Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 Hal Yang Dia Ketahui
Kyarra sudah berada di apartemen, mengambil beberapa keperluan yang dia butuhkan, agar tidak bolak-balik ke apartemen dan nanti bisa bermasalah dengan Alvino.
"Oh iya, aku hampir saja merupakan sesuatu," ucapnya ketika mengingat sesuatu hal yang ingin dia ambil.
Kyarra membuka laci pada meja belajar Kelly.
"Ini mungkin kamera yang dimaksud Kelly," ucapnya.
Saat di rumah sakit, Kelly berbicara dengan Kyarra tentang kamera kecil hadiah ulang tahun yang diberikan Melani kepadanya saat memasuki usia 4 tahun.
Kelly memang memiliki hobby, memotret dan bahkan merekam video dari segala sisi yang dia sukai.
"Untung saja tidak melupakannya, bisa-bisa, Kelly akan marah padaku," ucap Kyarra.
Melihat kamera yang unik itu membuat Kyarra penasaran dengan isinya. Kyarra membukanya dan melihat beberapa foto-foto yang diambil secara random oleh Kelly.
Kyarra tersenyum ketika melihat foto-foto menggemaskan itu, meski masih kecil tetapi foto-foto yang diambil cukup estetik, terlihat beberapa foto-foto buku pelajaran, isi-isi ruangan, dan juga terlihat ada beberapa video.
"Hallo nama aku ... eh salah-salah, bukan aku .... nama saya Kelly,"
Kyarra tersenyum melihat kerandoman Kelly merekam dirinya sendiri saat memperkenalkan diri, sangat lucu dan menggemaskan, jadi bahkan berkali-kali salah tetapi bukannya mengulang justru video itu direkam secara utuh.
"Anak manis yang benar-benar sangat berbakat," ucap Kyarra tersenyum lebar.
Kyarra terus melihat beberapa video yang menggemaskan, Kelly jabatan merekam dirinya sendiri saat belajar, bernyanyi dan bahkan latihan balet.
Kelly termasuk anak yang sangat pintar, usianya nasib 6 tahun, tetapi Kelly murid yang berprestasi, mengikuti banyak perlombaan di sekolahnya dan maupun di luar sekolah.
..."Cukup!"...
Di tengah video yang menggemaskan itu tiba-tiba terdapat salah satu video yang serius.
Alvino marah dengan memukul meja sampai-sampai vas bunga di atas meja terjatuh.
Vidio itu sepertinya diambil dari sisi yang cukup jauh, dari lorong yang sangat kecil dan mungkin saja diambil secara diam-diam.
..."Sekarang membentak, berteriak!" sahut Melani tidak terima dan tidak kalah meninggikan suaranya....
..."Aku capek dengan semua tingkahmu, sudah bersalah bukannya mengakui, tetapi terus mencari alasan!" ucap Alvino merendahkan suaranya....
..."Kalau begitu kenapa tidak menceraikanku saja hah! Kau ceraikan aku dan aku tidak takut bercerai denganmu!" tegas Melani....
..."Kau dengarkan aku Alvino, ketika aku bercerai denganmu bukan berarti aku akan menjadi miskin dan karirku akan hancur, justru perceraian kita akan aku jadikan sensasi untuk meningkatkan karirku dan menghancurkan dirimu!" tegas Melani....
..."Kau benar-benar gila!" Alvino geleng-geleng kepala seolah-olah sudah lelah menghadapi Melani....
..."Kau yang gila, kamu marah-marah tidak jelas dan menuduhku berselingkuh," sahut Melani....
..."Aku tidak bodoh, kau lupa berhadapan dengan siapa!" sahut Alvino....
...Melani justru tertawa getir dan mendekati Alvino yang mencengkram kerah baju Alvino....
..."Dengarkan aku Alvino, jika aku berselingkuh itu adalah hal yang wajar, karena suamiku saat ini tidak memiliki waktu untuk istrinya, apa yang aku lakukan lebih baik daripada apa yang kau lakukan, aku tidak pernah mengkhianati rumah tanggaku bertahun-tahun, jika bukan karena kau yang memulainya, selingkuhan yang kulakukan lebih nyata dibandingkan kau yang memikirkan wanita yang sudah mati!" tegas Melani....
Alvino melepaskan kasar tangan istrinya itu dari kerah bajunya.
..."Tutup mulutmu, jangan berspekulasi dengan sesuka hatimu!" tegas Alvino....
..."Jika kau ingin menghancurkan rumah tanggamu sendiri, silakan! Tetapi wanita sepertimu harusnya sadar, dan carilah laki-laki lebih dariku dibandingkan laki-laki yang lebih rendah dariku untuk kau jadikan sebagai pelampiasan!" tegas Alvino....
..."Bukankah cara menginjak harga dirimu adalah dengan istrimu bersama laki-laki yang lebih rendah darimu!" tegas Melani justru menantang Alvino....
