Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 11

Di detik-detik terakhir. Pintu itu akan terbuka. Detak jantung Kirana berdetak cepat. Keringat dingin keluar di kulit pelipisnya.

Ceklek!

"Sayang!"

"Hhh!!!" Refleks Kirana terkejut. Tubuhnya mendongak ke atas.

Wanita buta itu membalikkan badannya. Raut wajahnya penuh dengan ketakutan.

"Sayang! K-kamu mengagetkan, aku," suara Kirana panik. "Kenapa kamu kembali?" tanyanya dengan nada getir.

Wajah Pria itu begitu dingin dengan tatapan penuh tipu muslihat. Perlahan memiringkan kepala dengan senyum tipis namun menakutkan.

"Kamu membuat ku kaget setelah mati ..." Napas Kirana tersekat.

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Langkah kaki Arga mendekati istrinya yang sedang terbujur kaku.

Tubuh Kirana gemetar, wajahnya tampak ketakutan saat suaminya mendekat. Entah apa yang ia rasakan. Namun itu membuat wanita buta itu was-was.

"Kirana! Kenapa kamu di depan gudang? Aku takut kamu nanti tersandung." Pria itu berjalan mendekati istri buta nya.

"A-aku ... aku tadi mendengar suara di dalam sini!" Kirana terdiam sejenak. "Aku, tadi mendengar seperti suara orang di dalam sana,"

Arga menutup pintu itu.

Krek!

"Sayang! Apa kamu mendengar sesuatu lagi, di dalam sana?" tanya suaminya.

Kirana menggelengkan kepalanya. "Tidak! Apa ada sesuatu di dalam sana?"

Kedua sudut bibir suaminya naik keatas, membentuk sebuah senyuman menautkan. "Tidak ada orang di dalam gudang! Kamu mungkin salah dengar," ucapnya lirih.

Kirana kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak, sayang! Aku yakin. Aku tidak salah dengar, ada seseorang di dalam sana," ucapnya tegas.

Pria itu memegang kedua pundak istrinya dengan lembut. Senyuman menakutkan itu kembali terukir.

"Sayang! Sebaiknya kita kamu kembali ke kamar," suruh Arga dengan nada hangat.

"T-tapi—" suaranya terpotong.

"Tidak ada siapapun di dalam gudang." potong Arga memapah bahu istrinya.

Kirana mengangguk. Mereka berjalan menjauh dari pintu gudang itu.

Tak!

Tak!

Tak!

Beberapa langkah mereka berjalan. Wajah pria itu menoleh kebelakang dengan senyum licik yang menakutkan.

"Ayo, sayang,"

Tubuh Kirana seakan berat untuk meninggalkan ruangan itu. Rasa penasaran masih menggerogoti hatinya.

Baru melangkah beberapa kali.

Gubrak!

Suara yang mirip seseorang yang sedang menendang pintu kembali terdengar di dalam gudang.

Kirana kembali mendongak, kebelakang. Suasana menjadi hening. Rasa penasaran semakin besar.

"Sayang! Kamu dengar suara itu?" tanya Kirana dengan nada serius. "Aku yakin ada seseorang di dalam sana."

Kirana membalikkan badannya, lalu kembali berjalan ke tempat semula. "Kita lihat siapa yang ada di dalam sana." Ia berjalan di pandu oleh tongkatnya.

Arga yang tidak bisa lagi mengelak. Ia mengikuti Kirana dari belakang.

"Sayang! Cepat buka pintunya, kamu periksa siapa yang ada di dalam." suruh Kirana dengan nada penasaran.

Arga sedikit memiringkan kepalanya. "Tunggu sebentar sayang." tangannya mengambil kunci dan membuka pintu itu.

krek!

Suara kunci pintu yang di masukan dan membuka gemboknya.

Ceklek!

Pintu gudang terbuka.

Pintu perlahan terbuka. Cahaya dari lorong menyusup masuk ke dalam gudang yang gelap. Mata Bi Titin yang sayu langsung menangkap sosok Arga berdiri di ambang pintu.

Suasana mendadak membeku. Bi Titin yang terikat di kursi mengangkat wajahnya dengan sisa tenaga. Sesaat harapan muncul di matanya ketika melihat Kirana datang. Namun harapan itu langsung runtuh saat melihat Arga yang berada tepat di depannya.

'Pak Arga!'

Batin Bi Titin di selimuti rasa takut.

Suami manipulatif itu mengeluarkan pisau tajam di sakunya. Tangannya mengayun pisau itu dengan lembut di udara.

