Indonesia
NovelToon NovelToon
Asisten Special

Asisten Special

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Berbaikan / Tamat
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: threecatra

Amina gembira dirinya diterima sebagai asisten pribadi CEO di sebuah perusahaan properti. Ia ingin membantu biaya kuliah adiknya dan bertekad untuk bekerja keras untuk masa depan ia dan adiknya.
Tapi alangkah terkejutnya Amina ketika bertemu CEO yang ternyata adalah laki laki yang pernah dikerjai dimasa lalu.
diary berisi curahan hati sang CEO pada kekasihnya yang ia temukan jadi alasan Amina untuk meminta Bastian berpura pura jadi suaminya didepan bos mesum Amina.
dua tahun menghilang setelah ingkar janji.
Amina harus terima konsekuensi untuk dikerjai balik oleh Bastian. Tugas yang harus ia lakukan adalah membatalkan pertunangan yang akan dilaksanakan oleh ibu Bastian dengan rekan bisnis ayahnya...
pertunangan belum batal ia malah dinikahi Bastian karna kesalahpahaman.
mampukah Amina menghadapi ibu mertuanya yang galak tapi baik hati dan melawan galau saat kekasih Bastian datang kembali untuk merajut cinta mereka yang tertunda ? baca yuk romansanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon threecatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ditaksir karyawan kantor sebelah

Ami sibuk mengaduk aduk kopinya di kafe agak jauh dari kantor. males dia nongkrong di kafe dekat kantor. Gosip tentang dia menggoda Bastian belum reda reda juga.

Di tambah saat Hendra ayahnya Bastian juga sering mencarinya.

" nggak anak, nggak bapak sama sama mau di makan, tampang aja cupu. soal ngerayu paling suhu "

Beeiih...Ami harus banyak banyakin stok sabar.

Bastian menghubunginya saat ada seorang pria menghampiri meja Ami.

" kamu dimana ? " tanya Bastian sarkas. Ami menjauhkan hp dari telinga.

" di kafe pak "

" saya ada di kafe, kok kamu nggak ada "

" Kafe sebrang pak, malas pak disana, mereka menyebarkan gosip yang nggak bener, saya dibilang tukang rayu, kapan saya ngerayu bapak. males juga pak ngehalu "

" kalau nggak mau jadi gosip yuk ke penghulu, biar sah "

" eit dah...mulai lagi, saya nggak mau jadi wanita pelarian pak Bastian "

Ami melirik laki laki yang ada di depannya, mengembangkan senyum. Ami membalasnya.

" cepetan balik kantor, ada tugas yang harus kamu kerjakan " perintah Bastian tegas.

" kan masih ada setengah jam lagi istirahatnya, saya mau rileks dulu pak, semalam habis begadang, tidur di kamar bapak bikin saya nightmire

" Saya kan mau nemenin kamu, kamu aja nggak mau "

" mesum "

" manis "

laki laki yang tadi di depan Ami beranjak ke meja lain, Ami tampak sibuk dengan bercakap di telpon membuat laki laki berkemeja biru itu menjauh.

" Bapak sudah bikin calon pacar saya kabur, ya tar lagi saya balik my boss "

" kamu nggak boleh pacaran ! "

" La..peraturan dari mana ? soal hati nggak ada lo pak dalam draft kontrak "

" soalnya mulai hari ini kamu adik saya, tadi malam mami ngangkat kamu jadi anaknya "

Ami tercenung, kata kata Bas, ia teringat permintaan Winda waktu mereka masak bersama. tiba tiba ibu Bas itu memintanya untuk jadi bagian keluarga mereka, permintaan yan Ami kira hanya candaan.

" bu Winda kalau marah marah, saya ngerasa jadi anaknya lo. soalnya saya nggak pernah ngerasain di omelin seorang ibu " ujar Ami dengan suara bergetar.

" ibu kami baik ya nggak pernah marah marah " timpal Winda sambil memperhatikan mata Ami yang mulai berkaca kaca.

" ibu saya sudah meninggal waktu saya umur 10 tahun, waktu ibu masih adapun saya lebih banyak di kasuh oleh ayah, ibu harus bekerja di kota jadi pengasuh anak " tanpa Ami sadari dua bulir hangat itu jatuh dari pelupuk matanya dan reflek Winda menghapus air mata Ami.

" Jangan nangis, anggap saja saya ibu kamu "

" Hei ! kok diem..saya tunggu di parkiran " Ami tersentak, ia menghela nafas. ia biarkan rasa haru menyesap di hati menjadi bulir hangat di pipinya.

lo kok jadi melow gini.

" tisunya " ujar laki laki berkemeja biru tadi, Ami terkejut laki laki itu mengulurkan tisu ke depan matanya tentu dengan senyum manisnya tadi.

manis. Puji Ami dalam hati.

