Indonesia
NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 Buronan Kelas E

Mereka melanjutkan perjalanan menuju dataran badai. Melewati desa-desa, hutan, bukit, dan lembah. Di setiap desa mereka melihat poster sayembara Eliya.

Poster Eliya ada di tiap tiang di desa-desa. Kertas penawaran kasar itu bergoyang ditiup angin gurun yang kering, menempel pada kayu-kayu penyangga kedai tua, dengan paku karatan yang dipaksakan masuk.

Eliya mengamati dengan saksama, dan menemukan gambar yang ke sekian ratus lembar lumayan akurat, menampilkan garis wajahnya yang kaku dengan tatapan mata yang terlalu tajam untuk seseorang yang dulunya tidak dianggap ada. Dianggap sampah tak berguna, dianggap aib terbesar bagi keluarga.

"WASPADA: GADIS TANPA SIHIR. Bagi siapa yang mampu membawanya akan mendapatkan hadiah 1 Juta Koin Emas."

Eliya membaca tulisan yang terukir di bawah gambar. Ia tersenyum pahit, rasa teriris hatinya dengan sayembara yang disebarkan ayahnya.

"Ironis. Dulu mereka menyebutku sampah. Sekarang harganya semahal itu. Angka satu juta koin emas bahkan cukup untuk membeli satu distrik kecil di pinggiran ibu kota, lengkap dengan budak-budak dan pajaknya untuk sepuluh tahun ke depan."

Eliya kembali bergumam pelan, suara yang hanya bisa didengar telinganya.

"Lord Ignis benar-benar sedang panik karena kemunculanmu, atau mungkin mereka hanya terlalu gengsi untuk mengakui bahwa kekuatan yang mereka agungkan selama berabad-abad baru saja disingkirkan oleh seseorang yang terlahir tanpa setetes pun mana di dalam darahnya."

Suara Zharvion menyambut, mengisi pikiran Eliya. Gadis itu kembali tersenyum, sebuah senyuman yang melambangkan penderitaan dan dendam di hatinya.

"Ini gara-gara Desa Elora," gerutu Kael dari balik tudung jubahnya yang lusuh.

Ia berpura-pura sibuk memotong daging panggang yang keras di piringnya, meski matanya terus bergerak gelisah mengawasi pintu masuk. Khawatir akan ada pemburu bayaran lagi seperti di desa sebelumnya.

"Mereka tidak bisa menjaga rahasia. Justru sengaja menyebarkan keberadaanmu," lanjutnya dengan nada kesal yang tidak ditutupi.

Mereka sedang duduk di sebuah kedai makan sambil membaca selebaran yang sengaja Eliya robek dari tiang depan tadi. Rasa sup miju-miju di hadapannya itu terasa hambar, tapi perutnya membutuhkan energi untuk apa yang akan terjadi selanjutnya. Eliya mendengus pelan, melipat kertas buronan itu menjadi dua bagian sebelum memasukkannya ke dalam saku mantel. Ia akan menyimpannya dengan baik.

"Bukan karena itu," sahutnya dengan sikap yang tenang, mengabaikan kepanikan terselubung di nada bicara Kael. Putra Jenius yang penakut. Apanya yang Jenius?

"Ini karena keluarga Veyra merasa takut. Kalau orang yang mereka anggap 'sampah' bisa melampaui mereka ... artinya mereka telah gagal." Eliya melanjutkan sembari menyeruput kuah sup yang tak sedap di lidah.

Keluarga Veyra telah membangun reputasi mereka di atas fondasi kemurnian sihir. Selama ratusan tahun, mereka mendikte dunia bahwa hanya darah murni yang berhak memimpin dan memiliki kekuatan. Ketika Eliya lahir dan tanpa bakat sihir, ia menjadi anak 'sampah' dan aib terbesar bagi keluarga kerajaan itu.

