang" jawab Cahya dan langsung memeluk pak'de Harjo

Hartini dan asih tersenyum lega, karna semua rencana yang telah di rancang saat Cahya dan Tara pergi ke rumah Mardani untuk membakar sarang Mbah Jambrong telah berhasil.

Mereka semua kembali masuk ke dalam rumah.

Hartini, kembali mengobati luka Tara akibat terkena anak panah tadi.

Asih membuatkan minum untuk anaknya, lalu mendekap erat tubuh Cahya.

"eyang bilang, kalau eyang tau dimana keberadaan mentari?" tanya Cahya

"nduk.. sini keluar, semua sudah aman"

Mentari keluar dari ruangan kamar tengah, yang merupakan kamar Tara. Wajahnya nampak sumringah, melihat kakak nya selamat.

"tariii..." ucap Cahya dengan nada lirih

"mbak.." sahut mentari dan langsung memeluk kakak nya itu

"Bu, kita pulang saja yuk ke rumah nenek di kota" ucap Cahya dengan air mata yang berlinang

"iya sayang, kita akan pulang ke rumah nenek" sahut asih dan langsung memeluk erat putri-putri nya itu

1
Gusti Anisha
keren cerita horornya 👍
Syamsudin Fachry
next
DeZigur
werewolf ini
DeZigur
sspertinya menarik.
DeZigur
hmm angker ky nya ni kamar
neng ade
Innalillahi wa innailaihi rojiuun.. 😢
neng ade
semoga Kabayan dan Yogi berhasil membawa raga Cahaya dan teman2 nya.. dan semoga Tara juga berhasil membawa sukma Cahaya dan teman2 nya.. sedangkan Maura tak bisa diselamatkan karena dia tak mendengarkan perkataan Kanaya dan Yogi hingga harus berakhir tragis
neng ade
saking tegang nya baca di bab ini sampe nahan nafas thor ..
neng ade
Cahya jngn gegabah eyang Harjo lebih tau begitu juga dngn Tara .. jadi menyurutkan jngn keras kepala demi keselamatan semua nya
neng ade
semoga semua cepat berakhir ..
utk othor nya semoga cepat pulih dan sehat kembali seperti semula
neng ade
Cahya dan teman2 nya dalam bahaya .. sementara Yara pun msh menjalankan ritual puasa mutih nya .. semoga aja ada yg menolong mereka
neng ade
semakin seru dan tegang ..
neng ade
jadi begitu cerita nya .. pantas aja Nti Dasimah murka dan ingin membalas dendam karena ayah nya yg siluman serigala itu udh di bunuh sm Cahya
neng ade
mungkinkah bu'le Karlina di sembunyikan di ruang bawah tanah itu .. semakin bnyk misteri nya yg blm terungkap
neng ade
Yogi masih aja pecicilan.. dia selalu ngomong sembarangan .. semoga aja tak terjadi apa2 sm mereka
neng ade
makin di buat penasaran tapi bikin merinding .. ada apa dngn makhluk2 yg Cahya lihat itu.. apakah mereka para korban yg di tumbalkan Ratmi
neng ade
Tara kamu harus selu bersama Intan agar dia tak di pengaruhi sm nenek tua itu .. ayo cepat Tara ..
neng ade
Intan udh di tandai sm nenek Dasimah utk jadi penerus Ratmi ..
hayyu awwaliyah
Luar biasa
hayyu awwaliyah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!