Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pak GM

Mengejar Cinta Pak GM

Status: tamat
Genre:Duda / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Penampilan Yanuar yang bersahaja membuat Amanda senang menatap Yanuar. Tanpa sengaja Amanda sering bertemu dengan Yanuar.

Sinta ibu kandung Amanda tidak tahu kalau putri bungsunya sedang jatuh cinta pada seorang duda. Ia mengatur kencan buta Amanda dengan Radit. Sebagai anak yang baik, Amanda menyetujui kencan buta dengan Radit. Namun, alangkah terkejutnya Amanda ternyata kencan buta itu bertempat di restoran hotel tempat Yanuar bekerja.

Akhirnya Sinta mengetahui Amanda sedang dekat dengan seorang duda. Ia tidak setuju putrinya menjalin kasih dengan Yanuar. Sinta berusaha menjauhkan Amanda dari Yanuar dengan cara memperkenalkan orang yang satu tipe dengan Yanuar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

“Sewaktu Mama menyerahkan Alvina kepada Mas Ibram, saya tidak tega melihatnya. Kami sudah sangat sayang kepada bayi itu.” Tiba-tiba air mata mengenang di pelupuk mata Amanda. Ia merasa sedih karena harus berpisah dengan Alvina.

Yanuar menoleh sebentar ke Amanda. Samar-samar dari pencahayaan lampu penerangan jalan ia melihat wajah gadis itu terlihat sedih.

‘Apa kejadian ini yang menyebabkan Pak Rendi sering terlihat termenung?’ tanya Yanuar di dalam hati. Sudah hampir seminggu Rendi sering terlihat termenung dan sering menghela napas. Namun, Rendi tidak pernah bercerita kepada Yanuar apa yang sedang terjadi.

Tidak terasa mereka sampai di RSIA Graha Bunda. Yanuar memarkirkan mobil di depan rumah sakit. Ketika Amanda hendak turun Yanuar berkata, “Biar saya yang bawakan koper.”

Amanda menjawab dengan mengangguk.

Amanda turun dari mobil, ia menunggu Yanuar di pinggir. Tidak lama kemudian Yanuar turun dari mobil lalu membuka pintu bagasi. Ia mengeluarkan koper dari bagasi mobil lalu mereka berjalan masuk ke rumah sakit.  Yanuar dan Amanda langsung naik ke lantai tiga dengan menggunakan lift. Setelah keluar dari dalam lift mereka langsung menuju ke kamar Alvina.

Ketika mereka sampai di depan pintu kamar Alvina, Yanuar pun berhenti. “Mbak Amanda saja yang masuk ke dalam. Saya menunggu di ruang tunggu,” ujar Yanuar.

“Baik, Pak. Saya tidak akan lama, saya hanya mengantar koper ini saja,” jawab Amanda.  Amanda pun membuka pintu kamar Alvina, ia membawa koper masuk ke dalam kamar. Sedangkan Yanuar berjalan menuju ruang tunggu.

“Assalamualaikum,” ucap Amanda ketika masuk ke dalam kamar Alvina.

“Waalaikumsalam.” Bobby dan Claudia menoleh ke pintu. Mereka kaget melihat Amanda masuk kamar sambil membawa koper.

“Loh, kok jadi kamu yang mengantarkan koper ke sini?” tanya Claudia.

“Mama kan menyuruh supir taksi online yang mengantarkan koper. Ini sudah larut malam bahaya kalau kamu menyetir sendirian,” lanjut Claudia dengan cerewet. Ia mengkhawatirkan keselamatan anak sambungnya.

“Susah cari supir taksi online, Ma. Mungkin karena sudah malam banyak supir taksi online yang sudah pulang ke rumah. Lagipula Amanda tidak menyetir mobil sendiri, Amanda diantar sama teman,” jawab Amanda. Ia sudah tahu, ia pasti akan dimarahi oleh Claudia.

“Teman? Mana temannya?” Claudia melihat ke arah pintu. Tidak ada orang yang masuk ke kamar selain Amanda.

“Dia menunggu di ruang tunggu,” jawab Amanda sambil menaruh koper di dekat tempat tidur Alvina.

“Kenapa tidak ikut masuk?” tanya Claudia.

“Kenalin sama Mama dan papa,” lanjut Claudia.

“Sebentar, Amanda panggil dulu.” Amanda keluar dari kamar. Ia berjalan menuju ke ruang tunggu. Yanuar sedang duduk di sofa sambil menonton televisi. Amanda menghampiri Yanuar.

“Pak Yanuar.” Amanda memanggil Yanuar.