"Sayang! Tidak ada satupun di dalam sini," sahut Arga.

Kirana melangkah masuk.

"Beneran ... tidak ada siapa-siapa di dalam sini?" tanyanya sekali lagi dengan tegas.

Bi Titin tahu, pisau itu adalah ancaman untuk Kirana. Matanya di selimuti rasa ingin melindungi wanita buta itu.

'Laki-laki jahat ini! Apakah dia tidak punya hati? Non Kirana ... Dia itu iblis Non!'

Arga tersenyum jahat.

"Kamu bisa memeriksanya sendiri," kata Arga.

Kirana menggenggam tongkatnya dengan erat. "Lalu tadi itu suara apa?" tanya dengan suara penasaran.

"Suara tadi? Itu hanya anjing tua yang akan mati," jawab Arga dengan nada puas.

"Anjing? Sejak kapan di rumah ini ada anjing?" Kirana bertanya-tanya.

"Itu anjing, milik salah satu anak buah ku. Sebentar lagi akan mati. Aku mencarinya kemana-mana, tidak aku sangka ternyata dia ada di dalam sini." suara Arga terdengar girang tanpa rasa bersalah.

Bi Titin mengeluarkan air matanya. 'Hiks ... Non, jangan percaya, Non. Laki-laki itu bukan manusia! Dia adalah monster.' wanita paruh baya itu tak kuasa menahan air matanya.

"Sudah sayang! Kita keluar saja dari sini. Nanti aku suruh anak buah ku, untuk membereskan anjing yang mau mati ini." Pria itu menyentuh bahu Istrinya.

Kirana yang tidak bisa melihat hanya mempercayai semua yang dikatakan oleh suami tercintanya itu. Sosok laki-laki yang paling ia percaya.

'Non! Jangan percaya, Non ...'

Ceklek.

Pintu kembali tertutup rapat. Kirana di antara oleh suaminya kembali ke dalam kamarnya.

"Sayang! Kamu diam saja di rumah, atau di kamar. Nanti kalo perlu sesuatu kamu bisa memanggil anak buah ku di depan." pesan Arga.

"Iya, aku paham," sahut Kirana.

"Aku pergi sekarang. Tadi aku kembali untuk mengambil berkas yang ketinggalan." Arga mengusap lembut rambut istrinya.

"Aku pergi ya," pamitnya sambil tersenyum hangat.

Kirana mengangguk.

* * *

Di dalam gudang yang begitu gelap dan kotor. Bi Titin terus mengeluarkan air—meratapi nasibnya.

Cekel

Pintu kembali terbuka. Arga masuk ke dalam gudang dengan wajah yang begitu menakutkan.

"Anjing Tua! Sepertinya kamu ingin cepat mati."

Pria licik itu menutup pintu. Berjalan lalu berjongkok tepat di depan wanita paruh baya itu.

Tangannya mengusap pipi wanita itu pelan.

Plek ...

Plek ...

Ia menepuk-nepuk beberapa kali. Di iringi senyum menyeringai penuh kepuasan.

"Dengar ... jika saja kamu tidak ikut campur! Mungkin kamu tidak akan seperti ini!" Tangannya mencengkram dagu wanita itu.

"Anjing Tua, tidak berguna! Tapi aku sedikit senang! Ada sesuatu yang membuat ku lebih bersemangat dari wanita buta itu," lirihnya tajam. Sorot matanya penuh penekanan yang sangat kuat.

Wanita itu gemetar hebat. Meskipun tubuhnya tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan.

"Kamu seharusnya diam sejak awal."

Cuihhhh ...

Pria itu meludah tepat di muka Bi Titin. Ludah yang begitu lekat menempel di permukaan kulit wajahnya.

Suasana menjadi hening dan mencekam di dalam gudang yang gelap.

"Bi Titin! Selamat tinggal."

Wanita itu gemetar hebat, wajahnya panik dalam kegelapan dan rasa ketakutan.

"Terimalah kematian mu!" Arga mengangkat tangannya.

Mata Bi Titin membelalak.

DUAR!

Suara keras tiba-tiba terdengar dari luar gudang. Arga menghentikan gerakannya. Wajahnya berubah.

"Siapa diluar?"

BRAK!

BRAK!

Pintu rumah terdengar dibanting dari kejauhan.

Arga menoleh tajam. Sebuah senyuman menautkan kembali terukir di wajahnya.

"Dia ...?"

1
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
Muft Smoker
waah siapa lgii itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!