Indonesia
NovelToon NovelToon
Perebutan Kekuasaan

Perebutan Kekuasaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Chicklit
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ira Azahrya

Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja?
Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya.
Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan Aira yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Azahrya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Aira berjalan menyusuri tempat persembunyian Dekarsa bersaudara dengan senter, dalam hatinya yakin kalau itu paman yang dia temui di danau sebelum dia tenggelam.

"Aku yakin ... Dia orang sama yang ku temui di danau waktu itu, ... Ku rasa bisa jadi, dia awal dari segala kekacauan yang sekarang ku alami. Aku mungkin bisa kembali menjadi Aira jika bertemu dengannya" gumam Aira terus menelusuri jalan.

"Aku sudah memukul salah satu pewaris Dekarsa. Jadi aku harus kembali menjadi Aira dan Aurelia yang asli harus segerah di temukan sebelum mereka menghukum ku. Sangat susah hidup di tempat ini" ucap Aira benar-benar berharap bisa kembali menjadi dirinya sendiri.

Zidan sudah masuk kedalam kolam air panas, pelayan yang menyiapkan itu langsung bergegas untuk keluar. Setalah melepaskan bajunya Zidan memastikan tidak ada orang yang melihatnya lalu melepaskan topeng yang menutupi wajahnya, lalu berjalan ketengah kolam. Terlihat ada beberapa bekas luka di bagian badannya, matanya menatap bayangan dirinya di kolam yang jernih dan banyak uap.

Tiba-tiba Aurelia muncul dari dasar kolam, Zidan kaget melihat orang berada dalam kolam. Aira panik berpikir dirinya sudah mati, ternyata dirinya masih hidup dengan mata terpejam, dia mengingat bagaimana dirinya bisa jatuh kekolam dan berfikir kalau dia akan tenggelam dan mati, dia belum sadar kalau ada seseorang di depannya sedang menatapnya. Aira membuka matanya dia terkejut melihat Zidan tanpa memakai topeng dan memperlihatkan bekas sayatan ada di wajahnya.

Zidan juga terkejut langsung menutup wajahnya itu dengan tangannya. Dengan gugup Zidan bertanya apakah dia melihat bekas luka miliknya.

Aira melangkah mundur karena ketakutan, Zidan berjalan mendekatinya membiarkan bekas sayatannya terlihat.

"Kau melihatnya atau tidak"! Teriak Zidan sambil mencekik leher Aira

"*.. *... *... Tolong biarkan aku hidup" kata Aira memohon.

"Lupakan .... Lupakan yang kau lihat tadi. Jika tidak wajah mu ini akan seperti ini juga" ucap Zidan mengancam, Aira mengangguk paham.

Zidan keluar dari kolam membawa baju dan handuknya, tanpa sadar hadiah untuk ibunya terjatuh. Aira keluar dari kolam, dia terjatuh lemas merasakan jantungnya akan copot, lalu dia melihat kotak hadiah di bawah lantai, terdengar suara pelayan dari luar, mereka mengetahui kalau Zidan sudah selesai mandi dan mengajak semuanya segerah membersihkannya. Aira bergegas pergi, agar tidak ketahuan.

Aira pulang dengan basah kuyup berjalan dengan lemas sambil memegang senter. Di depan rumah Nanda dan beberapa pelayan sudah menunggunya mereka terlihat panik begitu juga dengan Derren dan istrinya. Ketika sampai di depan rumah Aira bingung melihat semuanya ada di depan rumah seperti sedang menunggunya, Nanda langsung menghampirinya lalu bertanya dari mana saja dirinya.

"Apa kalian semua menunggu ku?" Tanya Aira tak percaya, Nyonya Sabrina bertanya dari mana saja dia.

"Badan ku tadi kotor semua, jadi aku mandi di permandian dekat sini" ucap Aira berbohong.

"Kau seharusnya memberitahu Nanda atau pelayan yang ada disini kalau kau mau pergi. Semuanya khawatir padamu, bagaimana bisa aku diam saja sementara keluarga ku belum pulang" ucap Nyonya Sabrina, Aira terdiam mendengar Nyonya Sabrina mengatakan keluarga.

"Bawa dia kedalam dan hangatkan tubuhnya" perintah Derren

Nanda dan para pelayan mengerti, tapi Aira terlihat masih linglung ketika menaiki tangga dan melihat pintu masuk, nyonya Sabrina dan Derren heran karena Aira diam saja, lalu menyuruhnya segera masuk.