Yanuar menoleh ke Amanda. “Sudah mau pulang?” tanya Yanuar.

“Belum, Pak,” jawab Amanda.

“Tadi saya bilang ke Mama dan Papa kalau saya ke sini diantar oleh teman. Mama mau bertemu dengan teman yang mengantar saya,” lanjut Amanda.

“Oh, begitu.” Yanuar pun beranjak dari tempat duduk.

“Apa Pak Yanuar keberatan kalau saya mengatakan kepada orang tua saya bahwa Pak Yanuar adalah teman saya?” tanya Amanda dengan hati-hati. Ia takut Yanuar tidak terima jika dibilang teman Amanda.

“Tidak apa-apa, Mbak,” jawab Yanuar.

Amanda pun bernapas lega mendengar jawaban Yanuar. ‘Alhamdulillah,’ ucap Amanda di dalam hati.

“Ayo Pak Yanuar.” Amanda mengajak Yanuar menuju kamar Alvina. Yanuar mengikuti Amanda dari belakang.

Amanda membuka pintu kamar lalu ia masuk ke dalam kamar, Yanuar pun ikut masuk ke kamar.

“Assalamualaikum,” ucap Yanuar.

Bobby dan Claudia menoleh ke arah pintu. Mereka kaget ketika melihat siapa yang datang bersama Amanda. Mereka tidak menyangka kalau yang dimaksud ‘teman’ oleh Amanda adalah Yanuar.

Claudia tahu kalau putri sambungnya sedang mendekati Yanuar. Namun, ia tidak menyangka kalau secepat itu Amanda menunjukkan kepada Bobby kedekatannya dengan Yanuar. Walaupun Bobby sudah mengenal Yanuar.

“Waalaikumsalam,” jawab Claudia dan Bobby.

“Masuk Pak Yanuar!” ujar Bobby. Yanuar menghampiri Bobby dan Claudia lalu menyalami tangan Bobby dan Claudia.

“Silahkan duduk, Pak,” ujar Bobby. Yanuar duduk di sofa kosong. Amanda duduk di sebelah Claudia.

Bobby menoleh ke Amanda. “Bagaimana kamu bisa sampai diantar Pak Yanuar?” tanya Bobby. Ia tahu kalau Amanda dekat dengan putri Yanuar. Namun, ia tidak menyangka kalau Amanda juga dekat dengan Yanuar sampai Yanuar mau mengantar Amanda ke rumah sakit.

“Begini Pa.” Amanda menceritakan semuanya kepada Bobby dan Claudia. Yanuar mendengarkan cerita Amanda.

“Oh, jadi begitu ceritanya,” ujar Bobby setelah mendengar cerita putrinya.

“Saya minta maaf kepada Pak Yanuar karena Amanda sudah merepotkan Pak Yanuar,” ucap Bobby.

“Tidak apa-apa, Pak. Kebetulan saya berada tidak jauh dari rumah Pak Bobby,” jawab Yanuar. Akhirnya Bobby mengajak Yanuar berbincang-bincang.

Amanda beranjak dari sofa menuju tempat tidur Alvina. Ia memandangi wajah adik angkatnya yang sedang tidur dengan nyenyak. Wajah Alvina terlihat pucat dan pipi Alvina terlihat tirus. Sewaktu Alvina masih tinggal di rumah Amanda, wajahnya begitu berseri dan pipinya terlihat tembem.

Amanda mengusap pipi Alvina. Bayi itu tidak terusik ketika pipinya diusap. Claudia menghampiri Amanda. Ia berdiri di sebelah Amanda. Amanda menoleh sebentar ke Claudia. Kemudian ia mengusap jari jemari Alvina yang mungil.

“Orang tua Alvina kemana?” tanya Alvina.

“Celine keluar flek, ia dirawat di rumah sakit ini. Ibram terpaksa harus menemani istrinya,” jawab Claudia.

“Malang sekali nasibmu, De,” ucap Amanda dengan sedih. Matanya berkaca-kaca mendengar nasib adik angkatnya.

“Setelah pulang dari rumah sakit, Alvina akan pulang ke rumah kita,” ujar Claudia. Amanda terkejut mendengar ucapan Claudia, ia langsung menoleh ke Claudia.

“Benarkah, Ma?” tanya Amanda dengan tidak percaya.

Claudia tersenyum sambil mengangguk. “Ibram menitipkan Alvina kepada kita. Ia merasa belum bisa menjaga Alvina dengan baik,” ujar Claudia.

