Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
***** SEPULUH TAHUN KEMUDIAN*****
Sudah sepuluh tahun berlalu sejak kejadian itu dan selama sepuluh tahun ini Grace tidak pernah menemui keluarga Guntara.
Bahkan selama delapan tahun ini dia memilih sekolah di berbeda Provinsi dari kota tempat tinggal keluarga Guntara. Namun selama dua tahun ini dia sudah tinggal dikota ini karena dia diterima bekerja disebuah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur.
Selama dua tahun ini Grace dan Arga bekerja sebagai arsitek di perusahaan yang sama. Beberapa bulan yang lalu perusahaan tempat mereka bekerja berhasil mendapatkan tender pembangunan Hotel yang akan datang di sebuah desa pariwisata.
Hari ini adalah waktunya bagi Arga dan Grace mengadakan rapat langsung dengan pemilik Hotel untuk membahas perihal desain yang akan mereka kerjakan.
Namun sebelum rapat dimulai ponsel Arga berdering.
" Grace kamu masuk dulu, aku mau angkat telepon sebentar" ucap Arga
" baik kak...." jawab Grace, dia pun membawa laptop beserta beberapa lembar dokumen yang sudah dia print.
Saat masuk kedalam ruang rapat, Grace melihat disana seorang pria paruh baya dan dia adalah direktur perusahaan tempat mereka bekerja.
" selamat pagi pak Hendra" ucap Grace
" pagi Grace....."
" dimana Arga?" ucap Hendra
" oh....."
" sebentar lagi dia akan datang pak, " ucap Grace
Kini pintu rapat terbuka dan Arga pun masuk dengan ekspresi yang berbeda dari sebelumnya.
" kak Arga...." ucap Grace akan tetapi Arga langsung menghampiri direktur itu.
" pak.... Maafkan saya, hari ini saya tidak bisa ikut persentase " ucap Arga
" tapi kenapa?" ucap ditektur
" baru saja saya dapat kabar dari kampung, ibu saya baru saja meninggal pak" ucap Arga
" astaga...." ucap Grace
" turut berdukacita nak, iya sudah kamu pulang lah...."
" soal cuti, kamu tidak usah khawatir.... Bapak akan mengurusnya berapa lama pun kamu cuti tidak akan masalah" kata Direktur tersebut.
" turut berdukacita kak" ucap Grace
" Grace maafkan aku, kali ini aku membiarkan mu sendiri untuk mengurus pekerjaan ini. " ucap Arga
" tapi kak aku juga mau iku, aku mau melihat tante untuk yang terakhir kalinya" ucap Grace menangis
" tidak Grace..... "
" kalau kita berdua pergi, lalu bagaimana dengan proyek ini, kita tidak mungkin mempermalukan Pak Hendra " Ucap Arga
" tapi kak ... Tante Yohana juga udah seperti ibu bagiku, bagaimana mungkin aku bisa tenang disini sementara disana....." ucap Grace menangis
" ibu pasti mengerti, sudah lah, kamu jangan makin mempersulit ku.... Aku serahkan semua ini padamu dan tolong jangan kecewakan aku" ucap Arga
" iya sudah kakak hati-hati dan cepat lah kembali" ucap Grace mengalah dan tidak ingin mempersulit Arga.
Kini Grace merapikan dirinya dan tidak lama kemudian pintu rapat pun terbuka.
" selamat datang pak Carson" ucap Hendra sembari menyambut pria dewasa tersebut.
" terima kasih pak" ucap pria dewasa itu menyambut tangan Hendra walaupun wajahnya sangat tampan akan tetapi ekspresi wajahnya begitu dingin. kemudian kini tatapannya mengarah ke Grace mendapatkan tatapan itu seketika Grace merasa merinding.
Pria itu terdiam memaku menatap Grace, Grace pun menyalam pria itu terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa salah tingkah nya saat ini.
" halo pak, perkenalkan nama saya Grace" ucap Grace bersikap professional menjulurkan tangannya untuk memberikan salam .