" saya Dilan " ucapnya sambil mengulurkan tangan. Ami menyambutnya,

" Milea.." jawab Ami asal. tentu saja garis bibir pria di depannya semakin mengembang. nametag di dada tertera nama Amina Rahayu, boongnya kentara banget.

" boleh, saya duduk di sini ? "

" kan situ sudah duduk, ngapain tanya lagi "

Ami melihat notifikasi, Bas memintanya segera ke parkiran.

" maaf saya harus pergi, senang berkenalan dengan kamu Dilan, daah..kapan kapan kita ngobrol lagi " ucap Ami sambil berdiri dan memberi lambaian dua jarinya.

" besok saya tunggu kamu disini "

" besok kan libur "

" kafe ini nggak libur "

Ami hanya memberikan kode oke lewat jarinya.

Bastian kembali membukakan pintu untuk Ami saat Ami sampai di depan mobil bosnya itu.

" Pak, lain kali jangan bukakan pintu untuk saya, biar saya buka sendiri. karyawan bapak suka mikir aneh aneh tentang saya, tiap hari nama Amina Rahayu asisten baru CEO ganteng dirujak sama mereka di pantry, mereka bilang mungkin tampang saya saja yang cupu tapi master soal ranjang. Alaaah pak, telinga saya rasa di ulek ulek sambal level seratus " cerocos Ami saat dia sudah duduk di samping kemudi dan Bastian sudah menghidupkan mesin mobil.

Bastian tak bereaksi, ia fokus dengan kemudi dan jalanan.

" Pak ! dengar nggak sih saya ngomong ? " Ami menepuk bahu Bastian yang membuat Bastian kaget. ia menanggalkan headsetnya.

" yaah..percuma curhat, dia nggak denger. sudahlah ini hanya derita saya "

" kamu ngomong apa Mi ? " tanya Bastian pura pura tak tahu kenapa asistennya menunjukan muka sewot.

" saya bilang ..Saya..Cinta Pak Bastian ! " mobil berdecit, Bastian menghentikan mobil sebelum keluar halaman kantor.

seketika dunia seakan berhenti berputar, Ami menutup mulutnya sendiri. Bastian menatap Ami dalam.

" Cepat jalan pak, bapak sudah ditunggu klien " ujar Ami sambi memperlihatkan notifikasi hpnya. Ami menghela nafas saat bosnya itu kembali menyalakan mobil.

" nanti saya jelaskan sama karyawan pas acara family gathering " ucap Bastian yang disambut senyum manis Ami.

" jangan senyum senyum..nanti kebawa mimpi sama saya "

senyum itu kembali manyun.

" gombal ! " umpatan yang disambut tawa lepas Bastian.

1
Dwi Desnita
bagus
Titin Nur
😍😍😍👍👍👍😍😍😍😍👍👍😍😍
AR Althafunisa
ah... iya, si Nana kagak di inget gegara nama awalnya N dan double N sama-sama gila orangnya 🤣
AR Althafunisa
😂😂😂🤣🤣🤣🤣
AR Althafunisa
beuhhh .. Nindi 😡😡😡
AR Althafunisa
Nindi sama ibu Rendra ini masih meresahkan 😌
AR Althafunisa
sengaja kah menjatuhkan diri? 😄
AR Althafunisa
emang enak, kurang apa coba istri. Baru lihat pelukan sama lelaki lain udah kelabakan malah langsung pergi tanpa mendengar penjelasan kali perempuan begitu wajar, lah... laki-laki. Coba giliran dia, pas bangun-bangun di samping ada perempuan tanpa menggunakan busana lebih parah walau ga ngapa-ngapain juga. Patahan dia 🤦😡😌
AR Althafunisa
kacau kacau kacau .. 😫😫😫😫😫
AR Althafunisa
diriku jadi ikutan Bastian Prustasi 😫😫😫😫
AR Althafunisa
kacau balau semua nyerang, pelakor dimana-mana, saudara jahat ngejar terus. Hadeuhhhhhh....
AR Althafunisa
Ok. mungkin anaknya menikah dengan pengusaha tapi hanya bisa menghabiskan harta orangtua ditambah harta suaminya, sedangkan Bastian menikah dengan perempuan kampung tapi dengan segudang prestasi dan hasilnya perempuan kampung itu yang membantu menambah pundi-pundi uang dan peningkatan dalam perusahaan. Jadi mana yang lebih berharga ? 🤣🤣🤣🤣
AR Althafunisa
Bastian payahhh ga tegas bet 😌😌😌
AR Althafunisa
mas ganteng 😂😂😂
Eli Aryanti
da konflik tapi ,
Eli Aryanti
Mungkinkah itu ulah dari Ibu tirinya mensabotase mobil nya
Eli Aryanti
Heem sepertinya Perempuan itu Mama Rendra , perempuan itukan memang sangat jahat
Kusnul Chotimah
/Good/
Rina Pangestuti
niat hati mau pura2 sakit malah jatuhnya langsung berdarah benjol pasti itu
Dinasty
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!