“Alhamdulillah. Akhirnya Mbak ada teman lagi,” ucap Amanda dengan gembira. Suaranya agak kencang, sampai Bobby dan Yanuar menoleh ke arah Amanda.

“Sssttt jangan berisik, nanti adik kamu bangun!” ujar Claudia sambil menempelkan jari telunjuk di bibir agar Amanda mengecilkan suaranya.

“Biarkan saja dia bangun, biar Amanda bisa bermain sama Ade,” jawab Amanda tanpa mengecilkan suaranya.

“Mama sudah capek mau tidur. Kalau adik kamu bangun, Mama tidak bisa istirahat,” ujar Claudia.

“Sekarang kamu pulang! Kasihan Pak Yanuar, dia pasti capek baru pulang kerja,” lanjut Claudia.

“Iya, Ma.” Amanda mencium tangan Claudia. Kemudian ia menghampiri Yanuar yang sedang berbincang-bincang dengan Bobby.

“Pak Yanuar.” Amanda memanggil Yanuar. Yanuar berhenti berbicara kemudian menoleh ke Amanda.

“Kita pulang sekarang,” kata Amanda. Yanuar menjawab dengan mengangguk.

Yanuar pamit kepada Bobby. “Saya pamit pulang, Pak.”

.

.

.

Hai pembaca, apakah masih setia mengikuti cerita ini?

Deche minta maaf kalau Deche cuma bisa up 1 bab sehari. Pekerjaan IRT cukup menyita waktu. Apalagi sekarang suami Deche sudah pensiun, Deche nggak bisa berlama-lama di depan laptop.

1
flower
jangan bilang ntar yg jdi pengantin pria si bima
Rahma Inayah
lanjut Thor cerita Yulia dan bima
Rahma Inayah
selamat Amanda dpt jagoan pas SDH klu mau nmbh bonus ..🤭🤭🤭
Rahma Inayah
semoga lancar luncur hpl nya Amanda .selamat amanda SDH lulus S2 nya .
Rahma Inayah
ya lbh baik Amanda mengungsi dl demi kebaikan kandung Amanda
Rahma Inayah
semoga kehamilan Amanda sehat2 sllu
Rahma Inayah
segera ke dktr Amanda supaya BS tau keadaan baby nya biar nnt di kasih obat penguat rahim .hrs bedrest trs GK boleh stres .semangat Manda semoga kandungan mu sehat
Rahma Inayah
padhl bgus ceritanya deche ..sllu ku nnt tiap up datenya
Rahma Inayah
ngaji beli rumh SDH kayak beli cilok aja .. horang kaya...🤭🤭
Rahma Inayah
rejeki ank Soleh Amanda hamil papa nya Yanuar dpt rejeki naik jabatan CEO siap menggantikan papa Boby
Rahma Inayah
suka2 aja knp GK cerita Yanuar dan Amanda aja di buat season 2 tentg rumh tangga .atau cerita kakak nya Amanda yg duda klu GK slh di cerita sblm nya dinikahkan SM ank angkt Boby .deche mksh ya kirmna novel tempo hari bgus ceritanya mkasih byk moga karya mu slalu byk pembacanya
Deche: 😁😁😁 tenggelam dalam lautan media sosial.
total 1 replies
Rahma Inayah
fix Manda hamil buah dr kesabaran
Rahma Inayah
Amanda amanda badan aja segedeh gaban tp polos otak nya GK nalar .masa iya testpack utk ibu savitri .yg jelas baut km Manda 🤭🤭🤭
Rahma Inayah
bgus ceritanya
Rahma Inayah
Alhamdulillah akhirnya BS up LG.pak gm GK ada romantisnya panggil istri syg ke..or haney,,adek panggil nya nm doang .Manda doa km di jabah Allah km skrg sedang hamil tnp km sadri
Rahma Inayah
sultan ma bebas mau umroh tnp pikr pnjg soal biaya tinggl jentik kan jari aja ada yg ngurus siap berngkat
Deche: kak, baca PC saya
total 1 replies
Rahma Inayah
hahaha kethaun yanuar gk pernah absen bajak sawah ...krn sdh lm puasa bajak sawah sekali dpt mash orisinil pula jadi nya ketagihan
Rahma Inayah
kan bnr tebakan saya amanda dtg bulan .kecewa krn blm jg hamil.yg sabar manda ank tu tiitpan dr allah
Rahma Inayah
mkn manda muram berharp dia hamil tau nya dtg bulan...🤭🤭🤭
Rahma Inayah
gk usah didengerin.yanuar ucpan sinta ...to dia jg gk setiap saat mau kerumh mu .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!