" tanpa memperkenalkan diri, saya rasa anda sudah mengenal saya" ucap Pria itu dengan dingin. Mendengar itu Grace pun terdiam dan buru-buru menarik tangannya bercampur malu. Karena memang menurutnya sebelumnya juga dia belum pernah kenal dengan pria dihadapannya.
" sombong banget, tapi sudah lah itu memang udah ciri khas orang yang hidupnya selalu diatas" batin Grace
" mari pak, silahkan duduk" ucap Hendra
Pria itu pun duduk di kursi yang sudah di persilahkan.
" begini pak, sebelumnya saya minta maaf karena ada sedikit masalah." ucap Hendra
" ada apa pak?" ucap Pria itu
" sebenarnya Arsitek yang akan menangani pembangunan hotel bapak bukan Grace, Sebenarnya pak Arga adalah arsitek utama di perusahaan kami yang akan menanganinya langsung. Akan tetapi karena ibunya baru meninggal harini jadi pekerjaan ini diserahkan sepenuhnya kepada Grace. Akan tetapi bapak tidak usah khawatir, Grace juga tidak jauh beda kehebatan nya dengan Arga, Grace juga termasuk arsitek terbaik setelah Arga di perusahaan ini. Saya rasa dia juga mampu memenuhi setiap desain yang anda minta" ucap Hendra
" benarkah???"
" saya tidak tertarik dengan rumor, saya hanya percaya dengan bukti. Jika dia memang sehebat yang bapak bicarakan maka kerja sama ini kita lanjutkan. Akan tetapi jika memang dia tidak bisa diandalkan maka kerja sama ini tidak perlu diteruskan." ucap Carson dengan tegas tanpa menoleh ke lawan bicara.
Mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat bulu-bulu ditangan Grace berdiri.
" Silahkan Grace " kata Hendra
" sesuai informasi yang kami terima dari perusahaan bapak, kira-kira begini bentuk desainnya, " ucap Grace memberikan beberapa lembar yang sudah dia print sebelumnya.
" akan tetapi menurut informasi yang kami dapatkan bahwa pembangunan hotel berlokasi di tepi Danau Toba. kami sudah membuat beberapa rekomendasi untuk hotel yang akan bapak bangun."
" bagaimana jika kita buat bangunan yang seperti ini " ucap Grace mempresentasikan desain yang dia buat di layar monitor.
" di luar kamar ada baiknya kita beri beberapa meter sebagai balkon untuk tempat berkumpul keluaga, karena tidak semua penyewa adalah pasangan dan bahkan ada juga diantara mereka sengaja menyewa hotel bersama keluarga besar. Jadi mereka bisa menikmati momen liburan ini bersama keluarga mereka"
" dan di bagian barat, kita bisa membuat disain seperti ini" ucap Grace menunjukkan sebuah gambar di laptopnya.
" ini khusus untuk para pengantin atau pasangan muda, mungkin sebagian dari mereka juga suka interior yang seperti ini. Selain itu View nya juga lebih dapat dan lebih hidup" ucap Grace
" saya tidak bisa fokus ke gambar, karena gambar dengan asli pasti cenderung memiliki perbedaan ada baiknya kita survei langsung kelapangan proyek bagaimana?" ucap Carson
Grace pun menatap kearah Hendra.
" bagaimana denganmu Grace?" ucap Hendra
" saya tidak masalah pak " ucap Grace
" jika begitu kamu pergilah bersama dengan pak Carson ke lapangan proyek, waktunya kapan kamu bicarakan saja dengan pak Carson" ucap Hendra
" soal itu biar pak Carson saja yang mengatur waktunya" ucap Grace
" soal ini asisten saya yang akan menghubungi Anda" ucap Carson
" baik pak" ucap Grace
" baik pertemuan ini. Kita akhiri sampai disini" ucap Carson bangkit berdiri setelah memberikan salam kepada pak Hendra dia pun pergi meninggalkan ruang rapat.