Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Sang Paranormal

Benih Sang Paranormal

Status: tamat
Genre:Spiritual / Matabatin / Lari Saat Hamil / Single Mom / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Rahmania

Kesuksesan sebagai seorang Desainer dan pemilik sebuah butik terkenal membuat Intan melupakan persoalan cintanya. Hingga sampai usianya menginjak 30 tahun Intan belum juga memiliki suami ataupun seorang kekasih. Hal itu membuat orang-orang menyebutnya dengan perawan tua, bahkan sang ibu kerap mendapat cibiran dari para tetangga karena status lajang Intan.


Karena alasan itulah Sukma terus mendesak Intan untuk segera mencari kekasih dan segera menikah. Desakan Sukma ternyata membuat Intan tertekan, hingga dia pun menceritakan permasalahan yang dihadapinya kepada sahabat baiknya yang bernama Luna. Mendengar cerita Intan yang belum mendapat jodoh, serta sikap Intan yang cuek dan dingin terhadap lawan jenis membuat Luna berpikir jika Intan mendapat sihir dari seseorang. Bahkan Luna pun menyarankan Intan untuk mencari pengobatan alternatif untuk mengeluarkan ilmu sihir yang ada di dalam tubuhnya. Mampukah Intan menemukan jodoh terbaik untuknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Rahmania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Wisnu Dewantara atau yang bisa dipanggil Dewa adalah seorang laki-laki berusia 35 tahun. Dewa adalah seorang pemilik sebuah restoran di Bali, sekaligus putra tunggal seorang pengusaha kuliner yang sukses di Bali. Sifat Dewa yang tertutup serta terlalu cuek membuatnya sulit menemukan seorang kekasih. 

“Dewa, Menurut penilaianmu bagaimana Intan?” tanya Dewantara sambil memeluk pundak sang putra. 

“Biasa saja, tidak ada yang istimewa," jawab Dewa sambil berjalan ke arah kamarnya. 

"Hey Brother! Bagaimana mungkin gadis secantik itu kamu bilang biasa saja," teriak Dewantara sambil berjalan ke arah sang putra. 

"Sudahlah Pa, mungkin Intan bukan perempuan idaman Dewa." Seruni langsung memegang tangan sang suami. 

"Kalau Intan yang secantik itu bukan idaman Dewa lalu seperti apa wanita idamannya, apa jangan-jangan dia …." 

"Jangan bicara yang tidak-tidak, Pa. Tidak mungkin laki-laki setampan dia itu Gay!” bentak Seruni yang terlihat tidak terima dengan tuduhan Dewantara. 

"Tapi …."

"Sudah lebih baik kita masuk ke dalam kamar dan istirahat, biarkan Dewa menentukan sendiri jodoh yang pas untuknya," ajak Seruni sambil menarik tangan Dewantara. 

Disaat Seruni dan Dewantara sedang berdebat tentang jodoh untuk sang putra. Di dalam kamar Dewa yang diam-diam memiliki ketertarikan kepada Intan terlihat duduk di balkon kamarnya. Seumur hidupnya baru kali ini Dewa merasa tertarik dengan seorang wanita. 

“Cantik," batin Dewa sambil tersenyum. 

"Sial kenapa aku harus memikirkan istri orang," ucap Dewa sambil mengusap wajahnya dengan kasar. 

Hampir semalaman Dewa terlihat duduk di balkon sambil menghisap sebatang rokok di tangannya. Senyuman terlihat jelas di bibir Dewa setiap dia mengingat Intan. Manisnya senyum Intan serta kecantikannya ternyata mampu meluluhkan hati Dewa yang selama ini beku. 

Cinta yang selama ini belum pernah dirasakan Dewa kini mulai hadir di hatinya. Di tempat terpisah Kharin justru menggunakan kehamilannya sebagai alasan agar Satria tetap bertahan bersamanya. Satria yang tidak ingin mengulangi kesalahannya berusaha untuk memberikan perhatian yang lebih kepada sang istri. 

“Kharin, apa aku boleh meminta sesuatu kepadamu?” tanya Satria yang saat itu sedang berbaring di samping Kharin. 

“Boleh, apa yang kamu inginkan dari aku?” jawab Kharin sambil menoleh ke arah Satria. 

“Aku ingin kamu berhenti dari pekerjaanmu sebagai publik figur,” ucap Satria hingga membuat Kharin. 

“Berhenti dari pekerjaanku! Tidak, karena pekerjaan itu adalah kebahagiaan untukku. Lagipula kenapa aku harus berhenti dari pekerjaanku?” tanya Kharin sambil menatap wajah Satria. 

“Aku hanya tidak ingin kamu terlalu capek, karena menurut Dokter itu akan sangat membahayakan anak yang ada di dalam kandunganmu,” jelas Satria sambil memegang tangan Kharin. 

“Sepertinya aku bisa memanfaatkan kebodohan laki-laki ini untuk menguras hartanya sampai habis,” batin Kharin sambil tersenyum. 

“Bagaimana, apa kamu setuju?”

“Aku setuju, tapi kamu harus janji akan mengabulkan semua keinginan ku dan memenuhi semua kebutuhan ku termasuk tentang perawatan tubuhku,” jawab Kharin sambil tersenyum. 