"Aku .... Sepertinya aku sudah merasa dirumah" kata Aira berkaca-kaca karena di anggap keluarga. Derren dan istrinya menatap bingung, Nanda mengajak Aurelia segera masuk ke dalam rumah.

Nanda mengeringkan rambut Aira sambil mengejek kalau dia itu memang pembuat Onar, karena sudah memberitahu dirinya kalau dia tidak boleh kesana.

Aira kemudian membahas tentang Pewaris Dekarsa yang bernama Zidan apakah pelayannya itu mengetahui dan dia ingin tahu orang seperti apa Zidan itu.

"Huhm .. apa kau bertemu dengannya di permandian ?" Tanya Nanda, tetapi Aurelia menyangkalnya.

"Aku tahu kemungkinan besar bagi pria dan wanita .... Bertemu saat mandi di permandian tapi kau harus menghindari Tuan Zidan setalah kau melihatnya" jelas Nanda, Aurelia bingung kenapa harus menghindarinya.

"Ibunya adalah salah satu Direktur di Dekarsa grup, sebenarnya dia menggantikan mendiang suaminya ayah dari tuan Zenda dan Zidan yang meninggal akibat kecelakaan, suaminya adalah direktur utama sebelum akhirnya jabatan itu jatuh ke tuan Evans sekaligus pewaris utama Dekarsa grup sekarang" ucap Nanda menjelaskan.

"Tetapi sejak kecalakan itu ibunya sangat membenci tuan Zidan, dan dia di adopsi oleh keluarga Neville. Dia adalah orang yang kuat dan mempunyai dua keluarga, tuan Zidan terkenal sangat kejam dan menakutkan" sambung Nanda. Lebih baik jika kau tidak bertemu lagi dengannya, dia itu sangat berbahaya.

****

Di sebuah tebing tinggi beberapa orang memanggil dengan "taun" dengan obor yang menyala. Beberapa sudut sudah terbakar tiba-tiba dari atas turunlah Zidan membawa obor terlihat kelelahan.

Beberapa orang di bawah kaget melihat Zidan bisa turun bahkan salah seorang tidak percaya bahwa Zidan masih hidup dan tidak mati. Zidan melawan semua komplotan anjing liar dengan kobaran api lalu berteriak seperti iblis yang sedang marah.

"Kata orang hobinya adalah memburu binatang sejak masih kecil. Ada juga yang mengatakan kalau dia menangkap setiap serigala terakhir di seluruh hutan"

"Dia juga mudah membunuh orang terutama orang yang telah melihat bekas luka di wajahnya itu" bisik Nanda, Aurelia kaget mengetahui kalau dia sempat melihat bekas luka itu.

"Kalau begitu aku benar-benar hampir mati tadi karena aku melihatnya" gumam Aurelia ketakutan

"Dia tidak akan bisa menginjak kakinya di sini jika dia bukan pewaris Dekarsa jadi untung saja begitu" kata Nanda

"Jadi maksud mu dia tidak bisa pergi dan datang sesuka hatinya ke tempat ini karena bekas luka itu?" Ucap Aurelia heran

Nanda balik bertanya kepada Aurelia apakah dia bisa melakukannya karena semua orang menyukai wajahnya. Aurelia mengatakan kalau mereka harus berpenampilan menarik jika mereka ingin di perlakukan baik. Menurutnya dunia ini sangat kejam memperlakukan manusia seperti itu.

***

Farrah berendam di bathtub sambil meminum wine dengan pikiran yang menerawang.

Zenda menggunakan topeng untuk acara ulang tahun perusahaan memberitahu jika pelengseran pewaris utama tidak bisa dengan mudah di lakukan.

"Peluang ini jarang terjadi kau harus menghabisinya selama acara ulang tahun berlangsung" ucap Farrah duduk di kursi kebesarannya.

"Aku sudah mengatakannya, ibu tidak perlu khawatir" kata Zenda menenangkan ibunya.

"Apakah Evans satu-satunya yang bisa di banggakan di depan umum" gumam Farrah sambil meminum wine.

Semua pengawal dan pelayan sedang mempersiapkan acara keagamaan, ini sering di lakukan sebelum acara ulang tahun di adakan, lampu-lampu dan ornamen-ornamen keagamaan di pasang.

