Indonesia
NovelToon NovelToon
Patah Hatinya Perempuan

Patah Hatinya Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Menikah dengan Musuhku / Diam-Diam Cinta
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yunita tri maryadi Ramadhan

Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.

Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.

Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12 : Tamparan Keras

"Zizi..." pekik kedua temannya bising.

"Eh lo sakit?? Pucat banget muka lo.." seru Fina kaget segera duduk di samping Zianca.

"Enggak kok.." geleng Zianca malas menjelaskan.

"Enggak apanya.. lo kayak mayat hidup tau.. pucat banget.." timpal Puput memperhatikan.

"Eh lo belum cek grup chat kita??" Celetuk Fina semangat.

"Grup chat?? Belum tuh.. dari malem gue belum ada ngecek ponsel gue.." geleng Zianca bohong.

"Ada berita besar loh Zi.. lo tau nggak?? Tadi malem gue..." seru Fina semangat.

"Zizi !!" Seru Aaron tiba-tiba masuk ke dalam kelas Zianca. Dan segera menghampirinya.

Seketika Fina dan Puput menutup rapat mulut mereka, tidak jadi melanjutkan ucapannya yang ingin menggosipkan perihal Aaron di cafe tadi malam.

"Kamu berangkat sekolah sama siapa?" Tanyanya dengan wajah khawatir.

"Busway.." jawabnya singkat.

"Nih.." ujar Aaron menyodorkan kotak bekal makanan lagi ke meja Zianca.

"Aku nggak lapar.. kamu bawa aja.." tukas Zianca mendorong kotak bekal itu.

Aaron menatap tajam ke arah Fina.

"Lo ngomong apa ke Zizi??" Tanyanya sinis.

"Gu..gue nggak ada ngomong apa-apa kok.." geleng Fina takut.

"Ada apa sih??" Tanya Zianca heran. Sementara teman sekelasnya memperhatikan ke arah mereka.

"Itu.. anu.." Fina tergagap takut menjelaskannya.

"Lo pasti ngomong yang enggak enggak kan ke Zizi !!" Bentak Aaron marah menarik kerah baju Fina.

Plak !!

Zianca menampar keras pipi Aaron. Sontak Aaron terdiam dan menggeram menahan emosinya.

"Kamu udah kelewatan banget ya Ron.. sekarang kamu juga mau nyakitin temen-temen aku?? Aku rasa aku udah cukup sabar ngadepin kegilaan kamu.." Gerutu Zianca murka.

Aaron memelototi Zianca tak bergeming.

"Aku nggak ngerti ada apa sama kalian berdua.. dan aku nggak minat buat cari tau ada apa.. jadi.. aku mohon kamu keluar dari sini.. bentar lagi guru bakal masuk.." ujar Zianca hilang kesabaran. Zianca membanting tubuhnya ke atas kursi.

Memijat dahinya yang terasa semakin sakit.

Aaron masih berdiri disana tak bergeming hingga guru Zianca masuk ke dalam kelas.

"Eh.. kamu siapa? Kenapa nggak duduk?" Seru guru Zianca.

Aaron membalikkan badannya menoleh pada Buk Guru itu.

"Maaf Buk.." ujarnya lirih segera keluar dari kelas Zianca.

"Oh Aaron toh.. ibuk kira siapa.." sahutnya kesemsem.

****

Fina dan Puput yang ngeri melihat Zianca murka segera duduk diam tak berani mengusik Zianca, bahkan teman-temannya yang lain juga pura-pura tak melihat kejadian tadi, selain ngeri mereka juga selalu menghargai privasi satu sama lain. Di tambah Zianca bukan gadis yang usil, kepo ataupun julid ketika ada gosip apapun di sekolah, itu sebabnya teman-temannya juga memperlakukan dia dengan baik dan tidak mengusiknya.

Selama pelajaran Zianca hanya berdiam diri, hingga 10 menit terakhir Pak Cahya masuk ke kelas untuk mengumpulkan form daftar kuliah.

Zianca yang terakhir mengumpulkan form itu menyerahkannya sambil tertunduk lesu.

"Loh Zi.. tanda tangan orang tua kamu kok cuma satu.. ibu kamu belum tanda tangan nih.." seru Pak Cahya memeriksa form Zianca.

Zianca hanya terdiam.

"Yaudah, habis ini ke ruangan saya ya.." ujarnya lagi segera keluar membawa form itu.

Zianca hanya mengangguk kemudian kembali ke mejanya.

"Lo lagi ada masalah ya Zi??" Tanya Fina dengan hati-hati.

"Enggak kok.."

"Terus kenapa form kuliah lo nggak di setujuin sama nyokap lo??"

Zianca hanya menghela nafas pelan, tak menjawab pertanyaan Fina, Fina pun nggak berani banyak bertanya lagi.

"Ke kantin yuk.." seru Puput mencoba mencairkan suasana.

"Gue mau ketemu Pak Cahya dulu.." ujar Zianca lirih segera bangkit.