”Kamu tenang saja, Sayang. Suamimu ini adalah pengusaha sukses dan kaya raya jadi sangat mudah bagiku untuk memenuhi kebutuhanmu,” ucap Satria sambil mencium bibir sang istri. 

“Terima kasih ya anakku, berkat kamu Mama bisa mendapatkan harta laki-laki tua ini,” batin Kharin sambil mengusap perutnya yang masih rata. 

Pernikahan antara Kharin dan Satria terjadi bukan karena cinta. Namun, karena permintaan Handoko. Kondisi perusahaan yang di ambang kebangkrutan membuat Handoko mendesak Kharin untuk menerima lamaran Rudi dan Satria. 

***

Sukma dan Adipati yang sedang sibuk melayani tamu tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Dewa. Kedatangan Dewa siang itu hanya alasan agar dia bisa bertemu dengan Intan. Sukma yang saat itu berdiri tidak jauh dari Dewa terlihat memperhatikan tatapan Dewa kepada sang putri. 

“Pa! Papa,” panggil Sukma sambil melambaikan tangan kepada Adipati. 

“Ada apa, Ma?” tanya Adipati yang sudah ada di samping Sukma. 

“Papa lihat tatapan Dewa kepada Intan, sepertinya dia jatuh cinta kepada Intan,” jawab Sukma sambil menarik tangan sang suami. 

“Sepertinya begitu, Ma." 

Dewa yang baru saja pulang ke rumah, langsung berjalan menuju ke kamarnya. Dewantara yang melihat sang putra langsung memanggil dan mengajaknya makan bersama. Namun, Dewa yang merasa lelah justru menolak ajakan sang ayah. 

"Dewa! Ayo makan dulu," teriak Dewantara saat melihat sang putra berjalan ke kamarnya. 

"Dewa udah makan diluar, malam ini aku mau langsung istirahat dulu," jawab Dewa sambil terus berjalan. 

"Hey Brother! Bagaimana rasanya  bisa memandang gadis pujaan?" teriak Dewantara hingga membuat sang putra menghentikan langkahnya. 

"Bagaimana mungkin Papa bisa tahu jika aku memandang Intan dari kejauhan," batin Dewa yang terlihat berdiri mematung. 

"Dewa … kemari sebentar, ada yang ingin Mama tanyakan kepadamu!" panggil Seruni. 

Sambil duduk di kursi,"Ada apa, Ma?"

"Apa benar hari ini kamu ke rumah Tuan Adipati hanya untuk melihat Intan?" tanya Seruni yang terlihat penasaran. 

Dewantara tersenyum bahagia, "Sudah jelas putra kita ini sedang jatuh cinta kepada Intan, kenapa masih ditanya lagi."

"Tidak, aku kesana hanya ingin makan siang. Kebetulan restoran hari ini sepi jadi aku bisa menikmati jam istirahat di luar," jawab Dewa tanpa melihat ke orang tuanya. 

"Apa kamu yakin tidak mencintai Intan? Intan itu gadis baik dan cantik loh, Brother" ledek Dewantara sambil menepuk pundak sang putra. 

"Tidak, Pa. Lagipula apa kata orang jika aku merebut seorang wanita dari suaminya," jawab Dewa dengan wajah kesal. 

"Suami!" 

"Iya Intan 'kan sudah punya anak, jadi pasti dia sudah menikah dan memiliki suami. Apa Mama dan Papa mau aku jadi perusak rumah tangga orang." Dewa berusaha menjelaskan kepada orang tuanya. 

Dewa yang terlihat kesal dengan pertanyaan orang tuanya langsung meninggalkan meja makan dan berjalan ke arah kamarnya. Mendengar jawaban sang putra Seruni dan Dewantara terlihat tertawa kecil. Mereka baru tahu jika Dewa sengaja menyimpan perasaannya karena dia pikir Intan adalah istri orang. 

"Jadi selama ini Dewa sudah jatuh cinta kepada Intan," ucap Seruni sambil tersenyum bahagia. 

“Itulah akibatnya jika dia terus menutup diri, cinta yang seharusnya diungkapkan justru dia pendam karena dugaannya yang salah,” jawab Dewantara sambil mengusap mulutnya. 

“Sifat Dewa persis seperti sifatmu dulu,” ledek Dewantara kepada sang 

istri.

"Sudah tidak perlu dibahas, aku yakin suatu saat dia akan bertanya kepada kita tentang Intan," ucap Seruni sambil merapikan piring kotor yang ada di atas meja makan. 

Dewa yang berpikir jika sia-sia saja mencintai Intan yang telah bersuami, akhirnya memutuskan untuk melupakan Intan. Berbagai cara telah dilakukan Dewa untuk melupakan Intan. Namun, semakin dia berusaha melupakannya rasa cinta yang sudah tertanam di dalam hatinya justru semakin besar. 

“Ya ampun, ada apa denganku? Kenapa semakin aku melupakannya semakin aku jatuh cinta kepadanya," ucap Dewa sambil melempar jasnya ke tempat tidur. 

1
Irfan Dani
ada yah ibu seperti itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!