Eliya dibuang ke jurang kematian tepat di usianya yang ke tujuh belas karena tak dapat membangkitkan binatang sihir. Di si Putri Palsu Seraphina di jurang Lembaran Naga. Lalu, sekarang tiba-tiba kembali dan menghancurkan reputasi yang mereka bangun dengan bangga. Narasi kebohongan mereka runtuh. Mereka tidak berburu penjahat, tapi mereka sedang berusaha menghapus bukti kegagalan mereka sendiri.

Tiba-tiba, sebuah gaung dingin bergetar di dalam benakku. Suara itu tidak terdengar oleh telinga, melainkan beresonansi langsung di pusat kesadaranku, membawa hawa sedingin es yang familiar.

Suara Zharvion memperingatkan adanya bahaya yang mengintai.

'Ada 3 pemburu hadiah di luar. Mereka sedang mengawasimu.'

'Mmmm ... aku tahu.'

Eliya menyahut lewat pikiran, tapi ia tidak menghentikan gerakan sendoknya. Zharvion selalu waspada jika menyangkut deteksi keberadaan manusia.

Sebagai naga kuno yang sudah hidup seribu tahun juga terikat kontrak dengan jiwa Eliya melalui ikatan darah mereka, indranya jauh lebih tajam daripada penyihir sensor tingkat tinggi sekalipun.

Eliya bisa merasakan tiga fluktuasi mana yang mendekat dari arah jalan setapak di luar kedai. Dua di antaranya memiliki aliran mana yang tidak stabil, itu adalah tipikal tentara bayaran kelas rendah yang mengandalkan ramuan penguat bersifat sementara, dan yang satu lagi bergerak sangat lambat, menyembunyikan kehadirannya dengan sihir ilusi tingkat dasar.

"Ada apa?" tanya Kael saat melirik Eliya yang menghentikan gerakan tangannya.

"Tidak ada," jawabnya santai.

Eliya tersenyum, merasakan ketegangan yang justru memicu adrenalin di dalam dadanya. Tangan kanannya diam-diam bergerak di bawah meja, menyentuh pergelangan tangan di mana tanda mahkota elemen berada. Ukiran air dan tanah yang terbentuk cantik itu mulai berpendar dengan cahaya keemasan yang sangat redup, hampir tidak terlihat di bawah remang-remang lampu minyak kedai.

"Waktunya uji coba Mahkota Tanah," bisik Eliya pelan. Matanya melirik Kael yang sibuk dengan daging di atas meja.

Kael langsung membeku di tempat duduknya. Ia tahu betul apa arti nama itu. Mahkota Tanah bukan sekadar elemen sihir biasa. Itu adalah kekuatan pertahanan yang telah digunakan para master pengguna elemen tanah sebelumnya. Sebuah kekuatan yang tidak digerakkan oleh mana semata, melainkan oleh kehendak murni dan resonansi fisik dengan bumi di bawah kaki yang menjadi pijakan. Sesuatu yang hanya bisa diaktifkan oleh seseorang yang benar-benar bersih dari keserakahan akan kekuasaan.

"Ada apa? Apakah pembunuh ... lagi?" Kael bertanya sembari menoleh ke arah pintu saat hawa dingin dari kekuatan tak biasa mendekat.

"Kau ingin menggunakan elemen Tanah?" Dia bertanya lagi dengan cemas, matanya berpendar ke sekeliling kedai yang berisi meja dan bangku dari kayu.

"Jangan di sini," desis Kael lagi, suaranya naik satu oktav karena panik. "Tempat ini bisa runtuh jika kau melakukannya di sini!" lanjutnya lagi. Bagaimanapun, kedai tua itu adalah mata pencaharian si kakek tua pemilik kedai.

"Jika begitu, sebaiknya kau selesaikan makanmu dalam tiga detik," ujar Eliya sambil berdiri dari kursi kayu yang berderit.

"Hey!" Kael menyuapkan potongan daging terakhirnya ke dalam mulut dengan cepat. Lalu, berdiri mengikuti Eliya.

