Indonesia
NovelToon NovelToon
Love Revenge

Love Revenge

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Blue Berry

Reyn lahir di keluarga yang bahagia sampai semua tawa dan kebahagiaan itu sirna. Senyumnya berubah menjadi air mata, dan suara tawa berubah menjadi jerit derita. Derita itu sebabkan oleh seorang pria yang menipu dan membantai seluruh kelurga Reyn. Dimalam pembantaian itu, 4 orang tewas dan 3 orang selamat. Reyn, adiknya serta ayahnya yang selamat melahirkan diri sejauh mungkin agar tidak ditemukan oleh pria itu, karena mereka adalah saksi mata pembuhuhan yang terjadi.
Reyn tinggal didalam sebuah hutan, disana ia bertemu dengan pria bernama Gamma yang merupakan sahabat sekaligus cintanya. Tetapi di suatu hari Reyn melihat Gamma menembak ayah Reyn didepan matanya. Sedih, marah, kecewa, dan tidak percaya menjadi satu di hati Reyn. Disaat yang sama Gamma juga menembak dirinya sendir. Kejadian itu membuat Reyn trauma. Dia menjadi benci dengan Gamma dan tidak percaya lagi akan cinta. Sampai akhirnya Reyn memutuskan untuk membalaskan dendamnya kepada pria yang membantai seluruh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melihatmu Kembali Dengan Orang Lain

Reyn mulai menulis angka awal untuk rencanya. Dengan penuh tekat dan rasa haus akan kepuasaan dirinya yang akan terpenuhi jika dendamnya telah terbalaskan. Reyn telah mengambil langkah awal untuk menjatuhkan musuhnya. Tulisan tangan Reyn berisi :

1.      Mencari tahu segara informasi tentang Galih Arsalan. Mulai dari keluarga, orang yang dekat dengannya, kegiatannya, sampai kebiasaan yang sering ia lakukan.

2.      Menjebak Galih Arsalan dengan seorang wanita didalam kamar hotel untuk mencemarkan nama baiknyanya. Pria Playboy yang memiliki banyak wanita, bahkan sampai membawa seorang wanita kesebuah hotel ditengah malam.

3.      Mendekati Galih Arsalan saat ia terpuruk karena namanya yang telah tercemar. Membuatnya percaya bahwa ada orang yang sangat peduli padanya.

4.      Mendekati keluarga Arsalan, dan secara perlahan mendapat kepercayaan dari mereka.

5.      Menghancurkan keluarga Akram Arsalan beserta perusahaan Dexos.

Buku kosong itu telah diisi oleh tinta dari rencana yang Reyn buat. Sampai kapanpun juga coretan itu tidak akan hilang, sama seperti penderitaan yang akan dirasakan oleh Akram Arsalan.

“Rencana ini tidak cukup kejam. Aku harus memikirkan rencana yang lebih kejam lagi setelah berhasil menjebak Galih Arsalan. Tapi bagaimana cara menjebak pria idiot itu?”

Reyn memikirkan lagi cara menjebak Galih Arsalan. Setelah sebuah rencana terbesit dipikirannya, Reyn menutup buku yang ada dihadapannya itu. Reyn keluar dari ruang kerja dan melihat bi Inemnyang sedang mengambil air didapur. Reyn meneruskan langkahnya sampai kedapur. Saat itu bi Inem melihat kearah Reyn yang sedang berjalan

“Non Reyna belum tidur?” sapa bi Inem.

“Aku baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaan. Bibi, apa bibi bisa membangunkan dan memberitahu Ana jika aku ingin mengajaknya untuk jalan-jalan besok. Tolong bangunkan dia lebih awal dan minta dia untuk langsung ke kamarku.”

“Baik non, besok bibi bangunkan non Ana pagi-pagi. Soalnya biasanya hari minggu non Ana bangunnya emang lama.”

“Terimakasih bi,” ucap Reyn dan pergi meninggalkan bi Inem.

Reyn masuk kekamarnya. Berbaringn diatas ranjang, mematikan lampu, dan memejamkan matanya. Setelah beberapa saat Reyn langsun terlelap pada malam itu. Tidur dengan lampu yang mati, dan jendela yang terbuka. Agar sinar rembulan masuk dan menyinari kamar Reyn yang gelap.

Pagi harinya Reyn bangun dari tidur pulasnya. Membuka mata dan duduk beberapa saat diatas ranjangnya.

“Kenapa aku bisa memimpikan pria itu.”

Reyn beranjak dari ranjangnya, mengambil handuk, dan masuk kedalam kamar mandi. Saat Reyn masih membersihkan dirinya didalam kamar mandi, Ana datang ke kamar Reyn. Ana sudah berpakaian rapi dan memakai sebuah jepitan bunga yang indah.

“Kakak cepat. Aku sudah siap,” teriak Ana yang sudah duduk disofa kamar Reyn.

Setelah Ana menunggu, Reyn keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk.

“Kakak cepatlah. Aku sudah menunggu kakak dari tadi,” omel Ana.

Reyn masuk kedalam walk in closet untuk berpakaian. Reyn menggunakan pakaian santainya, yaitu celana panjang yang dipadukan dengan kaos putih dan jaket berwarna crem. Reyn juga menggerai rambutnya tanpa menggunakan aksesoris rambut. Tidak lupa Reyn menggunakan sepatu hitam dengan hak yang tidak terlalu tinggi

Setelah selesai bersiap reyn keluar dari walk in closet. Ana yang melihat kakaknya tampil fresh merasa terpukau. Ana terlalu sering melihat kakaknya menggunakan pakaian formal untuk kekantor. Jadi melihat kakaknya yang tampil seperti ini membuat Ana terpukau.

“Sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua. Ayo kita habiskan waktu hari ini berdua saja kakak,” sorak Ana bersemangat.

Ana dan Reyn turun kebawah untuk sarapan. Bi Inem menyiapkan sarapan sederhana untuk kakak beradik itu. Sehabis sarapan, Reyn berpesan kepada bi Inem jika tidak perlu menyiapkan makan siang dan makan malam untuk Reyn dan Ana. Karena mereka berdua akan makan diluar hari ini.

“Bye bibi. Aku akan membawa oleh-oleh untuk bibi nanti,” pamit Ana dengan senyum bahagianya.

Reyn dan Ana untuk berbelanja di Mall terlebih dahulu. Mereka pergi diantar oleh Pak Tarno. Setibanya di Mall, Ana begitu bersemangat untuk berbelanja. Ana dan Reyn mulai memasuki toko aksesoris untuk melihat aksesoris yang lucu untuk dibeli. Ana mengajak Reyn memasuki hampir semua toko yang ada di Mall. Ana sangat bersemangat hari itu. Hingga waktu makan siang tiba.

“Ana kau ingin makan apa?”

“Aku mau makan steak.”

Ana dan Reyn kemudian memasuki sebuah cafe yang ada didalam Mall. Mereka makan berdua dengan sangat lahap. Setelah makan dan bayar, mereka berdua kembali berkeliling. Kali ini Ana mengajak Reyn masuk kedalam toko pakaian. Ana berniat membeli pakaian untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang ada dirumah.

Ana mulai melihat-lihat dan memilih pakaian yang menurutnya cocok untuk bi Inem, pak Tarno, pak Yoko, dan pak Ucup. Setelah memilih pakaian untuk orang rumah, Ana kemudian memilik pakaian untuk dirinya sendiri.

“Kakak coba lihat, baju ini sangat cocok untuk kakak.”

“Jika kau suka, maka beli untuk dirimu saja Ana.”

“Oke, aku akan beli ini untuk kakak.”

Reyn yang tidak ingin membeli pakaian, tas, atau sepatu apapun hanya duduk dan menunggu Ana disofa yang ada didalatoko. Reyn sudah cukup berbelanja saat ia sampai di London. Reyn banyak membeli pakaian untuk kuliah dan pakaian sehari-hari, karena ia tidak mungkin menggunakan pakaian lamanya saat identitasnya telah berubah.

Ana yang begitu bersemangat untuk berbelanja, melakukan hal itu sampai malam hari. Yang membuat Ana lama adalah, Ana juga banyak membeli pakaian, dan aksesoris untuk Akio. Saking terlalu bersemangat dan antusiasnya membuat Ana lupa akan waktu.

“Kakak aku lelah. Aku udah selesai belanja,” ujar Ana yang langsung duduk disamping Reyn.

“Dimana belanjaanmu?”

“Itu,” Ana menunjuk tumpukan tas belanja yang ada didekat sofa tempat mereka duduk.

Reyn hanya bisa terdiam melihat begitu banyak barang yang Ana beli. Reyn merasa belanjaan Ana terlalu banyak untuk mereka bawa berdua saja. Oleh karena itu, Reyn menelpon pak Tarno untuk datang ketempat mereka berada dan membantu membawa belanjaan.

Beberapa saat kemudian pak Tarno datang. Pak Tarno membawa sebagian belanjaan dan sebagian lagi dibawa oleh Reyn dan Ana. Diperjalanan menuju mobil, Ana mengeluh jika ia merasa lapar setelah seharian berkeliling Mall.

“Kita akan makan di restaurant Bulan,” ujar Reyn yang membuat adiknya itu senang.

Di mobil, Pak Tarno menaruh belanjaan yang sangat banyak itu didalam bagasi. Kemudian pak Tarno mengemudikan mobil menuju restaurant Bulan atas arahan dari reyn. Setelah sampai, Ana turun lebih dulu dari Reyn.

“Pak Tarno, ikut makan sama kita.”

“Pak Tarno udah makan tadi di Mall, non. Udah dua kali, karena nunggu. Non Reyna sama non Ana makan berdua saja. Pak Tarno tunggu di mobil,” jawab pak Tarno.

Mendengar penolakan pak Tarno yang sudah makan, Reyn turun dari mobil dan masuk kedalam restaurant Bulan berdua bersama dengan Ana. Tiba-tiba pandangan Reyn teralihkan saat melihat seorang pria dan wanita yang sedang makan malam berdua. Orang itu adalah Kenzo Manuel Lauder dan seorang wanita yang pernah Reyn lihat diacara ulang tahun Gia.

“Kita duduk disini saja,” ujar Reyn kepada Ana.

Mereka berdua duduk ditempat yang memungkinkan agar tidak terlalu dekat dengan tempat duduk Kenzo dan wanita itu. Seorang pelayan menghampiri meja Reyn dan Ana, pelayan itu memberikan sebuah menu.

Setelah Ana dan Reyn memesan pelayan itupun pergi. Sambil menunggu pesanan mereka tiba, Ana banyak berbincang dengan Reyn tentang teman-temannya. Reyn menanggapi cerita Ana dengan senyuman. Padahal perhatian Reyn berpusat pada percakapan Kenzo dan teman kencan wanitanya.

Perhatian Reyn kembali teralihkan sepenuhnya. Bahkan Reyn terperanjat ketika mendengar sebuah kalimat yang baru saja diucapkan wanita yang bersama Kenzo itu.

“Bagaimana tentang rencana pernikahan kita?” seru wanita cantik dan anggun yang tengah bersama Kenzo

1
miilieaa
baguss thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!