Dia meninggalkan kotak bekal dari Aaron dan tidak memperdulikannya.

 

Saat berjalan melewati lorong, Zianca berpapasan dengan Aaron, namun Zianca terus acuh melewati Aaron seakan ia tidak melihatnya.

"Kayaknya Zizi ribut lagi deh sama nyokapnya.. lo kan tau nyokapnya suka marah nggak jelas sama dia.. gue heran deh liat nyokapnya.." gerutu Puput.

"Iya bener.. padahal kalau sama kak Mikha minta ampun sayangnya.. sampe lebay banget.." sahut Fina setuju.

"Apa jangan-jangan Zianca nggak boleh kuliah ya??" Tebak Puput menduga-duga.

"Nggak tau juga sih.. moga aja masalah Zizi cepet kelar.."

"Ehh tapi Zizi belum baca chat kita tadi malam kan? Gimana kalau kita hapus aja?? Lo nggak liat gimana Aaron tadi.. kalau sempat dia tau gue videoin dia sama tu cewek, bisa mampus gue.." celetuk Fina mengingat kejadian tadi pagi.

"Bener.. mending buruan lo hapus deh sebelum Zianca liat.."

Namun sayangnya, tanpa mereka sadari ternyata Zianca sudah membaca semua chat mereka dan bahkan melihat video mesra Aaron dengan cewek lain. Itu sebabnya ia menjadi semakin marah. Bisa-bisanya di menggoda Zianca habis-habisan tapi dia juga mesra-mesraan sama cewek lain di luar sana. Tapi Zianca tetap berusaha cuek dan tidak peduli sama sekali. Karena fokus utamanya kini adalah beasiswa kuliahnya.

Dia harus berusaha untuk lolos di beasiswa itu, karena dia ingin membuktikan pada orang tuanya jika dia bisa mandiri dan bertanggung jawab dengan pilihan hidup yang dia ambil.

Dia ingin membuktikan pada ibunya jika dia bisa membanggakan ibu dan ayahnya. Dia ingin membuktikan jika dia lebih baik daripada Mikha.

****

Saat pulang sekolah, Aaron tampak menunggu Zianca di parkiran. Saat melihat Zianca tengah berjalan beriringan dengan Fina dan Puput, Aaron mencegat mereka.

"Aku pengen ngomong sama kamu.." ujarnya lirih berdiri di depan Zianca.

"Aku nggak mau denger omongan kamu lagi.." ketusnya datar.

"Zi.." panggil Aaron lirih.

"Antar gue balik ya Fin.." seru Zianca mengabaikan Aaron.

"Zi.. please.." Aaron menahan pergelangan tangan Zianca.

Zianca tak sedetikpun menatap Aaron. Dia benar-benar enggan menatap wajah tampan Aaron.

"Aaron !!" Seru seorang cewek menyapa Aaron dengan suara manja.

Sontak semua melihat ke arah cewek itu. Zianca mengenali wajah gadis itu. Gadis yang ada di video tadi malam.

Zianca menepis keras tangan Aaron, melaluinya begitu saja. Sementara Aaron mematung melihat gadis itu. Dia memasang wajah kesal pada gadis itu, dan segera menghampiri gadis itu dengan wajah penuh amarah.

Saat keluar dari gerbang sekolah Zianca dan Fina melewati Aarong yang tampak tengah berdebat dengan cewek itu, melihat itu Zianca segera memalingkan wajahnya pura-pura tidak melihat mereka.

Tiba dirumah Zianca langsung masuk ke dalam kamar, sebelum pulang dia menyempatkan diri untuk singgah di minimarket dekat rumahnya, ia membeli sebotol minuman dingin dan beberapa bungkus roti serta cemilan lain.

Di dalam kamar Zianca fokus membaca banyak hal tentang beasiswa keluar negeri di laptopnya sambil menikmati minuman dingin dan rotinya.

1
Erna Sutiyana
sebelum di usir adik Lo udah pergi duluan
Kaka gak ada akhlak
tatata13: bikin emosi emang kk..
total 1 replies
Erna Sutiyana
bukan nya si Aaron ibunya meninggal ya pas lahiran dia
Erna Sutiyana
knp takut keramaian
tatata13: Sebenarnya Aaron dan Zianca itu introvert kak.. tapi mereka harus memaksakan diri buat bergaul.. tapi pas dirumah atau lg sendiri.. mereka bener2 cuma di kamar ndak kadang nggak ngelakuin apa-apa sama sekali..
total 1 replies
Erna Sutiyana
yg nyebelin gini nnti nya yg bakalan bikin kamu kangen zi hehhee
tatata13: coba tebak kak endingnya mereka gimana?? 🤭
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir memberi like. 3 bab dulu ya...
Lina Zascia Amandia
Hai... Kak sy nyicil dua bab dulu ya...
tatata13: kembali lagi ya kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Sy mampir lagi memberi like, semangat, dan Fav.... ayo semangat Kak.... feedback balik ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!