Pintu kedai mendadak terbuka lebar, membiarkan angin malam yang dingin berembus masuk bersama bayangan tiga pria bertubuh tegap yang melangkah melewati ambang pintu. Mata mereka langsung tertuju pada sudut tempat Eliya berada, mengabaikan pemilik kedai yang langsung bersembunyi di balik meja kasirnya.

Salah satu dari mereka memegang kapak besar yang dialiri petir biru, sementara yang di tengah mengeluarkan selembar kertas yang sama persis dengan yang ada di saku Eliya. Poster sketsa sang Badai.

"Dia orang yang kita cari," ucap pria di tengah dengan suara parau yang penuh kemenangan. Ia membandingkan poster di tangannya dengan sosok gadis yang berdiri tak jauh dari meja tempatnya makan.

"Satu juta koin emas kita malam ini." Mereka tertawa terbahak-bahak, membayangkan satu juta koin emas yang akan mereka dapatkan.

Eliya melangkah maju, membiarkan jubahnya tersingkap dan memperlihatkan Mahkota Tanah dan air yang kini mulai berdenyut di pergelangan tangannya, siap untuk meratakan tanah di bawah kaki mereka.

1
Agus Tina
Baguus
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Agus Tina
Tinggal buka kedok siapa itu Sherina, apa alasan dia meracuni Eliya sehingga kekuatan sihirnya tidak muncul saat usia 17 tahun. siapa yg membantu Sherina
..
Aisy Hilyah: hehehe bener
total 2 replies
Swety
💪💪
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Elin Erliana
imajinasi yg luar biasa
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Yue Li MZy
Membayangkan betapa ngerj nya di dalam sana,Mana suhu lava dan magma ny panas nya sampai membuat tubuh manusia terbakar dan hangus 😲😲
Aisy Hilyah: Bener banget itu
total 1 replies
Yue Li MZy
keserakahan Seraphina akan menyebabkan kehancuran dirinya,dan lord Ignis menyesal pun ga ada gunanya.ayooo Aurel balaskan dendam mu 🤭🤭
Aisy Hilyah: Bener banget
total 1 replies
Agus Tina
🤍🤍🤍
Dwi Setyaningrum
masak kalah lg sih..kalau kalah tamat dong ya ga thor 😁
Aisy Hilyah: ehehehe betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
jd deg degan nih..
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
semangat eliya💪jdlah lbh kuat utk mengalahkan kegelapan
Aisy Hilyah: siap! semangat pasti bisa
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waduh jgn mati dong msk pemeran utama mati Jadi apa nanti dunia kalau dikuasai dg kegelapan🤔
Aisy Hilyah: ehehe tidak tenang saja
total 1 replies
Agus Tina
Eliya, semoga kali berhasil
Aisy Hilyah: pasti berhasil
total 1 replies
Agus Tina
Jangan lama upnya y thor ...
Aisy Hilyah: bismillah insya Allah diusahakan
total 1 replies
Agus Tina
Bagus Eliya bongkar juga kejahatan mereka yg telah membuangmu juga kejahatan Seraphina yg telh meracunimu dulu
Dwi Setyaningrum
elemennya berarti sdh 7 kan ya🤔apa msh kurang 1🤔
Aisy Hilyah: Baru enam belum tujuh
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
ikut tegang juga..bayangin betapa panasnya lava dan magma gunung bisa melelehkan apa saja apalg ini hanya kulit manusia bisa jd bubur nih😁
Aisy Hilyah: Bener bener banget
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
eliya yg blm punya elemen api ya..🤔
Aisy Hilyah: betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau wajahnya sdh ada dimana2 kenapa ga nyamar saja sih jdnya ga kehambat utk menuju pencarian mahkota/elemen lainnya🤔
Aisy Hilyah: iya ya. mereka cuma nutupin pake jubah
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waow taktik yg cerdas..kerennn..👏👏
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
hadir thor...
Aisy Hilyah: terimakasih sudah hadir kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!