Kisah seorang gadis dari keluarga sederhana yang tumbuh menjadi sesosok gadis yang kuat dan mandiri.
Alya Suciyati gadis yang ceria dan supel terhadap siapa saja, Dia dididik sangat baik oleh kedua orangtuanya menjadikannya disiplin dan berprinsip.
Alya dikarunia kecerdasan yang lebih dan juga keluarga yang menyayanginya, tetapi dalam kehidupan percintaannya tak semulus dan seindah yang dia inginkan.
Angga Raharja seorang laki - laki yang berasal dari keluarga sederhana pula namun segala kebutuhannya tercukupi oleh kedua orangtuanya.
Dia juga dididik sangat baik oleh keluarganya, dan merupakan anak laki - laki satu - satunya kebanggaan kedua orang tuanya.
Kehidupan percintaannya terasa lebih indah tetapi tak bertahan lama karena suatu hal.
Akankah Mereka berdua bisa dipertemukan dan bisa bersama...😊😊😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Tak terasa sudah memasuki akhir semester genap dan sekarang sedang berlangsung ulangan akhir semester di hari terakhir karena telah berlangsung selama satu minggu.
Bagi Alya dan teman - temannya ini akan menjadi momentum dimana setelah ini mereka akan naik ke kelas XII sudah harus fokus dengan ujian dan kurang - kurangi kegiatan.
Kelas XI banyak yang bilang waktu yang paling mengasyikan saat SMA, bebas mengekspresikan diri masih bisa santai - santai menikmati masa muda.
Tapi bagi Alya sama saja sekolah adalah masa dimana harus belajar dan mendapatkan nilai yang bagus dan hanya mengikuti kegiatan - kegiatan yang bermanfaat.
"Alhamdulillah... Selesai juga, ehhhh... udah satu minggu nggak cuci mata nih." Ana sambil merentangkan tangannya menikmati kebebasan.
Alya, Ana, Silvi sedang berada di bawah pohon mangga yang ada di depan basecamp pramuka menikmati es teh di tangannya.
Oh.. ya Kelas XII saat ini sudah libur tinggal menunggu pengumuman hasil ujian nasional mereka, jadi Alya merasa tenang saja enggak bakalan ketemu lagi dengan mas Rafi dan Mbak Nunik kecuali saat ada kegiatan pramuka mereka pasti akan datang.
"Yuk.. lihat - lihat aksesoris di toko depan." ajak Silvi.
"Duduk dulu lah, habisin dulu ini minumannya." kata Alya.
"Oke.."
Mereka menghabiskan minuman yang Mereka beli tadi sambil bercanda tawa dan menghabiskan makanan ringan.
Setelah habis mereka beranjak ingin sekedar cuci mata melihat pernak-pernik yang lucu di toko aksesoris depan sekolahan.
Saat Mereka beranjak berdiri ada yang memanggilnya.
"Al.. Alya..."
Diana memanggil Alya sambil berlari.
"Ada apa Di."
"Hhhh...h.h..... "
Diana mengambil nafas setelah berlarian.
"Kenapa Di, ini minum."
Alya memberinya air mineral yang belum dibuka.
"Makasih.."
Setelah minum, DNA masih mengatur nafasnya dan kemudian berbicara dengan Alya.
"Kamu bisa gitar kan."
"Dikit aja Di, cuma iseng - iseng aja."
"Nggak papa, besok ikut tampil ya di pensi."
"Ogah aku Di, malu."
"Nggak papa Al, tadi Surya berencana mau ngajak kamu duet sama band nya juga. Wakil kelas kita lumayan hadiahnya Al, bisa buat makan - makan satu kelas."
Memang OSIS mengadakan acara pensi untuk kenaikan kelas kali ini dan mengundang satu grup band yang terkenal di kotanya.
Sedangkan untuk semua siswa setiap kelasnya diharapkan untuk mengirimkan perwakilannya karena disediakan hadiah yang cukup menarik.
"Please.. Al, nah itu Surya."
Surya berjalan mendekati mereka berdua.
"Al, mau ya biar unik kelas kita. Nanti aku sama anak - anak yang mengkondisikan kamu main gitar sama isi suara ceweknya."
"Nggak perlu latihan kan."
"Nggak usah kita yakin kamu bisa, kayak waktu tampil seni budaya kemarin aja, Pak Beni sampai ikut nyanyi berati kelas kita asyik."
"Iya Al, mau ya." bujuk Diana.
"Aku cuma Nggak PD aja."
"Yakin aja Al, oke Al."
Surya mengangkat tangannya untuk tos.
"Insya Allah."
"Ya udah aku anggap oke."
Kemudian Surya dan Diana pergi dan Alya, Ana dan Silvi kembali melanjutkan rencana mereka untuk menuju ke toko aksesoris yang ada di depan sekolahan.
"Wah kelas ku tampil apa ya."
Ana sepanjang koridor cerewet sendiri.
"Kamu aja An, silat dipanggung nanti biar Alya yang mengiringi musiknya."
kelakar Silvi.
"Enak aja, emang topeng monyet aku." Ana sambil cemberut.
"Ha ha ha ha... " tawa Silvi dan Alya.
🤣🤣🤣🤣🤣
wkwkwk
semangat, alya!!!
keluarga.....
Merdeka pulak si author...
MerdeKa!!!!! 😄
tp agk beda..
aqu cinta dlm. diam...
hiks hiks heheee
good job
hmmmm..
please jgn baper, Al...
abaikan rafiiiii
nyimak yeeeee
kpn author Alya hamil🤭
smg Alya hamil🤲