Aurelia berdiri dengan lemas semua pelayan mempersiapkan pakaian untuk dia gunakan di pagi hari. Nanda mengatakan kepada Aurelia untuk segerah memakai baju yang telah disiapkan, dengan menghela nafas memakainya dan segerah duduk di depan meja rias. Para pelayan memakaikan riasan tipis. Aurelia bertanya pada Nanda apakah sudah selesai. Nanda menggelengkan kepala tanda belum. Setelah selesai rambut Aurelia di kuncir dan di tambahkan jepit rambut.

Di halaman perkebunan anggur banyak pekerja yang berlalu lalang untuk mempersiapkan acara keagamaan. Aurelia sempat tersandung dengan baju panjang yang dia gunakan, terlihat beberapa wanita sedang berbincang dengan pria-pria yang datang.

Farrah di bantu oleh beberapa pelayan untuk bersiap, rambutnya sudah di tata dia memakai sanggul, dia memakai perhiasan yang paling mewah.

"Aku tidak ingin ada wanita mana pun yang mengalahkan penampilan ku. Kalau pun ada .... Tapi ku rasa itu tidak mungkin" ucap Farrah sambil melihat ke cermin

Nyonya Tiara bersama Clara dan Nyonya Sabrina masuk kedalam Mension, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Nyonya Farrah yang baru saja, ingin masuk kedalam Mension. Dengan senyumnya mengatakan perumpamaan tiga bunga telah mekar dan memuji Nyonya Tiara kalau hari ini dia terlihat elegan.

Nyonya Tira juga memuji Nyonya Farrah dan mengatakan kalau dia sangat cantik hari ini "Clara .... Kau jangan hanya pergi dengan ibumu tapi kau juga harus mengunjungi ku dan berjalan dengan ku, ceritakan kepada ku tentang teman-teman mu aku akan mendengarkannya" kata Farrah ramah.

"Maafkan aku Tante Farrah, aku takut cara bicara ku tidak cukup baik untuk menghiburmu. Secepatnya aku akan mengunjungi Tante" balas Clara, Nyonya Farrah akan menunggu lalu berpamitan.

Wajah Clara seketika berubah jadi dingin melihat tantenya itu, Nyonya Sabrina menggenggam tangan adik iparnya itu agar bisa meredam kemarahannya. Nyonya Tiara mengatakan berpapasan dengannya saja sudah membuat suasana hati jadi buruk.

"Aku takut ibu tidak bisa mengatasi Tante Farrah sendirian, ku harap kak Derren bisa terus berada di samping ibu" ucap Clara kesal.

"Ini kediaman pimpinan jadi kamu harus bisa menjaga ucapan mu" ucap Nyonya Sabrina

"Kakak ipar mu benar ... Kau masih kurang mampu. Alangkah baiknya jika kau melupakannya" kata Nyonya Tiara

"Mana mungkin aku melupannya, dendam itu sangat menggangu ku" ucap Clara.

Nyonya Tiara bertanya kepada Nyonya Sabrina kenapa dia tidak membawa Aurelia, seluruh Mension sudah tahu kekacauan apa yang telah dia buat. Nyonya Sabrina menjelaskan kalau Aurelia sudah banyak melakukan kesalahan semenjak kecelakaan yang dia alami, jadi dia sengaja tidak membawanya agar dia bisa bersenang-senang sendiri. Nyonya Tiara mengerti dan menyuruh keduanya segera masuk karena pimpinan sudah menunggu.

1
Nur.Syit_
Tawaran memuaskan
yosh—: boleh folback kk
total 1 replies
Nur.Syit_
Heran dengan jalan pikiran mereka
Nur.Syit_
Susah, buat org percaya Ra
Nur.Syit_
I like you🥰
Nur.Syit_
Udah punya anak tapi pemikiran sesempit itu
Nur.Syit_
Pusinggg😭
Nur.Syit_
Nyeremin:(
Nur.Syit_
yg monster itu kalian😏
Nur.Syit_
His, kurang ajar namanya nih!!
Ibrahim Sonda
Jadi zidan selama ini di asingkan
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
bagus aku suka cerita yang seperti ini
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kasihan di ketawain banyak orang
hyOvaltine
baguuuus banget, seru juga. pokoknya wajib dibaca
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
maksud nya? loading dulu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ngusir
hyOvaltine
kasihan 😭😭
hyOvaltine
hahaha jangan di goda terus dong, nanti dia nangis
hyOvaltine
ciee kalah ciee aw
hyOvaltine
terlalu gegabah itu gak baik😭 kadang harus lihat dulu, dia punya kuasa atau gak. takut" nanti kita kena baliknya 🙏😭 tapi orang yang punya kuasa juga gak boleh sombong
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iri sama Daren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!