Pasangan suami istri itu bertengkar hebat, tanpa mereka sadari bahwa Kelly merekam pertengkaran mereka dan mungkin saja Kelly tidak sengaja.
"Jadi Kelly pernah menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya," lirih Kyarra jadi sedih dengan apa yang telah dia lihat.
Kelly mungkin selama ini memendam dan tidak mungkin tidak pernah menjadi saksi keributan kedua orang tuanya yang terus-menerus bertengkar sampai akhirnya membuat Melani memutuskan untuk pergi.
Dratt, dratt, drattt, dratt.
Kyarra kaget dengan suara ponselnya yang tiba-tiba saja berdiri.
Kyarra melihat panggilan masuk dari Alvino.
"Kamu lama sekali!"
Baru saja mengangkat panggilan telepon tersebut, sudah disembur oleh Alvino.
"Kak, apa salahnya mengucapkan salam terlebih dahulu, bukan marah-marah seperti itu!" protes Kyarra.
"Di mana kamu? kenapa belum kembali sampai saat ini, kamu lupa jika Kelly harus minum obat dan saya tidak tahu obat mana yang harus dia minum!" tegas Alvino.
"Iya-iya, ini juga akan pulang," jawab Kelly.
"Jangan lama-lama," ucap Alvino.
"Iya......."
Tut, Tut, Tut, Tut, Tut, Tut,
"Astagfirullah langsung main matikan saja, masalahnya mengucapkan salam terlebih dahulu, benar-benar," ucap Kyarra dengan geleng-geleng kepala.
*******
Kyarra membantu Kelly memakai seragam sekolah pagi ini.
"Kelly yakin mau ke sekolah? Apa tidak menunggu beberapa hari lagi untuk memulihkan kesehatan?" tanya Kyarra.
"Kelly sudah bosan Tante di rumah sakit beberapa hari dan juga kemarin di rumah terus, Kelly mau ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman," jawab Kelly.
"Ya sudah kalau begitu Kelly boleh sekolah hari ini, tetapi harus berjanji kepada Tante bahwa Kelly akan baik-baik saja dan harus jaga kesehatan," ucap Kyarra.
"Kalau itu sudah pasti Tante," jawabnya.
"Tante hari ini juga ada kuliah bukan?" tanya Kelly.
"Benar sayang, Tante sepertinya pulangnya juga agak sorean," jawab Kyarra.
"Lalu yang mengantar Kelly ke tempat balet siapa?" tanyanya.
"Papa yang akan antar kamu....." tiba-tiba terdengar suara Alvino yang tidak tahu sejak kapan berdirinya pintu kamar.
"Ayo! sudah selesai belum, kita langsung saja ke sekolah nanti terlambat," ucap Alvino.
"Baik. Pa, Tante Kelly berangkat ke sekolah dulu ya, nanti Kelly akan memakan bekalnya di sekolah," ucap Kelly.
"Hati-hati Kelly," ucap Kyarra tersenyum
"Assalamualaikum," ucap Kelly.
"Walaikumsalam," sahut Kyarra tersenyum dan Kelly keluar dari kamar tidak lupa melambaikan tangannya.
Kyarra menghela nafas dan kemudian langsung menutup pintu kamar, Kyarra juga harus siap-siap untuk ke kampus.
******
Kyarra karena kuliahnya tidak terlalu pagi membuatnya mampir sebentar ke rumah ibunya, seperti biasa Kyarra akan mendapati ibunya yang sedang mengeluarkan barang belanjaan.
"Ini hasil memeras kak Alvino?" Mega melihat ke arah suara tersebut.
Melihat putri bungsunya itu datang membuat Mega menyergah nafas, sudah tahu jika akan ada pertengkaran diantara mereka.
"Mama mau sampai kapan memeras keluarga mereka?" tanya Kyarra.
"Kalau dijawab sampai mereka miskin, sepertinya tidak mungkin, harta mereka sangat banyak dan tidak akan habis sampai ribuan turunan," jawab Mega.
"Mama pernah tidak memikirkan bagaimana perasaan Kyarra, Mama kenapa justru memanfaatkan situasi untuk memenuhi semua keinginan Mama," ucap Kyarra benar-benar lelah menghadapi ibunya.
"Kamu sebaiknya pergi sekarang, Mama tidak ingin berdebat dengan kamu, kalau kamu tidak bisa memanfaatkan situasi dan maka Mama yang akan melakukannya," jawab Mega benar-benar tidak peduli.
Kyarra geleng-geleng kepala dan kemudian langsung pergi, percuma berbicara dengan Mega, jika selalu merasa paling benar dan yang paling dipentingkan Mega adalah uang.
Bagi Mega apa yang bisa dimanfaatkan maka harus dimanfaatkan.
Bersambung.....